Akhmad Ridconi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Anestesi Prosedur Fontan Ridconi, Akhmad; Nugroho, Budi
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 9, No 3 (2017): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PendahuluanSingle ventricle merupakan kelainan jantung kongenital kompleks, dan seseorang yang hidup dengan kelainan ini akan disertai dengan sejumlah keterbatasan. Tanpa terapi bedah, univentrikel akan menjadi malapetaka. Prosedur Fontan merupakan teknik pembedahan terpilih yang dapat diterapkan pada pasien dengan single ventricle. Hasil prosedur Fontan dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk faktor, prosedur, pengelolaan, dan tekanan vena sisi kanan berangsur-angsur akan meningkat. Seiring dengan berjalannya waktu gagal jantung kanan akan mengalami penurunan fungsi sistem, meliputi peningkatan resistensi pembuluh darah pulmoner (PVR), peningkatan tekanan vena sistemik (SVR), low-cardiac output kronis, disfungsi ventrikel kanan, dan kegagalan prosedur perbaikan single ventricle. Presentasi KasusWanita 19 tahun dengan Double Outlet Right Ventricle, Ventricular Septal Defect, Pulmonal Stenosis, Patent Ductus Arteriosus, Bilateral Superior Vena Cava yang akan menjalani prosedur Fontan. KesimpulanProsedur Fontan akan meningkatkan usia harapan hidup pasien. Keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh banyaknya komplikasi. Dalam kondisi tidak adanya ketaatan.
Midazolam Intravena Dosis Rendah Tidak Mempengaruhi Nitric Oxide Intraperitoneal Mencit Balb/C Yang Terpapar Lipopolisakarida Ridconi, Akhmad; Satoto, Hariyo; Budiono, Uripno
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 3, No 2 (2011): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v3i2.6445

Abstract

Latar belakang: Lipopolisakarida dapat mengaktivasi NF-kB (Nuclear Factor kappa B) untuk terjadinya apoptosis dan kegagalan organ. NO (nitric oxide), suatu sitokin pro inflamasi, memiliki peranan penting dalam patogenesis terjadinya hipoten si sistemik pada syok septik akibat aktivasi faktor transkripsional NF-kB. Antioksidan dapat melemahkan efek paparan dari lipopolisakarida dan memblok produksi NF-kB. Midazolam, obat sedasi yang seringkali digunakan di ruang rawat intensif (ICU) untuk penderita sepsis, diduga memiliki efek antioksidan dan anti inflamasi melalui penghambatan sistem ubiquitin NF-kB, sehingga pembentukan NO dapat dihambat. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian Midazolam dalam dosis 0,07-0,2 mg/kg terhadap kadar NO mencit yang diberi endotoksin lipopolisakarida intraperitoneal. Metode: merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain randomized post test only controlled group pada 20 ekor mencit Balb/c yang disuntik lipoplisakarida intraperitoneal dan midazolam dosis 0,07 ; 0,1 ; dan 0;2 mg/kg intravena. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok secara random, yaitu kelompok P1 sebagai kontrol, kelompok P2 yang mendapat midazolam 0,07 mg/kg, kelompok P3 yang mendapat midazolam 0,1 mg/kg, dan kelompok P4 yang mendapat midazolam dosis 0,2 mg/kg. Pemeriksaan NO diambil dari kultur makrofag intraperitoneal setelah 6 jam pemberian midazolam. Hasil dinilai dengan uji statistik nonparametrik Kruskal Walis dan Mann-Whitney dengan derajat kemaknaan p<0,05. Hasil: Tidak terdapat perbedaan kadar NO yang signifikan pada kelompok P2 dibanding P1 (1,77 ± 0,23 vs. 1,76 ± 0,26, p=0,841) dan P3 dibanding P1 (1,50 ±0,22 vs. 1,76 ± 0,26, p=0,310). Kadar NO pada kelompok P4 (3,11 ± 0,44) lebih tinggi dibanding P1 Secara signifikan (p=0,032). Simpulan: Pada mencit Balb/c sepsis, pemberian midazolam 0,1 mg/kg tidak dapat menurunkan kadar NO intraperitoneal secara signifikan. Pemberian midazolam 0,2 mg/kg meningkatkan kadar NO intraperitoenal mencit endotoksemia secara signifikan.