Articles

Simulasi Pengamanan File Teks Menggunakan Algoritma Massey-Omura

Dunia Teknologi Informasi - Jurnal Online Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Dunia Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.089 KB)

Abstract

Pada umumnya, kriptografi berhubungan dengan aktivitas menjaga komunikasi tetap rahasia dan khusus. Encryption (Enkripsi) adalah transformasi data ke dalam bentuk yang hampir tidak dapat dibaca tanpa pengetahuan yang cukup (misalnya kunci). Decryption (dekripsi) adalah kebalikan dari enkripsi, yaitu transformasi dari data yang telah dienkripsi (ciphertext) kembali ke bentuk semula (plaintext). Algoritma Massey-Omura merupakan sebuah pengembangan atas Three-Pass Protocol dan termasuk dalam kategori algoritma asimetris untuk kriptografi kunci publik. Sekuritas dari algoritma Massey-Omura ini terletak pada kesulitan menghitung logaritma diskrit dalam bidang terbatas sehingga upaya untuk menyelesaikan masalah logaritma ini menjadi sangat sulit. Algoritma Massey-Omura ini juga membutuhkan metode The Sieve of Eratosthenes untuk membantu membangkitkan bilangan prima, algoritma Euclidean GCD untuk mencari dua buah bilangan bulat yang relatif prima dan untuk proses enkripsi menggunakan algoritma Modulo Exponential yang berfungsi menghitung nilai perpangkatan modulo bilangan besar serta algoritma Modulo Invers untuk proses dekripsi. Perangkat lunak ini aplikasinya dapat digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi sebagai bentuk pengamanan file teks.

MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI TK BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA

PAUD Teratai Volume 2, Nomor 1, Januari 2013
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS MELALUI MEDIA POHON BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK AVICENNA SURABAYA

PAUD Teratai Volume 2, Nomor 1, Januari 2013
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

PENERAPAN BERMAIN PASIR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A TK YUNIOR SURABAYA

PAUD Teratai Volume 2, Nomor 1, Januari 2013
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PENDERITA HIV DI SURABAYA

Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 1, No 3 (2013): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

HUBUNGAN ANTARA PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PEMBELIAN MERCHANDISE PADA REMAJA

Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 1, No 3 (2013): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCUCI TANGAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK B DI TK UNGGULAN TERPADU AL KAUTSAR MOJOKERTO

PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi pada anak kelompok B TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto. Diketahui dari 20 anak terdapat 6 anak yang memiliki kemampuan mencuci tangan sesuai dengan tahapan 7 langkah mencuci tangan yang efektif, selebihnya anak masih tergesa-gesa dan kurang detail dalam mencuci tangan. Hal ini disebabkan guru tidak memberikan contoh cara mencuci tangan yang benar pada anak. Kondisi ini disebabkan karena mencuci tangan merupakan pembiasaan/kegiatan rutin yang biasa dan kurang bermakna walaupun dilakukan setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas pembelajaran mencuci tangan melalui metode demonstrasi dan mendeskripsikan tingkat efektivitas metode demonstrasi dalam pembelajaran mencuci tangan pada kelompok B di TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang, yang terdiri dari 4 tahapan yaitu ; perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto dengan jumlah 20 anak terdiri dari 18 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan statistik deskriptif.Hasil analisis data peningkatan kemampuan mencuci tangan melalui metode demonstrasi pada siklus I diperoleh data 75%. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian tindakan kelas pada siklus I belum tercapai oleh karena target yang ditentukan adalah ≥85%. Pada Siklus II hasil analisis data diperoleh 92,5%, maka sudah mencapai target pencapaian tindakan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan mencuci tangan pada kelompok B TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto.Kata kunci : kemampuan mencuci tangan, metode demonstrasiAbstractBased of the observation at group B TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto. Known from 20 child there are 6 child owning ability clean hand as according to step 7 step clean effective hand, child rest still hurried and less detail in cleaning hand. This matter is caused the teacher do not exemple the way of cleaning real correct hand at child. This condition is caused by to clean hand represent activity of ordinary routine and less having a meaning of although done every day. Target of this research is study activity clean hand method demonstrate is effectiveness demonstrate in study clean hand in group B TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto.This Research use research of designed class action in the form of recuring cycle, consisting of 4 step that is; planning, execution of action, observation, and refleksi. Research in group B TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto with amount 20 child consist of 18 boy and 2 daughter. Techniq collecting use documentation and observation, while techniq analys is use descriptive statistic.Result of analysis is make-up of ability clean hand demonstrate method at cycle I obtained by 75%. This matter indicate that research of class action in cycle I not yet been reached because of goals the determined is ? 85%. At cycle II result of analysis obtained 92,5%, have reached goals attainment of action. Of this research can be concluded that demonstration method clean hand can improve ability clean hand in group of B I TK Unggulan Terpadu Al Kautsar Mojokerto.Keyword : ability clean hand, demonstration method

PENGEMBANGAN PERMAINAN ULAR NAGA MODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA ANAK KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK

PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya pemberian stimulalsi dalam peningkatan penguasaan kosakata merupakan stimulus yang penting untuk diberikan pada anak usia dini, khususnya pada anak usia 5-6 tahun. Pada umumnya proses pembelajaran kelompok B di Taman Kanak-kanak tentang penguasaan kosakata masih jarang diberikan dan diterapkan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan permainan ular naga modifikasi dalam meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini kelompok B di Taman Kanak-kanak serta untuk mengetahui efektifitas pengembangan permainan ular naga modifikasi dalam meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini kelompok B di Taman Kanak-kanak, oleh karena itu peneliti tertarik meneliti tentang pengembangan permainan ular naga modifikasi untuk meningkatkan penguasaan kosakata anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian research and development (penelitian pengembangan) dan desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest desaign. Subyek yang digunakan yaitu 3 TK, dengan 1 TK sebagai uji coba produk dan 2 TK sebagai uji coba pemakaian. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dengan alat penilaian berupa lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik non parametrik uji jenjang bertanda Wilcoxon (wilcoxon match pairs test) dengan rumus t hitung < t tabel dengan eksperimen membandingkan efektifitas dan efisiensi sistem kerja lama dengan baru.Berdasarkan hasil analisis data tentang penguasaan kosakata dalam memecahkan masalah saat observasi awal (pretest) menggunakan permainan ular naga modifikasi diperoleh nilai rata-rata hasil pretest 8,67 di TK Khadijah Pandegiling dan 8,4 di TK Putera Harapan dengan hasil rata-rata posttest 13,75 di TK Khadijah Pandegiling dan 12 di TK Putera Harapan. Hasil perhitungan dengan uji jenjang diperoleh t hitung = 0 lebih kecil dari t tabel = 14 untuk TK Khadijah Pandegiling serta t tabel = 52 untuk TK Putera Harapan. Hasil pengambilan keputusannya yaitu: Ha diterima karena t hitung < t tabel (0 < 14) dan (0 < 52). Hal tersebut membuktikan bahwa permainan ular naga modifikasi dapat meningkatkan penguasaan kosakata secara signifikan pada kelompok B di Taman Kanak-kanak. Melalui pembuktian tersebut maka permainan ular naga modifikasi dapat diterapkan untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada kelompok B di taman Kanak-kanak.Kata kunci: permainan ular naga modifikasi, penguasaan kosakata.AbstractThis study is based on the importance of the increase in vocabulary stimulalsi an important stimulus to be given in early childhood , especially in children aged 5-6 years . In general, the process of group learning in kindergarten about vocabulary is rarely given and properly applied. The purpose of this study to determine the ular naga game development process modifications to improve the mastery of vocabulary in early childhood group B in kindergarten as well as to determine the effectiveness of a modified ular naga game development in improving the mastery of vocabulary in early childhood in group B Nursery child, therefore researchers interested in researching about game development ular naga modifications to increase the childs vocabulary mastery.This study used a research approach research and development (development research) and research design using a one - group pretest - posttest desaign. The subjects used were 3 kindergarten, the kindergarten as a test 1 and 2 kindergartens as product trial usage. Methods of data collection using observation with assessment tools such as observation sheets . Statistical analysis of the data using non-parametric Wilcoxon test marked level (Wilcoxon matched pairs test) with the formula t < t table with experiment comparing the effectiveness and efficiency of the old work with the new system.Based on the analysis of data about the vocabulary in solving problems when the initial observations (pretest) using a modified ular naga game earned an average rating of 8.67 on the pretest results Khadijah Pandegiling kindergarten and Putera Harapan kindergarten 8.4 with an average yield of posttest 13,75 in Khadijah Pandegiling kindergarten and 12 in Putera Harapan kindergarten. Calculation results obtained with test levels t = 0 is smaller than t table = 14 for Khadijah Pandegiling kindergarten and t table = 52 for Putera Harapan kindergarten. The results of the decision are: Ha accepted because t < t table (0 < 14) and (0 < 52). It is proved that the ular naga game modifications can significantly improve the vocabulary mastery in group B in kindergarten. Through the proof of the ular naga game modifications can be applied to improve the vocabulary mastery in group B in kindergarten .Keywords : ular naga game modifications, vocabulary mastery.

PENGEMBANGAN PERMAINAN BOI-BOIAN MODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI KELOMPOK A DI TAMAN KANAK-KANAK

PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pada anak kelompok A di Taman Kanak-kanak dengan rentang usia 4-5 tahun ini dilatarbelakangi oleh kurang adanya minat dan ketertarikan dari anak untuk mengikuti kegiatan kognitif khususnya pada pengenalan bentuk geometri yang ada di sekolah mereka. Hal ini dikarenakan belum banyak inovasi yang diberikan pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan peningkatkan kemampuan kognitif khususnya dalam pengenalan bentuk geometri. Sebagian besar kemampuan kognitif pada anak dalam hal menyebutkan bentuk geometri, menyusun bentuk geometri, dan mengelompokkan bentuk geometri masih belum banyak mengalami peningkatan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini akan mengembangkan permainan boi-boian modifikasi. Tujuan permainan ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam pengenalan geometri anak usia dini kelompok A.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development dengan rancangan one group pretest-postest design. Subyek yang digunakan peneliti menggunakan 3 TK, dengan 1 TK sebagai uji coba produk dan 2 TK sebagai uji coba lebih luas.. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi. Analisis data menggunakan statistik non parametrik uji jenjang bertanda Wilcoxon (wilcoxon match pairs tes) dengan rumus t hitung < t tabel dengan eksperimen membandingkan efektifitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan baru.Berdasarkan hasil analisis data tentang kemampuan kognitif khususnya dalam pengenalan bentuk geometri pada saat pre tes dan pos tes menggunakan permainan boi-boian modifikasi diperoleh nilai rata-rata hasil pre tes 10,1 1diTk Khadijah Pandigiling dan 9,15 di Tk Putera Harapan. Sedangkan rata-rata hasil pos tes 14,4 1diTk Khadijah Pandigiling dan 14, di Tk Putera Harapan. Hasil perhitungan dengan uji jenjang di Tk Khadijah Pandigiling diperoleh t hitung< t tabel (0<11) dan Tk Putera Harapan dan diperoleh t hitung< t tabel (0<46) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa permainan boi-boian modifikasi efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia 4-5 tahun kelompok A di TK. Berdasarkan hal tersebut maka permainan boi-boian modifikasi dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam halmengenal bentuk geometri lingkaran, persegi panjang, segitiga dan persegi pada anak usia 4-5 tahun di TKKata kunci: permainan boi-boian modifikasi, kognitifAbstractResearch on the first grade students of kindergarten school with age range of 4-5 years old is based on low interest from students to follow cognitive activities especially in recognizing geometrical shapes in their school. It is caused by low inovation given to every activity in relation with increasing cognitive ability especially in recognizing geometrical shapes. Therefore, most of cognitive abilities from students in stating geometrical shapes, arranging geometrical shapes and grouping geometrical shapes are stagnant. Based on fact above, this research will develop a game that is inovation from actvities to increase children’s cognitive ability in form of modificated boi-boian game. It is effective to increase cognitive ability to recognize geometric to pre-school children of the first grade students of kindergarten school.The design of this research study Research and Development with the draft one group pretest-posttest design. Subjects who used the researcher using 3 TK, with TK as trials 1 and 2 kindergarten prodak a wider trial .. observation technique used in data collection. Statistical analysis of the data using non-parametric Wilcoxon test marked level (Wilcoxon matched pairs test) with the formula t <t table with experiment comparing the effectiveness and efficiency of the new system with the old work.Based on data analysis result about cognitive ability especially in recognizing geometrical shapes pre-test and post-test by using modificated boi-boian game showed pre-test average = 10,1 in Khadijah Pandigiling and 9,15in Putera Harapan Kindergarten; with post test average = 14,4 and 14,1 in Khadijah Pandigiling and Putera Harapan Kindergarten School. From calculation by using level test in Khadijah Pandigiling and Putera Harapan Kindergarten School showed tcount < ttable (0 < 11) and showed tcount < ttable (0 < 46), therefore Ha was accepted and H0 was refused. Conclusion This study shows that the game boi-Boian modification effective in improving cognitive ability in children aged 4-5 years group A in kindergarten. With the proof of the game boi-Boian modifications can be applied to improve the cognitive abilities in geometry halmengenal circle, rectangle, triangle and square in children aged 4-5 years in kindergartenKeywords: game boi-Boian modification, cognitive

PENGEMBANGAN PERMAINAN TEBAK KATA MODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK

PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 edisi Yudisium Mei 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kemampuan bahasa lisan merupakan stimulus yang penting untuk diberikan pada anak usia dini khususnya pada anak usia 5-6 tahun. Pada umumnya proses pembelajaran kelompok B di Taman Kanak-kanak tentang bahasa lisan masih jarang diberikan dan diterapkan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam tentang penggunaan permainan tebak kata modifikasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa lisan anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian research and development (penelitian pengembangan) dan desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest design. Subyek yang digunakan peneliti menggunakan 3 TK, dengan 1 TK sebagai uji coba produk dan 2 TK sebagai uji coba pemakaian. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dengan alat penilaian berupa lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik non parametrik uji jenjang bertanda wilcoxon (wilcoxon match pairs test) dengan rumus t hitung < t tabel dengan eksperimen membandingkan efektifitas dan efisiensi sistem kerja lama dengan baru.Berdasarkan hasil analisis data tentang kemampuan bahasa lisan dalam memecahkan masalah saat observasi awal (pretest) menggunakan permainan tebak kata modifikasi diperoleh nilai rata-rata hasil pretest 9,74 dan rata-rata hasil posttest 13,69 pada TK Tunas Harapan Menongo, nilai rata-rata hasil pretest 8,84 dan rata-rata hasil posttest 13,74 pada TK Tunas Jaya Surabayan. Hasil perhitungan dengan uji jenjang diperoleh t hitung = 0 lebih kecil dari t tabel = 73 untuk TK Tunas Harapan Menongo serta t tabel = 46 untuk TK Tunas Jaya Surabayan. Hasil pengambilan keputusannya yaitu Ha diterima karena t hitung < t tabel (0<73) dan (0<46). Hal tersebut membuktikan bahwa permainan tebak kata modifikasi dapat meningkatkan kemampuan bahasa lisan secara signifikan pada kelompok B di Taman Kanak-kanak. Dengan pembuktian tersebut maka permainan tebak kata modifikasi dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa lisan pada kelompok B di Taman Kanak-kanak.Kata kunci: permainan tebak kata modifikasi, kemampuan bahasa lisan.AbstractIncreased spoken language ability is an important stimulus to be given in early childhood, especially in children aged 5-6 years. In general, the process of group learning in kindergarten about the spoken language is rarely given and properly applied. Of these problems researchers will conduct research to learn more about the use of modified charade to improve children’s oral language skills.This study used a research approach research and development and research design using a one-group pretest-posttest design. Subjects who used the researcher using 3 kindergarten, with 1 kindergartenas trials and 2 kindergartens as product trial usage. Methods of data collection using observation with assesment tools such as observation sheets. Statistical analysis of the data using non-parametric wilcoxon test marked level (wilcoxon matched pairs test) with the t formula < t table with experiment comparing the effectiveness and efficiency of the old with the new system work.Based on the analysis of data on oral language skills in solving problems when the initial observations (pretest) using a modified charade obtained an average value of 9,74 pretest results and the average results at posttest 13,69 Tunas Harapan Menongo kindergarten, the average value the average results of the pretest 8,84 and posttest results average 13,74 at Tunas Jaya Surabayan kindergarten. Calculation results obtained with test t levels = 0 is smaller than t table = 73 for Tunas Harapan Menongo kindergarten and t table = 46 for Tunas Jaya Surabayan kindergarten. The result of that decision Ha accepted because t count < t table (0<73) and (0<46). Conclusion the research proves that the charade modifications can improve oral language skills significantly in group B in kindergarten. With such evidence the charade modifications can be applied to improve oral language skills in group B in kindergarten.Keywords: charade modification, oral language skills.