Tika Retnowati
Jurusan Ilmu Kelautan –FPIK – UNDIP, Kampus Tembalang Semarang 50359, Indonesia
Articles
1
Documents
Kandungan Klorofil-a pada Diatome Epipelik di Sedimen Ekosistem Mangrove

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 4 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.661 KB)

Abstract

Diatom Epipelik memiliki arti penting dalam sedimen mangrove karena merupakan komponen utama mikroalga yang mengandung klorofil, sehingga klorofil dalam sedimen akan mempengaruhi produktivitas primernya. Nilai kandungan klorofil -a dalam sedimen di kedalaman 2 cm berkisar antara 0,125 - 0,405 μg/cm3 menunjukkan bahwa pada kedalaman 2 cm mempunyai kandungan klorofil -a tertinggi bila dibandingkan pada kedalaman sampling 4 cm ataupun 6 cm. Untuk parameter fisika - kimia oseanografi, kondisi lingkungan memiliki kecenderungan yang normal.Kata kunci : klorofil -a, sedimen mangrove, produktivitas primer.The result showed that Epipelic Diatom have an important role in mangrove sediment, since they are known as major component of microalgae which containt chlorophy. These chlorophyll influence the level of primary productivity, within the sediment. The highest chloropyll a content within sediment was found in those taken from 2 cm deep range, compared with those taken from 4 cm and 6 cm deep.Key words : Chlorophyll -a, mangrove sediment, primary productivity.