Retnaningsih Retnaningsih
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor

Published : 44 Documents
Articles

Kadar Apolipoprotein B dan Aterosklerosis Arteri Karotis Interna pada Pasien Pasca Stroke Iskemik Teguh, Haryo; Retnaningsih, Retnaningsih; Widiastuti, MI
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2011:MMI Volume 45 Issue 2 Year 2011
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.366 KB)

Abstract

ABSTRACTRelations between apolipoprotein B level with internal carotid artery atherosclerosis in post ischemic stroke patientBackground: Ischemic stroke is caused by brain artery obstruction or brain artery narrowing called atherosclerosis. Its marker is the thickness of tunica intima-media (intima-media thickness/IMT) of the artery. Apolipoprotein B is one of the indicator of atherosclerosis diseases. Most of the previous studies investigate association between apolipoprotein B level and cardiovascular disease, while the association between apolipoprotein B and atherosclerosis in post ischemic stroke patients has not been studied yet.Objective: To investigate association between apolipoprotein B level and internal carotid artery atherosclerosis based on thickness of intima-media in patients post ischemic stroke.Method: This cross-sectional study was done in post ischemic stroke (first attack) subjects in outpatient clinic of Neurology Department Kariadi Hospital Semarang, during December until February 2011. Apolipoprotein B level was measured with Integra method, during 1 month after the onset. The thickness of tunica intima-media of the internal carotid artery was measured by Ultrasonography Duplex.Result: Fourty four patients post ischemic stroke that met the inclusion and exclusion criteria, comprise of 22 male (50%) and 22 female (50%). Atherosclerosis which was defined as tunica intima-media thickness >0.9 mm, was found in 24 subjects (54.6%). Apolipoprotein B level, which designated as high if apoB >105 mg/dl, was found in 25 subjects (56.8%). Multivariate logistics regression test controlling lipid factor as confounding factors resulted in OR 142.1 (p=0.0001).Conclusion: Apolipoprotein B level significantly correlate with atherosclerosis of internal carotid artery represented by thickness of intima-media in patients post ischemic stroke.Keywords: Apolipoprotein B level, internal carotid artery atherosclerosis, ischemic strokeABSTRAKLatar belakang: Stroke iskemik disebabkan obstruksi atau penyempitan pembuluh darah arteri otak yang disebut aterosklerosis. Marker aterosklerosis adalah ketebalan tunika intima-media (intima-media thickness/IMT) di pembuluh darah tersebut. Kadar apolipoprotein B merupakan indikator penyakit yang disebabkan aterosklerosis. Penelitian yang ada kebanyakan menghubungkan pengaruh apoB dengan penyakit kardiovaskuler, pengaruh apoB dengan aterosklerosis pada pasien pasca stroke iskemik belum pernah dilakukan.Tujuan: Membuktikan adanya hubungan antara kadar apolipoprotein B dengan aterosklerosis arteri karotis interna yang dilihat dari ketebalan tunika intima-media pada pasien pasca stroke iskemik.Metode: Penelitian cross sectional, dilaksanakan di Poli Saraf RSUP Dr. Kariadi Semarang, periode Desember 2010-Februari 2011. Subyek penelitian adalah pasien pasca stroke iskemik pertama kali yang diambil secara consecutive sampling. Kadar apolipoprotein B diukur dengan menggunakan metode Integra, pemeriksaan ketebalan tunika intima-media arteri karotis internamenggunakan Ultrasonografi Duplek.Hasil: Empat puluh empat pasien pasca stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, terdiri dari pria 22 (50,0%) dan wanita 22 (50,0%). Dikategorikan aterosklerosis bila ketebalan tunika intima-media >0,9 mm dan terjadi pada 24 subyek (54,6%). Kadar apolipoprotein B tinggi (apoB>105 mg/dl) terdapat sebanyak 25 subyek (56,8%). Hasil analisis uji regresi logistik multivariat yang mengendalikan faktor lipid (kolesterol, LDL, trigliserid) menunjukkan OR 142,1 (p=0,0001).
KETERBUKAAN DIRI DAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA PRIA DEWASA AWAL Rini, Quroyzhin Kartika; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Pernikahan dan kehidupan berkeluarga penting bagi setiap manusia karena dari keluarga, seorang individu membentuk dirinya dan dari keluarga, individu belajar untuk berinteraksi dengan lingkungan luar. Setiap individu tentunya menginginkan perkawinan yang sukses dan sekali seumur hidupnya. Salah satu kriteria yang dapat mempengaruhi kesuksesan dalam perkawinan adalah kepuasan. Kemudian, salah satu kunci utama komunikasi yang dapat membantu membuat kepuasan perkawinan adalah self-disclosure. Namun, dalam kehidupan sehari-hari wanita yang lebih banyak melakukan self-disclosure dibandingkan dengan pria dikarenakan pria tidak dapat mengartikulasikan perasaan dan masalahnya secara verbal karena merasa kurang nyaman. Padahal pria yang dapat lebih jujur dan terbuka mengenai dirinya dalam berkomunikasi dengan pasangan akan dapat meningkatkan kepuasan perkawinannya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui kontribusi self-disclosure pada kepuasan perkawinan pria dewasa. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat kontribusi self-disclosure secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan pria dewasa awal, dan kontribusi tersebut sebesar 56.9%, sedangkan 43.1% lainnya kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti equalitarian, seks, kehidupan sosial, tempat tinggal dan penghasilan. Selain itu, subjek dalam penelitian ini memiliki kepuasan perkawinan yang tinggi dengan self-disclosure yang tergolong rata-rata.
SELF-DISCLOSURE CONTRIBUTION ON EARLY-ADULT MALE MARITAL SATISFACTION Rini, Quroyzhin Kartika; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Marriage and family life is very important for human being because from them, he/she will shape his/her own life, and from the family he/she learns to interact with surroundings. Each person wants to have a one-ina-lifetime-happines-marriage. One of the criteria that affect marriage is the marital satisfaction. Thus, self-disclosure is mentioned as one thing that affecting marital communication to make a real marital satisfaction. In daily life, women has better self-disclosure than men to articulate the feelings verbally. This facts is important to be known because men is more honest and open about himself in make a marital communication to have more marital satisfaction with his wife. The aim of this study is to know the contribution of self-disclosure to marital satisfaction in men. The results shows that self-disclosure has contribution around 56,9%, and the rest are another factors such as the equalitarian, sex, social life, region, and income. Beside that, the participants of this study has high score in marital satisfaction, and moderate score in self-disclosure.Key words: marital satisfaction, self-disclosure, men
PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PENDERITA LEUKEMIA Rizkiana, Ulfa; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Leukemia merupakan jenis kanker darah yang paling banyak dijumpai pada usia di bawah 15tahun. Dengan adanya penyakit seperti leukemia pada remaja maka akan mempengaruhisemua aktivitas dan kepribadian pada remaja penderita leukemia. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dari penerimaan diri remaja penderitaleukemia dan faktor-faktor yang berperan dalam penerimaan diri pada remaja penderitaleukemia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berupa studi kasus dengan satusubjek yaitu penderita leukemia jenis ALL stadium satu selama satu tahun. Subjek saatpenelitian dilakukan berusia 14 tahun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa subjekpenelitian mampu menerima dirinya dengan baik. Hal tersebut ditunjukan dengan adanyapemahaman tentang diri sendiri dan mengenali apa yang menjadi kekurangan dankelebihannya serta adanya harapan yang realistis terhadap keadaan diri dan tidak merasarendah diri dengan adanya penyakit yang dialami subjek. Selain itu subjek memiliki keluargayang sangat mendukung harapan subjek dan teman-teman serta lingkungan yang bersikapbaik sehingga subjek mempunyai penerimaan diri yang baik sebagai remaja penderitaleukemia.AbstractLeukemia is a cancer commonly suffered in adolescent below 15 years old. This disease willaffect adolescent’s daily activities and personality. The aim of this study is to analyze selfacceptancein adolescent with leukemia and factors influencing it. Research approach isqualitative research with case study. The participant of this study is a 14 years oldadolescence with leukemia type ALL first stadium. Result shows that she can accept the realityand had good self-acceptance. It can be described from her understanding of her ill. Sheknows and receives her limitations and excesses. She also feels confidence for her condition.She admitted the support from her family as well as friends and neighbors. The support offamily, friends, and neighbors help her to have good self-acceptance as adolescent withleukemia.
CONTRIBUTION OF ASSERTIVE BEHAVIOR TOWARD EMPLOYEE’S SELF-ESTEEM Hapsari, Ratna Maharani; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Employee is one the most important element in a company. Each company has its own target and it’s easier to reach the target when company has good employees. Employee with good quality can be known for those who has high self-esteem, and to get higher self-esteem, employee must have assertive behavior as an important characteristic. The aim of this study is know the contribution of assertive behavior to self-esteem in employee. Participants of this study is 105 employee and this study uses quantitative approach. Simple regression shows F score around 53.159 (p < 0.01). The result tells us about the contribution of assertive behavior to self-esteem in employee. R2 score shows that the contribution of assertive behavior to self-esteem is about 34%, which means the rest contribution is considered from the other factors.Keywords: assertive behavior, self-esteem, employee
KONSEP DIRI REMAJA AWAL PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS Citra, Ajeng Furida; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi konsep diri remajaawal yang mengalami obesitas, dan juga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitaspada remaja awal. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi.Subjek penelitian terdiri dari tiga orang yang memiliki karakteristik perempuan, berusiaantara 10-14 tahun, obesitas dan bersekolah di bangku SD atau SMP. Berdasarkanwawancara dan observasi yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa subjek pertama danketiga memiliki konsep diri positif meskipun mengalami obesitas. Subjek kedua memilikikonsep diri negatif. Penyebab terjadinya obesitas pada subjek pertama adalah faktoreksternal yaitu pola makan yang berlebihan sementara subjek kedua dan ketiga sudahmengalami obesitas sejak kecil dan obesitas yang dialami lebih disebabkan faktor genetik.Pada subjek kedua faktor genetik ini juga ditambah oleh kurangnya aktivitas fisik subjek.Sementara pada subjek ketiga selain karena faktor genetik, subjek juga memiliki pola makanyang berlebihan dan juga kurangnya aktivitas fisik subjek serta kebiasaan subjek yang seringmengalihkan diri pada makanan jika sedang merasa kesal.AbstractThe aim of this reseach is to identify factors influencing self-concept in early adolescenscewith obesity and factors influencing the obesity. This is a descriptive reaserch usingqualitative approach. Interview and observation is using for the data collecting. Theparticipants of this research are three people with characteristics such as woman with agerange between 10-14 years old and student at elementary school or junior high school. Theresult shows that the first and third participants have positive self-concept even though theyobese, but the second participant has negative self-concept. The cause of obesity for the firstparticipant is external factor such as excessive eating behavior, but the second and thirdparticipants because of genetic factor. It was getting problematic because of the eatingbehavior showed by the participants.
THE ADAPTATION OF MEN WHO DIVORCED Prihatiningsih, Isti; Retnaningsih, Retnaningsih; Harsanti, Intaglia
Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The aim of thi study is to know about the affect of divorce and the adaptation of men whodivorced and also his adaptation for this. This study is using case study with a 26 years oldman as a participant who already divorced since 2 years with 2 children. In the beginning ofthe divorce he felt emotion trauma, confused and anxiety about the way his children aregrown up. He tried to againts it and during the time he could adapt in the situation finally. Hegot the children and felt so happy because of that. He don’t bothered by his sexual needs andreplaced it by worked and exercised. Key words : adaptation, divorce
PERILAKU ASERTIF DAN HARGA DIRI PADA KARYAWAN Hapsari, Ratna Maharani; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Karyawan merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Setiap perusahaan memiliki tujuannya masing-masing. Tujuan tersebut akan lebih mudah tercapai jika perusahaan memiliki karyawan-karyawan yang berkualitas. Kualitas diri yang tinggi ditunjukkan oleh individu yang memiliki harga diri yang tinggi. Salah satu hal penting yang perlu dikembangkan terkait dengan harga diri yang tinggi adalah perilaku asertif. Karena perilaku ini, selain merupakan salah satu faktor yang memengaruhi harga diri juga merupakan karakteristik penting yang dimiliki individu dengan harga diri yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan perilaku asertif terhadap harga diri pada karyawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan responden berjumlah 105 orang. Dari hasil analisis regresi diketahui nilai F = 53.159 (p
KEKERASAN DOMESTIK PADA ISTRI DALAM PERKAWINAN YANG TIDAK MEMPUNYAI ANA Nuraini, Nuraini; Retnaningsih, Retnaningsih
UG Journal Vol 7, No 5 (2013)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kebanyakan korban kekerasan domestik adalah pihak istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan dampak kekerasan domestik pada istri dalam perkawinan yang tidak mempunyai anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbentuk studi kasus dengan subjek penelitian seorang istri yang mengalami kekerasan domestik dalam perkawinan yang tidak mempunyai anak. Subjek berusia 30 tahun, dan usia perkawinan 9 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dan suami menemukan titik jenuh dalam kehidupan berumah tangga yang monoton karena ketidakhadiran seorang anak. Hal ini membuat sang suami sering uring-uringan, sehingga memicu terjadinya kekerasan terhadap istri. Diketahui pula bahwa dalam rumah tangga ini posisi suami lebih dominan dalam hal mengatur keuangan dan mengambil keputusan.Faktor pemicu terjadinya kekerasan adalah karena subjek menolak keinginan suami untuk mengadopsi anak. Subjek beralasan, kasih sayang anak kandung dengan anak adopsi berbeda. 
SIKAP KONSUMEN TERHADAP BERAS ORGANIK Idaman, Northa; Yuliati, Lilik Noor; Retnaningsih, Retnaningsih
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol 9, No 2 (2012): Vol. 9 No. 2, Juli 2012
Publisher : Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study were (1) to analyze the product attributes which considered necessary by the consumers of organic rice in Sukabumi Region, (2) to analyze the contribution of attitude toward behavior, subjective norms, and perceived behavioural control toward the intention to buy organic rice in Sukabumi Region, and (3) to formulate the managerial implication to improve the intention to buy organic rice in Kabupaten Sukabumi. The analyzed data on the 151 respondents were collected from four sub-districts in Sukabumi using convenience-sampling method. While analysis used were descriptive, cochran, and structural  equation  modelling. The result show that there were three attributes which were necessitated by the consumers in Sukabumi Region in buying organic rice, and there were big contributions from two constructs in forming the intention to buy organic rice in Sukabumi Region. Keywords: organic rice, consumer attittude, theory of planned behavior, structural equation modelling (SEM)ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis atribut-atribut produk yang dipentingkan oleh konsumen terhadap beras organik di Kabupaten Sukabumi. (2) menganalisis kontribusi sikap terhadap perilaku pembelian beras organik (attitude toward behavior), norma subjektif (subjective norms), dan kontrol perilaku (perceived behavioral control) terhadap minat (intention) membeli beras organik di Kabupaten Sukabumi, (3) merumuskan implikasi manajerial yang dapat diambil dari hasil penelitian untuk meningkatkan minat membeli beras organik di Kabupaten Sukabumi. Analisis data dilakukan terhadap 151 responden yang dikumpulkan dari empat kecamatan di Kabupaten Sukabumi menggunakan metode convenience-sampling. Analisis yang digunakan adalah deskriptif, Cochran dan structural  equation  modelling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga atribut yang dipentingkan oleh konsumen di Kabupaten Sukabumi dalam membeli beras organik, serta kontribusi yang besar dari dua konstruk dalam membentuk minat membeli beras organik di Kabupaten Sukabumi.   Kata kunci:  beras organik, sikap konsumen, theory of planned behavior, structural equation  modelling (SEM)