This Author published in this journals
All Journal MEDIA MATRASAIN
Michael Moldy Rengkung
Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ARSITEKTUR MODERN RETRO Kuta, Mirza A. P.; Rengkung, Michael Moldy
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1688.103 KB)

Abstract

AbstrakBagi sebagian orang, masa lalu menarik perhatian untuk dikenang dan ditampilkan kembali. Fenomena mengulang trend yang lalu atau disebut dengan Retro menjadi bagian aplikasi dari desain rancangan pada masa kini.Dalam hal ini Retro yang merupakan produk masa lalu diasimilasikan dengan kebaruan yang merupakan produk kontemporer, tidak hanya mengusung semangat eklektik, revival, historisisme, rekonstruksi, dan duplikasi namun juga retro merupakan sinergi unik untuk menarik perhatian.Tulisan ini menyoroti tentang retro atau pengulangan yang dihadirkan kembali dalam era modern ini, yang beragam defenisinya baik sebagai bagian dari masa lalu maupun sebagai gejolak kreatif di era pasca modernisme. Modern Retro dapat didefenisikan menjadi beragam makna, member defenisi baru, menunjukkan nilai baru dengan meperbaiki yang lama, memulihkan dari konsep semula.Kata Kunci: Retro, Modern, Post-Modernisme
PERENCANAAN KOTA: KEBERLANJUTAN ETHNIC COMMUNITY BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL Egam, Pingkan Peggy; Rengkung, Michael Moldy
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.923 KB)

Abstract

Perencanaan kota senantiasa melibatkan berbagai elemen termasuk masyarakat lokal. Dalam kaitan dengan hal tersebut partisipasi masyarakat merupakan isu penting.Paper ini bertujuan untuk membahas peran masyarakat lokal dalam proses perencanaan kota. Paper ini bertujuan menganalisis karakteristik partisipasi masyarakat melalui aktivitas masyarakat untuk mempertahankan eksistensi masyarakat lokal.Aktivitas diidentifikasi dalam 2 kelompok yaitu aktivitas berbasis budaya yang dimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari dalam lingkungan tetangga dan aktivitas berbasis budaya dalam sakal kelompok masyarakat lokal.Selanjutnya dianalisis melalui 3 aspek yaitu jenis aktivitas, peran dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas budaya merupakan aktivitas potensial yang dapat dikembangkan dengan organisasi internal sebagai penggerak dasar. Cenderung rendahnya tingkat kesadaran masyarakat berdampak pada implementasi community participatory dalam permukiman. Dibutuhkan peningkatan hubungan masyarakat untuk penguatan internal, serta penguatan sosial-kultural untuk promosi external.Keywords: Partisipasi masyarakat, aktivitas budaya, kesadaran masyarakat, kelompok masyarakat lokal