Wara Dyah Pita Rengga
Chemical Engineering Department, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran Gunung Pati, Semarang 50229, Indonesia

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF CHEMO-ENTREPRENEURSHIP TEACHING APPROACH FOR IMPROVING STUDENTS’ LIFE SKILLS

Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.142 KB)

Abstract

The Implementation of Chemo-entrepreneurship (CEP) Teaching Approach in Improving Students’ Life Skills The study aimed at developing an innovative teaching method. Chemo-entrepreneurship (CEP) approach is a method is Chemistry teaching which relates the theory with everyday objects. This method provides the knowledge as well as the skills of Chemistry in order to transform raw materials into valuable products. The focus of the study was the improvement of students’ achievement and the devel­opment of students’ life skills. The subjects of the study were 39 students from the Chemistry Education Department of Universitas Negeri Semarang (UNNES). The data were obtained from the observation of the subjects, which were finally analyzed descriptively. The results of the study showed that the CEP teaching method was successfully implemented, and the students got better achievement. The study also revealed that the means of students’ life skills were also improved.s’ achievement of learning was in­creased. Students’ average life skill score was also improved.

Sintesis Metil Ester dari Minyak Goreng Bekas dengan Pembeda Jumlah Tahapan Transesterifikasi

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng bekas berpotensial sebagai sumber energi terbarukan melalui transesterifikasi dapat menghasilkan metil ester sebagai pengganti solar. Transesterifikasi dilakukan dengan pembeda jumlah tahapannya, yaitu transesterifikasi satu tahap (T-1) dan transesterifikasi dua tahap (T-2). Tujuan penelitian adalah menghitung angka asam, densitas, viskositas dan yield metil ester T-1 dan T-2. Minyak goreng bekas mengandung asam lemak bebas yang tinggi, oleh karena itu dilakukan proses praesterifikasi dengan perbandingan mol minyak dan metanol (1:6), katalis asam sulfat pekat 0,5% dari berat minyak, suhu 60-65 ºC, dan pengadukan selama 1 jam. Proses dilanjutkan dengan transesterifikasi yang mereaksikan minyak dan metanol (1:6), katalis KOH 1% dari berat minyak, suhu 60-65 ºC, dan pengadukan selama 1 jam menjadi metil ester dan gliserol. Jumlah reaktan dan lama waktu reaksi adalah sama, pada T-1 dan T-2. Hasil yield T-1 dan T-2 adalah 96,037% dan 91,843%. Dengan merujuk pada SNI 04-7182-2006, baik T-1 maupun T-2, densitas memenuhi SNI, viskositas lebih rendah dan untuk angka asamnya masih tinggi. Analisis GCMS menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam metil ester dari minyak goreng bekas adalah 51,99% metil oleat, 38,41% metil palmitat, dan 6,86% metil stearat. (182 kata)Kata kunci: minyak goreng bekas, transesterifikasi, metil ester

EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN DARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi,L)

Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 5, No 1 (2016): June 2016 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan ekstraksi pektin dari belimbing wuluhdengan variasi  suhu ekstraksi  60 dan 100°C, serta variasi waktu ekstraksi 30, 60, 90 dan 120 menit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu ekstraksi terbaik. Proses ekstraksi dengan metode refluks menggunakan air destilatyang telah ditambahkan dengan asam klorida. Proses selanjutnya adalah pengendapkan,pencucian dan pengeringan. Pektin yang dihasilkan dianalisis kemudian pektin terbaik dipilih menggunakan perhitungan metode Bayes. Kondisi ekstraksi pektin terbaik adalah pada suhu 100°C dengan waktu ekstraksi 30 menit  dengan karakteristik sebagai beerikut: rendemen 0,38%, kadar abu 2,92%, kadar air 25,40%, berat ekivalen 650,77%, kadar metoksil 5,01%, kadar galakturonat 55,51%, derajat esterifikasi 51,25% dan viskositas 22cP. Pektin  hasil ekstraksi terbaik telah memenuhi standarInternational  Pectin Producers Assosiation (IPPA). Pektin terbaik memiliki warna coklat yang lebih gelap dibandingkan dengan pektin komersial. Hasil analisis FT-IR menunjukkan pektin terbaik dan pektin komersial  keduanya mengandung gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, CH3, dan C-O.

PENINGKATAN KUALITAS MINYAK DAUN CENGKEH DENGAN METODE ADSORBSI

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik penyulingan yang dilakukan pengrajin minyak atsiri belum benar, sehingga minyak atsiri yang dihasilkan berkualitas crude. Minyak terlihat gelap kehijauan akibat kontaminasi logam Fe dan Cu. Adanya bahan asing akan merusak mutu minyak atsiri, menyebabkan harga jual turun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh parameter-parameter yang mempengaruhi proses adsorbsi pada pemurnian minyak daun cengkeh. Pemurnian minyak cengkeh dengan metode adsorbsi terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama aktivasi bentonit dengan asam sulfat selama 24 jam, kemudian disaring, dicuci dan dikeringkan. Tahap kedua adalah pemurnian minyak cengkeh crude dengan menambahkan bentonit teraktivasi, diaduk, dipisahkan filtrat dan rafinatnya Dari hasil penelitian diperoleh semakin besar konsentrasi asam sulfat (0,4–2,0M) maka luas permukaan spesifik bentonit semakin meningkat dan optimum pada 1,2M.. Semakin tinggi suhu pemanasan bentonit teraktivasi (100-200oC), luas muka spesifik bentonit semakin meningkat. Kesetimbangan adsorbsi dicapai pada waktu adsorbsi 1 jam dan volume minyak cengkeh dengan berat adsorbat optimum pada volume 20 ml/gram adsorben.

KARAKTERISASI BRIKET DARI SAMPAH ORGANIK DI LINGKUNGAN KAMPUS UNNES

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi sampah organik di lingkungan Unnes sebagai sumber energi alternatif sangat melimpah, namun belum terolah sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah menguji karakteristik briket sampah organik di lingkungan Unnes yaitu uji proximate, nilai kalor,dan densitas. Pembuatan briket dengan metode poston press dengan dengan tekanan kompaksi 2000 Psia, 3000 Psia, 4000 Psi, 5000 Psia, 6000 Psia dan 7000 Psia, sebelum dilakukan kompaksi sampah dihancurkan dangan ukuran partikel sebesar lolos mesh 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan kompaksi tidak berpengaruh terhadap nilai kalor pembakaran yaitu sebesar 3950 kalori/gram tetapi kandungan energi per unit volume naik seiring dengan meningkatnya tekana kompaksi. Densitas menentukan kualitas briket, angka yaang tinggi menunjukkan kekompakan briket, tekanan kompaksi 7000 Psia menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1.0127 gr/cc. Densitas yang tinggi mempunyai keunggulan dalam penyimpanan dan pengangkutan bahan bakar, semakin besar densitas maka volume atau ruang yang diperlukan lebih kecil untuk massa yang sama

REVIEW: PENGONTROLAN POTENSIAL REDOKS PADA FERMENTASI ETANOL SISTEM MIKROAEROBIK MENGGUNAKAN RAGI SACCHAROMYCES

JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6, NOMOR 2, DESEMBER 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.579 KB)

Abstract

Fermentasi etanol sistem mikroaerobik menggunakan media glukosa dengan bantuan ragi Sacharomyces Cerevisiae. Selektifitas produk etanol dapat dikendalikan pada kondisi mikroaerobik menggunakan potensial redoks ekstrasel yang dapat mendeteksi adanya oksigen selain oksigen. Oksigen terlarut yang adadapat mempengaruhi redoks dari metabolisme di intrasel. Kajian peningkatan efisiensi fermentasi etanol dapat dilakukan melalui strategi kontrol potensial redoks, potensial redoks pada kadar gula sangat tinggi sebagai bahan baku, pengembangan fermentor pada reaksi mikroaerobik, dan penambahan zat pengontrol serta skema kontrol potensial redoks. Strategi potensial redoks terhadap produk etanol harus diimbangi oleh kelangsungan hidup sel, sehingga diperlukan agitasi dan aerasi yang optimal. Didapat potensial -150 mV untuk memantau reaksi redoks pada media glukosa yang sangat tinggi yaitu 290 g/L. Fermentor didesain untuk sistem mikroaerobik menggunakan kombinasi reaktor berpengaduk dan turbular yang dalam prosesnya diperlukan penambahan gas penyemprot dan bahan kimia untuk mengontrol potensial redoks. Skema kontrol dilakukan dengan menggabungkan aerasi dan glukosa yang dikendalikan, sehingga didapat hasil produksi etanol mencapai 147 g/L, sehingga memperlama waktu potensial redoks dan kelangsungan hidup ragi untuk mencapai proses fermentasi etanol yang efisien di atas 90%.

Pemanfaatan limbah sekam padi menjadi silika gel sebagai penyerap kelembaban udara

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Kompetensi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu sumber penghasil silika terbesar. Abu sekam padi mengandung silika sebanyak 87%-97% berat kering. Sintesis silika gel dari abu sekam padi dilakukan dengan mereaksikan abu sekam padi menggunakan larutan NaOH 1N pada suhu 800C selama 1 jam dan dilanjutkan dengan penambahan larutan asam hingga pH=7. Gel yang dihasilkan selanjutnya didiamkan selama 18 jam kemudian dikeringkan pada suhu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 800C hingga beratnya konstan. Hasil percobaan diperoleh bahwa silika gel dengan penambahan CH3COOH menghasilkan yield yang lebih besar dibandingkan penambahan HCl. Berdasarkan analisis FT-IR silika gel yang diperoleh memiliki gugus Si-O-Si dan gugus Si-OH. Silika gel dengan penambahan HCl memiliki surface area sebesar 65,558 m2/g, total pore volume 0,1935 cc/g, dan average pore size sebesar 59,0196 Å. Sedangkan silika gel dengan penambahan CH3COOH memiliki surface area sebesar 9,685 m2/g, total pore volume 0,02118 cc/g, dan average pore size sebesar 43,7357Å. Silika gel  dengan penambahan CH3COOH memiliki kemampuan menyerap kelembaban udara yang lebih baik dibanding silika gel dengan penambahan HCl.

SYNTHESIS OF SILVER NANOPARTICLES FROM SILVER NITRATE SOLUTION USING GREEN TEA EXTRACT (CAMELIA SINENSIS) AS BIOREDUCTOR

Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 6, No 1 (2017): June 2017 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The synthesis of silver nanoparticles with micro size is highly required in antibacterial fields. The biorefinery material is highly potential as a bioreductor which is applied in the synthesis of nanoparticles. The bioreductor is made from green tea leaves extraction using aquadest to extract its active substance, the catechin which is derived from polyphenol. The polyphenol can reduce the synthesis of silver nanoparticles naturally. The result of FTIR analysis from green tea leaves extract containing polyphenol shown in the uptake functional groups is -OH group located in 3425 cm-1, C=O group located in 1635 cm-1, C=C group located in 1527, and 1442 cm-1 , and C-O group located in 1234 cm-1. The precursors of AgNO3 was used as the main synthetic material. The synthetic condition was resulted from the reaction between the extraction of green tea extract and AgNO3 as the precursors in the variation of synthetizing time. The heating process during synthesizing is done in 50 ˚C along with stirring to foster the creation of silver nanoparticles. The analysis result of XRD shows that silver nanoparticles has the diffraction peaks in the angle of 2 theta that are 44.08, 64.40, and 77.51. The types of silver nanoparticles is Ag0 nanoparticles with face-centered cubic crystal structure. Based on TEM analysis, the size and particle size distribution can be determined using image J. The distribution shows that the longer synthesizing time, the bigger nanoparticles produced. With synthesizing times at 24 hours, 6 hours, 3 hours, and 2 hours produce average particle size of 26.4 nm; 9.2 nm; 8.4 nm; and 7.4 nm respectively.

KARBON AKTIF TERMODIFIKASI NANOSILVER

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carbon was prepared from dried waste bamboo (Dendrocalamus asper) using chemical activation with KOH. The carbon was prepared with the activating agent in a mass ratio of KOH and dried bamboo (3:1) at 800oC. Using impregnation technique, the bamboo-based activated carbon has developed with modified Ag nanoparticle (Ag-AC) to capture formaldehyde. The Ag-AC has characteristics of moderate surface area of 685 m/g and average pore size of 2.7 nm. The adsorption equilibriums and kinetics of formaldehyde on Ag-AC measured. The influences of initial formaldehyde on adsorption performance have measured in a batch system. The equilibrium data were evaluated by isotherm models of Langmuir, Freundlich, and Temkin. The Langmuir model well describes the adsorptive removal of formaldehyde on Ag-AC in this study. Pseudo-first-order and pseudo-second-order kinetic equations were applied to test the experimental data. The pseudo-second-order exhibited the best fit for kinetic study.

Studi pola aliran pada tangki aquaponik dengan isian media filter hidroton

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.887 KB)

Abstract

Pada daerah dengan keterbatasan sumber daya air, aquaponik merupakan solusi yang paling tepat sebagai metode untuk bercocok tanam. Aquaponik adalah penggabungan dua sistem yaitu aquakultur dengan hidroponik. Pada sistem ini, ikan pada aquakultur akan mendapatkan air bersih yang telah melalui proses filtrasi pada sistem hidroponik, sedangkan sistem hidroponik akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dari hasil ekskresi ikan pada aquakultur. Aquaponik dapat disimpulkan sebagai sistem mutualisme bagi tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang mengadaptasi prosse sirkulasi di alam. Untuk membuat sistem aquaponik yang optimal maka kebutuhan hidroton yang tepat pada tangki aquaponik perlu di perhitungkan. Simulasi tangki aquaponik dengan isian hidroton dilakukan dengan menggunakan model turbulen k-epsilon. Hidroton sebagai media fiter pada tangki dimmodelkan sebagai porous zone dengan mendeskripsikan permeabilitas dan koefisien inertial loss dari hidroton tersebut. Simulasi dilakukan dengan menggunaan beberapa variasi yaitu simulasi aliran pada tangki tanpa hidroton, dan tangki dengan isian hidroton sebanyak 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% volume total tangki. Dari hasil simulasi ini diperoleh bahwa Tangki aquaponik dengan isian hidroton sebanyak 40% v/v dengan kecepatan rata-rata sebesar 1,2917 m/s