Gatot Trimulyadi Rekso
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi-BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta-Selatan

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PULP TERIRADIASI SEBAGAI BAHAN RAYON VISKO SAYANG RAMAH LINGKUNGAN.

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.434 KB)

Abstract

PULP TERIRADIASI SEBAGAI BAHAN RAYON VISKO SAYANG RAMAH LINGKUNGAN. Telah dilakukan penelitian pembuatan rayon viskosa ramah lingkungan dengan teknik iradiasi. Tujuan penelitian ini adalah membuat serat rayon dari pulp yang di iradiasi, agar proses xantasi mempergunakan larutan CS2 dengan konsentrasinya yang lebih rendah. Pulp yang digunakan bentuk lembaran dan iradiasi menggunakan mesin berkas elektron 2 MeV dengan dosis 3 kGy, 5 kGy, 10 kGy, 15 kGy dan 20 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulp yang diiradiasi dapat dibuat rayon viskosa dengan konsentrasi larutan xantasi CS2 sebesar 20%(v/v) dan 25%(v/v). Dosis iradiasi sampai dengan 10 kGy menghasilkan serat rayon yangmemenuhi rayon standar dengan bertambahnya dosis iradiasi dari 3 kGy sampai 10 kGy akan menurunkan sifat fisik serat rayon yang dihasilkan. Dosis iradiasi terbaik untuk pembuatan serat rayon adalah pulp yang di iradiasi dengan dosis 5 kGy.

Mode of Action Temu Kunci (Kaempferia pandurata) Essential Oil on E. coli K1.1 Cell Determined by Leakage of Material Cell and Salt Tolerance Assays

HAYATI Journal of Biosciences Vol 15, No 2 (2008): June 2008
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.681 KB)

Abstract

The essential oil of Kaempferia pandurata consist of terpen and oxygenated terpen that exhibits broad-spectrum antimicrobial activity. It’s mode of action against the gram-negative bacterium E. coli K1.1 has been investigated using a range of treatments. The mode action of the essential oil were analyzed by it’s ability to leakage E. coli K1.1 cell, to change permeability of the cell, and to alter salt tolerance of the cell. Ion leakage from the cell were analyzed by atomic absorption spectrophotometer. Salt tolerance assays was conducted by investigating the ability of E. coli K1.1 treated with temu kunci essential oil to grow on NA supplemented with NaCl. Protein and acid nucleic leakage were analyzed by UV spectrophotometer. There were inorganic compound leakage (potassium, calcium ion) and organic compound leakage (nucleic acid, protein) from cytoplasmic membrane, after exposing this organism to essential oil of Kaempferia pandurata. The more concentration of oil added, the more leakage was observed due to the loss of absorbing material such as nucleic acid (260 nm) and protein (280 nm), the loss of potassium and calcium ion, and loss of the salt tolerance of E. coli K1.1. Key words: essential oil, E. coli K1.1, leakage, salt tolerance assay

Kopolimerisasi Cangkok Dan Karakterisasi Lembaran Kitosan Teriradiasi

Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.67 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi hasil kopolimerisasi cangkok lembaran kitosan dengan asam akrilat yang teriradiasi sinar gamma 60Co. Lembaran kitosan diiradiasi pada kondisi atmosfer udara dan suhu kamar. Selanjutnya lembaran kitosan dimasukkan dalam larutan monomer asam akrilat pada variasi konsentrasi 10% (v/v), 20% (v/v), 30% (v/v), dan 40% (v/v) dengan waktu reaksi 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam serta suhu 50 °C, 60 °C, 70 °C, dan 80 °C. Reaksi kopolimerisasi cangkok dilakukan dalam aliran nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kopolimerisasi meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi monomer asam akrilat dan suhu reaksi. Kondisi optimal kopolimerisasi adalah pada dosis total radiasi 12 kGy dengan konsentrasi asam akrilat 30% dan suhu reaksi 70 °C serta waktu reaksi selama 3 jam. Hasil kopolimerisasi cangkok yang diperoleh sebesar 45,8%. Telah terjadinya kopolimerisasi cangkok pada lembaran kitosan ditunjukkan dengan adanya perubahan pada spektrum infra merah dengan munculnya gugus karbonil yang diukur dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Sifat termalnya yang ditentukan dengan Differential Scanning Calorimetry (DSC) menunjukkan bahwa terjadi perubahan titik leleh sebesar 2,3 °C dan muncul puncak baru pada 343,5 °C. 

KARAKTERISASI KOPOLIMERISASI RADIASI PATI DAN ASAM AKRILAT SEBAGAI BAHAN PELAPIS PUPUK

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 1: OKTOBER 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.609 KB)

Abstract

KARAKTERISASI KOPOLIMERISASI RADIASI PATI DAN ASAM AKRILAT SEBAGAI BAHAN PELAPIS PUPUK. Dalam upaya menaikkan nilai tambah dari polimer alam, telah dilakukan modifikasi pati yang ditambahkan oligo kitosan (2%) menggunakan reaksi kopolimerisasi iradiasi dengan monomer asam akrilat. Bahan ini selanjutnya digunakan sebagai bahan pelapis pupuk NPK yang bersifat dapat menyimpan air dan lepas lambat. Pati dengan konsentrasi 5% (b/v) yang ditambahkan oligo kitosan dibuat gelatin dengan pemanasan pada suhu 80 °C, kemudian direaksikan dengan asam akrilat dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 3% dan 4%(v/v) pada suhu 50 °C. Sampel selanjutnya diiradiasi dengan variasi dosis 10 kGy, 15 kGy dan 20 kGy dengan sinar gamma yang berasal dari Co-60. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pati-oligo kitosan yang dikopolimerisasi dengan asam akrilat dapat digunakan sebagai bahan pelapis pupuk NPK yang dapat menyimpan air. Diperoleh nilai swelling 520% sampai 700% tergantung dari konsentrasi monomer asam akrilat yang digunakan. Kondisi terbaik diperoleh untuk pati kopolimerisasi asam akrilat dengan dosis iradiasi 15 kGy dan konsentrasi asam akrilat 3%.

Chemical and Physical Properties of Cassava Starch–CM-Chitosan–Acrylic Acid Gel Copolymerization by Gamma Irradiation

Indonesian Journal of Chemistry Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Starch is a renewable natural polymer that can be decomposed easily in the environment and can be modified to various applications such as biomedical, agricultural and pharmaceutical applications. Copolymerization of gelatinized starch–CM-chitosan and acrylic acid (AAc) in aqueous medium using γ-irradiation was carried out. The preparation conditions, such as irradiation dose and AAc concentration were investigated. The copolymers were characterized by FTIR spectroscopy, thermo-gravimetric analysis (TGA) and scanning electron microscopy (SEM). The results show that by increasing of irradiation dose the gel fraction increases till the dose of 15 kGy. Above the stating dose the gel fraction decreases. The Equilibrium Degree of Swelling (EDS) value slightly increases with increasing irradiation dose and after dose of 15 kGy is decreasing. The swelling of starch–CM-chitosan–AAc hydro gels reduced as the gel content increases. The results indicated that the optimum condition for obtaining hydro gels with desirable properties was irradiated at dose of 15 kGy. The results indicated that SEM revealed that the higher the dose, the lower the copolymer pore size. The starch–CM-chitosan–AAc copolymers have thermal stability higher than that for starch individually.