Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH SIFAT HUJAN DAN KERAKTERISTIK BIOFISIK DAS TERHADAP DEBIT BANJIR DAS KALIGARANG, SEMARANGEFFECT OF WATERSHED RAINFALL AND BIOPHYSICS CHARACTERISTIC TOWARD FLOOD DEBIT OF KALIGARANG WATERSHED, SEMARANG Rejekiningrum, Popi; Kartiwa, Budi
Jurnal Agromet Indonesia Vol 14, No 1 & 2 (1999): June 1999
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1513.558 KB)

Abstract

Abstract is available in the full text (pdf format)
PANEN HUJAN DAN ALIRAN PERMUKAAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING DI NYATNYONO, DAS KALIGARANG SEMARANGRAINFALL AND RUNOFF HARVESTING TO INCREASE UPLAND PRODUCTIVITY IN NYATNYONO, KALIGARANG WATERSHED SEMARANG Rejekiningrum, Popi; Haryati, Umi
Jurnal Agromet Indonesia Vol 16, No 1 & 2 (2002): December 2002
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1814.053 KB)

Abstract

Abstract is available in the full text (pdf format)
Capturing the Benefit of Groundwater for Water Resources Sustainability REJEKININGRUM, POPI
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 3, No 02 (2009): Desember 2009
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Groundwater is the water contained in soil or rock layer below the surface. Ground water is one of the limited water resources and the damage can give a broad impact, whereas its recovery is difficult. In addition to river water and rain water, ground water also has a very important role, especially in maintaining the balance and availability of raw water for domestic or industrial purposes. In some areas, dependency on fresh water and ground water supplies has reached ± 70%. Lack of understanding on groundwater condition that occurred in the community, arises problems that become the lost and threaten to life sustainability of the community itself. It is necessary for planning the utilization of groundwater that environmentally oriented based on the stage that includes an inventory of potential groundwater, utilization planning, licensing, monitoring and controlling, and conservation of groundwater. Inventoring of potential groundwater utilization planning, licensing, monitoring and controlling should be based on existing procedures so that utilization can be optimized without causing negative impacts.
Pengembangan Sistem Irigasi Pompa Tenaga Surya Hemat Air Dan Energi Untuk Antisipasi Perubahan Iklim Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Rejekiningrum, Popi; Kartiwa, Budi
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 2 (2017): JTI Vol.41(2) Des 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.37 KB) | DOI: 10.2017/jti.v41i2.8007

Abstract

Abstrak: Sehubungan dengan kendala keterbatasan air di lahan kering, maka diperlukan irigasi suplementer dengan memanfaatkan potensi sumberdaya air yang ada di wilayah tersebut dengan memanfaatkan beragam teknologi yang mampu mengangkat dan mengalirkan air dari sumbernya ke lahan-lahan pertanian. Untuk itu telah dikembangkan sistem irigasi pompa tenaga surya (SI-PTS) yang tidak tergantung pada tenaga listrik atau bahan bakar lainnya. Penggunaan energi matahari tidak memerlukan listrik, ekstra hemat energi, ramah lingkungan, penggunaannya mudah, efisiensi, kinerja stabil, dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Penelitian bertujuan untuk mendesain SI-PTS yang hemat air dan energi serta menghitung efisiensi irigasi SI-PTS dibandingkan dengan pompa sentrifugal/jetpump yang digunakan petani. Hasil analisis kadar air tanah menujukkan bahwa penggunaan SI-PTS dengan teknik irigasi impact sprinkler (irigasi rekomendasi) mempunyai kadar air tanah relatif lebih tinggi dibandingkan dengan irigasi pola petani. Hal ini mengindikasikan bahwa irigasi rekomendasi relatif lebih efektif dalam mendisitribusikan air baik secara horizontal (sekeliling pertanaman) dan vertikal (ke lapisan perakaran tanaman). Pertumbuhan tanaman bawang merah yang direpresentasikan melalui tinggi tanaman menunjukkan bahwa perlakuan irigasi rekomendasi mempunyai rata-rata tinggi tanaman lebih tinggi dari perlakuan irigasi pola petani. Adapun bobot bawang merah total pada irigasi rekomendasi lebih berat bila dibandingkan dengan pola petani. Selain itu penggunaan SI-PTS dapat menghemat konsumsi BBM dari 162,5 liter menjadi 58 liter dan biaya pembelian BBM dari Rp. 1.202.000,- menjadi Rp. 425.500 per hektar per musim, sehingga terjadi penghematan 183%. Lebih lanjut penggunaan SI-PTS dapat menekan emisi GRK yang bersumber dari penggunaan bahan hidrokarbon dari 0,409 ton CO2 menjadi 0,146 ton CO2 sehingga lebih ramah lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan untuk mengembangkan sistem irigasi pompa tenaga surya pada lahan kering terutama pada tanaman ke dua pada musim kering agar distribusi air dari sumbernya dapat dialirkan ke lahan sesuai kebutuhan tanaman dengan efektif, efisien, dan ramah lingkungan.Abstract. Refers to the limitation of water in upland agriculture, supplementary irrigation is required to utilize potential water resources in the area. Various technology can be utilized to lift water from the sources to agriculture land. For this purpose a solar water pump irrigation system (SI-PTS)has been developed for irrigation. The use of SI-PTS does not required electricity and other fuels. This system is also easy to operate, very efficient, stable performance, environmentally friendly, and can be used for long term. This research aims to design water and energy saving SI-PTS and to calculate the irrigation efficiency of SI-PTS compared to the use of centrifuge/jetpump currently used by farmers. Analyzed soil water content showed that the use of impact springkler irrigation technique (recommended irrigation) has increased soil water content compared to others using farmers irrigation system. This fact indicate that recommended irrigation is relatively effective in distributing water horizontally (around the crops), as well as vertically (down the crops) . The performance of shallot plants represented by crops height show that crops with recommended irrigation treatment are averagely taller compared to those using farmers irrigation system. Beside that, the use of SI-PTS has reduced the consumption of fuel from 162.5 liters to 58 liters which translates to the fuel cost reduction from IDR 1,202,000 to IDR 425,500 ha-1 season-1, or with the efficiency of about 183%. Furthermore, the use of SI-PTS has also supressed the GHG emission from 0.409 ton CO2 to0.146 ton CO2 from the use of hydro-carbon fuels, hence it is more environmentally friendly. This research recommends to develop solar water pump irrigation system on upland especially for the second crop of the dry season for the distribution of water from its source to the land effectively, efficiently, and environmentally friendly.
Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Sistem Irigasi Cakram Otomatis Bertenaga Surya di Nusa Tenggara Barat Rejekiningrum, Popi; Saptomo, Satyanto Krido
Jurnal Irigasi Vol 10, No 2 (2015): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.697 KB) | DOI: 10.31028/ji.v10.i2.125-136

Abstract

Penelitian implementasi teknologi irigasi hemat air menggunakan sistem irigasi otomatis yang berbentuk emiter melingkar(cakram/cincin) bertenaga surya telah dilakukan. Untuk mengetahui kelayakan investasi pembuatan sistem irigasi cakram otomatis bertenaga surya, dilakukan analisis Net Present Value (NPV), Internal Rate of Interest (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR). Suatu investasi dikatakan layak bila memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) NPV lebih besar dari nol, (2) IRR lebih besar dari discount rate yang sedang berlaku, (3) BCR lebih besar dari 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem irigasi cakram otomatis bertenaga surya untuk pengembangan komoditas mangga, srikaya, anggur, dan cabe sangat layak untuk dilaksanakan, dengan nilai NPV dari investasi berkisar antara Rp 1.533.423,00 – Rp 21.995.452, nilai BCR antara 1,34 - 3,78, dan nilai IRR antara 17,38% - 34,10%. Implementasi sistem irigasi cakram otomatis bertenaga surya dengan pengembangan srikaya dan mangga paling layak dikembangkan di Pringgabaya dengan nilai NPV, BCR, dan IRR paling tinggi. Sedangkan implementasi irigasi cakram otomatis dengan hanya mengembangkan cabe tidak layak secara finansial karena nilai NPV < 0, nilai BCR < 1, dan nilai IRR < suku bunga 14%. Investasi pembuatan irigasi otomatis dengan sistem cakram rata-rata kembali modal pada tahun ke-4 hal ini tercermin dari nilai payback period (periode kembali modal).
Institutional Development Of Irrigation Management Based On The Local Wisdom In Indonesia Rejekiningrum, Popi; Kartiwa, Budi
JOURNAL OF SOCIOECONOMICS AND DEVELOPMENT Vol 1, No 1 (2018): Journal of Socioeconomics and Development
Publisher : Widyagama University of Malang (UWG Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.657 KB) | DOI: 10.31328/jsed.v1i1.535

Abstract

During 1980-1997, the management of water resources was done with a supply-driven approach.  This approach results in the expensive maintenance of water resources and the disregarded resources utilization of environmental sustainability.  Since 1998, The Government of Indonesia began to reform institutional irrigation with the financing supported by the World Bank. However, the institutional reforms of the irrigation have not yet reflected the exact changes as expected. Therefore, it is necessary to study the process of strengthening the institutional management of irrigation based on the local wisdom through the inventory of history series of irrigation management policy and empowerment of capacity building and institutional program of irrigation management. This paper presents an effort to develop the institutional irrigation management by exploring the local wisdom in the community. It can be used as a guide for future sustainable management of irrigation. JEL Classification: B30, Q15, Q25
PANEN HUJAN DAN ALIRAN PERMUKAAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING DI NYATNYONO, DAS KALIGARANG SEMARANGRAINFALL AND RUNOFF HARVESTING TO INCREASE UPLAND PRODUCTIVITY IN NYATNYONO, KALIGARANG WATERSHED SEMARANG Rejekiningrum, Popi; Haryati, Umi
Agromet Vol 16, No 1 & 2 (2002): December 2002
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1814.053 KB) | DOI: 10.29244/j.agromet.16.1 & 2.61-75

Abstract

Abstract is available in the full text (pdf format)
PENGARUH SIFAT HUJAN DAN KERAKTERISTIK BIOFISIK DAS TERHADAP DEBIT BANJIR DAS KALIGARANG, SEMARANGEFFECT OF WATERSHED RAINFALL AND BIOPHYSICS CHARACTERISTIC TOWARD FLOOD DEBIT OF KALIGARANG WATERSHED, SEMARANG Rejekiningrum, Popi; Kartiwa, Budi
Agromet Vol 14, No 1 & 2 (1999): June 1999
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1513.558 KB) | DOI: 10.29244/j.agromet.14.1 & 2.13-24

Abstract

Abstract is available in the full text (pdf format)
Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Sistem Irigasi Cakram Otomatis Bertenaga Surya di Nusa Tenggara Barat Rejekiningrum, Popi; Saptomo, Satyanto Krido
Jurnal Irigasi Vol 10, No 2 (2015): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.697 KB) | DOI: 10.31028/ji.v10.i2.125-136

Abstract

Penelitian implementasi teknologi irigasi hemat air menggunakan sistem irigasi otomatis yang berbentuk emiter melingkar(cakram/cincin) bertenaga surya telah dilakukan. Untuk mengetahui kelayakan investasi pembuatan sistem irigasi cakram otomatis bertenaga surya, dilakukan analisis Net Present Value (NPV), Internal Rate of Interest (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR). Suatu investasi dikatakan layak bila memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) NPV lebih besar dari nol, (2) IRR lebih besar dari discount rate yang sedang berlaku, (3) BCR lebih besar dari 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem irigasi cakram otomatis bertenaga surya untuk pengembangan komoditas mangga, srikaya, anggur, dan cabe sangat layak untuk dilaksanakan, dengan nilai NPV dari investasi berkisar antara Rp 1.533.423,00 – Rp 21.995.452, nilai BCR antara 1,34 - 3,78, dan nilai IRR antara 17,38% - 34,10%. Implementasi sistem irigasi cakram otomatis bertenaga surya dengan pengembangan srikaya dan mangga paling layak dikembangkan di Pringgabaya dengan nilai NPV, BCR, dan IRR paling tinggi. Sedangkan implementasi irigasi cakram otomatis dengan hanya mengembangkan cabe tidak layak secara finansial karena nilai NPV < 0, nilai BCR < 1, dan nilai IRR < suku bunga 14%. Investasi pembuatan irigasi otomatis dengan sistem cakram rata-rata kembali modal pada tahun ke-4 hal ini tercermin dari nilai payback period (periode kembali modal).
Identifikasi Potensi Air Tanah Untuk Keberlanjutan Sumber Daya Air: Kasus Di DAS Cicatih cimandiri Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Rejekiningrum, Popi
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2510.982 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.380

Abstract

Saat ini tidak lebih dari 50% pasokan air bersih penduduk dipenuhi dari PDAM, sehingga air tanah menjadi salah satu sumber air yang diandalkan penduduk sebagai alternatif air PDAM. Kurangnya pemahaman dankondisi air tanah saat ini yang terjadi di masyarakat, menimbulkan permasalahan yang sangat merugikan dan mengancam keberlangsungan ketersediaan air bersih masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut,penggunaan air yang sangat berlebihan serta kurangnya lahan resapan, menjadi penyebab utama menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air tanah. Peningkatan jumlah penduduk akan semakin meningkatkan kebutuhan air tanah, sedang kondisinya akan semakin terbatas. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang serius karena kondisi kelestarian sumber air saat ini memiliki peranan yang pentingbagi keberlangsungan kehidupan yang akan datang. Untuk itu diperlukan upaya untuk memberikan informasi mengenai keberadaan air tanah baik potensi maupun debitnya untuk memberikan gambaran di mana air tanah tersebut ditemukan. Makalah ini menyajikan identifikasi air tanah yang dilakukan melalui survei geolistrik dengan alat Terameter (Resistivity Meter) dengan cara menembakkan arus listrik ke dalam tanah dengan memakai elektrodaelektroda dan mengambil nilai hambatannya dalam dimensi waktu respon. Hasil pengukuran menunjukkan sifat material di bawah permukaan bumi sampai kedalaman 200 meter tanpa melalui pengeboran. Dari sifat material bawah tanah tersebut dapat diketahui tahanan jenis dan ketebalan akifernya untuk menentukan pemetaan potensi air tanah di wilayah tersebut.