Mirzan T. Razzak
State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

DENSIFICATION OF KAPOK WOOD (CEIBA PENTANDRA L. GAERTN) AND ITS RADIATION CURING OF SURFACE COATINGS USING ULTRA-VIOLET

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3 (2013): April 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Densification and surface coating of kapok wood (Ceiba pentandra L. Gaertn ) have been conducted by pressing and followed by radiation curing of surface coatings using Ultra Violet (UV) light. Pressing was performed to get thickness reduction level of 15, 30, 45, 60 and 75 %. Coating was conducted using unsaturated polyester resin after mixing with 2,2-dimethyl-2-hydroxy acetophenone photoinitiator at concentration level of 1, 2 and 3 %b.w and titanium dioxide pigment. Irradiation was carried out at conveyor speed of 1, 2 and 3 m/minute. Pressing of wood up to 75% thickness reduction resulted in increasing of density significantly and decreasing of thickness swelling. At variation of photoinitiator concentration and conveyor speed used, the coating had pendulum hardness of 23-37 seconds, color value (white) with L = 61-79 %, gloss (60o) = 16-56 %, adhesion met the ASTM standard and resistant to chemicals and solvents used except against 10 % sodium hydroxide solution.Keywords: Densification, Ceiba pentandra L. Gaertn wood, Surface coatings, Ultra Violet radiation

The Characterization of Indonesians Natural Zeolite For Water Filtration System

VALENSI Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Kimia Valensi Volume 3//No.2//November 2013
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.623 KB)

Abstract

AbstractThe characterization of Indonesians natural zeolite for water purification has been done. The objective is to obtain a general guidance for development of natural zeolite in molecular sieves, ion exchange and catalyst applications. The zeolites originated frol Lampung (ZL) was characterized by using XRD. It was found that the zeolites indicate belong to clinoptilatite and mordenite groups, respectively. The crystal system for ZL was monoclinic with end-centered lattice and space group of Cm/2 (12). The crystal system for ZB was orthorhombic with end-centered lattice and space group of CmC21 (36). The character of both zeolites were confirm by ICDD standard library. It was also found that the particle size of zeolites did not affect the XRD spectra where zeolite of 40-50 mesh was similar to that XRD spectra of zeolite of 170-200 mesh. The chemical analyses show that both zeolites contain almost similar chemical elements. The contents of Fe, Ca, and K were found higher in ZL as it is compared to ZB. Reciprocally, Na was Pb and Fe elements. These ability were improved by chemical activation of zeolites. These two elements probably were originally exist in the zeolite structure. These characterization is necessary to designing a further development of natural zeolite applications.Keywords : natural zeolite, clinoptilolite, mordenite, x-ray diffraction, water filter

DENSIFIKASI KAYU RANDU (CEIBA PENTANDRA L. GAERTN) DAN PELAPISAN PERMUKAANNYA DENGAN PEMADATAN MENGGUNAKAN RADIASI ULTRA VIOLET

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.539 KB)

Abstract

DENSIFIKASI KAYU RANDU (CEIBA PENTANDRA L. GAERTN) DAN PELAPISAN PERMUKAANNYA DENGAN PEMADATAN MENGGUNAKAN RADIASI ULTRA VIOLET. Proses densifikasi dan pelapisan permukaan kayu randu (Ceiba pentandra L. Gaertn) telah dilakukan dengan metode penekanan dilanjutkan proses pelapisan permukaan dengan pemadatan menggunakan radiasi sinar Ultra Violet (UV). Penekanan dilakukan secara bertahap pada suhu 100 oC untuk mendapatkan variasi pengurangan tebal 15%, 30 %, 45%, 60 %dan 75%dan parameter yang diukur meliputi densitas dan pengembangan tebal kayu. Proses pelapisan dilakukan menggunakan resin poliester tak jenuh setelah dicampur fotoinisiator 2,2-dimetil- 2-hidroksi asetofenon dengan konsentrasi 1 %berat, 2 %berat dan 3 %berat dan bahan pewarna titanium dioksida. Iradiasi dilakukan pada kecepatan konveyor 1 m/menit, 2 m/menit dan 3 m/menit. Penekanan sampai dengan pengurangan tebal 75% meningkatkan densitas secara signifikan danmenurunkan pengembangan tebal. Pada variasi konsentrasi fotoinisiator dan kecepatan konveyor yang dipakai, lapisan mempunyai kekerasan pendulum23 detik hingga 37 detik, nilaiwarna (putih) dengan L = 61%hingga 79%, kilap (60o) = 16%hingga 56%, adesi memenuhi standar ASTMdan tahan bahan kimia dan pelarut yang diujikan kecuali terhadap larutan NaOH 1 %.

MODIFIKASI KARET ALAM VULKANISASI RADIASI MENJADI POLIMER HIDROGEL DENGAN TEKNIK RADIASI

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.303 KB)

Abstract

MODIFIKASI KARET ALAM VULKANISASI RADIASI MENJADI POLIMER HIDROGEL DENGAN TEKNIK RADIASI. Untuk meningkatkan sifat hidrofilik karet alam sehingga dapat dikategorikan sebagai polimer hidrogel, telah dilakukan percobaan grafting monomer hidrofilik, yaitu dimetilaminopropilakrilamida, N-vinilpirolidon, dimetilakrilamida dan hidroksietilmetakrilat dengan komonomer metilmetakrilat dan stirena pada film karet alam vulkanisasi radiasi dengan teknik radiasi simultan. Film karet dimasukkan ke dalam ampul gelas khusus yang berisi campuran monomer dan komonomer. Udara dalam ampul dikeluarkan dengan teknik vakum beku-leleh hingga tekanan berkisar 10-4 torr. Selanjutnya sampel diiradiasi dengan sinar gamma dari sumber Co-60 dan persentase grafting ditentukan secara gravimetri. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase grafting meningkat dengan bertambahnya konsentrasi monomer dan dosis iradiasi, tetapi menurun dengan bertambahnya laju dosis. Kenaikan persentase grafting secara tajam pada tahap awal proses yang kemudian diikuti kenaikan secara perlahan dan akhirnya mendatar menunjukkan bahwa kinetika radiasi grafting dikontrol oleh difusi monomer ke dalam polimer karet, disamping kompetisi antara reaksi grafting, rekombinasi dan disproporsionasi. Berdasarkan sifat hidrofiliknya, ada dua film karet yang telah digrafting dapat dianggap sebagai polimer hidrogel, yaitu film karet yang telah digrafting dengan N-vinilpirolidon dan dimetilakrilamida dengan komonomer metilmctakrilat.