Andalan Tri Ratnawati
Fakultas Ekonomika Dan Bisnis UNTAG Semarang Jl. Pawiyatan Luhur Bendan Duwur Semarang 50235

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP KEBERADAAN KOMITE MANAJEMEN RISIKO INDEPENDEN (SEPARATE RISK MANAGEMENT COMMITTEE) PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BEI Ratnawati, Andalan Tri; Setyobudi, Setyobudi
Serat Acitya Vol 2, No 3 (2013): November - Strategi Investasi Kehidupan Bermasyarakat
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.436 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to obtain empirical evidenceregarding the factors that affect the existence of the Separate Risk Management Committee (SRMC), which includes the independent commissioner, board size, auditor reputation, The company complexity, financial reporting risk, leverage and firm size of the existence of SRMC, the company non banking a listing on the Indonesia Stock Exchange. The population in this study were non banking company which listed on Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2009-2011. Based on purposive sampling method, the number of samples in this study of 255. Testing hypotheses using regression analysis Logistics. Logistics regression analysis found that there was a board size significant impact on SRMC  and the effect of firm size has positive and significant impact on the SRMC non banking companies listed on the BEI. The proportion of independent board, auditor reputation, financial reporting risk, complexity, and leverage does not effect the existence of  RMC and the SRMC on non banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
POLA PENDISTRIBUSIAN BUAH LOKAL HASIL PRODUKSI DI KOTA SEMARANG Hikmah, Hikmah; Nurchayati, Nurchayati; Ratnawati, Andalan Tri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal 2014, impor buah menurun dari sebelumnya mencapai USD653 juta menjadi USD450 juta.  ( Srie Agustina, 2015). Hal ini menjadi kesempatan emas bagi pemain buah lokal untuk memasarkan produknya di pasar Indonesia. Distribusi buah lokal harus langsung menuju konsumen. Strategi pendistribusian yang tepat akan memperpendek sistem atau mata rantai perdagangan, sehingga lost of benefit atau keuntungan yang hilang akibat panjangnya tataniaga perdagangan bisa dihindari. Dalam agribisnis pertanian, aspek agrobisnis, aspek hukum, dan aspek manajemen harus diperhatikan, agar tingkat keberhasilan agribisnis lebih tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh akan lebih besar.  Penelitian ini bertujuan menerapkan model pendistribusian  buah lokal hasil produksi  Kota Semarang. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif analisis. Responden penelitian adalah petani  jambu kristal, durian dan srikaya berjumlah 60 orang yang dipilih secara purposive sampling dan lembaga perantara, ketua kelompok tani dipilih secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan secara umum pendistribusian buah lokal hasil produksi Kota Semarang  dari petani langsung ke konsumen, hal ini disebabkan karena hasil produksinya baru bisa mencukupi konsumen lokal. Dalam pendistribusiannya petani sudah melakukan shortage atau pemisahan buah berdasarkan kualitas. Petani yang menjadi anggota kelompok tani secara keseluruhan mendapat pelatihan baik dari Pemkot Semarang melalui Dinas Pertanian, konsultan Obor Tani dan BUMN. Kata kunci : pendistribusian,  buah lokal, , pelaku bisnis buah lokal,
IbM ADDED VALUE PRODUK UD SUKARASA DAN UD ECO KELOMPOK USAHA MEKAR JATI UNGARAN Ratnawati, Andalan Tri; Hikmah, Hikmah; Nurchayati, Nurchayati
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Karang Bolo Kelurahan Lerep Ungaran Barat Kabupaten Semarang telah berkembang sebagai salah satu daerah percontohan UKM makanan kecil. Masyarakat sekitar ikut merasakan meningkatnya perkembangan dari usaha ini. Kelompok usaha itu diantaranya Usaha Mekar Jati di Dusun Karang Bolo Kelurahan Lerep Ungaran Barat Kabupaten Semarang, mempunyai lebih dari 35 anggota yang berbentuk UD (Usaha Dagang). Contoh UD yang ada Kelompok usaha Mekar Jati  adalah UD. Eco dan UD.Sukarasa. Kelompok usaha Mekar Jati  anggotanya ibu-ibu yang mempunyai usaha di rumah. Usaha tersebut berbentuk makanan kecil antara lain: tumpi, keripik tempe, widaran, peyek kacang dan lain-lain. Pengolahan masih sederhana sebagian besar menggunakan bahan bakar kayu dan tradisional. Usaha ini mampu membantu ibu-ibu di daerah tersebut untuk meningkatkan pendapatan rumahtangga. Permasalahan yang ada di Kelompok Mekar Jati antara lain masalah produk dengan kemasan tradisional dan belum diberi label sehingga beberapa hari saja sering mengalami kerusakan. Kedua masalah pemasaran  masih “Gethok Tular”.belum dikoordinasi dengan baik oleh kelompok usaha sehingga pangsa pasar belum luas. Ketiga masalah keuangan, pada UD.Eco dan UD. Sukarasa Kelompok usaha Mekar Jati  Ungaran, belum memiliki administrasi keuangan yang baik. Oleh karena itu, IbM ini memberikan penyuluhan kewirausahaan, pelatihan pengemasan dan pelabelan produk, pelatihan pembukuan untuk UKM dan penyuluhan strategi pemasaran produk yang dihasilkan Kelompok Usaha Dagang Mekar Jati Ungaran.Kata Kunci: Added Value,  Produk, Kelompok Usaha