Vita Ratnasari
Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemodelan Penduduk Miskin Damayanti, Yuanita; Ratnasari, Vita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.499 KB)

Abstract

Abstrak— Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki pengeluaran per kapita perbulan lebih kecil dari garis kemiskinan. Jawa Timur dalam realitanya masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dalam penelitian ini diambil rumusan permasalahan yaitu mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh di tiap kabupaten/kota penduduk miskin di Propinsi Jawa Timur dengan tujuan mendapatkan model penduduk miskin menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR). Dalam penelitian ini digunakan beberapa variabel yang diduga mempengaruhi penduduk miskin. Deskripsi persentase penduduk miskin tiap kabupaten/kota menunjukan bahwa penduduk miskin memiliki pola menyebar  begitu pula faktor-faktor yang mempengaruhinya. Gambaran tersebut diperkuat dengan hasil pengujian Breuch-Pagan yang menunjukkan bahwa data memiliki heterogenitas spasial. Hasil pemodelan dengan GWR lebih baik daripada model regresi global dikarenakan memiliki R2 yang lebih besar dan jumlah kuadrat error yang lebih kecil. Model GWR yang dihasilkan berbeda-beda untuk tiap kabupaten/kota dan mengelompokan variabel-variabel yang signifikan kedalam hasil pemodelan dengan menggunakan peta tematik.
Pemetaan dan Pemodelan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan di Provinsi Jawa Timur dengan Pendekatan Model Probit Yulianti, Rizky Amalia; Ratnasari, Vita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.927 KB)

Abstract

Abstrak— Jawa Timur merupakan provinsiterbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah penduduk perempuan lebih besardaripada laki-laki. Jumlah penduduk di Jawa Timur yang besar mengakibatkanpersedian tenaga kerja juga besar, khususnya tenaga kerja perempuan. Tingkatpartisipasi  angkatan kerja (TPAK)merupakan ukuran untuk menunjukkan keterlibatan perempuan dalam dunia ketenagakerjaan. TPAK juga merupakanindikasi relatif dari pasokan tenaga kerja tersedia yang terlibat dalamproduksi barang dan jasa. semakin banyak perempuan bekerja akan  meningkatkan kesejahteraan, kualitas individudan rumah tangga  serta pertumbuhanekonomi di wilayah tersebut, pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui PDRB.Tujuan dari penelitian ini antara lain yaitu mendeskripsikan karakteristikangkatan kerja perempuan, pemetaan wilayah Jawa Timur berdasarkan TPAKperempuan jika dilihat dari segi sektoral dengan analisis kelompok. Sertamemodelkan faktor-faktor yang mempengaruhi TPAK perempuan dengan RegresiProbit. Berdasarkan hasil analisis kelompok terdapat empat kelompok bentukanyaitu kelompok wilayah TPAK perempuan di sektor pertanian, perdagangan,industri perdagangan, dan pertanian perdagangan. Hasil  pemodelan probit dengan mengunakan sepuluhvariabel yang diduga mempengaruhi TPAK perempuan adalah variabel pengeluaranperkapita sebulan, tenaga kerja perempuan asal kota, dan PDRB yang berpengaruhsecara signifikan  terhadap TPAKperempuan.
Analisis Regresi Logistik Ordinal terhadap Faktor-faktor yang Mempengaruhi Predikat Kelulusan Mahasiswa S1 di ITS Surabaya Imaslihkah, Sitti; Ratna, Madu; Ratnasari, Vita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.023 KB)

Abstract

Abstrak—Setiap perguruan tinggi memilikikewajiban dalam mengontrol prestasi mahasiswanya untuk menghasilkan lulusanyang berkualitas. Ukuran prestasi mahasiswa diantaranya adalah indeks prestasidan lama studi yang menghasilkan predikat kelulusan. Predikat kelulusandipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Dalam penelitian ini, variabelrespon adalah predikat kelulusan yang terdiri dari dengan pujian, sangatmemuaskan, dan memuaskan. Analisis regresi logistik ordinal merupakan salahsatu metode yang tepat karena variabel respon mempunyai skala ordinal(bertingkat). Terdapat beberapa variabel prediktor yang diduga berpengaruh padapredikat kelulusan antara lain fakultas, jenis kelamin, asal daerah, jalurmasuk ITS, status SMA, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, dan pendapatan orang tua.Data merupakan data sekunder dari Badan Akademik ITS. Mayoritas lulusanmahasiswa mempunyai predikat sangat memuaskan. Predikat kelulusan denganpujian telah menunjukkan angka sebesar 23%, hal ini berarti jumlah lulusan mahasiswadengan mudah mencapai predikat tersebut. Secara pengujian serentak, faktor yang berpengaruh adalahfakultas, jenis kelamin, jalur penerimaan, pekerjaan ayah, peker­jaan ibu danpendapatan.
Pemodelan Persentase Kriminalitas Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Di Jawa Timur Dengan Pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR) Simamora, Panji Anugrah; Ratnasari, Vita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.019 KB)

Abstract

Kejahatan atau kriminalitas merupakan perbuatan seseorang yang dapat diancam hukuman berdasarkan KUHP atau undang-undang serta peraturan lainnya di Indonesia. Pada tahun 2010 Polda Jawa Timur menduduki peringkat keempat jumlah kriminalitas tertinggi di Indonesia setelah Polda Metro Jaya, Polda Sumatera Utara dan Polda Jawa Barat. Perbedaan karakteristik geografis menyebabkan perbedaan atau keterikatan faktor ekonomi, sosial, budaya yang juga berpengaruh pada tindakan kriminalitas di setiap daerah. Karena itu penelitian ini akan memodelkan persentase kriminalitas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Provinsi Jawa Timur dengan pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR). Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya pengaruh spasial dalam pemodelan persentase kriminalitas di Jawa Timur. Pemilihan pembobot dilakukan dengan cara memilih pembobot yang memiliki nilai AIC terkecil yaitu fix gaussian. Wilayah yang berdekatan cenderung memiliki kesamaan faktor-faktor yang mempengaruhi persentase kriminalitas di Jawa Timur. Variabel kepadatan penduduk dan persentase penduduk migran berpengaruh signifikan pada sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur. Model GWR menghasilkan R2 sebesar 86,95 persen lebih besar dari model OLS yaitu 54,1 persen.`
Estimation and Statistical Test in Bivariate Binary Probit Model Ratnasari, Vita; Purhadi, Purhadi; Ismaini, Ismaini; Suhartono, Suhartono
Jurnal ILMU DASAR Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.357 KB)

Abstract

One of the models that can be used to analyze two binary response variables data is bivariate binary probit model. This paper tried to estimate the parameters of bivariate binary probit model using Maximum Likelihood Estimationmethod,whereastoget thestatisticaltestusingMaximumLikelihoodRatioTestmethod. Keywords : Bivariate binary probit model, maximum likelihood estimation, maximum likelihood ratio test
Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Semiparametrik Spline Octavanny, Made Ayu Dwi; Budiantara, I Nyoman; Ratnasari, Vita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.85 KB)

Abstract

Aspek kesehatan yang dilihat dari umur harapan hidup saat kelahiran belum dapat menjabarkan indeks kesehatan dengan baik sehingga diperlukan indikator yang dapat mengukur aspek kesehatan, yaitu Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). IPKM dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat suatu wilayah. Hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan peringkat berdasarkan pengembangan IPKM 2013. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi IPKM di Provinsi Jawa Timur sehingga pemerintah dapat melakukan usaha perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Pada penelitian ini, IPKM dan faktor-faktor yang memengaruhinya sebagian membentuk pola tertentu dan sebagian lagi tidak membentuk pola tertentu, sehingga digunakan metode regresi semiparametrik spline. Model terbaik didapatkan dari titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Model regresi semiparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan tiga titik knot. Terdapat empat variabel yang signifikan, yaitu Angka Kematian Bayi, kepadatan penduduk, persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat, dan persentase rumah sehat. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini adalah sebesar 92,99%.
Estimation and Statistical Test in Bivariate Binary Probit Model Ratnasari, Vita; Purhadi, Purhadi; Ismaini, Ismaini; Suhartono, Suhartono
Jurnal ILMU DASAR Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.357 KB)

Abstract

One of the models that can be used to analyze two binary response variables data is bivariate binary probit model. This paper tried to estimate the parameters of bivariate binary probit model using Maximum Likelihood Estimationmethod, whereastoget the statistical test using Maximum Likelihood Ratio Test method.
ANALISIS BIAYA UNTUK PEMILIHAN SUMBER DAYA LISTRIK UTAMA RUMAH POMPA GREGES Yudiono, Yudiono; Lasminto, Umboro; Ratnasari, Vita
Journal of Civil Engineering Vol 33, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.178 KB)

Abstract

The central government through the Directorate of Environmental Sanitation Development (PPLP) of the Directorate General of Human Settlements of the Ministry of Public Works and Public Housing participated in the implementation of drainage of Surabaya by providing assistance for the construction of Greges pump house. The pump house Greges as one of the pump house located in Surabaya, is one of the drainage system controllers around Bozem Morokrembangan area especially the flow of water along the Greges channel which is also an outlet for several channels. In the aid of the pump house choose to use Genset as the main power source (SDL). While the Government of Surabaya always wants the use of SDL from PLN. The purpose of this study was to analyze the use of SDL to meet the needs of the Greges Pump House by performing the cost analysis required for the Greges pump house for the use of Genset and PLN power sources, and determining the better SDL selection that would be used to meet the needs of the Greges pump house. Based on the analysis of costs, the use of generators is better than PLN in the investment cost analysis. Based on PLN operational cost analysis is better than generator. In the first year period the total cost for the use of PLN is Rp. 5.102.223.905 greater than the generator Rp. 4.789.084.970,16,, in the second year the cost of using PLN approaches the generator cost, and on the third and so the use of generator is higher than the PLN.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN BONGKAR MUAT DI PT TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA DENGAN METODE SERVQUAL DAN QFD Bastian, Endhy; Ratnasari, Vita; Achmadi, Fuad
JURNAL AKUNTANSI DAN MANAJEMEN Vol 2 No 1 (2018): AUGUST
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.856 KB)

Abstract

  PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) has become one of the port services company has been trusted by various Indonesian and international companies in the management of international and domestic containers as well as various other loading and unloading services. PT TPS in providing international container management services is required to adjust its service level in accordance with international standards. Based on the Key Performance Indicator (KPI), the performance of PT TPS compared to some international ports in terms of Trund-Around Time (TRT), Gross Mover Per Hour (GMPH), and Berth Move Per Hour (BMPH) are still far behind with ports in UAE, Asia Pacific and India. The low performance of PT TPS based on the three indicators shows that the quality of service PT TPS still needs to be repaired. In this research, perception analysis and customer expectation with Service Quality (SERVQUAL) method to measure service quality of PT TPS. The gap between perception and customer expectation from Service Quality (SERVQUAL) is improved by Quality Function Deployment (QFD) method. And based on the two analysis, the preparation of strategies that should be applied by PT TPS to improve the quality of service. The results obtained show that all dimensions have satisfaction level “satisfied” which means that customers value the services provided by PT TPS is enough to meet expectations but still not maximal. Furthermore, Cartesius diagram analysis showed that there are 5 indicators that need improvement either immediately. The QFD analysis is performed to determine the recommended improvements on 5 indicators. Indicators that require top priority are indicators related to the competence of officers, especially administrative officers. So the management recommendation is to make Standard Operating Procedure (SOP) for each activity in port for administration officer
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kematian Ibu di Jawa Timur Menggunakan Geographically Weighted Generalized Poisson Regression Mutfi, Insan Amalia; Ratnasari, Vita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.421 KB)

Abstract

Kematian ibu merupakan salah satu indikator dalam menggambarkan kesejahteraan di suatu negara serta indikator derajat kesehatan perempuan. Jumlah kematian ibu dihitung dari kematian selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh. Angka Kematian Ibu mengalami penurunan pada tahun 1991-2007 namun mengalami peningkatan tahun 2012 dan mengalami penurunan kembali tahun 2015 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup. Namun hal ini masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Jawa Timur menduduki peringkat ketiga tahun 2013 dengan jumlah kematian ibu terbanyak yaitu 642 kasus. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kematian ibu yaitu Geographically Weighted Generalized Poisson Regression (GWGPR) karena data mengalami kasus overdispersi dan terdapat efek spasial. Pemodelan GWGPR menghasilkan bahwa variabel persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan persentase penanganan komplikasi kebidanan berpengaruh signifikan terhadap jumlah kematian ibu di semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Terdapat satu variabel yang tidak signifikan di kabupaten/kota yaitu persentase rumah tangga menerima bantuan tunai.