Rita Dwi Ratnani
Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim Jl. Menoreh Tengah x/22, Sampangan, Semarang 50236

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KOPI Winarni, Endah; Ratnani, Rita Dwi; Riwayati, Indah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat? sudah? mulai? peduli? terhadap? pemeliharaan kesehatan? dengan? menghindari penggunaan senyawa kimia berbahaya pada bahan makanan. Mereka memilih bahan makanan yang diproduksi secara organik, yaitu bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan yang diproduksi melalui? sistem? pertanian? organik.? Sistem? pertanian organik adalah? sistem pertanian yang menggunakan pupuk dan obat-obatan yang berasal dari bahan-bahan alami. Bahan yang dipakai? untuk? pembuatan? pupuk? organik? adalah? limbah kandang? ternak? baik berasal dari kotoran ayam, kambing/domba maupun dari kotoran sapi. Indonesia merupakan negara penghasil kopi keempat terbesar di dunia. Saat ini konsumen banyak memilih produk-produk? yang dihasilkan? secara organik. Saat ini kopi? juga? sudah diproduksi? secara organic meskipun? pengelolaannya? belum? dilakukan? secara? intensif. Para petani kopi masih? ada yang memberi? tambahan? pupuk urea? karena para petani sebagian besar kurang??? yakin dengan hanya menggunakan pupuk organik. Mereka menginginkan pertumbuhan yang cepat tanpa melihat akibat dari penggunaan urea terhadap lingkungan. Oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman kopi untuk meyakinkan? para? petani. Penelitian? ini bertujuan untuk mengetahui kandungan C-Organik, N-total, C/N rasio dari beberapa jenis pupuk organik yang digunakan, pertumbuhan tanaman kopi dengan menggunakan? berbagai? jenis? pupuk organik, serta mengetahui? efektivitas? jenis pupuk? organik terhadap? pertumbuhan? tanaman kopi. Penelitian? dilakukan di Desa Pager Gunung, Kecamatan? Pringsurat, Kabupaten Temanggung? dengan? melibatkan? gabungan kelompok? tani dari Desa Pager Gunung sebagai kooperator dan berperan secara aktif dalam pelaksanaan tahapan kegiatan. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama 6 bulan pada musim tanam-II tahun 2011.Penelitian? dilakukan? melalui? pendekatan? On Farm Research (OFAR) dimana? dilaksanakan? penelitian? di lahan? petani? kooperator? dengan? mengutamakan? unsur partisipatif petani pelaksana terhadap semua tahapan kegiatan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan jenis pupuk dan 1? tanpa??? pemupukan sebagai kontrol? dimana? masing-masing perlakuan? dan? kontrol? diulang 10 kali. Pelaksanaan penelitian meliputi? pembuatan pupuk organik, pengambilan sampel? pupuk organik? dan analisa di? laboratorium, serta aplikasi pupuk di lapangan.? Hasil penelitian menunjukkan perkembangan? indeks? luas? daun? pada pengamatan minggu ke 3 ke? minggu? ke 4,? perlakuan? pupuk? kandang? kambing ditambah bioaktivator? OrgaDec 16,62% dengan? indeks? luas daunnya 208,02 cm?,? pupuk? kandang kambing petani? tanpa bioaktivator 4,4 % dengan? indek? luas daun 170,26cm?, pupuk kandang sapi? ditambah? OrgaDec 6,63% dengan? indeks? luas daun 168,69 cm?, Pupuk? kandang? sapi petani tanpa penambahan bioaktivator 7,26% dengan indeks luas daun 162,40 cm?, pemberian pupuk? komersial (OSA) 6,90% dengan? indeks? luas? daun 135,74 cm?, serta? kontrol 9,40% dengan? indeks? luas daun 147,78 cm?. Perlakuan pupuk kandang kambing ditambah OrgaDec mempunyai? kandungan C-Organik yang paling tinggi? diantara? berbagai? macam perlakuan pupuk??? yang digunakan? yaitu 28,11%, dengan kandungan N-total 2,5%? dan perkembangan luas daun terlebar. Sehingga pupuk? organik? yang berasal? dari? pupuk kandang? kambing ditambah? OrgaDec? merupakan? pupuk organik??? yang paling sesuai? digunakan? untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi.? ? Kata Kunci :pupuk organik, pertumbuhan, tanaman kopi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PRODUKSI KERUPUK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA RANDUSANGA KULON KABUPATEN BREBES Riwayati, Indah; Ratnani, Rita Dwi; Purwanto, Helmy
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brebes? merupakan? kabupaten? yang? cukup? luas? di? Provinsi? Jawa Tengah. Sebagian? besar wilayahnya adalah dataran rendah. Kabupaten Brebes telah mampu memproduksi rumput laut jenis? Gracillaria? sp.? tambak? dengan? sentra? budidaya? di? Desa? Randusanga? Wetan? dan Randusanga Kulon Kecamatan Brebes dengan jumlah produksi 150 ton kering per bulan dari luas? lahan? tambak? ?? 200? Ha? dari? ?? 2.000? Ha? lahan? yang? berpotensi ditanami? rumput laut. Masyarakat? membutuhkan? suatu? diversifikasi? produk olahan? rumput? laut? yang mempunyai daya tahan lama tanpa bahan pengawet tambahan serta mudah diproduksi pada skala rumah tangga. Produk tersebut diantaranya adalah kerupuk? rumput laut. Target luaran yang? nantinya? dapat? memberikan? manfaat? bagi? mitra? merupakan? suatu metode? untuk memproduksi kerupuk rumput laut sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk. Disamping itu? dari? desain? proses? akan? diperoleh? alat? perajang? kerupuk.? Kegiatan? program? dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama adalah melakukan percobaan tentang teknologi yang akan diterapkan,? tahap? kedua? mendesain? peralatan? produksi,? tahap? ketiga? memberikan pelatihan? dan? pendampingan? produksi? serta? pengemasan? dan? tahap? keempat? memberikan pelatihan cara mendaftarkan produk ke dinas kesehatan.Kata kunci: kerupuk, rumput laut, brebes
EKSTRAKSI HIDROTOPI DENGAN MAGNETIC STIRER UNTUK MENDAPATKAN SENYAWA ANDROGHAPHOLIDE DARI TANAMAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) Athoo’ Illah, Zakka; Ratnani, Rita Dwi; Suwardiyono, Suwardiyono; Hartati, Indah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andrographis? paniculata? termasuk? salah? satu? tanaman? obat unggulan? Indonesia. Keunggulanya? sebagai? tanaman? obat? sudah? diteliti? secara? botani,? budidaya,? efek farmakologis, kandungan kimia, uji praklinis dan uji klinis. Andrographis paniculata memiliki aktivitas? anti? virus? dan? bersifat? immunomodulator.? Senyawa? aktif? Andrographolide? dari Andrographis? Paniculata?? dapat? diambil? dengan? metode? ekstraksi? yang? bertujuan?? untuk menentukan? harga? konsentrasi? minimun? hidrotop,? menentukan? konstanta? setchenow? serta pengaruh variabel? suhu dan konsentrasi hidrotop.? Penelitian menggunakan metode ekstraksi hidrotopi dilakukan dengan menambahkan larutan hidrotop (Natrium? Benzoat) kedalam 20gr serbuk sambiloto pada konsentrasi 1 hingga 2 mol. Kemudian diaduk dengan stirer selama 2 jam? dan diendapkan? selama? 1? jam.? Penyaringan? dengan? bantuan? vacum? dan? terakhir menggunakan sentrifuse untuk mendapatkan ekstrak andrographolide. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven. Parameter yang perlu diperhatikan adalah suhu dan konsentrasi larutan.? Hasil? penelitian? menunjukan? bahwa? perolehan? berat? substrat? andrographolide terbanyak? pada? konsentrasi? 1,5? mol? dengan? variable? suhu? 30 oC? yakni sebesar? 0,99? gram dibanding variable suhu 35 oC yang hanya mendapatkan substrat maksimal 0,328 gram.? Dari penelitian? ini? dapat? disimpulkan? bahwa? konsentrasi? minimum? hidrotop? (1,4? mol/30 oC)? maka Konstanta Setchenow? yang diperoleh 2.026.Kata kunci:??? Andrographolide? Paniculata,? Ekstraksi? Hidrotropi,? Immonomodulator, Konstanta Setchenow.
ADSORPSI PEWARNA METILEN BIRU MENGGUNAKAN SENYAWA XANTHAT PULPA KOPI Hadayani, Lilik Wuri; Riwayati, Indah; Ratnani, Rita Dwi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencamaran zat warna dalam perairan dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Zat warna yang banyak terdapat dalam limbah perairan salah satunya adalah metilen biru. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi bahaya dari limbah zat warna adalah metode adsorpsi. Penelitian yang banyak dilakukan baru-baru ini membuktikan bahwa modifikasi adsorben dengan proses xanthasi merupakan salah satu cara yang efektif dalam pengolahan limbah cair. Adsorben terxanthasi dapat dibuat dari biomassa yang mengandung gugus hidroksil dengan cara mereaksikan biomassa dengan gugus pembawa sulfur (karbon disulfide). Penelitian ini menggunakan senyawa xanthat pulpa kopi sebagai adsorben zat warna metilen biru. Pulpa kopi merupakan salah satu bahan yang kaya akan gugus hidroksil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari variabel proses yang meliputi pH, rasio adsorben:larutan, dan waktu kontak terhadap proses adsorpsi metilen biru dari larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi maksimum metilen biru dalam pulpa kopi terxanthasi diperoleh sebesar 16,161 mg/g pada pH 2, rasio adsorben dalam larutan 0,5:100 dan waktu kontak 1,5 jam. Kata kunci: xanthat, pulpa kopi, adsorpsi, metilen biru
EKSTRAKSI HIDROTROPI ANDROGRAPHOLIDE DARI TUMBUHAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NESS) MENGGUNAKAN LARUTAN UREA Fitriyah, Lailatul; Ratnani, Rita Dwi; Hartati, Indah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat herbal yang banyak dibutuhkan dalam industri obat tradisional di Indonesia. Andrographolide, merupakan senyawa yang paling banyak terdapat pada daun sambiloto dan biasanya banyak dimanfaatkan sebagai obat beberapa penyakit. Pemisahan senyawa aktif andrographolide dari sambiloto dapat dilakukan dengan ekstraksi menggunakan senyawa hidrotrop. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan MHC (minimum hydrotop Concentration), menentukan konstanta setschenow, menentukan pengaruh suhu dan konsentrasi larutan hidrotop (urea) pada proses ekstraksi hidrotropi andrographolide dari sambiloto. Penelitian dilakukan dengan tetapan massa serbuk 20 gram, volume larutan ?200 ml larutan hidrotrop, pengadukan 100 rpm dan waktu ekstraksi 2 jam. Adapun variable penelitian adalah konsentrasi larutan hidrotrop 0,2-3,5M dan suhu ekstraksi 30-450C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua suhu didapat nilai MHC pada konsentrasi 1M. Pada suhu 300C didapatkan persen ekstrak 0,873, dan pada suhu 350C didapatkan persen ekstrak 0,847, sedangkan pada suhu 400C didapatkan persen ekstrak 1,846 dan pada suhu 450C didapatkan persen ekstrak 0,9025. Nilai konstanta setschenow terbesar didapatkan pada suhu 400C dengan nilai konstanta setschenow adalah 0,1427. Kata kunci : sambiloto, andrographolide, ekstraksi hidrotropi, konstanta setschenow.
PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP KUALITAS BIOPLASTIK DARI AIR CUCIAN BERAS Layudha, Siti Iqlima; Rahma, Ahadta Anandya; Riyanto, Achmat; Ratnani, Rita Dwi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioplastik atau yang sering disebut plastik biodegradable, merupakan salah satu jenis plastik yang hampir keseluruhannya terbuat dari bahan yang dapat diperbaharui, seperti pati, minyak nabati, dan mikrobiota. Air cucian beras mengandung karbohidrat jenis pati sebanyak 76% pada beras pecah kulit. Kandungan karbohidrat ini memenuhi syarat pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum dalam pembuatan nata, sehingga air cucian beras tersebut berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioplastik dengan penambahan gliserol sebagai plasticizer. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan gliserol terhadap kualitas morfologi bioplastik dari air cucian beras. Pada penelitian ini, pembuatan bioplastik menggunakan metode blending dengan penambahan variasi gliserol (1 ml, 1,5 ml, 2 ml, 2,5 ml dan 3 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan volume gliserol berpengaruh terhadap kualitas morfologi bioplastik. Penambahan volume gliserol yang terlalu banyak akan menurunkan kualitas morfologi bioplastik. Bioplastik terbaik pada penelitian ini adalah bioplastik dengan penambahan variasi gliserol 2 mL dengan massa 15,2 gr dan tebal 0,5 mm. Kata kunci: air cucian beras, bioplastik, gliserol
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT SISA PEMBAKARAN SEBAGAI ADSORPSI LIMBAH CAIR PADA PABRIK TAHU Khofiyanida, Elok; Ratnani, Rita Dwi; Khasanah, Sufrotun; Miningsih, Nanik Andar; Fikriyyah, Ni’matul
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu limbah industri yang berpotensi mencemari lingkungan yaitu limbah cair industri tahu. Limbah cair industri tahu mengandung zat-zat yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup. Limbah cair indutri tahu, biasanya mengandung amonia, nitrit, nitrat yang cukup tinggi. Sehinnga perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah dilakukan proses adsorbsi limbah cair industri tahu. Adsorben yang digunakan adalah abu sisa pembakaran boiler dari industi tahu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berkurangnya kadar ammonia, nitrit dan nitrat dalam limbah cair industri tahu. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengontakkan 2 gram  adsorben dari abu sisa pembakaran pada boiler dengan 100 ml limbah cair pabrik tahu dengan variasi waktu pengocokan 0; 30; 60; 90; 120 menit. Kondisi terbaik diperoleh pada waktu pengocokan 120 menit untuk ammonia, 90 menit untuk nitrat, 30 menit untuk nitrit dan diperoleh  efisiensi penjerapan sebesar 76% untuk ammonia, 35,16% untuk nitrat dan 74,6% untuk nitrit. Kata kunci: Abu kulit kapuk, Adsorpsi, Amonia
PROSES PEMBUATAN GULA INVERT DARI SUKROSA DENGAN KATALIS ASAM SITRAT, ASAM TARTRAT DAN ASAM KLORIDA Suwarno, Suwarno; Ratnani, Rita Dwi; Hartati, Indah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gula invert merupakan produk hasil pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa dengan perbandingan 1:1. Produksi gula inversi secara industri biasanya berdasarkan pada hidrolisa asam atau ensim. Pada proses hidrolisa asam tergantung dari jenis asam, yaitu asam anorganik yang berupa asam kuat atau organik yang berupa asam lemah. Gula invert merupakan komponen makanan yang bermanfaat, terutama sifatnya yang yang lebih manis dan lebih cepat larut apabila dibandingkan dengan butiran sukrosa. Sifat lain yang menguntungkan dari gula invert adalah dapat berfungsi sebagai humectant (mempertahankan kadar air), penstabil emulsi, pengawet, dan memiliki rasa yang lebih halus sehingga tidak menimbulkan iritasi. Penelitian dilakukan dengan cara hidrolisis larutan gula pasir (? 70 %) menggunakan katalis asam sitrat, asam tartrat, asam klorida pada berbagai pH, suhu 70? C, dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah membuat gula invert dari sukrosa dengan katalis asam anorganik (asam klorida), dan asam organik (asam tartrat, dan asam citrat). Mengamati pengaruh pH dan jenis katalis terhadap konstanta?? kecepatan reaksi. Mencari optimasi terhadap proses hidrolisa, sehingga desain sistem yang optimal dapat tercapai. Dari hasil percobaan dan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa, gula inversi tidak hanya dapat dibuat dengan asam anorganik (HCl), tetapi dapat juga digunakan asam organik (asam tartrat dan citrat) Semakin tinggi pH maka laju reaksi hidrolisis gula semakin lambat.Pada pH yang sama, jenis asam tidak berpengaruh signifikan terhadap laju reaksi hidroisis.Model kecepatan reaksi orde 1 pseudo hanya dapat diterapkan terhadap jenis katalis asam sitrat dan tartrat pada pH 2,5 Kondisi optimum untuk proses hidrolisis gula adalah pada temperatur 70 0C dan pH = 2,0 selama 80 menit. Kata kunci: gula invert, asam sitrat, asam tartrat, asam klorida.
STANDARDISASI SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAKSI HIDROTROPI ANDROGRAPHOLID DARI SAMBILOTO (Andrographis paniculata) Ratnani, Rita Dwi
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peluang Herbal Sebagai Alternative Medicine"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Several active compounds has been found in Andrographis paniculata, including andrographolide (deoxy andrographolide, andrographolide, neo andrographolide and 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide) and kalmeghin. The active compounds properties and its levels in extract medicinal plants cannot be guaranteed to always be in a constant amount. This may be due to variations in the quality of medicinal plants, such as seeds, grow location, climate, conditions (age and harvest method), as well as post-harvest process and extraction method. Therefore, standardization of the extract should be performed to ensure the quality of the extract before it is produced on an industrial scale. The purpose of this study is to standardize the sambiloto hydrotropic extract. Specific parameters such as the organoleptic properties of the extract and identification of andrographolide compound as marker compounds. In contrast, the non-specific parameter includes drying shrinkage, microbiological contamination levels, heavy metal contamination levels, ash levels, the solubility of extracts in water and ethanol. The results showed that the organoleptic properties hydrotropic sambiloto extract are in powder form dense, dry, dark green, characteristic odor and bitter taste. Andrographolide compound as a marker compound in the sambiloto extract was identified by TLC method. The non-specific parameters of sambiloto hydrotropic extract were shrinkage drying of 13.5%, microbiological contamination of (3.1x107) CFU/g, heavy metal contamination (Cd levels of 0.104 ppm, and Pb levels of 2.248 ppm), ash levels of 37.5%, and the solubility extracts in water and ethanol are 40.8 % dan 42.0% respectively. Key words: Andrographis paniculata, extract standardization, specific and non-specific
PEMANFAATAN GLISEROL DARI LIMBAH UNTUK MEMBUAT BIOPLASTIK Ratnani, Rita Dwi; Budihardjo, Mochamad Arif; Wikanta, Deddy Kurniawan; Yulianto, Mohammad Endi; Hartati, Indah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya guna mengatasi masalah sampah plastik adalah dengan membuat plastik yang dapat terdegradasi. Plastik yang dapat terdegradasi dapat dibuat dari limbah cair industri biodiesel, yakni gliserol, dengan bantuan mikroorganisme dalam lumpur aktif. Jenis plastik yang terbentuk dalam proses ini adalah Polihidroksialkanoat (PHA). PHA dapat terdegradasi sempurna dan memiliki sifat yang mirip dengan plastik konvensional. Tujuan penelitian ini adalah? merancang sequenching batch bioreactor sederhana dilanjutkan studi kinetika reaksi fermentasi dan pemodelan menggunakan komputasi proses. Penyusunan model dilakukan berdasarkan teori kinetika Monod dan Michaelis?Menten. Model yang dipostulasi, kemudian diturunkan untuk memperoleh persamaan yang selanjutnya? diuji dan divalidasi menggunakan data eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh berupa alat sequenching batch bioreactor sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang baik untuk proses perlakuan ekstraksi PHA adalah metanol, yaitu sebesar 0.3g/L. Hasil relatif baik diperoleh pada perendaman 2 jam dengan perolehan PHA sebesar 0,44 g/L. Model matematika Monod dan Michaeilis-Menten ditentukan dengan metode algoritma genetika yang disusun dalam bentuk persamaan diferensial simultan yang? diperoleh dari penurunan neraca massa dan substitusi persamaan kecepatan regenerasi/pertumbuhan sel (rg), kecepatan penurunan/kematian sel (rd) dan kecepatan konsumsi substrat untuk menjaga aktifitas sel (rsm) dan diselesaikan dengan metode Runge Kutta menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Konsentrasi PHA yang dihasilkan sebesar 0.3 g/L diketahui dapat menjadi penghambat pertumbuhan sel dan menurunkan kecepatan reaksi bahkan sampai menghentikan reaksi (Cp*). Hal tersebut dikenal sebagai pengaruh product-inhibition. Kecepatan regenerasi meningkat seiring dengan waktu dan mulai menurun setelah 9 jam. Kata kunci : bioplastik, polihidroksialkanoat, gliserol.