Ratman Ratman
Tadulako University

Published : 74 Documents
Articles

Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Melalui Pemberian Tugas Pada Kelompok B TK Alkhairat II Bale Ratman, Ratman
Bungamputi Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.093 KB)

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah interaksi sosial anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas di kelompok B TK Alkhairat II Bale Kemudian tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan interaksi sosial anak melalui metode pemberian tugas di kelompok B TK Alkhairat II Bale Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan  di TK  Alkhairat II Bale, sebanyak 17 orang anak terdiri atas 9 orang anak laki-laki dan 8 orang anak perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskritif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan dalam kegiatan meronce kategori Sangat Baik 5,88%, Baik 17,64%, Cukup 23,52%, dan Kurang 52,94%, kemudian interkasi sosial anak dalam kegiatan mewarnai gambar kategori Sangat Baik 5,88%, Baik 11,76%, Cukup 29,41%, Kurang 52,94%, dan peningkatan interaksi sosial anak dalam kegiatan menyusun balok dengan kategori Sangat Baik 11,76%, Baik 17,64%, Cukup 23,54%, Kurang 47,04%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan interaksi sosial anak, terbukti ada peningkatan  dari siklus I ke siklus II yang diukur dalam kegiatan meronce kategori sangat baik dan baik dari 58,81% menjadi 88,23% (29,42%), kemudian mewarnai gambar kategori sangat baik dan baik dari 41,16% menjadi 82,35% (41,19%), dan yang terakhir kegiatan menyusun balok kategori sangat baik dan baik dari 41,16% menjadi 94,11% (52,95%). Secara umum terjadi peningkatan dari semua kemampuan yang diukur. Jika dirata-ratakan peningkatan dari siklus I ke siklus II berkisar 41,18%, walaupun masih ada anak yang belum berhasil tetapi tidak perlu lagi di adakan siklus berikutnya karena sudah menunjukan keberhasilan pada siklus II secara maksimal.   Kata Kunci :  Meningkatkan Interaksi Sosial Anak, Metode Pemberian Tugas.
Penerapan Experiential Learning dalam Pembelajaran IPA pada Materi Ciri Khusus Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok Taung, Resni; Tangkas, I Made; Ratman, Ratman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.943 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok melalui penerapan Experiential Learning dalam pembelajaran IPA pada materi ciri khusus makhluk hidup. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok dengan jumlah siswa 7 orang yang terdiri dari 5 orang siswa laki-laki dan 2 orang siswa perempuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Rancangan penelitian mengikuti tahap penelitian yang mengacu pada modifikasi diagram Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, serta tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yaitu tes hasil belajar dan hasil observasi. Hasil tes belajar siswa yang diperoleh pada siklus I, yakni siswa yang tuntas 5 dari 7 siswa atau persentase ketuntasan klasikal sebesar 71,4% dan daya serap klasikal 70%, serta aktivitas siswa dalam kategori baik. Pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 100% dan daya serap klasikal sebesar 82,9%, serta aktivitas siswa berada dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, penerapan Experiential Learning dalam pembelajaran IPA pada materi ciri khusus makhluk hidup dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok. Kata kunci:  Hasil Belajar Siswa, Experiential Learning
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Pengelompokan Makhluk Hidup Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas III SDN 2 Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan P, Firman; Tangkas, I Made; Ratman, Ratman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.169 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi pengelompokan mahluk hidup pada siswa kelas III SDN 2 Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Mc Taggar yang meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi).  Subyek penelitian adalah siswa kelas III A SDN 2 Salakan yang berjumlah 23 anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Hasil pelaksanaan tindakan menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 60,87% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.  Pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan dan lebih baik dari siklus I, nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 70,00 dan ketuntasan belajar mencapai 78,26%.  Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II, nilai rata-rata tes formatif sebesar 73,70 dari 23 siswa yang telah tuntas sebanyak 20 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 86,96%.  Secara umum telah terjadi peningkatan persentase keberhasilan tindakan dari 60,87% pada siklus I, 78,26% pada siklus II dan 86,96% pada siklus III. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada kelas III SDN 2 Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan. Kata Kunci : Pengelompokan Makhluk Hidup, Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), Hasil belajar IPA
Penggunaan KIT IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Pesawat Sederhana di Kelas V SDN Potil Pololoba Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan Ambai, Umra Hi. A.; Said, Irwan; Ratman, Ratman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.059 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan KIT IPA pada konsep pesawat sederhana di kelas V SDN Potil Pololoba Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Potil Pololoba Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan sebanyak 18 orang siswa yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Indikator keberhasilan dikatakan tuntas secara klasikal apabila mencapai 80% dengan daya serap individu mencapai 65. Hasil penelitian pada tahap Pra tindakan (tes awal) siswa yang tuntas hanya 44% atau 8 orang siswa dan daya serap klasikal 64,44%.  terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan penggunaan KIT IPA pada Konsep Pesawat Sederhana. Dengan tingkat ketuntasan klasikal pada siklus I adalah 67% atau 12 orang siswa dan daya serap klasikal 69,44, Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 83% atau 15 orang siswa dan daya serap klasikal 78,33. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan KIT IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep pesawat sederhana di kelas V SDN Potil Pololoba Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan. Kata Kunci:  Media KIT IPA, Hasil Belajar, Konsep Pesawat Sederhana
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN Ombuli Pada Materi Perkembangbiakan Tumbuhan Melalui Metode Inquiri Soilo, Merionto; Tangkas, I Made; Ratman, Ratman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.116 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Ombuli pada materi perkembangbiakan tumbuhan melalui metode inquiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggar yang berkaitan dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi.  Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Ombuli yang berjumlah 35 orang siswa yang terdiri dari 17 anak laki-laki dan 18 anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Hasil penelitian pada siklus I menunjukan bahwa jumlah siswa yang mendapatkan nilai lebih kecil dari 60 sebesar 54,29% atau 19 orang siswa. Sedangkan jumlah siswa yang mendapatkan nialai di atas 60 sebanyak 45,71% atau 16 orang sisawa. Pada pelaksanaan siklus II diperoleh nilai rata-rata 81,29 dan ketuntasan belajar mencapai 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan metode inquiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ombuli pada materi perkembangbiakan tumbuhan. Kata Kunci: Perkembangbiakan tumbuhan, Metode Inquiri, Hasil belajar
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Khususnya Materi Energi dan Perubahannya Melalui Pembelajaran Quantum Teaching di Kelas V SDN Inpres Matamaling Durandt, Sri Winarti; Said, Irwan; Ratman, Ratman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.116 KB)

Abstract

Tujuan penelitian, untuk meningkatkan hasil belajar IPA khususnya materi energi dan perubahannya di kelas V SDN Inpres Matamaling melalui pembelajaran Quantum Teaching. Jumlah siswa sebanyak 20 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Rancangan penelitian mengikuti tahap penelitian yang mengacu pada modifikasi diagram Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, serta tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil analisis  tes hasil  belajar siswa yang diperoleh pada siklus I, yakni siswa yang tuntas 15 dari 20 siswa atau persentase ketuntasan klasikal sebesar 75% dan daya serap klasikal 72,2%, serta aktivitas siswa dalam kategori efektif. Pada siklus II siswa yang tuntas 20 dari 20 siswa atau ketuntasan klasikal 100% dan dan daya serap klasikal sebesar 87,7%, serta aktivitas siswa berada dalam kategori sangat efektif. Dengan demikian, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPA khususnya materi energi dan perubahannya di kelas V SDN Inpres Matamaling. Kata Kunci: Hasil Belajar IPA, Quantum Teaching
Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Melalui Model Siklus Belajar Dengan Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 9 Ampana Langanawa, Karmila; Rede, Amran; Ratman, Ratman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.265 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi pengelompokkan bahan-bahan rumah tangga pada siswa kelas IV SD Negeri 9 Ampana. Masalah yang diselidiki adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Alternatif pemecahan masalah adalah melalui pembelajaran bersiklus dengan pemanfaatan lingkungan alam sekitar. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 9 Ampana, dengan jumlah siswa 30 orang. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Untuk hasil belajarnya terjadi peningkatan seiring dengan diterapkannya tindakan pembelajaran melalui model pembelajaran bersiklus dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siklus I ketuntasan belajar klasikal yakni 56,30 % dengan jumlah yang tuntas sebanyak 18 orang siswa dan yang belum tuntas 12 orang siswa, aktivitas siswa 75,01 % dan aktivitas pembelajaran 82,08 %.  Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal sebanyak 75,00 % dengan rincian 22 orang siswa tuntas dan 8 orang siswa yang masih belum tuntas, aktivitas siswa 85,42 % dan aktivitas pembelajaran guru 88,28 %. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa melalui pembelajaran bersiklus dengan memanfaatkan lingkungan alam sekitar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan proses pembelajaran. Kata Kunci:   Pembelajaran Bersiklus, Hasil   Belajar IPA.
Penerapan Metode Eksperimen dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Energi Panas pada Siswa Kelas IV SDN No. 1 Balukang 2 Rismawati, Rismawati; Ratman, Ratman; Dewi, Andi Imrah
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 1 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.532 KB)

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA materi konsep energi panas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman IPA pada materi konsep energi panas siswa kelas IV melalui penerapan metode eksperimen di SDN No 1 Balukang 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas yang menggunakan desain penelitian model Kemmis dan Mc.Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajar siswa, hasil observasi aktivitas guru dan siswa diambil dari lembar observasi kegiatan guru dan lembar observasi aktivitas siswa dan tes formatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 60,60% dengan kategori kurang. Pada tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 93,93% dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan  ketuntasan belajar klasikal minimal . Berdasarkan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep energi panas di kelas IV SDN No 1 Balukang 2. Kata Kunci: Pemahaman Konsep energi Panas, dan Metode Eksperimen.
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Energi Panas Pembelajaran IPA Kelas IV SDN No 2 Balukang Guslan, Guslan; Paluin, Yusuf Kendek; Ratman, Ratman
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 1 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.516 KB)

Abstract

Pendekatan pembelajaran sangat mempengaruhi  tinggi rendahnya hasil belajar siswa. Di kelas IV SDN NO 2 Balukang, kesulitan memahami pembelajaranyang disampaikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SDN No. 2 Balukang dalam mata pelajaran IPA materi konsep energi panas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi kegiatan guru, aktivitas siswa yang diambil dari lembar observasi kegiatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I terdapat 13 orang siswa yang tuntas secara individu dari 18 siswa sehingga presentase ketuntasan klasikal 72,22% dan daya serap klasikal sebesar 68,05% sedangkan hasil observasi aktivitas siswa 68,8% dan aktivitas observasi guru 60,8% dengan kategori cukup. Pada tindakan siklus II terdapat 16 siswa yang tuntas secara invidu sehingga presentase ketuntasan klasikal 88,8% dan daya serap klasikal 80,8% sedangkan hasil observasi aktivitas siswa 87,5% dan hasil observasi aktivitas guru 92,85% dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan daya serap klasikal minimal 70% dan ketuntasan belajar klasikal minimal 75%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi konsep energi panas di kelas IV No. 2 Balukang. Kata Kunci: Keterampilan Proses, Hasil Belajar Siswa, Konsep Energi Panas dan Pembelajaran IPA.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Energi Bunyi Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses Di Kelas IV SDN 1 Siwalempu Asrini, Asrini; Ratman, Ratman; Laganing, Najamuddin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 1 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.468 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahya hasil belajar Siswa dirumuskan sebagai berikut: Apakah melalui penerapan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang energi bunyi di Kelas IV SDN 1 Siwalempu. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari siswa dan guru. Jenis data yang diperoleh adalah kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan yang berarti baik pada aktivitas guru dan siswa pada saat proses belajar maupun hasil belajar memahami konsep  bunyi. Peningkatan itu dapat terlihat pada setiap siklus kesiklus. Siklus satu tingkat penguasaan siswa cukup, siklus dua tingkat penguasaan siswa baik. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 58,72 dan hanya terdapat 12 siswa yang tuntas atau 25% dari 48 jumlah siswa, sedangkan pada siklus II  nilai rata-rata perolehan siswa 78,87 dan terdapat 44 siswa yang tuntas atau 91,6% dari 48 siswa. Meskipun masih terdapat 4 siswa yang belum tuntas tapi dari hasil presentasi ketuntasan klasikal penelitian ini dikatakan berhasil. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang konsep energi  bunyi di SDN 1 Siwalempu. Kata Kunci: Hasil belajar siswa, Energi Bunyi, dan Penerapan Keterampilan Proses