Endah Kusuma Rastini
Program Studi Biomedik Universitas Brawijaya

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGHAMBATAN AKTIFASI NFκ κκ κB OLEH CAPE (CAFFEIC ACID PHENETHYL ESTER), KOMPONEN AKTIF MADU LEBAH (HONEYBEE HIVES),PADA HUVEC’S (HUMAN UMBILICAL VEIN ENDOTHELIAL CELLS) YANG DIPAPAR LDL TEROKSIDASI Rohman, Mohammad Saifur; Rastini, Endah Kusuma; Sarbini, Dwi; A W, Titi; Widodo, Widodo; Sargowo, Djanggan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 22, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high prevalence of cardiovascular morbidity and  mortality caused by complication of atherosclerosisneeds an optimal effort to prevent the atherosclerosis progression and complication. Atherogenesis is a chronicinflammatory process which could be prevented via the inhibitionof NFκB, a known key transcription factor involved in inflammatory process. An active component of honeybee hives, CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester), is believed to inhibit inflammatory process via the inhibition of NFκB activation. However, it remains uncertain whetherCAPE inhibits NFκB activation in endothelial cells. This study therefore was aimed to examine the molecular mechanism of CAPE mediated NFκB inactivation in OxLDL-treated HUVEC’s. Immunohistochemistry using p50 antibody was applied to detectthe migration of NFκB (p50-p65 complex) from inactive form in cytoplasmto active form in nucleus.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Aktivasi NF-ĸβ dan Ekspresi Protein (TNF-α, ICAM-1) pada Kultur Sel Endotel (HUVECs) Dipapar Ox-LDL Rastini, Endah Kusuma; Widodo, Mohammad Aris; Rohman, Mohammad Saifur
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.623 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan mekanisme kerja mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 dalam menghambat proses aterosklerosis. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan kultur sel endotel vena umbilikalis manusia (HUVECs). Dibuat dua kelompok kontrol pada kultur sel endotel yaitu kontrol negatif tanpa perlakuan, kelompok yang dipapar Ox-LDL 40 μg ml-1, Kelompok perlakuan yaitu kultur sel endotel dengan pemberian dosis ekstrak mengkudu 2,5 μg ml-1, 5 μg ml-1 dan 10 μg ml-1 selama dua jam. Masing-masing sistem kultur dipapar Ox-LDL 40 μg ml-1. Pemaparan Ox-LDL dilakukan selama 30 menit untuk mengetahui aktivasi NF-κβ dan 24 jam untuk mengetahui ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1. Pengukuran aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 menggunakan imunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak mengkudu dengan dosis 2,5 μg ml-1, 5 μg ml-1 dan 10 μg ml-1 dapat menghambat aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 pada kultur sel endotel manusia (HUVECs) dipapar Ox-LDL 40 μg ml-1 sebagai agen inflamasi yang dapat menimbulkan aterosklerosis. Melalui analisis ANOVA (p<0,01) diketahui terdapat hubungan negatif pada perlakuan antar dosis ekstrak mengkudu dalam menghambat aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 menggunakan analisis Spearman’s (p<0,01).Kata kunci: aterosklerosis, ICAM-1, mengkudu (Morinda citrifolia L.), NF-κβ, Ox-LDL, TNF-α
PEMBUATAN GLISEROL TRIBENZOAT DARI GLISEROL (HASIL SAMPING INDUSTRI BIODIESEL) DENGAN VARIASI RASIO REAKTAN DAN TEMPERATUR REAKSI Rastini, Endah Kusuma; Jimmy, Jimmy; Auwalani, Wahyuda; Setiawati, Nur Aini
Teknik Kimia Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.837 KB)

Abstract

Gliserol merupakan hasil samping produksi biodiesel yang perlu diolah menjadi produk turunannya untuk memaksimalkan pemanfaatannya. Keberadaan gliserol akan melimpah saat produksi biodiesel berkembang. Meskipun gliserol bukan merupakan zat yang beracun, buangan limbah gliserol dengan volume yang besar tetap akan menimbulkan dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan sehingga diperlukan usaha diversifikasi gliserol menjadi berbagai product urunanna untuk meningkatkan konsumsinya. Proses esterifikasi gliserol merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam konversi gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut proses reaksi gliserol dan asam benzoat dengan menggunakan katalis asam klorida untuk mendapatkan kondisi optimum proses produksi gliserol tribenzoat dengan variasi temperatur dan rasio reaktan (gliserol dan asam benzoat). Penelitian dilakukan dengan mereaksikan antara asam benzoat yang larut dalam metanol dengan gliserol dan asam klorida sebagai katalis dalam reaktor berpengaduk dengan tekanan 3 atm, kecepatan pengadukan 100 rpm, volume reaktor 500 mL, waktu reaksi 60 menit, dan katalis 7%. Variabelnya adalah temperatur (50, 65, 70, 80, 90 0C) dan rasio mol gliserol/asam benzoate (1:3; 1:3,5; 1:5 dan 1:7). Kondisi optimum terjadi pada rasio reaktan 1:5 dan temperatur 70 ⁰C yang menghasilkan massa gliserol tribenzoat sebesar 55,48 g, yield terhadap gliserol sebesar 5,44 dan yield terhadap reaktan total hasil reaksi sebesar 77,87%.
PENGHAMBATAN AKTIFASI NFκ κκ κB OLEH CAPE (CAFFEIC ACID PHENETHYL ESTER), KOMPONEN AKTIF MADU LEBAH (HONEYBEE HIVES),PADA HUVEC’S (HUMAN UMBILICAL VEIN ENDOTHELIAL CELLS) YANG DIPAPAR LDL TEROKSIDASI Rohman, Mohammad Saifur; Rastini, Endah Kusuma; Sarbini, Dwi; A W, Titi; Widodo, Widodo; Sargowo, Djanggan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 22, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.806 KB)

Abstract

The high prevalence of cardiovascular morbidity and  mortality caused by complication of atherosclerosisneeds an optimal effort to prevent the atherosclerosis progression and complication. Atherogenesis is a chronicinflammatory process which could be prevented via the inhibitionof NFκB, a known key transcription factor involved in inflammatory process. An active component of honeybee hives, CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester), is believed to inhibit inflammatory process via the inhibition of NFκB activation. However, it remains uncertain whetherCAPE inhibits NFκB activation in endothelial cells. This study therefore was aimed to examine the molecular mechanism of CAPE mediated NFκB inactivation in OxLDL-treated HUVEC’s. Immunohistochemistry using p50 antibody was applied to detectthe migration of NFκB (p50-p65 complex) from inactive form in cytoplasmto active form in nucleus.
KARAKTERISASI MATERIAL KOMPOSIT POLIMER POLISTYRENE DAN SERAT TEBU Minah, Faidliyah Nilna; Astuti, Siswi; Rastini, Endah Kusuma
Jurnal Industri Inovatif Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.424 KB)

Abstract

Pembuatan Komposit Plafon memiliki acuan mutu berupa kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur, hal ini mengacu pada SNI 03-2105. Kekuatan tekan merupakan kapasitas dari suatu bahan atau struktur dalam menahan beban yang akan mengurangi ukurannya. Sebaliknya kekuatan Tarik adalah tegangan maksimum yang bias ditahan olehsebuah bahan ketika diregangkan atau ditarik, sebelum bahan tersebut patah. Penelitian ini diharapkan dapatm enentukan komposisi terbaik dengan metode eksperimen dari variasi komposisi bahan. Benda uji yang dibuat terbuat dari semen dan agregat, dengan agregat campuran dari serat tebudan styrofoam. Variasi yang digunakan adalah 60%, 70%, 80%, 90% Semen dari total massa benda uji. Serta variasi dari agregat yaitu antara SeratTebu dan Styrofoam 60:40, 70:30, 80:20, dan 90:10. Analisa kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur dilakukan setelah umur 14 hari. Rasio perbandingan agregat (styrofoam dan serat tebu) yang optimal sebagai plafon komposit, mempunyai kelebihan masing masing pada kekuatan materialnya. Untuk komposisi (80:20)% pada kekuatan tarik dan kekuatan lentur, sedangkan untuk komposisi (70:30)% pada kekuatan tekan nya.
PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI BERBASIS BAHAN ALAMI Minah, Faidliyah Nilna; Poespowati, Tri; Astuti, Siswi; Muyassaroh, Muyassaroh; Kartika, Rini; Elvianto, Elvianto; Hudha, Istnaeny; Rastini, Endah Kusuma
Jurnal Industri Inovatif Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.379 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam hayati sehingga dijuluki negara agraris namun sampai saat ini masih belum bisa memanfaatkan sumberdaya hayati secara optimal, salah satunya tanaman penghasil minyak atsiri. Indonesia menghasilkan 40–50 jenis tanaman penghasil minyak atsiri dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia dan baru sebagian dari jenis minyak atsiri tersebut yang memasuki pasar dunia, diantaranya nilam, sereh wangi, gaharu, cengkeh, melati, kenanga, kayu putih, cendana, dan akar wangi. Melihat akan hal ini, potensi usaha melalui ekstrak minyak atsiri tanaman sangat terbuka lebar. Salah satu metode sederhana dan peluang usaha yang sangat bagus adalah mengekstrak minyak atsiri dari tanaman dan hasilnya dapat dimodifikasi menjadi aroma terapi. Untuk objek dasar dari terciptanya aroma terapi adalah lilin. Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat,dimana lilin yang digunakan adalah juga merupakan bahan dari alam yaitu lilin lebah. Dengan demikian lilin aroma terapi yang dihasilkan pada penelitian ini adalah yang ramah lingkungan.