Articles

Found 32 Documents
Search

PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG MELALUI STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY ) SEBAGAI UMPAN BALIK PENYEMPURNAAN KURIKULUM TAHUN 2008 Rasiman, Rasiman; Cahyono, Adi Nur; Sulianto, Joko; Nurhadi, Nurhadi
Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, belum ada data yang akurat mengenai lulusan Program Studi Matematika IKIP PGRI Semarang baik yang bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai adaministrasi, dll.) maupun pada sektor informal. Padahal data mengenai profil lulusan suatu program studi sangat diperlukan antara lain untuk mengetahui: seberapa besar tingkat daya serap pasar terhadap lulusan, berapa jumlah pengangguran lulusan, kesesuaian antara subject matter dengan kebutuhan lapangan, perlunya revisi/ pembaharuan kurikulum. Studi pelacakan (tracer study) merupakan studi yang fokus utamanya untuk memperoleh informasi mengenai lulusan yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang jenjang strata satu (S1) dari awal kelulusan yaitu tahun 2000 sampai dengan lulusan tahun 2005 yang berjumlah 800 orang. Dari populasi tersebut dipilih sampel secara acak 140 orang lulusan sebagai responden yang berdomisili di 7 kabupaten, yaitu Grobogan, Demak, Pati, Kudus, Kendal, Pekalongan, dan Batang.Data mengenai lulusan dengan seluruh atribut dan karakteristiknya dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, selain itu dengan menggunakan angket yang telah disusun sedemikian rupa untuk kebutuhan studi ini. Hasil yang diperoleh diantaranya: Seluruh responden bekerja sesuai dengan bidangnya, 100% lulusan telah bekerja dan 73% diantaranya telah mendapatkan pekerjaan tanpa masa tunggu, dan sisanya mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu berkisar antara 1-4 bulan, pendidikan di IKIP PGRI Semarang khususnya Program Studi Pendidikan Matematika telah sesuai dengan dunia kerja responden walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja, dengan memperhatikan kendala yang dihadapi lulusan baik pada waktu mencari kerja maupun pada waktu bekerja, upaya yang dilakukan program studi/institut dituangkan dalam rekomendasi diantaranya: melakukan program reformulasi kurikulum, memberikan informasi bagi mahasiswa dan lulusan.   Kata Kunci: Lulusan, Tracer Study, Penyempurnaan Kurikulum
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP BERBASIS KURIKULUM K-13 Rasiman, Rasiman; Kartinah, Kartinah; Prasetyowati, Dina
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 10, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v10i2.2111

Abstract

The purpose of this study is to describe the preparation of media such as video mathematics teaching junior high school students of class IX-based K-13 curriculum. This research includes R & D (research and development) or the type of research development. Development undertaken is the development of mathematical learning media in the form of video lessons for junior high school students of class IX. Product generated in this study are instructional videos on material congruency. In this study using ADDIE development model, namely Analysis (Analysis), Design (Design), Development (development), Implementation (Implementation), and Evaluation (Evaluation). In this research phase is done only at the stage Development (Development). Based on the assessment of media experts that the two professors and one teacher from the aspect of media, presenting aspects of learning, language aspects of feasibility, and feasibility aspects kegrafikan percentage of feasibility study media at 91.82%. Once converted to a percentage scale conversion tables 91.82% level of achievement that are in very good criteria so that it can be concluded that the instructional video on congruency decent material applied in learning.Subsequently validated by subject matter experts. Researchers validate by two professors and one teacher from the aspect of media, aspects of material substance, and the design aspects of learning have a percentage of 85.93%. Once converted to a percentage scale conversion tables 85.93% level of achievement that are in very good criteria so that it can be concluded that the similarity decent video learning material applied to research by improving the delivery of content in the form of a sequence. Keywords: Development, Video Learning, Curriculum K-13 AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penyusunan media pembelajaran matematika berupa video pembelajaran siswa SMP kelas IX berbasis Kurikulum K-13. Penelitian ini termasuk jenis R & D (research  and  development) atau jenis penelitian pengembangan. Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan media pembelajaran matematika berupa video pembelajaran untuk siswa SMP kelas IX.Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah video pembelajaran pada materi kesebangunan.Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).Dalam penelitian ini tahap yang dilakukan hanya sampai pada tahap Development (Pengembangan).Berdasarkan penilaian para ahli media yaitu dua dosen dan satu guru yang ditinjau dari aspek media, aspek penyajian pembelajaran, aspek kelayakan bahasa, dan aspek kelayakan kegrafikan memiliki persentase kelayakan media pembelajaran sebesar 91,82%. Setelah dikonversikan dengan tabel konversi skala persentase tingkat pencapaian 91,82% berada pada kriteria sangat baik sehingga dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran pada materi kesebangunan layak diaplikasikan dalam pembelajaran. Selanjutnya dilakukan validasi oleh ahli materi. Peneliti melakukan validasi oleh dua dosen dan satu guru yang ditinjau dari aspek media, aspek substansi materi, dan aspek desain pembelajaran memiliki persentase 85,93%. Setelah dikonversikan dengan tabel konversi skala persentase tingkat pencapaian 85,93%berada pada kriteria sangat baik sehingga dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran materi kesebangunan layak diaplikasikan pada penelitian dengan melakukan perbaikan berupa urutan penyampaian materi. Kata kunci: Pengembangan, Video Pembelajaran, Kurikulum K-13
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK RASIMAN, RASIMAN
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i2/Septembe.544

Abstract

Salah komptensi dalam kurikulum 2013 adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat (Permendikbud, 2013). Dengan demikian, siswa perlu dibekali pula dengan kemampuan-kemampuan tertentu sehingga?é?á mampu mengembangkan dan mengevaluasi argumen dalam suatu pemecahan masalah tertentu. Salah satu kemampuan yang harus dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah kemampuan berpikir kritis. Seorang siswa dikatakan mempunyai?é?á kemampuan berpikir kritis jika mampu menganalisis fakta, menggeneralisasikan dan mengorganisasikan ide, mempertahankan opini, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, menguji argumen, dan menyelesaikan masalah (Chance, 1986). Di samping itu,?é?á kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan cara berpikir yang sistematis, kesadaran dalam berpikir, dan memiliki kemampuan untuk membedakan suatu kebenaran dari kesalahan. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat menunjang siswa dalam belajar matematika yang bersifat abstrak dan keabstrakan matematika ini merupakan salah satu penyebab kesulitan siswa dalam belajar matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para guru matematika tidak menyadari bahwa siswa juga dituntut untuk dapat berpikir kritis, sehingga mempunyai dasar yang kuat untuk mempelajari matematika. Namun?é?á untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran matematika bukan pekerjaan yang mudah. Guru harus berani mengambil sikap dengan menerapkan beberapa model pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sehingga keabstrakan matematika dapat disederhanakan kebentuk yang lebih konkret dan juga berkaitan langsung dengan dunia nyata. Salah satu model pembelajaran yang perlu dikembangkan oleh guru adalah Pendekatan Matematika Realistik. Hal ini sesuai dengan pendapat Soedjana (1986) yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik adalah kerangka konseptual sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analitis, sistematis, dan logis guna menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Kata Kunci : berpikir kritis, matematika realistik
PENELUSURAN ALUMNI (TRACER STUDY) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG SEBAGAI UPAYA KAJIAN RELEVANSI Rasiman, Rasiman; Widodo, Suwarno; Setyawati, Rina Dwi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i1/MARET.555

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lamanya masa tunggu alumni sampai mendapatkan pekerjaan, tingkat keterserapan alumni, kesesuaian pekerjaan alumni dengan bidang keahliannya, dan penilaian stakeholders terhadap kinerja alumni Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang di dunia kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa lulusan telah bekerja dengan tingkat pengangguran yang sangat rendah dan daya serap di dunia kerja sangat tinggi. Lulusan telah bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya yaitu sebagai guru / di bidang pendidikan sebesar 82,57%. Dari penyebaran responden pada profesi guru tersebut menunjukkan sesuai dengan visi IKIP PGRI Semarang yaitu menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang Professional dan Berjati Diri. Tingkat ketersebaran tempat asal responden sebanyak 96,21% berasal dari Jawa Tengah. Selanjutnya, pihak pengguna menyatakan bahwa alumni prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Semarang mempunyai integritas, profesionalisme, Bahasa Inggris, penggunaan teknologi informasi, komunikasi, kerjasama tim dan pengembangan diri masuk dalam kategori sangat baik sebesar 41,2 %, kategori baik sebesar 44,6 %, kategori cukup baik sebesar 12,7 % dan 1,5% kategori kurang baik. Namun demikian, sebanyak 32,2% Stakeholders menyatakan bahwa kemampuan kemampuan Bahasa Inggris masih dinilai dalam kategori cukup. Kata Kunci: Tracer Studi, Alumni, Prodi Pendidikan Matematika. ?é?á
LEVELING OF CRITICAL THINKING ABILITIES OF STUDENTS OF MATHEMATICS EDUCATION IN MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING Rasiman, Rasiman
Journal on Mathematics Education Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.6.1.1941.40-52

Abstract

This research aims to determine the leveling of critical thinking abilities of students of mathematics education in mathematical problem solving. It includes qualitative-explorative study that conducted at University of PGRI Semarang. The generated data in the form of information obtained problem solving question and interview guides. The results are: (1) students who are not critical (LCTA-0) only able to identify the given facts clearly, (2) students are less critical (LCTA-1), students can identify the facts in problems, (3) critical student (LCTA-2), students can identify the fact in problems, revealing the prerequisite knowledge appropriately, solve the problem but still less accurate in every stage, and (4) students are very critical (LCTA-3), students can identify the facts given clearly, mention the concept/ theorem/ prerequisite material. Based on these results, the leveling of students critical thinking abilities can be applied in a lecture at mathematics education.Keywords: leveling, critical thinking, mathematical problem DOI: dx.doi.org/10.22342/jme.61.40
MINAT GURU MENJADI KEPALA SEKOLAH DI KABUPATEN KUDUS Hidayat, Fatah; Nurkolis, Nurkolis; Rasiman, Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i3.1941

Abstract

The purpose of this study is to describe and explain: (1) the teacher’s interest become principals in  Kudus, (2 recruitment system of principals in Kudus; (3) the factors that cause interest and disinterest of teachers to become principals in Kudus; (4) the problems in the recruitment of principal at Kudus, and (5) the best solution in order to have an interest in becoming the principal at Kudus. This research was conducted in the UPT Pendidikan Kaliwungu Kudus with the  respondent principals, teachers, and Kasie PTK Dikpora Kudus. The type and the approach that is used in this study is a qualitative descriptive approach. Data collection methods which is used is interviews and documentation. The analysis of the data used is descriptive analysis.The results of this study indicate that: (1) the majority of primary school teachers in the Kaliwungu Kudus don’t have interest in becoming principals because teachers feel comfortable and satisfied with his position as a teacher. Next, it is because of the burden and the task of the school head is heavier. Salaries and benefits received by teachers is more than enough also be because teachers do not intend to participate in the selection of the school head; (2) principal recruitment system in Kaliwungu Kudus covers the administration and academic selection. The recruitment model that is used is external recruitment. The recruitment procedures begin with data collection and mapping the number of principal empty formations. Then the official quotas applicants and make a selection announcement through a circular letter to all educational units. Applicants are asked to collect file administrative requirements. For those who pass the selection and administration will follow an academic test followed by interview and presentation.; (3) there are no factors that cause the interest of teachers to become principals. While the factors that cause the teachers are not interested in being the principal is the workload is too high when compared with teachers, compensation that is not balanced with the workload and physical readiness, mental and financial; (4) the obstacles in the recruitment principal at Kaliwungu Kudus covers compensation benefits to the principal are not balanced and the requirements of physical readiness, mental and materail; and (5) the best solution so that teachers have an interest in becoming the head of the school is to implement personnel management, especially in the provision of compensation should be reviewed and adjusted to the principal heavy duties. The amount of compensation should be added.
PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG MELALUI STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY ) SEBAGAI UMPAN BALIK PENYEMPURNAAN KURIKULUM TAHUN 2008 Rasiman, Rasiman; Cahyono, Adi Nur; Sulianto, Joko; Nurhadi, Nurhadi
Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, belum ada data yang akurat mengenai lulusan Program Studi Matematika IKIP PGRI Semarang baik yang bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai adaministrasi, dll.) maupun pada sektor informal. Padahal data mengenai profil lulusan suatu program studi sangat diperlukan antara lain untuk mengetahui: seberapa besar tingkat daya serap pasar terhadap lulusan, berapa jumlah pengangguran lulusan, kesesuaian antara subject matter dengan kebutuhan lapangan, perlunya revisi/ pembaharuan kurikulum. Studi pelacakan (tracer study) merupakan studi yang fokus utamanya untuk memperoleh informasi mengenai lulusan yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang jenjang strata satu (S1) dari awal kelulusan yaitu tahun 2000 sampai dengan lulusan tahun 2005 yang berjumlah 800 orang. Dari populasi tersebut dipilih sampel secara acak 140 orang lulusan sebagai responden yang berdomisili di 7 kabupaten, yaitu Grobogan, Demak, Pati, Kudus, Kendal, Pekalongan, dan Batang.Data mengenai lulusan dengan seluruh atribut dan karakteristiknya dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, selain itu dengan menggunakan angket yang telah disusun sedemikian rupa untuk kebutuhan studi ini. Hasil yang diperoleh diantaranya: Seluruh responden bekerja sesuai dengan bidangnya, 100% lulusan telah bekerja dan 73% diantaranya telah mendapatkan pekerjaan tanpa masa tunggu, dan sisanya mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu berkisar antara 1-4 bulan, pendidikan di IKIP PGRI Semarang khususnya Program Studi Pendidikan Matematika telah sesuai dengan dunia kerja responden walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja, dengan memperhatikan kendala yang dihadapi lulusan baik pada waktu mencari kerja maupun pada waktu bekerja, upaya yang dilakukan program studi/institut dituangkan dalam rekomendasi diantaranya: melakukan program reformulasi kurikulum, memberikan informasi bagi mahasiswa dan lulusan.   Kata Kunci: Lulusan, Tracer Study, Penyempurnaan Kurikulum
Pembelajaran E-Learning menggunakan Moodle pada matakuliah Metode Numerik Handayanto, Agung; Rasiman, Rasiman; Supandi, Supandi; Ariyanto, Lilik
JIU Vol 1, No 1 Juni (2015): informatika
Publisher : JIU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan memanfaatkan e-learning menggunakan moodle untuk pembelajaran . Pengembangan dalam penelitian ini adalah desain dan perangkat e-learning. Penelitian ini mendeskripsikan penyusunan desain e-learning dengan tahapan sebagai berikut: (1) tahap pendefinisian dengan mencermati perangkat pembelajaran matematika, (2) tahap pengembangan melalui pengujian validitas perangkat berdasarkan keterangan ahli. Kata Kunci : Moodle, e-learning, pembelajaran matematika.
Implementasi Strategi Regional Chaser Dan Local Champion Plus Global Market Online Pada Industri Spesial ”Green Batik” Dan Interpreneurs Building Di Jawa Tengah Rasiman, Rasiman; Prayito, Muhammad; Tsalatsa, Ahmad Nasir
JIU Vol 2, No 1: JUNI (2016)
Publisher : JIU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Batik has various motives and its manufacture for basic materials. In mathematics kinds of batik motif can be made easily and pull through some mathematical concepts. Batik motifs that evolve at this point is still quite monotonous. In order motif sell high value, it can be modified to become more attractive in accordance with a pattern emerging at this time. The research objective is (1) make creative engineering design green batik motif, (2) maximize marketing with the implementation of regional strategies and local champion chaser plus global online market, and (3) maximizing the potential of local knowledge so as to boost the economy in some areas in Central Java. This research approach, focuses on the empowerment of exploiting Information and Communication Technology in the creation of batik motif design and marketing to penetrate the international market. Research result : (1) batik craftsmen can design green batik motif with lots of patterns and shades, (2) some craftsmen used to market batik online, and (3)increasing the communitys economy “batik” artisans in some areas. Keyword: Regional Chaser, Local Champion, Global Market Online, Green Batik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK RASIMAN, RASIMAN
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah komptensi dalam kurikulum 2013 adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat (Permendikbud, 2013). Dengan demikian, siswa perlu dibekali pula dengan kemampuan-kemampuan tertentu sehingga  mampu mengembangkan dan mengevaluasi argumen dalam suatu pemecahan masalah tertentu. Salah satu kemampuan yang harus dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah kemampuan berpikir kritis. Seorang siswa dikatakan mempunyai  kemampuan berpikir kritis jika mampu menganalisis fakta, menggeneralisasikan dan mengorganisasikan ide, mempertahankan opini, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, menguji argumen, dan menyelesaikan masalah (Chance, 1986). Di samping itu,  kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan cara berpikir yang sistematis, kesadaran dalam berpikir, dan memiliki kemampuan untuk membedakan suatu kebenaran dari kesalahan. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat menunjang siswa dalam belajar matematika yang bersifat abstrak dan keabstrakan matematika ini merupakan salah satu penyebab kesulitan siswa dalam belajar matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para guru matematika tidak menyadari bahwa siswa juga dituntut untuk dapat berpikir kritis, sehingga mempunyai dasar yang kuat untuk mempelajari matematika. Namun  untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran matematika bukan pekerjaan yang mudah. Guru harus berani mengambil sikap dengan menerapkan beberapa model pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sehingga keabstrakan matematika dapat disederhanakan kebentuk yang lebih konkret dan juga berkaitan langsung dengan dunia nyata. Salah satu model pembelajaran yang perlu dikembangkan oleh guru adalah Pendekatan Matematika Realistik. Hal ini sesuai dengan pendapat Soedjana (1986) yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik adalah kerangka konseptual sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analitis, sistematis, dan logis guna menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Kata Kunci : berpikir kritis, matematika realistik