Taufik Ramlan Ramalis
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

ATENUASI NOISE DENGAN MENGGUNAKAN FILTER F-K DAN TRANSFORMASI RADON PADA DATA SEISMIK 2D MULTICHANNEL Wiguna, Elisa Tri; Nainggolan, Tumpal B; Ramalis, Taufik Ramlan
ISSN
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran noise merupakan salah satu permasalahan pada data seismik. Noise yang terekam merupakan multiple yang terjadi di laut, dikarenakan perulangan refleksi gelombang. Gelombang melalui lapisan yang berbeda-beda dan memiliki densitas yang berbeda pula. Selain itu, kehadiran lintasan yang miring pada penampang dapat memicu terjadinya multiple. Sehingga semua refleksi gelombang yang terjadi akan terekam, sedangkan yang dibutuhkan adalah hanya penampang struktur bawah permukaan laut. Hal ini menyebabkan interpretasi terhadap data seismik yang kita miliki menjadi lebih rumit. Oleh karena itu, noise dilemahkan agar sinyal primer yaitu reflektor yang diharapkan dapat lebih jelas terlihat pada rekaman data seismik dan dapat menampilkan struktur penampang bawah permukaan laut dengan baik.Metode filter F-K menghilangkan multiple berdasarkan frekuensi sinyal reflektor dengan frekuensi noise. Dilakukan filter frekuensi yang sesuai dengan reflektor dan multiple menjadi terlemahkan. Karena noise juga memiliki frekuensi tertentu, maka difilter frekuensi noise tersebut. Filter F-K memisahkan frekuensi multiple dan reflektor berdasarkan lapisan penampang yang terekam. Sedangkan metode Transformasi Radon menghilangkan multiple dari sinyal refleksi primer berdasarkan perbedaan moveout antara multiple dan sinyal primer. Transformasi Radon dapat memisahkan sinyal multiple dan sinyal primer, dan analisis permilihan moveout dapat dilakukan. Perbandingan kedua metode tersebut dapat dianalisis dan digunakan untuk interpretasi geologi. Analisis yang didapat pada interpretasi geologi yaitu mendapatkan informasi mengenai struktur geologi.
SISTEM AKUISISI ASTRONOMI DAN PROGRAM MULTIMEDIA DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA Ramalis, Taufik Ramlan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 13, No 1 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v13i1.305

Abstract

Penelaahan secara langsung terhadap fenomena angkasa bumi dan benda langit dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) di Indonesia masih kurang. Fasilitas teleskop Schmidt Cassegrain (f: 2800 mm; D: 280 mm) dimanfaatkan untuk mengembangkan model pembelajaran fenomena angkasa bumi dan benda langit. Teleskop ini mempunyai batas ambang pengamatan skala terang hingga magnitudo 14,5. Teleskop Schmidt Cassegrain ini dilengkapi dengan unit prosesor Sky Sensor. Prosesor ini dapat mengarahkan teleskop ke obyek langit secara akurat, tetapi proses mencari fokus masih dilakukan secara manual. Melalui data based Sky Sensor dapat dipilih benda langit, bintang standar, Nebula, Planet dan Bulan, Galaksi, Komet, dan satelit buatan.Telah dibuat perangkat sistem jaringan akuisisi astronomi yang menyambungkan komputer di laboratorium IPBA (lantai dua) dengan teleskop Schmidt-Cassegrain yang beroperasi pada observing deck di menara (lantai delapan). Perangkat tersebut dirancang sehingga dapat menggerakkan teleskop pada obyek yang dipilih, dan juga dapat melakukan proses focussing secara otomatis. Selanjutnya citra obyek langit tersebut dapat ditayangkan pada layar, sehingga dapat dilihat oleh seluruh peserta didik dengan mudah. Perangkat seperti ini akan menjadikan sebuah model pembelajaran IPBA dengan suasana yang dapat membawa peserta didik berpikir aktif dalam memahami proses fisis fenomena angkasa bumi dan benda langit secara langsung. Perangkat sistem jaringan akuisisi ini telah melengkapi laboratorium IPBA Fisika UPI dengan sebuah observatorium pendidikan publik, yang akan menambah kazanah dan infrastruktur ilmu pengetahuan bumi dan antariksa di Indonesia.Paket pembelajaran IPBA dengan menggunakan citra benda langit melalui sistem akuisisi dan  program komputer multimedia ini, dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Selain itu, sistem jaringan akuisisi yang menghubungkan teleskop di menara lantai delapan dan komputer di laboratorium IPBA lantai dua, dapat dijadikan sarana untuk pendidikan masyarakat dan astronom amatir dengan cara menjalin kerja sama pengamatan, sehingga diharapkan dalam jangka panjang dapat memberi kontribusi dalam proses budaya ilmiah bangsa Indonesia.Kata kunci: akuisisi, observing deck, keterampilan berpikir.
ANALISIS PETA KOMPETENSI HASIL UJIAN NASIONAL SMA DI JAWA BARAT (Survey di Kota Bandung dan Kota Cimahi) Kaniawati, Ida; Ramalis, Taufik Ramlan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.242

Abstract

Penelitian untuk memetakan kompetensi siswa SMA hasil belajar berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN) dilakukan untuk menganalisis pencapaian kompetensi dasar dalam Standar Kompetensi Lulusan (CSG). Sampel ditentukan oleh teknik proporsional stratified random sampling (pengambilan sampel dilakukan bertingkat dengan mempertimbangkan proporsi karakteristik penduduk dan acak). Data dianalisis secara kualitatif. The Resultof studyshowed: (1) sesuai dengan sekolah-sekolah sampel, sekolah profil peserta didik tinggi kompetensi dalam mata pelajaran yang diujikan di kota Bandung dan Kota Cimahi bervariasi mengenai kedua proses kognitif dan dari bahan dasar, (2) jumlah CSG rata-rata bermasalah pada 9 subjek PBB antara 10-25 CSG. Indonesia languge 10 CSG, Matematika 15 CSG, Fisika 15 CSG, Kimia 18 CSG, Biologi 15 CSG, ekonomi dan geografi 13 CSG CSG 11. Dengan materi pelajaran bermasalah bervariasi antara Subjek PBB, juga sesuai proses kognitif.  Kata kunci: ujian nasional, standar kompetensi lulusan, profil kompetensi pelajar sekolah menengah
IMPLEMENTASI PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SAINS FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIP DI SEKOLAH DASAR Suyana, Iyon; Ramalis, Taufik Ramlan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2005): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i2.348

Abstract

Guru-guru IPA SD di Kecamatan Menes belum pernah melaksanakan PBK atau penilaian berbasis kelas dalam pembelajaran karena merasa kesulitan dalam melaksanakannya, belum mengetahui manfaatnya dan menghawatirkan akan menurunkan prestasi ranah kognitif siswa. Melalui pembelajaran Kooperatip Numbered Head Together (NHT) dicobakan pembelajaran dengan melakukan asesmen kinerja di Kelas VI 4 pada SD di Kecamatan Menes dengan topik Listrik untuk mendapatkan bagaimana prestasi siswa setelah pembelajaran dan respon guru terhadap pelaksanaan asesmen kinerja dalam suatu pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan asesmen kinerja mampu mengungkapkan kinerja siswa untuk aspek-aspek; Pengetahuan dasar nama dan fungsi komponen, ketrampilan dasar rangkaian, ketrampilan merangkai alat, kemampuan melakukan percobaan, kemampuan mendiagnosis dan menganalisis rangkaian, ketrampilan sosial dan kemampuan mengaplikasikan konsep dan ketrampilan percobaan dalam situasi baru. Disamping itu pelaksanaan PBK dalam pembelajaran tidak menurunkan prestasi ranah kognitif siswa. Respon guru positip terhadap pelaksanaan PBK.Kata Kunci : Penilaian berbasis kelas, asesmen kinerja, prestasi belajar
PENCITRAAN BAWAH PERMUKAAN DASAR LAUT PERAIRAN SERAM DENGAN PENAMPANG SEISMIK 2D DAN BATIMETRI Zuhrial, Rizky Ihsan; Bernhard, Tumpal; Ramalis, Taufik Ramlan
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia geofisika selalu dibutuhkan pencitraan yang dapat menggambarkan suatu objek daerah dengan ketelitian. Adanya beberapa macam jenis pencitraan membuat saintis lebih mudah untuk melihat secara langsung kondisi kekinian dari alam bawah bumi. Salah satunya adalah dasar bawah laut. Dalam periode teknologi modern ini, seismik adalah salah satu metode yang sangat tepat dalam mendefinisikan kebutuhan ilmuwan pada akuisisi di laut. Akuisisi data seismik dengan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan mampu untuk menampilkan sebaik mungkin hasil dari  metode seismik. Sebenarnya dengan kecanggihan teknologi dan penerapannya di era modern ini, para peneliti bisa mendapatkan pencitraan penampang bawah laut dengan cepat. Hasil dari pencitraan yang sering digunakan secara cepat adalah batimetri. Tak dipungkiri bahwa hasil dari metode seismik dan batimetri memiliki ciri khasnya masing-masing. Dalam keberlanjutannya interpretasi terhadap data seismik yang kita miliki dan batimetri yang di input menjadi lebih berbeda.Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman bahwa tiap-tiap pencitraan dasar bawah laut mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Tentunya terlihat pada celah warna dan struktur bawah permukaan laut yang. Perbandingan hasil dari metode seismik dan batimetri tersebut dianalisis sehingga menjadi  bahan interpretasi geologi wilayah Indonesia bagian timur. Analisis yang dihasilkan pada penelitian ini mampu membedakan metode seismik dan batimetri dari sisi pencitraan dan interpretasi geologi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai struktur geologi dalam bentuk lapisan sedimen dan diduga terdapat sumber daya alam sebagai potensi kekayaan daerah perairan Seram, Papua Barat.
ANALISIS KEJADIAN HUJAN ES DI WILAYAH BANDUNG BERDASARKAN KONDISI ATMOSFER DAN CITRA SATELIT ANALYSIS OF HAILSTONE AT TERRITORIAL BANDUNG BASES ATMOSPHERIC CONDITION AND SATELLITE IMAGE Hidayati, Rahmah; Ramalis, Taufik Ramlan; Mujtahiddin, Muhammad Iid
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena hail atau hujan es merupakan fenomena ekstrem yang jarang terjadi di Indonesia disebabkan wilayah Indonesia memiliki freezing level yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Bentuknya yang berupa butiran es menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, yang kadang menyambut dengan antusias, padahal jika hujan es terjadi dalam jumlah yang cukup besar dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Proses terjadinya hujan es memiliki kaitan yang erat dengan perubahan lingkungan seperti perubahan suhu, kelembaban dan tekanan udara yang dapat menjadi patokan dalam melihat tanda-tanda terjadinya hujan es. Untuk dapat menganalisis terjadinya hujan es di wilayah Bandung, digunakan teknik analisa kondisi cuaca permukaan dan data citra satelit. Teknik analisis kondisi cuaca permukaan dapat menunjukkan tanda-tanda sebelum, saat dan sesudah terjadi hujan es dengan merajah grafik menggunakan unsur cuaca terkait. Dari teknik tersebut dapat dilihat perilaku menyimpang dari hujan es. Sedangkan pengamatan melalui citra satelit digunakan agar dapat mengetahui gambaran citra awan yang menunjukkan munculnya awan Cumulunimbus (Cb) yang dapat mengakibatkan hujan lebat hingga hujan es. Dari teknik ini juga dapat diketahui suhu puncak awan, dimana terjadi penurunan yang signifikan jika awan Cb terbentuk. Hasil dari analisis teknik kondisi cuaca permukaan didapat tanda-tanda indikasi hujan es dilihat dari grafik yang dirajah, seperti suhu udara dan kelembaban relatif yang menunjukkan kenaikan signifikan dan tekanan udara yang menunjukkan pola berulang dengan puncak pertama lebih rendah dibanding puncak kedua. Sedangkan citra satelit, didapat gambaran pertumbuhan awan Cb dan kenaikan suhu puncak awan.
PEMBELAJARAN TERPADU TEMA GUNUNG MELETUS BERORIENTASI PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENURUT A NEWTAXONOMY FOR SCIENCE EDUCATION Zulaiha, Fanni; Liliawati, Winny; Ramalis, Taufik Ramlan
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 1, No 1 (2014): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of science teaching in a junior high school in Bandung was not held integratedly. Therefore, this research implemented an integrated learning at volcano theme that aimed to get an overview of the improvement of learning outcomes. The research used quasi experimental method with one group pretest-posttest design. The sample was one of the class VIII student numbers by 31 people. The results showed that the implementation of integrated learning at volcano theme can improve student achievement based on a new taxonomy for science education. For further research, it is recommended to provide sufficient time for students to improve their creativity.
KARAKTERISTIK TES PENALARAN ILMIAH SISWA SMA MATERI MEKANIKA BERDASARKAN ANALISIS TES TEORI RESPON BUTIR Alifa, Tasya Fitria; Ramalis, Taufik Ramlan; Purwana, Unang
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 5, No 1 (2018): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan berupa wawancara beberapa guru fisika di sekolah menengah atas di kabupaten Pandeglang menunjukkan bahwa meskipun pendidik yang dalam hal ini adalah guru sadar betul akan pentingnya mengetahui karakteristik  tes sebelum diberikan kepada siswa, namun hanya beberapa guru yang melakukan analisis tes. Meskipun dilakukan analisis, alat analisis tes yang digunakan adalah analisis klasik. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik tes penalaran ilmiah berdasarkan analisis tes teori respon butir. Tes penalaran ilmiah yang akan dicari karakteristiknya merupakan tes penalaran ilmiah yang dikembangkan oleh peneliti. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode campuran Cresswell. Data kualitatif diperoleh berdasarkan hasil judgement ahli dan data kuantitatif diperoleh dari hasil uji lapangan. Penelitian ini dilakukan dengan subjek penelitian yaitu siswa yang diambil secara acak dari 4 sekolah menengah atas di kabupaten Pandeglang dengan kriteria subjek penelitian yaitu siswa SMA yang sudah mempelajari materi mekanika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tes keterampilan penalaran ilmiah yang dikembangkan peneliti memiliki daya pembeda (a) dalam kategori baik dan memiliki tingat kesukaran tes (b) dalam kategori sedang, serta memiliki faktor tebakan semu (c) yaitu dalam kategori baik. Tes penalaran ilmiah ini memiliki fungsi informasi sebesar 9,16 dengan SEM 0,33. Maka dapat disimpulkankan bahwa tes penalaran ilmiah ini cocok diberikan kepada  siswa dengan kemampuan tinggi dan tes penalaran ilmiah ini akan reliabel jika diberikan kepada siswa dengan kemampuan sedang sampai sangat tinggi.
ANALISIS PSIKOMETRI INSTRUMEN FORCE CONCEPT INVENTORY (FCI) UNTUK MENILAI KEMAJUAN BELAJAR GAYA DAN GERAK (KBGG) Amin, Amin; Ramalis, Taufik Ramlan; Efendi, Ridwan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4849

Abstract

Learning Progression atau kemajuan belajar merupakan alat yang penting dalam pendidikan sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik instrumen Force ConceptInventory(FCI) yang digunakan untuk menilai Kemajuan Belajar Gaya dan Gerak (KBGG). Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA di kota Cimahi dengan melibatkan 41 siswa yang terdiri dari kelas 10 sampai kelas 12. Butir soal FCI diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan konten dalam kurikulum sehingga terpilih 15 soal. Setiap pilihan dalam butir soal yang terpilih kemudian di skor sesuai tingkatan kemajuan belajar dan hasilnya dianalisis menggunakan model kredit parsial. Hasil yang diperoleh yaitu 13 dari 15 butir soal yang diujikan memiliki nilai statistik yang diterima.Adapun karakteristik instrumen yang diperoleh yaitu reliabilitas person(0,71), reliabilitas butir (0,92), butir separation (3.49) dan alphacronbach (0,56). Jadi, butir soal sesuai dengan kriteria pengukuran yang diharapkan dan dapat digunakan untuk menilai kemajuan belajar
Karakteristik Tes Hasil Belajar Ranah Kognitif Materi Elastisitas Menggunakan Analisis Item Response Theory Hakim, Muhammad Lukman; Muslim, Muslim; Ramalis, Taufik Ramlan
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v10i1.3318

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini secara umum yaitu mengetahui karakteristik tes hasil belajar ranah kognitif materi elastisitas. Penelitian deskriptif dengan desain one-shot design digunakan di dua sekolah menengah atas di Bandung. Partisipan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga 116 siswa yang telah mempelajari materi elastisitas dipilih sebagai partisipan dalam penelitian. Partisipan diberi tes hasil belajar ranah kognitif materi elastisitas yang berjumlah 25 butir soal berbentuk pilihan ganda yang telah divalidasi oleh ahli. Tes tersebut dibuat berdasarkan Taksonomi Bloom revisi dengan proses kognitif yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Jawaban siswa kemudian dianalisis menggunakan item response theory. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa validitas tes yang diukur menggunakan indeks Aiken V secara keseluruhan memiliki kategori tinggi, baik secara materi, kontruksi maupun bahasa. Hasil analisis menggunakan item response theory menunjukkan bahwa tes reliabel jika diberikan pada siswa dengan rentang kemampuan sedang sampai kemampuan tinggi. Secara keseluruhan, tes berkategori baik karena memiliki nilai daya pembeda berada pada rentang 0 sampai 2, nilai tingkat kesukaran berada pada rentang -2 sampai 2, dan faktor tebakan semu tidak melebihi nilai 1/k yaitu 0,2.Kata-kata kunci: Tes Hasil Belajar Ranah Kognitif, Item Response Theory, Elastisitas.