Nur Aini Rakhmawati
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

SOFTWARE OPEN SOURCE, SOFTWARE GRATIS? Rakhmawati, Nur Aini
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 1 Januari 2006
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berlakunya Undang – undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), memunculkan suatu alternatif baru untuk menggunakan software open source. Penggunaan software open source menyebar seiring dengan isu global pada Information Communication Technology (ICT) saat ini. Beberapa organisasi dan perusahaan mulai menjadikan software open source sebagai pertimbangan. Banyak konsep mengenai software open source ini. Mulai dari software yang gratis sampai software tidak berlisensi. Tidak sepenuhnya isu software open source benar, untuk itu perlu dikenalkan konsep software open source mulai dari sejarah, lisensi dan bagaimana cara memilih lisensi, serta pertimbangan dalam memilih software open source yang ada. Kata kunci :Lisensi, Open Source, HAKI
PERANGKAT LUNAK SEMI HOT STANDBY ROUTER PROTOCOL PADA PC ROUTER BERBASIS LINUX Rakhmawati, Nur Aini; Samopa, Febriliyan; Ijtihadie, Royyana Muslim
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 1 Januari 2005
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Router memegang peranan penting dalam sebuah jaringan. Jika router mengalami suatu masalah dapat berakibat terhambatnya lalu lintas data dalam suatu jaringan. Untuk mengatasi masalah sebuah router, Cisco mengembangkan suatu sistem Hot Standby Router Protocol (HSRP). Namun HSRP ini belum dimiliki oleh router komputer. Padahal harga komputer lebih murah daripada router hardware. Semi HSRP merupakan suatu metode yang diimplementasikan pada router komputer dengan keterbatasan yang dimiliki oleh sebuah komputer dimana sebuahrouter komputer tidak dapat mengirimkan pesan resign yang mengijikan router lain untuk menggantikannyaketika router komputer ini mengalami kegagalan. Dalam semi HSRP dibentuk suatu kelompok router yang memiliki subnet yang sama pada masing-masing interfacenya.Pada masing-masing router dijalankan aplikasi yang berfungsi untuk mengatur jalannya mekanisme HSRP. Aplikasi ini memungkinkan router-router tersebut dapat berhubungan untuk mengetahui apakah ada masalah yang terjadi pada router utama yang berfungsi untuk meneruskan data klien dengan menggunakan alamat virtual IP dan MAC. Dalam berhubungan router-router tersebut menggunakan komunikasi broadcast. Ketika router utama mengalami kegagalan maka akan terjadi pemilihan router berdasarkan prioritas yang dimiliki oleh masing-masing router. Router dengan prioritas tertinggi akan menjadi router utama baru. Router yang terpilih tersebut melakukan penambahan IP yang digunakan sebagai virtual IP yang dikenali klien dan mengubah alamat MAC yang sama dengan router utama sebelumnya. HSRP pada router hardware dapat diimplementasikan dengan semi HRSP pada routerkomputer.  Sebagaimana halnya HSRP Cisco perpindahan router dapat dilakukan secara otomatis dengan perpindahan alamat IP dan MAC. Perpindahan router ini tidak dipengaruhi besarnya lalu lintas jaringan dan jumlah router yang terdapat dalam satu kelompok . Kata kunci: Router, HSRP, MAC, IP
Pengaruh dan Pola Aktivitas Penggunaan Internet serta Media Sosial pada Siswa SMPN 52 Surabaya Sherlyanita, Astrid Kurnia; Rakhmawati, Nur Aini
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol 2, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.116 KB)

Abstract

Abstrak— Perkembangan fungsi dari internet membuat internet dapat diakses bagi semua kalangan. Akhir-akhir ini, beberapa penelitian membuktikan bahwa sebagian besar pengguna internet adalah kalangan remaja. Berkembangnya media sosial secara mendunia secara tidak langsung memiliki pengaruh besar terhadap penggunaan internet bagi remaja. Fokus pada paper ini adalah penelitian seberapa besar pengaruh penggunaan internet dan media sosial bagi remaja ditinjau dari beberapa aspek serta pola aktivitas penggunaan sosial media pada remaja. Penelitian dilakukan terhadap 44  siswa dan 2 (dua) guru SMPN 52 Surabaya. Hasil survey kemudian dianalisis apakah para siswa memiliki pengetahuan yang cukup terhadap hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak berkaitan dengan keamanan dalam penggunaan media sosial. Didapatkan hasil bahwa siswa SMPN 52 Surabaya secara umum sudah dapat menentukan penggunaan internet secara baik, baik untuk sarana pembelajaran maupun fungsi hiburan seperti media sosial, di mana waktu interaksi siswa pada interaksi langsung di kehidupan sehari-hari dan waktu interaksi pada media sosial sudah seimbang dan sesuai dengan porsinya. Serta dapat diketahui bahwa para siswa SMPN 52 Surabaya sudah dapat mengetahui hal-hal dasar yang perlu diterapkan keamanan, seperti pembatasan privasi dan sharing  hanya untuk orang yang dikenal.Kata Kunci— Internet, Media Sosial, RemajaAbstract—Nowdays, internet is accessable for everyone. Previous studies prove that the majority of internet users are teenagers. Development of worldwide social media indirectly have a major influence on the use of the internet for teen. The focus of this paper is to investigate the impact of the Internet and social media for teens. We evaluated from several aspects as well as social media usage patterns of activity in adolescents. The study was conducted on 44 students and two teachers at SMPN 52 Surabaya. The results then analyzed whether the students have sufficient knowledge of the things that should be done and not related to safety in the use of social media. The results showed that the most of students at SMPN 52 Surabaya generally been able to determine the use of the Internet, both for the means of learning and entertainment functions such as social media, where the interaction time students on direct interaction in daily life and time interaction on social media is already balanced and accordance with the portions. As well as it can be seen that the students of SMPN 52 Surabaya already be aware of the basic things that need to be applied to security, such as restrictions on privacy and sharing only to people you know. Keywords— Internet, Social Media, Teen
Rancang Bangun Perangkat Lunak Benchmarking Sosial Media Pemerintah Daerah Indonesia Abadi, Abi Nubli; Rakhmawati, Nur Aini
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.528 KB)

Abstract

Pemerintahan elektronik atau E-Government diyakini memberikan keuntungan yang luas apabila berjalan dengan baik. Media sosial dipilih pemerintah sebagai jembatan komunikasi tersebut sebab kondisi masyarakat Indonesia saat ini sudah tidak asing lagi dengan media sosial. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 2012 yaitu mengeluarkan Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah. Dalam perkembangannya masyarakat dan pemerintah juga perlu melihat apakah sosial media pemerintah daerah tersebut sudah memenuhi ekspektasi atau belum sehingga perlu dilakukan benchmarking terhadap seluruh sosial media pemerintah yang ada di Indonesia. Benchmarking dapat dilakukan dengan mengakuisisi data melalui crawling kemudian data akan disimpan dalam database, dikalkulasi dan ditampilkan melalui visualisasi grafik. Hasil dari penelitian ini aplikasi dapat melakukan pemeringkatan sosial media pemda dalam bentuk grafik dan dalam proses crawling ketepatan yang dihasilkan aplikasi adalah 100%, jumlah pemda yang memiliki nilai diatas 50 adalah 8 pemda, 7 dari angka tersebut adalah pemda yang berada di Jawa, dan tipe-tipe pemda terdiri dari 2 Kabupaten, 2 Provinsi dan 4 Kota.
KATEGORISASI JENIS INTERAKSI ANTARA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DAN POPULARITAS MEDIA SOSIAL PEMERINTAH DAERAH Izzati, Afifah Nurul; Pratama, Azmi; Aristamy, I Gusti Ayu Agung Mas; Najwa, Nina Fadilah; Rakhmawati, Nur Aini
Jurnal Sistem Informasi Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.017 KB)

Abstract

Keberhasilan kebijakan dan program yang di usulkan oleh pemerintah bergantung pada faktor komunikasi yang efektif. Aplikasi media sosial merupakan salah satu alternatif media komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Media sosial dapat menyediakan interaksi dua arah antara masyarakat dan pemerintah. Pemerintah saat ini mempunyai misi dalam penggunaan media sosial, yaitu melakukan interaksi one way push, two way pull dan Network co-design of service. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis interaksi tersebut dan menentukkan popularitas dari media sosial pemerintah, dalam hal ini berupa fanpage facebook pemerintah daerah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat popularitas dari fanpage facebook pemerintah daerah tergolong rendah, yaitu sebanyak 79% tergolong tidak populer. Hal ini juga berkaitan dengan jenis interaksi yang terjadi, dibuktikan dengan masih rendahnya partisipasi dan kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah.
Penentuan Prioritas Pengambilan Pesanan Barang Oleh Angkutan Kota dengan Metode Rule-Based System Rakhmawati, Nur Aini; Budi, Aditya Septa; Altetiko, Faizal Johan; Ramadhani, Fajar; Wardati, Nanda Kurnia; Hindrayani, Kartika Maulida
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.764 KB)

Abstract

Angkotin is a system that provides an alternative for urban transport to not only be used for passenger transportation, but also as freight service. Therefore, it needs a decision support system for taking order to delivery to the destination according to each criterion from urban transportation. The method used to develop this decision support system is a rule-based system. The result of this research is a decision support system that can help public transportation to find orders that can be taken based on four factors, such as distance, direction, route code, and status of storage capacity. Based on these four factors, the system can provide an order recommendation under the appropriate conditions through the Angkotin application. Based on our experiment, our system performs on 7 seven cases as expected.   
Pengelompokan Komentar Netizen pada Media Sosial Pemerintah Daerah Berdasarkan Frekuensi Kata Kunci Rakhmawati, Nur Aini; Pratomo, Nody Risky
Khazanah Informatika Vol. 4 No. 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.51 KB)

Abstract

Menurut survei internetworldstats yang dirilis pada Januari 2018, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 132,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 40% di antaranya merupakan pengguna aktif media sosial. Hal ini mengakibatkan peningkatan penerapan konsep e-government pada pemerintah dengan media sosial. Melalui media sosial, masyarakat dapat melakukan interaksi kepada akun media sosial pemerintah kota dalam memberikan informasi atau kritik dan saran terkait kotanya. Menindaklanjuti fenomena tersebut, diperlukan aplikasi untuk melakukan pengelompokan komentar masyarakat di media sosial berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Proses kategorisasi dilakukan dengan melihat kesesuaian kata kunci SKPD dengan komentar pada media sosial Facebook, Twitter, dan Youtube akun resmi pemerintah kota dan influencer. Selain itu, aplikasi ini dapat memberikan rekomendasi kata kunci berdasarkan komentar yang masuk. Proses rekomendasi dilakukan dengan cara mengambil kata kunci yang memiliki frekuensi terendah.Dalam melakukan pengujian, digunakan data pada pemerintah kota Depok sebagai contoh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 4.325 komentar yang telah dilakukan preprocessing, 10,35% komentar berhasil dikategorikan sesuai SKPD. Pengujian rekomendasi kata turut dilakukan dengan mengambil dinas dalam pemerintahan kota yang sama. Dari 19 dinas, terdapat 3 dinas yang mendapatkan rekomendasi kata. Dari 3 dinas, 1 dinas memiliki kata kunci yang relevan dan 2 sisanya tidak relevan dengan SKPD. Hal ini disebabkan tidak tepatnya kata kunci SKPD untuk melakukan kategorisasi serta jumlah komentar terkategorisasi yang masih sedikit.
Dataset Characteristics Identification for Federated SPARQL Query Rakhmawati, Nur Aini; Fadzilah, Lutfi Nur
Scientific Journal of Informatics Vol 6, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, the amount of data published in the RDF format is increasing. Federated SPARQL query engines that can query from multiple distributed SPARQL endpoints have been developed recently. A federated query engine usually has different performance compared to the others. One of the factors that affect the performance of the query engine is the characteristic of the accessed RDF dataset, such as the number of triples, the number of classes, the number of properties, the number of subjects, the number of entities, the number of objects, and the spreading factor of a dataset. The aim of this work is to identify the characteristic of RDF dataset and create a query set for evaluating a federated engine.  The study was conducted by identifying 16 datasets that used by ten research papers in Linked Data area.
Etika IT Dan Hukum Terhadap Tindakan Kejahatan Cybersquatting Pada Domain Merek Terkenal Aprilia, Dewi; Alfarizi, Septian I; Maulidani, Muhammad Wildan; Ramadhansyah, Arrindika Pradana; Yusri, Muhammad Daffa Rinaldy; Rakhmawati, Nur Aini
Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): JURNAL SITECH VOLUME 1 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.393 KB)

Abstract

Kondisi dunia bisnis saat ini sedang dalam perkembangan yang sangat pesat di dunia ini. Berbagai macam bisnis baik di bidang barang atau jasa sangat sekali diminati karena memiliki peluang yang cukup baik. Namun, kondisi seperti ini pastinya menimbulkan berbagai macam persaingan, salah satunya melalui internet karena kegiatan pasarnya yang tidak mengenal waktu. Banyak sekali timbul penyalahgunaan di internet salah satunya penyalahgunaan domain atau yang biasa disebut cybersquatting. Cybersquatting adalah salah satu bentuk pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pelanggaran ini sangatlah dilarang di Indonesia. Kegiatan ini biasanya meminta harga yang jauh lebih besar terhadap domain yang dimilikinya untuk dijual kepada perusahaan yang memilik merek dari domain tersebut. Hal ini dilakukan karena proses perolehan nama domain menggunakan first-come first-serve yang berarti orang yang mendaftarkan nama domain tersebut pertama kali merupakan orang yang akan dilayani atau akan mendapatkan domain tersebut. Pelanggaran ini akan berurusan dengan Undang-Undang Negara Republik Indonesia. Terdapat Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek. Namun hanya Undang-Undang no. 15 Tahun 2001 yang memberikan sanksi secara jelas, hal ini yang mengakibatkan masih banyaknya terjadi cybersquatting di Indonesia.
Perkembangan Organisasi Keprofesian TI Di Indonesia Oktaviani, Dea Ayu; Pradani, Humaira Nur; Watef, Lulu`ul; Revandhika, Naufal Ihza; Witjaksono, Muhammad Kemal; Rakhmawati, Nur Aini
Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): JURNAL SITECH VOLUME 1 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.74 KB)

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi menjalar sangat cepat dan semakin mudah di jangkau. Penggunaan TI sekarang sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan di setiap lembaga yang ada di Indonesia. Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadikan sharing informasi dapat dilakukan semudah mengetikkan kata dan menekan tombol di smartphone. Informasi yang semakin mudah ini menjadikan banyaknya sekumpulan orang yang tertarik dengan dunia TI dan membentuk berbagai perkumpulan TI salah satunya adalah asosiasi TI. Pada penelitian ini sampel dari asosiasi-asosiasi profesi TI di Indonesia dibandingkan berdasarkan waktu berdirinya, bidangnya, dan tujuannya dibuatnya asosiasi tersebut. Informasi tentang asosiasi-asosiasi profesi TI di Indonesia diperoleh melalui pengumpulan data dari website asosiasi terkait. Topik ini menjadi menarik untuk diketahui sebagai sebuah indikator bagaimana tren TI berkembang dilihat dari berbagai dimensi yang tersedia pada sebuah asosiasi. Analisis dilakukan untuk mengetahui perkembangan TI di Indonesia. Analisis dilakukan setelah pengumpulan data, reduksi data yang ada, kemudian mulai menganalisis dan menyajikan data- data yang penting, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pembentukan asosiasi TI sangat erat kaitannya dengan tren IT yang sedang terjadi di Indonesia. Tujuan masing-masing asosiasi yang dibentuk juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, meskipun begitu kita dapat menarik satu benang merah diantara keberagaman tujuan asosiasi-asosiasi TI tersebut, yaitu mengembangkan lingkungan TI di Indonesia.