Ellya Rakhmawati
IKIP PGRI SEMARANG

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA STIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan fisik yang sering dilakukan oleh anak prasekolah seperti: berguling, melompar, meluncur, berputar, berjalan dan berlari dipercaya dapat menjadi sarana dalam merangsang sistem kepekaan dan sensori bagi anak usia dini. Kegiatan tersebut melibatkan emosi dan fisik setiap individu. Setiap kegiatan yang dilakukan mengandung nilai yang penting bagi aspek perkembangan dasar  anak. Nilai-nilaiyang terkandung dalam setiap permainan dapat menjadi sarana dalam pemecahan masalah yg dihadapi. Penelitian tentang “Permainan tradisional sebagai media stimulasi aspek perkembangan  anak usia dini” ini bertujuan untuk : (1) Mencari, merekonstruksi, dan mengklasifikasi permainan tradisional yang ada di Jawa Tengah sesuai dengan nilai budaya masyarakat. (2) Menganalisis permainan tradisional sebagai sarana stimulan empat aspek perkembangan anak usia dini yaitu aspek fisik motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu : Tahap I : Tahap pendahuluan/ awal dilakukan dengan observasi lapangan; Tahap II : Pengembangan awal, rancangan untuk mengidentifikasi permainan tradisional yang dilakukan di TK Tunas Rimba I Semarang;  Tahap III : Melakukan wawancara, pengisian kuisioner / angket tentang permainan tradisional; dan Tahap IV       : menganalisis manfaat permainan tradisional sebagai stimulan aspek perkembangan anak. Kesimpulan yang ditemukan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat lima jenis permainan tradisional yang dilaksanakan di TK Tunas Rimba I Semarang. Jenis permainan tradisional tersebut merupakan sarana dalam mengembangkan aspek perkembangan dasar anak, seperti: pisik-mitorik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa. Terlebih lagi, anak usia dini dapat mengenal nilai-nilai budaya lokal yang terdapat dalam setiap jenis permainan. Hal ini sesuai dengan semboyan pembelajaran pada anak usia dini “Belajar seraya Bermain” stimulasi aspek perkembangan anak berasal dari permainan khususnya permainan tradisional budaya leluhur.   Kata kunci: permainan tradisional, media stimulasi, aspek perkembangan

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS VIII SMP H ISRIATI SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program anti-bullying yang diterapkan di sekolah ini menjadi bagian dari program student support service. Langkah yang harus ditempuh siswa jika mengalami bullying sudah ditulis dalam buku diary siswa. Inti dari program ini ialah menyiapkan siswa agar bisa menangani sendiri bila sampai terjadi bullying pada dirinya. Beragam upaya dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku bullying, diantaranya dengan mengoptimalkan layanan bimbingan konseling, khususnya layanan bimbingan kelompok. Hal ini dimaksudkan melalui bimbingan kelompok maka siswa akan merasakan dirinya menjadi bagian dalam kelompok sehingga diperlukan kerjasama dalam menyelesaikan sesuatu.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas VIII SMP SMP H Isriati Semarang tahun pelajaran 2009/2010 berjumlah 117 siswa sdan sampel penelitian sejumlah 52 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel purposive. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan desain one group pre test dan post test. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis. Hasil dari skala psikologis telah di uji validitas dengan menggunakan rumus Product Moment dan menguji reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test.Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku bullying siswa kelas VIII SMP SMP H Isriati Semarang tahun pelajaran 2009/2010. Hal tersebut dapat diketahui dari perolehan thitung > ttabel (6,194 > 2,021) dan menurunya rata-rata perilaku bullying, sebelum treatment 97,81 menjadi 79,29 sesudah treatment. Hal tersebut berarti semakin guru mampu melaksanakanJurnal Penelitian PAUDIA, Volume 2 No. 1 Mei 2013143kegiatan layanan bimbingan secara kelompok dengan baik maka perilaku bullying siswa akan semakin menurun.Kata Kunci: Bullying, Layanan Bimbingan Kelompok, Sekolah Dan Keluarga

UPAYA MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINANAN JARING LABA-LABA PADA KELOMPOK B TK PAMARDI SIWI BATANG TAHUN AJARAN 2015/2016.

PAUDIA Vol 4, No 1 Oktober (2015): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah apakah permainan jaring laba-laba dapat meningkatkan motorik kasar anak ? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motorik kasar anak melalui permainan jaring laba-laba di TK Pamardi Siwi Batang. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak TK Pamardi Siwi Batang usia 5-6 tahun dengan jumlah 20 orang teknik pengumpulan data berupa observasi mengenai motorik kasar anak, dan wawancara terhadap guru kelas anak. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui motorik kasar anak.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dalam keseluruhan pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dapat dibuktikan bahwa permainan jaring laba-laba dapat meningkatkan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun TK Pamardi Siwi Batang tahun ajaran 2015/2016. Hal tersebut diperoleh dari peningkatan pada kondisi awal presentase hasil belajar sebesar 45% kemudian pada siklus I presentase hasil belajar sebesar 80% dan siklus II presentasi hasil belajar 85%. Saran yang hendak peneliti sampaikan, sebaiknya pendidikan dapat menggunakan permainan jaring laba-laba untuk meningkatkan motorik kasar anak. Sehingga target pembelajaran tercapai.

PENGARUH METODE BERMAIN KREATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK SEKOLAH DASAR

MALIH PEDDAS Vol 2, No 2/ Desember (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam kehidupan dan upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia yang potensial melalui kegiatan belajar. Salah satu wadah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan yang dikelola dengan baik. Meneruskan pengunduran diri bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di semua tingkat pendidikan sembilan tahun pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Banyak siswa yang menganggap bahwa pelajaran dalam bentuk angka atau angka yang sangat sulit untuk belajar, terutama dalam matematika. Matematika adalah sarana berpikir ilmiah yang diperlukan untuk menambah kemampuan berpikir logis, sistematis dan dalam diri-kritis peserta didik. Matematika juga merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan bagi siswa.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui "Apakah ada metode untuk memainkan pengaruh kreatif untuk prestasi matematika meningkatnya anak-anak belajar?". Manfaat dari penelitian ini adalah: (1). Dalam Teoritis (dapat diterapkan di bidang pendidikan adalah untuk menambahkan metode referensi pembelajaran yang dapat meningkatkan pembelajaran matematika prestasi yang telah dianggap sulit, yaitu metode bermain kreatif, dan (2). Dalam Praktis (Untuk meningkatkan motivasi anak-anak untuk belajar matematika sehingga matematika tidak dianggap membosankan dan sulit dan membuktikan bahwa matematika dapat dipelajari dalam) menyenangkan dan mudah. Kriteria pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut: (a). Siswa yang memiliki tingkat kecerdasan 100-110 berdasarkan CFIT, dan (b). Murid kelas 3 terdiri dari pria dan wanita. Mencatat hasil dalam penelitian ini adalah "Ada pengaruh metode bermain kreatif untuk anak-anak untuk belajar matematika prestasi kelas III A SD Isriati Semarang”. Hasil menunjukkan korelasi yang sangat signifikan (= 2,819), yang berarti bahwa metode matematika bermain telah meningkatkan hubungan dengan prestasi belajar matematika anak-anak. Anak-anak belajar matematika prestasi dapat ditingkatkan tidak hanya dengan belajar di dalam kelas dengan guru, tetapi juga bisa dilakukan dengan bermain matematika. Metode dimaksudkan bermain dapat bervariasi. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya dari bermain, tetapi dapat membantu meningkatkan memori mereka dari proses berpikir.Kata Kunci : pendidikan, bermain dengan gerakan kreatif, prestasi belajar matematika.

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA STIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan fisik yang sering dilakukan oleh anak prasekolah seperti: berguling, melompar, meluncur, berputar, berjalan dan berlari dipercaya dapat menjadi sarana dalam merangsang sistem kepekaan dan sensori bagi anak usia dini. Kegiatan tersebut melibatkan emosi dan fisik setiap individu. Setiap kegiatan yang dilakukan mengandung nilai yang penting bagi aspek perkembangan dasar  anak. Nilai-nilaiyang terkandung dalam setiap permainan dapat menjadi sarana dalam pemecahan masalah yg dihadapi. Penelitian tentang “Permainan tradisional sebagai media stimulasi aspek perkembangan  anak usia dini” ini bertujuan untuk : (1) Mencari, merekonstruksi, dan mengklasifikasi permainan tradisional yang ada di Jawa Tengah sesuai dengan nilai budaya masyarakat. (2) Menganalisis permainan tradisional sebagai sarana stimulan empat aspek perkembangan anak usia dini yaitu aspek fisik motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu : Tahap I : Tahap pendahuluan/ awal dilakukan dengan observasi lapangan; Tahap II : Pengembangan awal, rancangan untuk mengidentifikasi permainan tradisional yang dilakukan di TK Tunas Rimba I Semarang;  Tahap III : Melakukan wawancara, pengisian kuisioner / angket tentang permainan tradisional; dan Tahap IV       : menganalisis manfaat permainan tradisional sebagai stimulan aspek perkembangan anak. Kesimpulan yang ditemukan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat lima jenis permainan tradisional yang dilaksanakan di TK Tunas Rimba I Semarang. Jenis permainan tradisional tersebut merupakan sarana dalam mengembangkan aspek perkembangan dasar anak, seperti: pisik-mitorik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa. Terlebih lagi, anak usia dini dapat mengenal nilai-nilai budaya lokal yang terdapat dalam setiap jenis permainan. Hal ini sesuai dengan semboyan pembelajaran pada anak usia dini “Belajar seraya Bermain” stimulasi aspek perkembangan anak berasal dari permainan khususnya permainan tradisional budaya leluhur.   Kata kunci: permainan tradisional, media stimulasi, aspek perkembangan

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS VIII SMP H ISRIATI SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program anti-bullying yang diterapkan di sekolah ini menjadi bagian dari program student support service. Langkah yang harus ditempuh siswa jika mengalami bullying sudah ditulis dalam buku diary siswa. Inti dari program ini ialah menyiapkan siswa agar bisa menangani sendiri bila sampai terjadi bullying pada dirinya. Beragam upaya dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku bullying, diantaranya dengan mengoptimalkan layanan bimbingan konseling, khususnya layanan bimbingan kelompok. Hal ini dimaksudkan melalui bimbingan kelompok maka siswa akan merasakan dirinya menjadi bagian dalam kelompok sehingga diperlukan kerjasama dalam menyelesaikan sesuatu.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas VIII SMP SMP H Isriati Semarang tahun pelajaran 2009/2010 berjumlah 117 siswa sdan sampel penelitian sejumlah 52 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel purposive. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan desain one group pre test dan post test. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis. Hasil dari skala psikologis telah di uji validitas dengan menggunakan rumus Product Moment dan menguji reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test.Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku bullying siswa kelas VIII SMP SMP H Isriati Semarang tahun pelajaran 2009/2010. Hal tersebut dapat diketahui dari perolehan thitung > ttabel (6,194 > 2,021) dan menurunya rata-rata perilaku bullying, sebelum treatment 97,81 menjadi 79,29 sesudah treatment. Hal tersebut berarti semakin guru mampu melaksanakanJurnal Penelitian PAUDIA, Volume 2 No. 1 Mei 2013143kegiatan layanan bimbingan secara kelompok dengan baik maka perilaku bullying siswa akan semakin menurun.Kata Kunci: Bullying, Layanan Bimbingan Kelompok, Sekolah Dan Keluarga

UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI METODE COOPERATIVE PLAY PADA KELOMPOK B DI DAQU SCHOOL INTERNATIONAL PRESCHOOL SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PAUDIA Vol 3, No 1 Oktober (2014)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada kelompok B, Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 12 anak. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdapat empat pertemuan dimana masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan dan refleksi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif pada tiap siklus. Pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dan adanya peningkatan kecerdasan interpersonal anak. Kondisi awal kecerdasan interpersonal anak berdasarkan penilaian dengan lembar penilaian diperoleh data hanya 31,7%, kemudian meningkat menjadi 51,67% pada siklus I dan akhirnya meningkat menjadi 81,67% pada siklus II, faktor penyebab terjadinya peningkatan ini adalah kerena kegiatan menggunakan metode cooperative play dapat menarik minat anak karena anak merasa menjadi lebih bersemangat untuk bekerja sama dalam bermain, anak sudah dapat mematuhi aturan permainan dan anak dapat melakukan hubungan sosial dengan baik kepada teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa melalui metode cooperative play dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal pada kelompok B di DaQu School International Preschool Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Cooperative Play, Kecerdasan Interpersonal

UPAYA MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINANAN JARING LABA-LABA PADA KELOMPOK B TK PAMARDI SIWI BATANG TAHUN AJARAN 2015/2016.

PAUDIA Vol 4, No 1 Oktober (2015): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah apakah permainan jaring laba-laba dapat meningkatkan motorik kasar anak ? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motorik kasar anak melalui permainan jaring laba-laba di TK Pamardi Siwi Batang. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak TK Pamardi Siwi Batang usia 5-6 tahun dengan jumlah 20 orang teknik pengumpulan data berupa observasi mengenai motorik kasar anak, dan wawancara terhadap guru kelas anak. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui motorik kasar anak.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dalam keseluruhan pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dapat dibuktikan bahwa permainan jaring laba-laba dapat meningkatkan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun TK Pamardi Siwi Batang tahun ajaran 2015/2016. Hal tersebut diperoleh dari peningkatan pada kondisi awal presentase hasil belajar sebesar 45% kemudian pada siklus I presentase hasil belajar sebesar 80% dan siklus II presentasi hasil belajar 85%. Saran yang hendak peneliti sampaikan, sebaiknya pendidikan dapat menggunakan permainan jaring laba-laba untuk meningkatkan motorik kasar anak. Sehingga target pembelajaran tercapai.

PENTINGNYA BINTEK (BIMBINGAN TEKNIS) DALAM PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK TENAGA PENGAJAR DI POS PAUD SEBAGAI PERWUJUDAN MUTU PENDIDIK PROFESIONAL

E-DIMAS Vol 2, No 2 maret (2012): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Technical assistance in developing a cadre post in early childhood Pudak Payung Banyumanik Semarang is an activity undertaken in order to provide insight into the implementation of early childhood in every RW Pos in order to realize the City/County Eligible Children. City/County deserve a child is the implementation of child rights in three areas, namely: profisi (meeting the needs of children of love), protection (childrens rights in obtaining protection), and participation (involvement of childrens rights in decision making). Third child rights will not be fulfilled properly, without a beginning and involving parents, teachers or early childhood educators. This activity aims to provide assistance for citizens in the realization of decent child starts from the family environment. The solutions offered are: (1) provide training and mentoring for teachers/teacher/early childhood in a cadre post bintek to achieve professionalism in the field of early childhood, (2) provide the skills for early childhood cadre post about active learning and creative developmentally appropriate early childhood, (3) provide training and skills in the construction of educational games based waste/scrap materials as a source of learning for AUD; (4) provide assistance in conducting the evaluation of early childhood education at the post, and (5) monitoring the implementation of sustainable results. Therefore, with this activity, is expected to citizens, parents, and children receive the same rights in accordance with the ideals that the realization of decent kids program. Key Words: Guidance, Lecturer, and Educator Quality  Abstrak Bimbingan Teknis dalam mengembangkan Kader Pos Paud di Pudak Payung Banyumanik Semarang adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman tentang pelaksanaan Pos PAUD di setiap RW dalam rangka mewujudkan Kota/ Kabupaten Layak Anak. Kota/Kabupaten layak anak merupakan implementasi hak-hak anak dalam tiga bidang, yakni: profisi (pemenuhan kebutuhan anak yang berupa kasih sayang), proteksi (hak anak dalam mendapatkan perlindungan), dan partisipasi (hak anak dalam keterlibatan pengambilan keputusan). Ketiga hak anak tersebut, tidak akan terpenuhi dengan baik, tanpa dimulai dan melibatkan orang tua, guru ataupun pendidik PAUD. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan bagi warga masyarakat dalam merealisasikan kota layak anak dimulai dari lingkungan keluarga. Solusi yang ditawarkan ini adalah: (1) memberikan pelatihan dan pendampingan bagi tenaga pengajar/guru/kader Pos PAUD dalam bintek untuk mewujudkan profesionalisme di bidang PAUD; (2) memberikan keterampilan bagi kader Pos PAUD tentang pembelajaran aktif dan kreatif yang sesuai dengan tahapan perkembangan AUD; (3) memberikan pelatihan dan keterampilan dalam pembuatan alat permainan edukatif berbasis limbah/bahan bekas sebagai sumber belajar bagi AUD; (4) memberikan pendampingan dalam melakukan evaluasi pendidikan di Pos PAUD; dan (5) monitoring hasil pelaksanaan secara berkelanjutan. Dengan kegiatan ini, diharapkan warga masyarakat, orang tua, dan anak memperoleh hak yang sama sesuai dengan cita-cita agar terealisasinya program kota layak anak. Kata Kunci: Bimbingan, Tenaga Pengajar, dan Mutu Pendidik

PENYULUHAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI KELURAHAN KALIPANCUR

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengenalan organ pribadi atau area sensitif tubuh menjadi hal penting yang sudah semestinya diajarkan pada anak sejak dini. Hal ini menjadi tugas orangtua untuk mampu memberikan informasi terhadap anak-anak mereka dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami oleh anak. Pengenalan area sensitif kepada anak menjadi semakin penting mengingat maraknya tindak kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini. Pentingnya pengenalan ini juga dirasakan oleh warga di kelurahan kalipancur khususnya para ibu penggerak PKK. Penyuluhan yang terarah merupakan salah satu cara dimana warga khususnya ibu-ibu PKK diberikan pengetahuan dan informasi mengenai kekerasan seksual pada anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme ibu-ibu PKK terhadap jenis penyuluhan ini. Terlebih lagi, peserta tidak malu untuk bertanya bagaimana seharusnya bersikap ketika harus menjelaskan kepada anak tentang kekerasan pada anak dan bagaimana mencegahnya.Kata kunci: kekerasan seksual, area sensitif tubuh, anak-anak