Articles
7
Documents
IDENTIFIKASI LITOLOGI DAERAH PANASBUMI TIRIS PROBOLINGGO BERDASARKAN METODE MAGNETIK

Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian di daerah panas bumi Tiris, Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan metode magnetik. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai anomali magnetik dan menentukan litologi batuan di daerah panasbumi Tiris. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari dengan luas area 1 km x 1 km dan spasi 50 m menggunakan alat Proton Precision Magnetometer (PPM). Pengolahan data dilakukan dengan koreksi diurnal, koreksi IGRF, kontinuasi ke atas, dan reduksi ke kutub. Interpretasi data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan menganalisa anomali residual yang telah direduksi ke kutub sedangkan interpretasi kuantitatif dilakukan dengan menganalisa pola anomali residual yang telah dimodelkan dengan menggunakan software Mag2DC. Hasil interpretasi kuantitatif, nilai anomali medan magnetik reduksi ke kutub berada pada -900 nT sampai 800 nT sedangkan hasil interpretasi kualitatif pemodelan AA’, BB’ dan CC’ menunjukkan adanya batuan shale, breksi vulkanik, lava dan basalt.   Kata kunci : panasbumi, metode magnetik, jenis batuan

IDENTIFIKASI JENIS BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH SUMBER AIR PANAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK (STUDI KASUS PANASBUMI DAERAH TIRIS, KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR)

Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian tentang pendugaan lapisan bawah permukaan potensi panasbumi di kawasan Tiris-Probolinggo. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi nilai resistivitas batuan dan struktur lapisan batuan bawah permukaan serta mempelajari sebaran pola aliran fluida panas. Akuisisi data dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Dipole-dipole pada 4 titik lintasan penelitian. Dari pengolahan data 2D menunjukkan bahwa nilai resistivitas lapisan bawah permukaan dari keempat lintasan berkisar 0.80 Ωm - 14245 Ωm. Litologi bawah permukaan lintasan 1 dan lintasan 4 memiliki batuan yang sama yaitu lempung, pasir, breksi vulkanik, tuff, lava dan basal. Litologi pada lintasan 2 dan lintasan 3 memiliki batuan yang sama yaitu lempung, pasir, breksi vulkanik dan tuff. Kata Kunci : Panasbumi Tiris-Probolinggo, resistivitas, konfigurasi Dipole-dipole, litologi batuan.

IDENTIFIKASI JENIS BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH SUMBER AIR PANAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK (STUDI KASUS PANASBUMI DAERAH TIRIS, KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR)

Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian tentang pendugaan lapisan bawah permukaan potensi panasbumi di kawasan Tiris-Probolinggo. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi nilai resistivitas batuan dan struktur lapisan batuan bawah permukaan serta mempelajari sebaran pola aliran fluida panas. Akuisisi data dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Dipole-dipole pada 4 titik lintasan penelitian. Dari pengolahan data 2D menunjukkan bahwa nilai resistivitas lapisan bawah permukaan dari keempat lintasan berkisar 0.80 Ωm - 14245 Ωm. Litologi bawah permukaan lintasan 1 dan lintasan 4 memiliki batuan yang sama yaitu lempung, pasir, breksi vulkanik, tuff, lava dan basal. Litologi pada lintasan 2 dan lintasan 3 memiliki batuan yang sama yaitu lempung, pasir, breksi vulkanik dan tuff. Kata Kunci : Panasbumi Tiris-Probolinggo, resistivitas, konfigurasi Dipole-dipole, litologi batuan.

APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER UNTUK MEMETAKAN POLA SEBARAN PERMUKAAN TANAH DI DESA JOMBOK, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG

Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan aplikasi metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner untuk memetakan pola perubahan tanah di desa Jombok, kecamatan Ngantang, kabupaten Malang (49 M 652221 9136440 UTM; 700 mdpl). Fokus penelitian ditekankan pada analisis pola sebaran permukaan tanah daerah tersebut  dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner. Tahap pertama dimulai dengan pembuatan desain survei daerah penelitian untuk mencari resistivitas batuan dan dilakukan interpretasi data untuk mendapatkan litologi batuan. Selanjutnya membandingkan data yang diperoleh dengan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batuan di lokasi longsoran dan sekitarnya didominasi oleh tuf, tuf pasir, lempung, dan lempung-pasiran. Perbedaan kedalaman longsoran sebelum (2010) dan sesudah penelitian (2014) berkisar di angka setengah meter. Material longsor dapat terlongsorkan karena bidang gelincirnya memiliki sifat bantalan yang mudah bergeser dan jumlahnya diperkirakan sebanyak 90.292 meter3. Bidang gelincir diperkirakan sebanyak 168.148 meter3 yang terdiri atas lempung, lempung-pasiran, dan batuan lain yang tidak dominan. Longsoran tersebut diperkirakan akan terus bergerak dari timur menuju barat. Kata Kunci: metode geolistrik,  konfigurasi Wenner, desa Jombok,   bidang gelincir, material longsor

Pemodelan Bidang Gelincir Daerah Payung Batu Menggunakan Metode Resistivitas

Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umum terjadi di kawasan pegunungan, daerah payung  Batu merupakan salah satu daerah rawan longsor. Menurut data kejadian bencana kota Batu tahun 2013 telah tercatat 6 kali tanah longsor di kawasan Payung. Sehingga diperlukan pemodelan bidang gelincir.  Letak bidang gelincir diidentifikasi dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Dalam penelitian ini, pengukuran resistivitas bawah permukaan dilakukan menggunakan konfigurasi wenner. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan berbeda dengan panjang bentangan lintasan 1 sepanjang 120 m dan lintasan 2 sepanjang 100 m. Nilai resistivitas batuan bawah permukaan di daerah penelitian berada pada kisaran harga antara 4,19 Ωm hingga 346 Ωm dengan pendugaan litologi bawah permukaan yang terdiri lempung, tuf pasiran, batu pasir dan breksi konglomerat. Hasil pengolahan data  menunjukkan bahwa resistivitas bidang gelincir berada pada kisaran 27,8 Ωm yang diduga berupa lapisan tuff pasiran. Tipe longsoran yang mungkin terjadi yaitu longsoran rotasi.

Studi Akuifer dengan Metode Geolistrik Resistivitas Desa Dadapan Kendal, Ngawi-Jawa Timur

JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 2, No 1 (2018): JAST
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengukuran geolistrik dilakukan di Desa Dadapan Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur sejumlah 3 (tiga) titik pengukuran VES (Vertical Electrical Sonding). Hasil pengukuran geolistrik dan data geologi menunjukkan kondisi batuan merupakan satuan Batuapung, Breksi/Andesit dan Batuapung berpasir. Nilai resistivitas yang menunjukkan akuifer pada range 50 – 200 Ohm meter yang terdapat pada batuapung berpasir. Tiga titik pengukuran menunjukkan lapisan akuifer dalam pada batuapung berpasir miring ke titik DDP-3 dengan kedalaman 71 – 180 meter. Kata kunci : desa dadapan kendal; VES (Vertical electrical Sonding; akuifer; batuapung berpasir ABSTRACT Geoelectric measurements in Dadapan Village, Kendal District, Ngawi Regency, East Java were 3 (three) measurement points of VES (Vertical Electrical Sonding). Geoelectric measurement results and geological data indicate rock conditions are units of Pumice, Breccia / Andesite and sandy Pumice. Resistivity values that indicate aquifers in the range 50 - 200 Ohm meters are found in sandy pumice. Three measurement points show the inner aquifer layer in the sloping sandstone to the DDP-3 point with a depth of 71 - 180 meter. Keywords : dadapan kendal village; VES (Vertical electrical Sonding), aquifer, sandy pumice

Geoelectrical Tomography of Cangar Hot Springs Area, Arjuno-Welirang Complex Stone

Natural B Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Natural B

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Have been research geothermal of Arjuno Welirang area of East Java with geoelectric resitivity tomography. Geoelectric tomography was performed by VES (Vertical Electrical Sonding) and Mapping. Acquisition of data totaled 7 points of VES and 4 tracks Mapping was located surrounding the hot springs.Results of geoelectric resistivity modeling showed the resistivity of rock layers the carrier fluid (water) heat <10 Ohm.meter, while a layer of carrier fluid (water) was worth 10-100 Ohm.meter. The hot fluid coming from the direction of CR4 and CR3 are located in the south from the hot springs with a depth of 24.7 meters from the ground CR 3 (see Figure 5) which alleged a layer of sand, with layers of lava rock in the form of heat source at depth 34 meters. Mapping the results of modeling that consists of 4 tracks show around hot springs artifacts crack / crack is suspected as a medium to hot water flow out of the ground surface, precisely located at CANGAR_LINE1.