Articles

Found 9 Documents
Search

Reliability Study of the Liquid Target Chamber for 18F Production at the BATAN’s Cyclotron Facilities Kambali, I.; Heryanto, T.; Rajiman, Rajiman; Ichwan, S.
Atom Indonesia Vol 37, No 1 (2011): April 2011
Publisher : PPIKSN-BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/aij.2011.69

Abstract

The liquid target chamber for 18F production at the Cyclotron Division, Centre for Radioisotopes and Radiopharmaceuticals (PRR) of the National Nuclear Energy Agency of Indonesia (BATAN) has been analysed for its reliability in enduring high pressures and heat transfer requirements during proton beam bombardment as well as the recommended irradiation parameters for effective 18F production. The target chamber was subject to house the 18O-enriched water bombarded with high energy proton beam to produce 18F. A range of SRIM-computer simulations have also been conducted to calculate the ranges of several energetic proton beams (of up to 20 MeV) into pure water target. A study of radioactive impurities which might be produced from the proton-irradiated chamber’s materials was also included based on some references. Due to concern over the heat produced during target irradiation, a heat transfer analysis - particularly for the target’s cavity - was also included in the presented studies to obtain a brief preliminary calculation of the heating impacts prior to irradiation tests. The calculation was performed for various proton beam currents and energies of up to 30 μA and 20 MeV respectively. It was found that the chamber was reliable for production of 18F from proton irradiated-18O enriched-water target by maintaining the chamber’s pressure of up to 3.6 bar if the proton beam current was kept below 16 μA for all energies or the proton beam energy was kept to or below 10 MeV for any employed beam currents. The overall heat transfer coefficient was also found to depend on the power deposited into the water target. Received: 25 June 2010; Revised: 20 March 2011; Accepted: 08 April 2011
RELIABILITY ANALYSIS OF THE LIQUID TARGET CHAMBER FOR 18F PRODUCTION AT THE PRRS CYCLOTRON FACILITIES Kambali, Imam; Sumantri, Tonny Heryanto; Rajiman, Rajiman; Ichwan, Syaefudin
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 12 (2009): JurnaL PRR 2009
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT RELIABILITY ANALYSIS OF THE LIQUID TARGET CHAMBER FOR 18F PRODUCTION AT THE PRRS CYCLOTRON FACILITIES. The liquid target chamber for 18F production at the Cyclotron Division, Centre for Radioisotopes and Radio- pharma ceuticals (PRR) of them  Indonesian National Nuclear Energy Agency (BA TAN) has been analysed for its reliability in enduring high pressures and heat transfer requirements during proton beam bombardment as well as the recommended irradiation parameters for effective 18Fproduction. The target chamber was subject to house the 180-enriched water bombarded with high energy proton beam to produce 18F.A range of SRIM-computer simulations have also been conducted to calculate the ranges of several energetic proton beams (of up to 20 MeV) into pure water target. A study of radioactive impurities which might be produced from the proton-irradiated chambers materials was also included based on some references. Due to concern over the heat produced during target irradiation, a heat transfer analysis - particularly for the targets cavity - was also included in the presented studies to obtain a brief preliminary calculation of the heating impacts prior to irradiation tests. The calculation was performed for various proton beam currents and energies of up to 30 J..lAand 20 MeV. respectively. It was found that the chamber was reliable for production of 18Ffrom proton irradiated-180 enriched-water target by maintaining the chambers pressure of up to 3.6 bar if the proton beam current was kept below 16 J..lAfor all energies or the proton beam energy was kept to or below 10 MeV for any employed beam currents. The overall heat transfer coefficient was also found to depend on the power deposited into the water target. Keywords: reliability analysis, liquid target chamber, 18F production, proton irradiation, cyclotron, 180_enriched water target, heat transfer coefficient. ABSTRAK ANALISIS KEHANDALAN CHAMBER TARGET CAIR UNTUK PRODUKSI 18F DI FASILITAS SIKLOTRON PRR. Telah dilakukan analisis kehandalan terhadap chamber target cair untuk produksi 18F yang dimiliki oleh Bidang Siklotron, Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam menahan beban tekanan tinggi dan transfer panas selama proses iradiasi berkas proton, serta rekomendasi parameter iradiasi yang efektifuntuk produksi 18F.Chamber target  cair terse but dibuat sebagai wadah air yang diperkaya dengan 180 yang selanjutnya diiradiasi dengan berkasproton berenergi tinggi untuk produksi 18F. Simulasi computer menggunakan program SRIM juga dilakukan untuk menentukan jangkauan berkas proton berenergi tinggi (sampai dengan 20 MeV) kedalam target air mumi. Impuritas radioaktif yang mungkin dihasilkan dari material penyusun chamber tersebut akibat iradiasiberkas proton juga dibahas berdasarkan hasil studi literatur. Analisis transfer panas juga dilaksanakan oleh karena adanya kekhawatiran terhadap panas yang dihasilkan selama iradiasi target, terutama di dalam ruang target, untuk mendapatkan hasil perhitungan awal terhadap kalor yang dihasilkan sebelum uji coba iradiasi. Perhitungan tersebut dilakukan untuk berbagai arus dan energi berkas proton (masing-masing sampai 30 µ dan 20 MeV). Hasil perhitungan dan eksperimen awal menunjukkan bahwa chamber target cair tersebut dapat dihandalkan untuk memproduksi 18F dari target air yang diperkaya 180 dengan mempertahankan tekanan chamber sebesar 3,6 bar jika arus berkas proton dipertahankan sebesar 16 J..lAuntuk semua energi atau jika energi berkas proton dipertahankan sebesar/ dibawah 10 MeV untuk setiap arus. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa koefisien transfer panas keseluruhan tergantung pada daya yang diterima oleh target cair terse but.Kata kunci : analisis kehandalan, chamber target cair, produksi 18F, iradiasi proton, siklotron, target air yang diperkaya 18O,koefisien transfer panas.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DI SURABAYA Rajiman, Rajiman
e-Jurnal Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : e-Jurnal Kewirausahaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak merupakan salah satu pendapatan pemerintah paling besar didalam anggaran dan belanja Negara, sehingga pajak menjadi sangat penting untuk pembangunan suatu negara, untuk itu peran kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sangatlah penting untuk  membiayai pembangunan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam membayar pajak di Kota Surabaya, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif hal ini sangat penting untuk dapat menggali permasalahan kepatuhan perpajakan secara mendalam dan holistik. hasil dari penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak di Surabaya adalah tingkat pengetahuan masyarakat, Faktor perilaku pengguna anggaran, faktor pendapatan dan faktor sanksi perpajakan.Kata kunci: kepatuhan, pajak, perilaku
PENGEMBANGAN FASILITAS IRADIASI SIKLOTRON-BATAN UNTUK PRODUKSI RADIOISOTOP FLUOR-18 Suryanto, Hari; Heryanto, Tonny; Sarongalo, Serly Abraham; Rajiman, Rajiman; Tarigan, Budi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 5, No 1/2 (2002): JURNAL PRR 2002
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENGEMBANGAN  FASILITAS  IRADIASI  SIKLOTRON-BATAN  UNTUK PRODUKSI  RADIOISOTOP  FLUOR-18 Telah dilakukan pengembangan fasilitas iradiasi siklotron-BATAN untuk produksi radioisotop Fluor-18(18F) dari sasaran H218O (air diperkaya-18O). Radioisotop 18F sebagai pemancar β+ murni (β+ =100%) dengan umur paro 109,6 menit sangat ideal untuk penyiapan radiofarmaka PET. Pengembangan fasilitas iradiasi untuk memproduksi 18F ini meliputi disain dan konstruksi target chamber dengan sistem double window, disain dan konstruksi sistem vacuum window dan degrader dan disain sistem pengisian dan pengambilan sasarani. Target chamber dengan window dibuat dari bahan Stainless -steel dan kapasitas volum chamber untuk air diperkaya didisain untuk 1,4 mL· selama proses iradiasi berlangsung, sedangkan target window didisain dengan ketebalan 100 µm. Sistem vacuum win.low didisain dari bahan foil aluminium mumi ( 99% Al) dengan ketebalan 1,37 mm yang berperan juga sebagai degrader untuk menurunkan energi berkas proton dari 26,5 MeV menjadi 18 MeV. Dari hasil beberapa kali pengujian iradiasi baik menggunakan sasaran air mumi (H20) maupun sasaran air diperkaya (H218O) 3,16%, rasilitas iradiasi ini menunjukkan tampilan yang bisa digunakan untuk produksi radioisotop 18F.  ABSTRACT DEVELOPMENT OF THE IRRADIATION FACILITY AT THE BATANS CYCLOTRON FOR RADIOISOTOPE PRODUCTION OF FLUOR-18. The irradiation facility for producing radioisotope of F-18 using enriched water target, H218O,has been installed at the BATANs Cyclotron. Radioisotope of F-18, pure positron emitter (β+ =100%); t1/2= 109.6 m, is widely used for preparing PET radiopharmaceuticals. The irradiation facility designed, fabricated and installed consists of a target chamber equipped with a double window system, a vacuum window with a degrader, and a target loading and unloading system. The target chamber and its window (thickness = 100 µm) were made of stainless steel with a volume capacity of 1.4 mL for water target enriched with 18O. A vacuum window with the thickness of 1.37 mm as a degrader" to lower the proton energy from 26.5 MeV to 18 MeV was made of aluminum foil materials (99% A1). Several experimental results using either natural pure water or enriched water 18O ~3.16%) targets show the performance of the target irradiation system is suitable for radioisotope production of F-18. Keywords: cyclotron, PET radiopharmaceuticals, F-8. irradiation facility
ANALISIS NILAI EKONOMI USAHATANI BAWANG MERAH (Allium cepa L.) OFF SEASON DAN IN SEASON PADA LAHAN PASIR PANTAI (Studi Kasus di Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul DIY) Hakim, Arif Rahman; Rajiman, Rajiman; Nalinda, Rika
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21046

Abstract

Abstract: This study aims to determine the economic value of shallot cultivation offseason and in-season. It was conducted in Srigading Village, Sanden District, Bantul Regency on March to July 2017 using comparative study method. Sampling was chosen purposively for village and farmer groups. Samples of farmers taken using proportional sampling and snowball sampling method by 30 peoples. Statistical analysis using the t-test. The results of the study showed that off-season and in-season shallot farming was not significantly different and feasible economically. This is can be seen from the result of t-test of average shallot farmers income is t-count<t-table (0,617<2,048) and sig. (2-tailed) 0,542>0,05, the result of average difference test of farmers profit is t-count<t-table (0,396<2,048) and sig. (2-tailed) 0,695>0,05, whilethe result of average difference test of business feasibility (R/C ratio) on shallotcultivation is t-count<t-table (0,150<2,048) and sig. (2-tailed) 0,882>0,05. While analysis of farming is average revenue of shallot farmers off-season Rp 20.471.149,3 and in-season Rp 18.081.789,6, average profit of shallot farmers offseason Rp 11.922.949,9 and in-season Rp 10.520.079,9, and average business feasibility (R/C ratio) of shallot farmers off-season 2,39 and in-season 2,33. Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi budidaya bawangmerah lahan pasir pantai off season dan in season. Kajian dilakukan di Desa SrigadingKecamatan Sanden Kabupaten Bantul bulan Maret-Juli 2017 dengan menggunakanmetode kajian komparatif. Pengambilan sampel dipilih secara purposive untuk tingkatdesa dan kelompok tani. Sampel petani diambil secara proporsional sampling dansnowball sampling sebanyak 30 orang. Analisis statistik menggunakan uji-t. Hasilkajian menunjukkan bahwa secara ekonomi usahatani bawang merah off season dan inseason tidak berbeda nyata dan layak diusahakan. Hal ini dilihat dari hasil uji bedarata-rata penerimaan petani bawang merah yaitu t-hitung<t-tabel (0,617<2,048)dan sig.(2-tailed) 0,542>0,05,hasil uji beda rata-rata keuntungan petani bawang merahadalah t-hitung<t-tabel (0,396<2,048) dan sig.(2-tailed) 0,695>0,05, dan hasil uji bedarata-rata kelayakan usaha (R/C ratio) budidaya bawang merah yaitu t-hitung<t-tabel(0,150<2,048) dan sig.(2-tailed) 0,882>0,05. Sedangkan hasil analisis usahatani yaitupenerimaan rata-rata petani bawang merah off season Rp 20.471.149,3 dan in seasonRp 18.081.789,6, keuntungan rata-rata petani bawang merah off season Rp 11.922.949,9 dan in season Rp 10.520.079,9, dan kelayakan usaha (R/C ratio) rata-rata petani bawang merah off season 2,39 dan in season 2,33.
PENGARUH PEMBENAH TANAH TERHADAP SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL BAWANG MERAH PADA LAHAN PASIR PANTAI BUGEL KABUPATEN KULON PROGO Rajiman, Rajiman; Yudono, Prapto; Sulistyaningsih, Endang; Hanudin, Eko
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.80

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pembenah tanah terhadap perubahan sifatfisika tanah dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai; dan 2) mencari bahan alternatif pembenahtanah di tanah pasir pantai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorialterdiri atas 3 faktor. Faktor pertama adalah jenis tanah dengan takaran 30 t/ha (T) yaitu Grumusol (T1)dan Lumpur (T2). Faktor kedua adalah jenis bahan organik dengan takaran 20 t/ha (B) yaitu pupukkandang sapi (B1) dan blotong tebu (B2). Faktor ketiga berupa dosis limbah karbit (A) yangdibedakan menjadi 3 aras yaitu 0 t/ha (A0), 1 t/ha (A1) dan 2 t/ha (A2). Sebagai kontrol digunakantanah pasir tanpa pembenah tanah. Parameter yang diamati meliputi tekstur, berat volume, berat jenis,porositas total, kadar lengas pF 2,54, pF 4,2, kapasitas air tersedia, berat segar, berat kering, beratkering oven dan diameter umbi bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah,bahan organik dan limbah karbit di tanah pasir pantai nyata meningkatkan jumlah fraksi lempung,debu, porositas, kadar lengas, menurunkan BV, BJ dan meningkatkan berat segar, berat kering, beratkering oven dan diameter umbi bawang merah dibanding kontrol. Penggunaan jenis tanah, bahanorganik dan limbah karbit tidak nyata mempengaruhi hasil bawang merah. Lumpur, blotong danlimbah karbit dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengganti grumusol dan pupuk kandangdi tanah pasir.Kata kunci : bawang merah, lahan pasir, pembenah tanah ABSTRACTThe objectives of study were to 1) study the effect of soil conditioner on soil physics and shallotyield in coastal sandy land, 2) find out soil conditioner alternative in coastal sandy land. The researchwas conducted by complete randomized design, which consists of three factors. First factor was soiltypes at level of 30 t/ha (T) : grumusol (T1) and mud (T2). Second factor was organic matter types atlevel of 20 t/ha: manure (B1) and sugarcane (B2). Third factor was waste of carbida (A), 0 t/ha (A0),1 t/ha (A1), 2 t/ha (A2) and control. The observation of parameters was texture, bulk density, particledensity, porosity, water contents of pF 2,54; pF 4,2; available water capasity, fresh weight, dry weight,oven dry weight and diameters of bulbs. The result showed that the soil types, organic matter typesand waste of carbida in coastal sandy land significantly increased on clay and silt fraction total,porosity, water contents, fresh weight, dry weight, oven dry weight and diameters bulbs and reducedto bulk density, particle density, sand fraction. The effect of the soil types, organic matter and waste ofcarbida were not significant on the shallots yield. Mud, sugarcane “blotong” and waste of carbide canbe used as alternative substittution of grumusol and litter of livestock in coastal sandy land.Key words: shallot, sandy land, soil conditioner
Analisis Variasi Suhu Pemanasan Serbuk Batu Basalt Sebagai Bahan Pengisi Ordinary Portland Cement Terhadap Kuat Tekan Beton Rajiman, Rajiman; Listari, Vita
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 7, No 3 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of basalt scoria stone as one of the building materials that can be one of thealternatives to limestone which has been known as a cement maker and utilizes the availability ofabundant basalt, especially in Lampung which has these natural resources. This research is toanalyze the basalt stone powder and analyze the optimum content at the temperature variation ofthe most effective mixture of basalt stone powder to produce compressive strength of concrete.The research method uses experimental methods at the Bandar Lampung University laboratory.The specimens used were cylinders with a diameter of 10.16 cm and a height of 20cm totaling 63specimens using the DOE method. There are 6 types of mixtures, namely at a temperature of800?C there are 2 mixes of 3% and 7% basalt stone powder, a temperature of 1200?C there are 2mixes of 3% and 7% basalt stone powder, and at a temperature of 1600?C there are 2 mixtures of3% and 7% basalt stone powder. Compressive strength testing is performed at the age of concretetesting 7, 14, and 28 days.The results of the study show that the addition of heated basalt stone powder can increase thecompressive strength of concrete. The compressive strength results in a mixture of temperaturevariations included in the planned compressive strength. The optimum compressive strength valueof 28 days of testing occurred on 3% concrete mix of basalt stone powder at a temperature of1600?C that is equal to 392 kg / cm².Keywords: Concrete, Basalt Stone and compressive strength
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK BATU BASALT PADA KOMPOSISI CAMPURAN BETON MENGGUNAKAN ORDINARY PORTLAND CEMENT (OPC) DITINJAU DARI KUAT TEKAN BETON Rajiman, Rajiman; Aulia, Ihda
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v9i1.1035

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang sangat sering digunakan dalam konstruksi. Campuran beton dengan tambahan serbuk batu basalt sebagai bahan penambah semen untuk meningkatkan kuat tekan beton. Basalt adalah batuan leleran dari gabro, mineralnya berbutir halus, berwarna hitam. Gunungapi di Indonesia umumnya menghasilkan batuan basal dalam bentuk lava maupun piroklastika. Batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serbuk batu basalt pada campuran beton normal. Metode perancangan campuran yang digunakan yaitu Metode ACI dan Metode DOE untuk trial mix, dan selanjutnya dipilih Metode DOE dari hasil trial mix untuk digunakan dalam penelitian. Persentase Serbuk Batu Basalt yang akan digunakan yaitu 0%, 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% dari berat semen. Benda uji yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah benda uji silinder 10cm x 20cm untuk yang normal dan untuk yang persentase 11cm x 20cm (memakai benda uji peralon) dengan jumlah benda uji 54 buah. Umur pengujian yang direncanakan sampai pada umur 28 hari. Kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari yang dihasilkan pada beton dengan campuran serbuk batuk basalt 7% yaitu 396,36 kg/cm². Hasil penelitian ini beton yang dikatagorikan kedalam beton kelas III adalah beton dengan campuran serbuk batu basalt 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% pada umur 28 hari.
TINJAUAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN CA SERBUK BATU BASALT SEBAGAI BAHAN PENA ORDINARY PORTLAND CEMEN (OPC) Rajiman, Rajiman; Ningrum, Setya
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i2.954

Abstract

Semakin berkembangnya zaman dan perkembangan populasi penduduk kebutuhanakan insfastruktur terus meningkat. Beton merupakan salah satu bahan bangunan yangterbuat dari campuran semen portland atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregatkasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat (SNI-03-2847-2002). Beton banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan merupakan salah satualternatif pilihan untuk perkerasan dan pembangunan. Perkerasan dengan menggunakanbeton sedang banyak digunakan karena beton mempunyai banyak keuntungan. Dengansemakin meningkatnya penggunaan beton, maka perlu dilakukan inovasi untukmeningkatkan mutu beton. Meningkatkan mutu beton dapat di uji dengan cara menambahserbuk batu basalt pada campuran beton.Serbuk batu basalt merupakan batuan yang dihaluskan. Batu basalt adalah salah satubatu yang biasa digunakan sebagai bahan konstruksi. Batu basalt Skoria merupakanpotensi sumber daya mareial provinsi Lampung jumlah cadangannya minimal sekitar 338juta m3 (Rajiman,2011). Serbuk batu basalt yang digunakan sudah dipanaskanmenggunakan oven pada suhu 1600°C. Variasi penggunaan serbuk batu basalt sebagaibahan penambah terhadap berat semen adalah 0%, 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Benda ujibeton yang dibuat berbentuk silinder dan pengujian dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari,dan 28 hari.Dari hasil penelitian diperoleh hasil kuat tekan beton menggunakan serbuk batubasalt lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal. Proses pemanasan serbuk batubasalt juga terbukti menambah kekuatan tekan beton dibandingkan dengan beton dengancampuran serbuk batu basalt yang tidak dioven. Kadar oprimum penambahan serbuk batubaslat sebesar 3% dari berat semen