Managam Rajagukguk
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Karakteristik Flashover Dan Arus Bocor Pada Isolator Porselin Yang Dipengaruhi Polutan Lumut Bryum SP.

Jurnal ELKHA Vol 3, No 2 (2011): Edisi Bulan Juli
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.588 KB)

Abstract

Abstract– This research discussed the influence of a pollutant of bryum sp moss on the flashover voltage and leakage current characteristics of 254 mm x 146 mm ball and socket type of pin insulator, with creapage distance ( L ) of 31 cm and surface area (S) 0f 1500 mm2. The tests are conducted in High Voltage Engneering Laboratory, Tanjungpura University, Pontianak, by controlling relative humidity (RH) in a fog chamber at fixed internal values of 60 – 69 %, 70-79%,80-89% and 90-100%. The sample used are contaminated insulator at which bryum sp moss naturally had been grown on it surface. The results of research show that the existence of bryum sp. Accompanied by very humid condition resulted in decline of flashover voltage and in the contrary increase the leakage current . According to the obtained data, the flasover voltage under 80% of RH was not many declines compare to that of over 80% RH. It is considered that under 80% of bryum sp.seems to act as non conductive contaminant, and vice verse. Kata kunci : Insulator Suspension, flashover, leakage current, humidity, pollutant, moss.

PENGARUH BEDA POTENSIAL TERHADAP DISPLACEMENT VERTIKAL PADA ELECTRICAL – THERMAL ACTUATOR

Jurnal ELKHA Vol 1, No 1 (2008): Edisi Bulan Juli
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.333 KB)

Abstract

Abstract- Electrical-thermal actuator digunakan pada suatu sistem mikro-elektromekanik (micro-electromechanical system, MEMS), dapat dipakai untuk menggerakkan peralatan berukuran kecil (mikro devices) seperti roda bergigi searah (ratchets) dan rangkaian roda gigi (gear trains). Suatu beda potensial diterapkan pada pads penghubung elektrik menghasilkan arus listrik yang mengalir sampai ke arm dan blade dari actuator. Arm dan blade akan mengalami pemanasan akibat adanya arus listrik tersebut dan resistivity dari material. Hal tersebut mengakibatkan arm dan blade memiliki temperatur yang sangat tinggi. Selanjutnya akan muncul defleksi akibat fenomena termal. Dari hasil simulasi numerik pada penelitian ini diketahui bahwa displacement vertikal dan aliran panas berbanding kuadratik dengan beda potensial dan didapati pula bahwa displacement maksimum terjadi pada ujung blade. Kata Kunci : electrical-thermal actuator, beda potensial, arus listrik, aliran panas, micro-electromechanical system (MEMS)

Impedansi Implus Sistem Pembumian Menara Transmisi 150 KV Dengan Simulasi PSPICE

Jurnal ELKHA Vol 3, No 1 (2011): Edisi Bulan Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.639 KB)

Abstract

Abstrak- Sambaran Petir pada menara transmisi 150 KV dapat mempengaruhi nilai induktansi ( L ) dan kapasitansi ( C ) akibat arus impuls dengan frekuensi tinggi sampai orde kHz, sehingga nilai impedansinya  tidak hanya ditentukan oleh komponen resistifnya saja melainkan juga dipengaruhi oleh komponen induktif dan komponen kapasitif. Dari analisa yang dilakukan pada SUTT ( Saluran Udara Tegangan Tinggi ) 150 KV line Siantan – Parit Baru PT. PLN ( Persero ) Wilayah Kalimantan Barat untuk asumsi arus petir maksimum 20 kA dan memperhitungkan kondisi tanah disekitar sistem pembumian di kaki menara masih terdapat nilai impedansi impuls sistem pembumian kaki menara yang melebihi standart yang diijinkan. Dari hasil analisa pada menara transmisi yang mempunyai tahanan kaki menara ( Resistansi DC ) sebesar 2,8 Ω ( untuk tanah basah ), 3,8 Ω ( untuk tanah lembab ), 6,2 Ω ( untuk tanah kering ) mempunyai impedansi impuls pembumian  masing-masing sebesar  9,56 Ω ( untuk tanah basah ), 14,037 Ω ( untuk tanah lembab ) dan 22,938 Ω ( untuk tanah kering ) Kata kunci- Sambaran petir, tahanan kaki menara, impedansi impuls pembumian.

Penentuan Nilai Impedansi Pembumian Elektroda Batang Tunggal Berdasarkan Karakteristik Response Impuls

ELKHA Vol 2, No 2 (2010): Edisi Bulan Juli
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.725 KB)

Abstract

Abstract Sampai saat ini sistem pembumian masih dianggap baik jika resistansinya kecil yaitu nilai resistansi yang diukur dengan sumber DC atau frekuensi rendah. Sementara itu, peristiwa sambaran petir menyebabkan arus impuls dengan frekuensi tinggi sampai orde kHz, sehingga ketika sistem pembumian bekerja karena dikenai arus impuls petir, maka dari hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase perbedaan antara resistansi pembumian yang diukur dengan sumber DC dan impedansi pembumian yang diukur dengan sumber impuls sebesar 8,0 %. Dari model tersebut dihitung nilai impedansi pembumian untuk berbagai variasi kedalaman elektroda batang pembumian dari kedalaman 2m sampai 6m berdasarkan respon impulsnya. Dari hasil-hasil pengukuran dan perhitungan diperoleh nilai impedansi pembumian terkecil sebesar 23,01 pada kedalaman elektroda batang 6m dengan penurunan impedansi pembumian rata-rata pada setiap kedalaman 1m mulai 2m sampai 6m sebesar 5,25. Untuk setiap kenaikan kedalaman 1m nilai induktansi mengalami kenaikan rata-rata 0,00158 mH dan kapasitansi mengalami kenaikan rata-rata 0,0000574F. Dari hasil penelitian, dengan memperkecil waktu muka impuls injeksi akan sangat berpengaruh pada hasil pengujiannya. Dengan menggunakan sumber input yang sama untuk waktu muka 3,0terlihat lebih banyak ripple dibandingkan dengan waktu muka 4,0yang sedikit ripple, terjadinya ripple merupakan tanggapan peralatan ukur impuls yaitu resistif voltage devider terhadap frekuensi tinggi karena dengan memperkecil waktu muka impuls berarti memperbesar frekuensinya. Dari hasil pengujian dan hasil simulasi diperoleh persentase perbedaan tegangan terpotong oleh elektroda batang pembumian sebesar 0,57% dengan selang kepercayaan 99% sedangkan untuk perbedaan antara nilai respon arus impulas maksimum antara hasil pengujian dan hasil simulasi sebesar 2,57%. Keywords Respon impuls, impedansi pembumian, resistansi pembumian.

Two-port network model of fixed-speed wind turbine generator for distribution system load flow analysis

TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 3: June 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Load flow analysis has always been used in determining the steady-state operation of an electric power or distribution system. For conventional power system without wind turbine generator, the method for load flow analysis has been well established. However, for modern system embedded with wind turbine generator, the investigation of analysis method is still an active research area. This paper proposed a new method to integrate fixed-speed wind turbine generator into distribution system load flow analysis. The proposed method is derived based on two-port network theory where the parameters of induction generator of the wind turbine generator are embedded in general constants of the two-port network. The proposed method has been tested and verified using a representative electric distribution system.