Articles

Found 16 Documents
Search

PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU KEAHLIAN JASA BOGA SMK NEGERI 1 PAINAN

E-Journal Home Economic and Tourism Vol 4, No 3 (2013): Periode September 2013
Publisher : E-Journal Home Economic and Tourism

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.796 KB)

Abstract

The purpose of this for study was to identify and describe how students perceptionts of teacher professional competence skills catering services SMK Negeri 1 Painan. This resereach is quantitative descriptive. The populations consist 0f 90 people namely grate students X, XI, and XII SMK Negeri 1 Painan. Based on the result of this study concluded that: 35% of respondents had the perception that the teacher is good mastery of the material, 33% of respondents had the perception that the teacher is good management of teaching and learning, 42% of respondents had the perception that the teacher is good classroom management and workshop, 43% of respondents had the perception that the teacher use of media to learn good teacher, 45% of respondents had the perception that the teacher the management of teaching and learnings interactions, and 43% of respondents had the perception that the teacher is good evaluation of learning achievement. The result showed that overall 43% of respondents students perceptions of teacher professional competence is very good category.   Keywords: perception, teacher professional competence

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZAION) BERBANTUAN CD INTERAKTIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 1 juni (2015): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to develop mathematical learning devices using models TAI (Team Assisted Individualizaion) bernantuan interactive CD on elementary school students. This research is the development research, with the learning of mathematics using the model of TAI (Team Assisted Individualizaion) bernantuan interactive CD developed and tested can deliver students achieve KKM. Based on the value of learning research class average is 74 and 67, classical completeness reached 85% and 76%. Although the classical completeness is high, there are still some students who have high levels of learning achievement are different. Results of the questionnaire responses of students in the learning device models that use the TAI is very good and can be used. They were very enthusiastic about the show high activity especially with an interactive CD-assisted learning with the bias make students interested and excited to learn. Math learning tools developed include lesson plans, interactive CD, achievement test is valid according to experts, the results of the validation study by three validator showed good results. Mathematics learning devices using models TAI (Team Assisted Individualization) assisted interactive CD developed to be effective due to complete in achievement test and no influence on the test results of learning activities. Keywords: Learning Mathematics, TAI, Interactive CD

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZAION) BERBANTUAN CD INTERAKTIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 1 juni (2015): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to develop mathematical learning devices using models TAI (Team Assisted Individualizaion) bernantuan interactive CD on elementary school students. This research is the development research, with the learning of mathematics using the model of TAI (Team Assisted Individualizaion) bernantuan interactive CD developed and tested can deliver students achieve KKM. Based on the value of learning research class average is 74 and 67, classical completeness reached 85% and 76%. Although the classical completeness is high, there are still some students who have high levels of learning achievement are different. Results of the questionnaire responses of students in the learning device models that use the TAI is very good and can be used. They were very enthusiastic about the show high activity especially with an interactive CD-assisted learning with the bias make students interested and excited to learn. Math learning tools developed include lesson plans, interactive CD, achievement test is valid according to experts, the results of the validation study by three validator showed good results. Mathematics learning devices using models TAI (Team Assisted Individualization) assisted interactive CD developed to be effective due to complete in achievement test and no influence on the test results of learning activities. Keywords: Learning Mathematics, TAI, Interactive CD

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT PADA SISWA KELAS IV SD

MALIH PEDDAS Vol 2, No 2/ Desember (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran Think-Pair-Share pada materi sistem pemerintahan tingkat pusat kelas IV SD Negeri 05 Bojongbata dilihat dari: ketuntasan belajar, kemampuan kerjasama siswa, dan ada atau tidak perbedaan hasil belajar pembelajaran Think-Pair-Share dengan pembelajaran ekspositori pada materi sistem pemerintahan tingkat pusat kelas IV SD Negeri 05 Bojongbata.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelilitian ini menggunakan True Experimental Design (eksperimen yang betul-betul) yang berbentuk Posttest-Only Control Design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: metode wawancara, dokumentasi, tes, dan observasi atau pengamatan. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 82,061 dan rata-rata hasil belajar siswa kelompok kontrol sebesar 76,667. Pada ketuntasan klasikal, untuk kelas eksperimen didapatkan ketuntasan klasikal sebesart = 5,564 dan kelas kontrol didapatkan ketuntasan klasikal sebesar t = 1,055. Melalui pembelajaran Think-Pair-Share, kemampuan kerjasama siswa kelompok eksperimen mencapai kategori baik dengan perolehan nilai klasikal 71. Dari hasil analisis hipotesis diperoleh thitung = 2,631 > ttabel = 1,9979 sehingga H0 ditolak dan terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran Think-Pair-Share dan pembelajaran ekspositori. Jadi pembelajaran Think-Pair-Share lebih efektif dari pada pembelajaran ekspositori terhadap kemampuan kerjasama dan hasil belajar materi sistem pemerintahan pusat pada siswa kelas IV SD Negeri 05 Bojongbata Pemalang tahun pelajaran 2012/2013.Kata kunci: model think pair share, kemampuan kerjasama, dan hasil belajar

IbM BATIK KENDAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BATIK KENDAL

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3880.34 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat program Ipteks bagi Masyarakat perajin batik Kendal ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini memberikan pengembangan kreatifitas motif batik Kendal dan pelatihan dan pendampingan teknik pewarnaan batik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pemberdayaan melalui ceramah, tanya jawab, dan praktik. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas dan efesiensi kegiatan ini dilakukan evaluasi. Peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan antusias. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan perajin batik mengenai pengembangan kreatifitas design motif batik berbasis lingkungan sekitar dan teknik pewarnaan berbasis lingkungan sekitar. Kata kunci: Batik Kendal, Kualitas, Product

Prasangka Mahasiswa Papua pada Etnis Jawa di Kota Malang

Mediapsi Vol 2, No 1 (2016): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki keragaman etnis. Keragaman ini membawa Indonesia sering dihadapkan pada berbagai permasalahan di antaranya adalah adanya prasangka. Prasangka juga berkembang pada masyarakat Papua dan Jawa. Prasangka antar kedua etnis membawa penelitian ini mengungkapkan prasangka pada mahasiswa asli Papua yang melanjutkan penelitian di kota Malang, di mana mahasiswa Papua yang memiliki prasangka harus hidup dan bersosialisasi dengan masyarakat etnis Jawa yang mendominasi kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 mahasiswa Papua yang memiliki prasangka pada masyarakat etnis Jawa. Teknik pengumpulan data adalah observasi non partisipan dan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui sumber prasangka yang berbeda antar subjek. Hal ini dikarenakan berbedanya pengalaman dan cara pandang masing-masing subjek. Dalam tipe prasangka, dua subjek tergolong tipe aversive dan tiga subjek tergolong tipe ambivalent. Dampak prasangka yang dimiliki keempat subjek memiliki kesamaan yaitu pengucilan sosial dan adanya konflik sosial yang berbeda bentuk satu sama lainnya. Dampak prasangka pada kelima subjek juga menjelaskan adanya jarak sosial antara mahasiswa Papua dengan masyarakat etnis Jawa.

Nilai Sense of Community pada Kesejahteraan Psikologis dalam Menghuni (Housing Well-being): Studi Meta-analisis

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2823.487 KB)

Abstract

Abstract: Well-being appreciates as a holistic unity of ones potential and a state where individuals can receive strengths and weaknesses, have a purpose in life, develop positive relationships that lead to personal growth wherever individuals are, especially in their neighborhoods. The shelter that spawned a housing well-being that looked at the potential benefits optimally could be likened to where he/she lived. Housing well-being requires reflective and formative as a benchmark to assess the welfare of individuals in their dwellings. Formative indicators point to the evaluation of the satisfaction of residential features, while reflective indicators look at the gap between expectations and existing in the neighborhood, one of which is in the neighboring neighborhoods that are part of the residential community. Sense of community is an early stage in the individual to see the community. Based on the map of existing research results in terms of residential satisfaction. The study used this meta-analysis strategy to examine the results of previous research on the consistency between the sense of community in shaping housing welfare. This meta-analysis study resulted that a sense of community contributing to housing welfare.Abstrak: Kesejahteraan psikologis dijelaskan sebagai suatu pencapaian yang holistik dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan maupun kelemahan, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi positif yang bermuara pada pertumbuhan pribadi dimanapun individu berada, terlebih dalam lingkungan tinggal­nya. Konsep kesejahteraan psikologis inipun berkembang dalam lingkup hunian yang mencetuskan perspektif kesejahteraan psikologis dalam menghuni (housing well-being) yang memandang pada pencapaian potensi secara optimal beserta fungsi psikologis positif seseorang terhadap tempat tinggalnya. Pada indikatornya, housing well-being mensyaratkan reflektif dan formatif sebagai tolak ukur untuk menilai kesejahteraan psikologis individu pada huniannya. Indikator formatif menunjuk pada evaluasi kepuasan menyeluruh fitur hunian, sementara indikator reflektif melihat pada senjang antara harapan dan kenyataan yang ada di lingkungan tinggal, salah satunya adalah kepuasan dalam bertetangga yang merupakan bagian dari komunitas tinggal. Sense of community merupakan tahap awal dalam diri  individu  untuk  melihat  komunitasnya.  Berdasarkan peta penelitian  diperoleh  hasil bahwa terdapat peran sense of community dalam housing well-being. Penelitian yang meng­gunakan strategi meta-analisa ini bertujuan untuk mengkaji hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti sebelumnya tentang kekonsistenan antara sense of community dalam membentuk housing well-being. Studi meta-analisis ini menghasilkan bahwa sense of community memberikan kontribusi terhadap housing well-being.

PENGEMBANGAN MEDIA SPOTLIGHT BOOK UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Vol 3, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media spotlight book pada mata pelajaran IPS materi jenis pekerjaan kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian Research and Delevopment (R&D). Dengan prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono. Pengolahan data diambil dari validasi ahli media, ahli materi IPS, angket tanggapan siswa, dan hasil tes evaluasi. Hasil analisis data pada validasi ahli media 92,64% sangat baik, ahli materi 91,67% sangat baik, angket tanggapan siswa 92,89% sangat baik, dan rata-rata nilai evaluasi belajar 81,73 dengan ketuntasan hasil belajar mencapai 90%. Hal ini menunjukkan media spotlight book layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran kelas IV sekolah dasar. Kata kunci: Pengembangan, Buku interaktif, Spotlight Book, IPS

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT PADA SISWA KELAS IV SD

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 2 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.588 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran Think-Pair-Share pada materi sistem pemerintahan tingkat pusat kelas IV SD Negeri 05 Bojongbata dilihat dari: ketuntasan belajar, kemampuan kerjasama siswa, dan ada atau tidak perbedaan hasil belajar pembelajaran Think-Pair-Share dengan pembelajaran ekspositori pada materi sistem pemerintahan tingkat pusat kelas IV SD Negeri 05 Bojongbata.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelilitian ini menggunakan True Experimental Design (eksperimen yang betul-betul) yang berbentuk Posttest-Only Control Design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: metode wawancara, dokumentasi, tes, dan observasi atau pengamatan. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 82,061 dan rata-rata hasil belajar siswa kelompok kontrol sebesar 76,667. Pada ketuntasan klasikal, untuk kelas eksperimen didapatkan ketuntasan klasikal sebesart = 5,564 dan kelas kontrol didapatkan ketuntasan klasikal sebesar t = 1,055. Melalui pembelajaran Think-Pair-Share, kemampuan kerjasama siswa kelompok eksperimen mencapai kategori baik dengan perolehan nilai klasikal 71. Dari hasil analisis hipotesis diperoleh thitung = 2,631 > ttabel = 1,9979 sehingga H0 ditolak dan terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran Think-Pair-Share dan pembelajaran ekspositori. Jadi pembelajaran Think-Pair-Share lebih efektif dari pada pembelajaran ekspositori terhadap kemampuan kerjasama dan hasil belajar materi sistem pemerintahan pusat pada siswa kelas IV SD Negeri 05 Bojongbata Pemalang tahun pelajaran 2012/2013.Kata kunci: model think pair share, kemampuan kerjasama, dan hasil belajar

Komunikasi sebagai Motor Melihat Realitas Bersama (Kajian Shared Reality Theory)

Buletin Psikologi Vol 23, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimakhluk sosial, setiap individu memiliki keinginan untuk menjalinhubungan dengan individu lain. Individu dianggap dewasa secara sosial apabilatelah mampu berhubungan orang lain yang berarti mampu menjadi anggotamasyarakat dan berperan di dalamnya. Sears, Freedman, dan Peplau (1999)menerangkan bahwa hubungan antar manusia memiliki beragam bentuk. Beberapabentuk terjadi karena dipilih dengan bebas, ditentukan oleh individu denganbeberapa alasan khusus, bahkan beberapa bentuk hubungan lainnya terjadi secarakebetulan. Misalnya saja kasih sayang antara orangtua dengan anaknya, keinginanuntuk menjalin hubungan cinta kasih antara dua orang yang lain jenis, persaingansehat antara pemain bola yang sedang bertanding adalah sekelumit contoh ragambentuk hubungan antar manusia.