Erna Rahmawati
Program Studi Ortodonsia PPDGS Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAN CORPORATE GOVERNANCE DALAM PRAKTIK RISK DISCLOSURE PADA PERBANKAN INDONESIA Suhardjanto, Djoko; Dewi, Aryane; Rahmawati, Erna; M, Firazonia
JURNAL AKUNTANSI DAN AUDITING Volume 9, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : JURNAL AKUNTANSI DAN AUDITING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.813 KB)

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of corporate governance to risk disclosure ofIndonesian banks. Corporate governance are identified as the board size, the proportion ofindependent director, the proportion of woman director, the educational background of presidentdirector, the culture background of president director, the number of board meetings, the number ofaudit committee meetings and the proportion of independen audit committee members. This studyalso uses leverage and profitability as control variable. The level of risk disclosure is measuredbased on identified items of Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No.5/21/DPNP/2003. Underpurposive sampling, secondary data of 60 annual reports year 2007-2009 of banks in IndonesianStock Exchange are selected.The average level of risk disclosure is 51.42%. The result indicatesthat the level of risk disclosure of banking is at low since risk disclosure is mandatory disclosureaccording PSAK No. 31 (revised 2000), PBI Nomor: 5/8/PBI/2003, PSAK 50 (2006) andP3LKEPPBANK (2008). The result of multiple regression shows that corporate governance affectsthe level of risk disclosure through the variable board size and the number of board meetings. Othervariable, the proportion of independent director, proportion of woman director, educationalbackground of president director, culture background of president director, the number of auditcommittee meeting, and proportion of independen audit committee members are not goodpredictors for level of risk disclosure.Keywords:risk disclosure, corporate governance, Indonesian banks
Peran Board of Directors dalam Operational Risk Disclosure: Studi Empiris Perbankan Indonesia Suhardjanto, Djoko; Rahmawati, Erna
Jurnal Trikonomika Vol 11, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Jurnal Trikonomika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of board of directors to operational risk disclosure of Indonesian banks. Board of directors are identified as the board size, the composition of independent commissioners, the composition of woman commissioners, educational background of president directors, and the number of board meetings. This study also uses profitability and the composition of independent audit committee members as control variable. The level of operational risk disclosure is measured based on identified items of Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No.5/21/DPNP/2003. Under purposive sampling, secondary data of 46 annual reports year 2008-2009 of banks in Indonesian Stock Exchange are selected. The result of multiple regression shows that the size of board of directors affects the level of operational risk disclosure. Board of directors is the core of corporate governance, charged ensuring strategic guidance, monitoring management, and providing accountability. Other variables, the composition of independent commissioners, the composition of woman commissioners, educational background of president directors, and the number of board meetings are not good predictors for level of operational risk disclosures.
Perawatan Maloklusi Kelas I Bimaksiler Protrusi disertai Gigi Berdesakan dan Pergeseran Midline menggunakan Teknik Begg Rahmawati, Erna; Hardjono, Soekarsono
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maloklusi Angle kelas I  dengan bimaksiler protrusi merupakan maloklusi yang paling sering dijumpai. Kelainan yang banyak menyertai maloklusi kelas I bimaksiler protrusi adalah gigi depan berdesakan dan pergeseran midline.  Adanya persepsi negatif di masyarakat terhadap gigi dan bibir yang protrusi mendorong pasien untuk melakukan perawatan ortodontik. Perawatan pada kasus ini bertujuan untuk  mengurangi kecembungan wajah dengan meretraksi gigi anterior atas maupun bawah, mengoreksi midline rahang atas dan bawah serta gigi berdesakan anterior dengan perawatan ortodontik teknik Begg sehingga dapat memperbaiki estetik wajah.  Pasien wanita usia  34 tahun mengeluhkan gigi depan atas dan bawah sangat berdesakan dan pasien mengalami  kesulitan dalam menutup mulut. Diagnosis pasien adalah Maloklusi Angle kelas I dengan bimaksiler protrusi disertai gigi berdesakan anterior, pergeseran midline rahang atas dan rahang bawah. Pasien dirawat menggunakan alat cekat teknik Begg. Sebelum perawatan dilakukan pencabutan gigi premolar pertama rahang bawah kanan dan kiri dan rahang atas kanan. Pada rahang atas kiri dilakukan pencabutan gigi insisivus lateral yang berada diluar lengkung. Kesimpulan perawatan setelah 2 tahun terlihat bimaksiler protrusi, gigi berdesakan anterior dan midline terkoreksi.
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI IBU NIFAS DENGAN PEMULIHAN LUKA PERINEUM Rahmawati, Erna; Triatmaja, Nining Tyas
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.252 KB)

Abstract

Latar belakang: Pemulihan luka perineum yang lama pada ibu yang melahirkan secara normal (vaginal delivery) dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan pemulihan luka adalah faktor gizi. Tujuan: Menganalisis hubungan pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di BPS Murtini,Amd.Keb, Surabaya dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 24 orang dan diambil secara accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemenuhan gizi sedangakan variabel terikatnya berupa penyembuhan luke perineum. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p-value < 0.05 Hasil: Sebagian besar responden (66.7%) terpenuhi kebutuhan gizinya dan luka perineumnya mengalami pemulihan. Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum (p<0.05). Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis faktor zat gizi yang paling dominan dalam pemulihan luka perineum.
Perawatan Maloklusi Kelas I Bimaksiler Protrusi disertai Gigi Berdesakan dan Pergeseran Midline menggunakan Teknik Begg Rahmawati, Erna; Hardjono, Soekarsono
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maloklusi Angle kelas I  dengan bimaksiler protrusi merupakan maloklusi yang paling sering dijumpai. Kelainan yang banyak menyertai maloklusi kelas I bimaksiler protrusi adalah gigi depan berdesakan dan pergeseran midline.  Adanya persepsi negatif di masyarakat terhadap gigi dan bibir yang protrusi mendorong pasien untuk melakukan perawatan ortodontik. Perawatan pada kasus ini bertujuan untuk  mengurangi kecembungan wajah dengan meretraksi gigi anterior atas maupun bawah, mengoreksi midline rahang atas dan bawah serta gigi berdesakan anterior dengan perawatan ortodontik teknik Begg sehingga dapat memperbaiki estetik wajah.  Pasien wanita usia  34 tahun mengeluhkan gigi depan atas dan bawah sangat berdesakan dan pasien mengalami  kesulitan dalam menutup mulut. Diagnosis pasien adalah Maloklusi Angle kelas I dengan bimaksiler protrusi disertai gigi berdesakan anterior, pergeseran midline rahang atas dan rahang bawah. Pasien dirawat menggunakan alat cekat teknik Begg. Sebelum perawatan dilakukan pencabutan gigi premolar pertama rahang bawah kanan dan kiri dan rahang atas kanan. Pada rahang atas kiri dilakukan pencabutan gigi insisivus lateral yang berada diluar lengkung. Kesimpulan perawatan setelah 2 tahun terlihat bimaksiler protrusi, gigi berdesakan anterior dan midline terkoreksi.
Hubungan peran ayah terhadap pemenuhan tugas perkembangan remaja Rahmawati, Erna; Rahmah, Rahmah
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstact: The research objective was to determine the relationshipbetween the father’s role on the fulfillment of tasks of adolescentdevelopment at MAN Yogyakarta I. This type of research is nonexperimentaland cross sectional approach. Samples taken by randomas many as 91 students. Data were collected using a questionnaire.Statistical test using the Spearman rank with significance level of p <0.05.The results showed that the adolescent developmental tasks most students59 respondents (64.8%) in the category enough. A father’s role most ofthe 45 respondents (49.5%) in both categories. Statistical analysis showedthere is a relationship to the father’s role in the fulfillment of tasks ofadolescent development MAN Yogyakarta I with r = 0.692 and p =0.000 (p <0.05).
Faktor Determinan yang Mempengaruhi Stunting pada Anak (usia 0-59 Bulan) di Beberapa Negara Asia Tenggara Rosiyati, Eka; Pratiwi, Erlina A.D.; Poristinawati, Ina; Rahmawati, Erna; Nurbayani, Resita; Lestari, Sri; Wardani, Putri Sari; Nugroho, Muhammad Ridho
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.011 KB)

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi utama yang disebabkan oleh kekurangan gizi pada anak-anak usia dibawah 5 tahun. Faktor risiko stunting dipengaruhi oleh sosial ekonomi, Infant And Young Child Feeding (IYCF), penyakit infeksi, dan Water Sanitation and Hygiene (WASH). Faktor-faktor ini bervariasi diantara negara-negara Asia Tenggara sehingga diperlukan identifikasi mengenai faktor yang paling berpengaruh untuk merencanakan intervensi yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode systematic review denganpendekatan Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Artikel diperoleh dari data base jurnal yaitu PubMed. Dari 14.790 arkel diidentifikasi hanya 60 artikel yang sesuai kemudian diperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berhubungan dengan stunting dibeberapa Negara Asia Tenggara. Berdasarkan hasil systematic review, sosial ekonomi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan stunting di setiap negara Asia Tenggara. Pendapatan rumah tangga yang rendah, kurangnya pendidikan ibu, Praktek IYCF yang tidak sesuai, WASH, dan penyakit infeksi juga merupakan faktor yang memengaruhi stunting di negara Kamboja, Myanmar, Indonesia, Laos, Thailand,dan Malaysia. Peningkatan sosial ekonomi seperti pendapatan ibu, perkembangan informasi kesehatan, peningkatan IYCF, WASH, dan penurunan penyakit infeksi diperlukan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam strategi spesifik yang melibatkan banyak faktor.