Articles

Found 32 Documents
Search

Identifikasi Variabel Berpengaruh Pada Peningkatan Keunggulan Kompetitif Industri Alas Kaki di Kabupaten Mojokerto Nivitasari, Andini Okky; Rahmawati, Dian
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.389 KB)

Abstract

Kabupaten Mojokerto merupakan wilayah yang memiliki potensi dalam sektor industry, terutama dalam sektor industri kecil menengah seperti industri alas kaki.  Potensi produk unggulan alas kaki di Kabupaten Mojokerto berpeluang untuk mengembangkan perekonomian lokal masyarakat setempat. Namun kondisi ini belum dimaksimalkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa peningkatan keunggulan kompetitif industri alas kaki di Kabupaten Mojokerto, dengan fokus wilayah penelitian pada Kecamatan Sooko, Kecamatan Puri dan Kecamatan Mojoanyar. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan keunggulan kompetitif industri alas kaki  dengan menggunakan analisa diskriptif dari hasil nilai mean pada masing-masing variabel pada indikator penelitian kemampuan produksi, kondisi permintaan pasar, ketersediaan industri pendukung, kemampuan strategi struktur dan persaingan antar industri. Hasil dari penelitian ini adalah ketiga kecamatan memiliki karakteristik yang berbeda, akan tetapi terdapat satu variabel yang dianggap berpengaruh yaitu permintaan pasar lokal, dan terdapat satu variabel yang dianggap kurang berpengaruh yaitu permintaan pasar ekspor
Content Analysis Dalam Identifikasi Karakteristik Ekonomi Masyarakat Pesisir Brondong, Kabupaten Lamongan Martadwiprani, Hesti; Rahmawati, Dian
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.473 KB)

Abstract

Wilayah pesisir Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan merupakan kawasan sentra Minapolitan tangkap dan penghasil ikan laut terbesar di Jawa Timur. Beberapa kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat telah dilakukan di wilayah tersebut namun masih ditemukan tingkat kemiskinan penduduk yang cukup tinggi.Artikel ini merupakan bagian dari penelitian mengenai penentuanarahan pengembangan wilayah pesisir berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam Konsep Minapolitan di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Melalui artikel ini akan dibahas proses identifikasi karakteristik ekonomi masyarakat pesisir Brondong,yang dilakukan secara kualitatif,melalui content analysis. Melalui proses content analysisdihasilkan beberapa karakter spesifik dari pelaku kegiatan ekonomi pesisir yang dikategorikan sesuai “tema” atau “indikator” dari penelitian ini.
ANALISIS KADAR HAEMOGLOBIN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Sulastri, -; Rahmawati, Dian
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan disuatu negara seluruh dunia. AKB di Indonesia masih sangat tinggi yaitu mencapai 34/1000 KH (kelahiran hidup), bila dibandingkan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) ke-4 tahun 2015 yaitu 23/1000 KH. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar haemoglobin ibu hamil terhadap kejadian persalinan preterm. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan menggunakan pendekatan case control yang bersifat “Retrospective”. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa responden yang mengalami anemia cenderung mengalami persalinan preterm dengan data responden yang mengalami anemia sebagian besar yaitu 44 orang (34,9%) mengalami persalinan preterm dan 25 responden (19,8%) mengalami persalinan aterm. Sedangkan pada responden yang tidak mengalami anemia sebagian besar mengalami persalinan aterm yaitu sebanyak 38responden (30,2%) dan 19 responden (15,1%) mengalami persalinan preterm.  Kata Kunci : Haemoglobin, ibu hamil, Prematur
Preferensi Stakeholder dalam Pengembangan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya Wahyono, Hera Windy; Rahmawati, Dian
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.431 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25547

Abstract

Ekowisata mangrove Gunung Anyar berpotensi untuk dikembangkan. Ekowisata mangrove Gunung Anyar sendiri keindahan alam yang berbeda dibandingkan dengan ekowisata-ekowisata yang ada di Kota Surabaya. namun tidak diimbangi dengan pengembangan kawasan ekowisata mangrove yang optimal. Permasalahan tersebut menyebabkan kurangnya jumlah kunjungan wisatawan, kurang beragamnya atraksi wisata. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dirumuskan pertanyaan penelitian ini yaitu Sehingga dapat  merumuskan rekomendasi pengembangan ekowisata mangrove Gunung Anyar Kelurahan Gunung Anyar Tambak   berdasarkan preferensi Stakeholder.Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa, sasaran pertama Meningkatkan pengetahuan tentang kegiatan perlindungan ekowisata mangrove Gunung Anyar Surabaya, meningkatkan pemahaman akan lingkungan alam sekitar mangrove dan  karakteristik ekowisata dan  karakteristik ekowisata, peran serta masyarkat,dan memberikan fungsi koordinasi oleh pemerintah maupun swasta. Sasaran kedua, ditemukan 7 Faktor pengembangan ekowisata mangrove berdasarkan preferensi Stakeholder. Dan Ketiga, menyusun konsep wisata berbasis ecotourism, mengadakan pelatihan edukasi tentang ekowisata mangrove, pengembangan fasilitas dan pelayanan wisata, peningkatan modal usaha wisata, meningkatkan koordinasi antara masyarakat sekitar dengan stakeholder, melakukan promosi, Meningkatkan aksesibilitas kawasan ekowisata mangrove Gunung Anyar Surabaya
REPRESENTASI VISUAL MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH VERBAL SPLDV KELAS IX SMP Rahmawati, Dian; Hudiono, Bambang; Nursangaji, Asep
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 5 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.166 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan representasi visual dan verbal (lisan dan tulisan) matematika siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sungai Raya dalam menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 27 orang siswa kelas IX F yang kemudian dibagi menjadi 3 kelompok.  Sebelum diberikan soal tes, kemampuan representasi visual dan verbal siswa dalam menyelesaikan SPLDV masih rendah yakni 42%. Setelah diberikan soal tes, kemampuan representasi visual dan verbal siswa dalam menyelesaikan SPLDV meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa soal tes yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan representasi visual dan verbal siswa dalam menyelesaikan SPLDV.   Kata kunci : representasi visual, representasi verbal. Abstract: The aims of this research were to increase visual reprentation capabilty and verbal in written or spoken in solving the System of Linear Equation Two Variables (SLETV) of class IX of SMP Negeri 2 Sungai Raya. This research was descriptive. It was qualitative approach. The subject was 27 students of class IX F of SMP Negeri 2 Sungai Raya which divided into 3 groups. Before the test given, the capability of students visual representation and verbal SLETV solving was low it was about 42%. After the test given, the capability of students visual representation and verbal SLETV solving was increased. This research shows that test item given can increase the students visual representation capability and students verbal in solving SLETV. Key words : visual reprentation, verbal reprentation.
PERAN MASYARAKAT DAN PERMUKIMAN NELAYAN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN DI LAMONGAN, Studi Kasus Permukiman Minapolis Brondong Lamongan (The Role of Community and Fishing Settlement as a Basis for the Development of the Minapolitan Area i Suprihardjo, Rimadewi; Rahmawati, Dian
Tesa Arsitektur Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1830.969 KB)

Abstract

The Settlement fishermen is as basic area that contain all the activities of the fishermen in daily life and economic. Moreover, regional development as the settlement Minneapolitan area is using the strategic steps in order to create prosperity of fishermen. Such as: (1) strengthening the local economy and fishery small-scale; (2) strengthening business Secondary Schools As well (UMA); and (3) development of maritime economy and the region, based on fisheries management system. Problems that need to be addressed in any settlement fishermen, is how seamlessly integrates all the potential to improve the economy and the community empowerment. The methods used in this research is using combination approach between rationalistic and naturalistic with the method of qualitative/quantitative exploration. For identifying characteristic coastal settlement in the region, the analysis using adaptation study of Ekistics method that is one of the way to learn more about the settlement scientifically. This research aims to develop the concept settlement Minneapolis, and its role in developing the region Minneapolitan. The process toward development concept settlement Minneapolis, needs to identify the characteristics settlement specifically. This research result can be known the community living characteristic, public life coastal village that has a very important roles in the developing of Minneapolitan region in Lamongan district
Pengembangan Kawasan Agrowisata melalui Pendekatan Community Based Tourism di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Puspito, Atras Radifan; Rahmawati, Dian
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.138 KB)

Abstract

Berdasarkan RTRW Kota Batu Tahun 2010-2030, Kecamatan Bumiaiji ditetapkan wilayahnya sebagai pusat pengembangan kegiatan agrowisata khususnya di Desa Gunungsari, Desa Punten, Desa Tulungrejo, dan Desa Pandanrejo dengan komoditas yang berbeda. Hal tersebut juga didukung oleh potensi baik dari sisi keindahan alam maupun karakter masyarakat lokal. Namun faktanya agrowisata masih belum berkembang akibat belum optimalnya peran masyarakat selaku pengelola utama yang kemudian berdampak pada aspek lainnya. Untuk itu diperlukan penelitian untuk dapat mengetahui faktor – faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan agrowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu berbasiskan community based tourism yang mengedepankan peran masyarakat lokal dalam meningkatkan pendapatan mereka sebagai petani sekaligus pelaku agrowisata. Dalam proses analisa tersebut digunakan salah satu teknik analisa faktor yaitu confirmatory factor analysis (CFA) dengan hasil kuisioner skala likert sebagai input. Hasil akhir dari penelitian ini faktor - faktor pengembangan kawasan agrowisata di Desa Gunungsari, Desa Punten, Desa Tulungrejo, dan Desa Pandanrejo berdasarkan kelima dimensi konsep community based tourism yaitu lingkungan budaya, hubungan integrasi, sarana prasarana, kelembagaan, dan pengembangan masyarakat.
Konsep Land Sharing Sebagai Alternatif Penataan Permukiman Nelayan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya Yukeiko, Rivina; Rahmawati, Dian
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.035 KB)

Abstract

Permukiman nelayan di Gunung Anyar Tambak termasuk kawasan kumuh di Surabaya. Kekumuhan permukiman nelayan ditunjukkan dengan struktur bangunan dari kayu dan asbes, luas rata-rata 6m2, dan  tata letak bangunan yang tidak teratur. Urgensi dari penataan permukiman kumuh adalah dampak-dampak yang ditimbulkan adanya permukiman kumuh dari segi lingkungan, kesehatan, dan kemananan, sehingga perlu penataan yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan arahan penataan permukiman nelayan di Gunung Anyar Tambak Surabaya dengan konsep land sharing. Penelitian ini melalui tiga tahap analisis. Tahap pertama dengan analisis statistik deskriptif dan mapping untuk menganalisis karakteristik permukiman nelayan di permukiman nelayan Gunung Anyar Tambak. Tahap kedua menggunakan teknik analisis RRA (Rapid Rural Assessment) untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam penerapan konsep land sharing di permukiman nelayan Gunung Anyar Tambak. Selanjutnya perumusan arahan penataan permukiman nelayan dengan konsep land sharing dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu membagi lahan atas kesepakatan pemilik lahan dan penghuni lahan, 60 persen untuk pemilik lahan dan 40 persen untuk penghuni lahan, atau 70 persen untuk pemilik lahan dan 30 persen untuk penghuni lahan. Rekonstruksi bangunan non permanen dengan pola permukiman grid. Kepadatan bangunan permukiman nelayan direncanakan tetap 85 bangunan/Ha. Kondisi fisik bangunan permukiman dibangun sesuai kemampuan finansial pemilik lahan. Status kepemilikan lahan terdiri dari dibeli secara kredit atau sewa yang dibayar perbulan.
Kriteria Zona Industri Pendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Tuban Drestalita, Naya Cinantya; Rahmawati, Dian
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.429 KB)

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan kabupaten yang memiliki potensi sektor pertanian yang cukup besar, dengan kontribusi sebesar 24,6% dalam PDRB. Dalam RTRW Kabupaten Tuban terdapat arahan pengembangan kegiatan pengolahan hasil pertanian, serta terdapat arahan pengembangan KSK Agropolitan di lima kecamatan yaitu Kecamatan Palang, Kecamatan Semanding, Kecamatan Plumpang, Kecamatan Widang dan Kecamatan Jatirogo. Agroindustri merupakan salah satu kegiatan dalam sistem agribisnis yang dikembangkan dalam kawasan agropolitan, sehingga dalam kawasan agropolitan tersebut diharapkan terdapat zona untuk kegiatan agroindustri. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria zona industri dalam mendukung pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Tuban. Teknik analisis yang digunakan dalam menyusun kriteria zona industri tersebut adalah analisis deskriptif menggunakan pedoman dan standar, literatur, maupun studi kasus yang relevan. Hasil akhir penelitian ini didapatkan delapan kriteria zona industri pendukung pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Tuban yang divisualisasikan menggunakan software ArcGIS 10.2, yaitu kriteria kondisi fisik dasar, kriteria bahan baku, kriteria pasar, kriteria tenaga kerja, kriteria aksesibilitas (yang terdiri dari sub kriteria jaringan jalan dan jarak ke pusat kabupaten), kriteria sarana dan prasarana (yang terdiri dari sub kriteria ketersediaan jaringan listrik, jaringan air bersih, jaringan telekomunikasi, ketersediaan fasilitas perekonomian, dan ketersediaan rumah potong hewan), kriteria aglomerasi, serta kriteria penggunaan lahan.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Perbaikan Sanitasi Permukiman Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya Cahyani, Reny; Rahmawati, Dian
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.819 KB)

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan salah satu proses pembangunan masyarakat dengan melibatkan masyarakat dalam prosesnya. Rendahnya keterlibatan masyarakat di Kelurahan Putat Jaya dalam perbaikan sanitasi terlihat dari tingginya jumlah penduduk dan minimnya sarana sanitasi di Kelurahan Putat Jaya yang menyebabkan terganggunya kesehatan. Kelurahan Putat Jaya merupakan salah satu Kelurahan yang menduduki peringkat kedua jumlah penduduk tertinggi yang terserang DBD dan merupakan salah satu kawasan endemic di Kota Surabaya. Tujuan penulisan ini merumuskan arahan peningkatan partisipasi masyarakat dalam perbaikan sanitasi permukiman di Kelurahan Putat Jaya. Penggunaan metode penelitian yang digunakan terbagi menjadi 3 tahapan identitikasi tingkat partisipasi menggunakan skoring dan pembobotan, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam perbaikan sanitasi permukiman menggunakan analisis RCA dengan diagram fishbone, dan arahan peningkatan partisipasi masyarakat menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil Tingkat partisipasi di Kelurahan Putat Jaya terbagi menjadi 3 tingkat pada 8 RW prioritas. Tingkat partisipasi di dominasi oleh pemberian informasi dengan jumlah 6 RW, sedangkan tingkatan paling tinggi yaitu konsultasi berada pada RW IV dan paling rendah yaitu therapy pada RW II.