Articles

Found 26 Documents
Search

THE USE OF SWEAR WORDS BY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS 1 AT KOTABARU KARAWANG WEST JAVA

LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap bahasa terdapat kata-kata yang dianggap tidak sopan untuk dikatakan kepada lawan bicara. Kata-kata tersebut mengacu kepada kata-kata yang mengandung makian dan sumpah serapah, serta memiliki konotasi kasar dan tabu untuk diucapkan dalam situasi formal. Dalam era globalisasi ini, banyak remaja khususnya remaja Sekolah menengah Pertama yang menggunakan umpatan dalam komunikasi mereka sehari-hari. Oleh karena itu, penulis tergugah untuk menganalisis fenomena penggunaan kata umpatan oleh siswa SMPN 1 di wilayah Kotabaru Karawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan dan menganalisis penggunaan kata umpatan yang digunakan oleh siswa SMP mengacu kepada teori Sosiolinguistik yang dikemukakan oleh Janet Holmes. Kata-kata umpatan yang diproduksi oleh siswa merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penulis mengambil data dengan teknik purposive sampling sehingga penulis mendapat data sebanyak 25 kata umpatan yang dalam pengumpulan datanya dibagi menjadi 2 tahap yaitu wawancara dan observasi. Penulis juga menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap dan teknik catat ketika mengobservasi tuturan umpatan yang digunakan oleh siswa. Dalam mewawancarai siswa, penulis menggunakan teknik rekam untuk menjaga keaslian data. Dari hasil pengumpulan data, penulis mendapatkan 16 tuturan umpatan yang diperoleh dengan cara mewawancarai siswa dan 9 tuturan umpatan yang diperoleh dengan cara observasi di sekolah. Sebagian besar kata – kata umpatan dituturkan oleh siswa laki – laki. Namun ada beberapa tuturan umpatan yang diproduksi oleh siswa perempuan ketika mengumpat dengan teman sebayanya. Dari hasil observasi, penulis menemukan kata – kata umpatan yang digunakan siswa kepada temannya hanya pada latar informal. Walaupun ada seorang murid yang mengaku bahwa dirinya pernah mengumpat pada saat terdapat guru di dalam kelas, hal itu tidak lebih dari sekedar lelucon belaka. Secara garis besar, topik ketika siswa mengumpat kepada temannya hanya sebagai bahan lelucon. Meskipun ada beberapa tuturan umpatan yang mempunyai topik kemarahan, sebagian besar umpatan yang digunakan siswa mempunyai fungsi ekspresif.

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMUNIKASI INTERNAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. KAMBING REJEKI AGUNG SEMARANG

Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

work environment and internal communication are contributing factors to the achievement of high employee job satisfaction. This study aims to determine whether there is influence between internal communications and work environment on job satisfaction of employees. Type of research is explanatory research that describes the relationship between the variables of the study. Population are all employees of PT. Kambing Rejeki Agung Semarang , amounting to 61 people. Number of samples in this study amounted to 61 people.. Based on the results of tests with SPSS between work environment (X1) on employee job satisfaction (Y), obtained by counting the number of t 7,253 > 1.670 t-table that has a positive effect (to the right), so using one-tail hypothesis; means H0 rejected,so that the partial (individual) there is a significant and positive influence of work environment (X1) on employee job satisfaction (Y). Test results with SPSS between internal communication (X2) of the employee satisfaction (Y), obtained by counting the number of t 22,387 > 1.670 t-table which has a positive effect (to the right), so using one-tail hypothesis; means H0 rejected, so partial (people) are significantly and positively influence the work environment (X2) for employee job satisfaction (Y). While the results of tests with SPSS between work environment (X1) and internal communication (X2) on job satisfaction of employees (Y), obtained by counting the number of F-28.852> F-table 3.13 that has a positive effect (to the right), so using hepotesa one tail

MODEL PEMILIHAN BAHAN PEWARNA ALAM COKELAT BATIK TULIS YOGYAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP)

Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses produksi batik dengan menggunakan pewarna sintetis seringkali menimbulkan masalah karena mengandung zat berbahaya yang berdampak negatif terhadap kesehatan maupun lingkungan. Oleh karena itu, beberapa produsen batik di Indonesia termasuk sentra Batik Giriloyo mulai mencanangkan batik ramah lingkungan yang menggunakan teknik pewarnaan dengan pewarna alam. Namun setiap UKM batik di Giriloyo ini memiliki pertimbangan yang berbeda dalam memilih bahan pewarna alam karena belum adanya model dalam memilih bahan pewarna alam yang membantu UKM agar memilih bahan yang tepat. Akibatnya pihak UKM memilih bahan pewarna alam secara subjektivitas.Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi kriteria pemilihan bahan pewarna alam yang akan dijadikan pertimbangan dalam membuat model pemilihan dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) dan software super decisions. Sehingga diperoleh subkriteria dengan bobot kepentingan tertinggi untuk bahan pewarna alam cokelat yakni subkriteria sumber bahan baku dengan bobot 0,117. Pada prioritas akhir diperoleh bahan pewarna alam dengan prioritas tertinggi untuk bahan pewarna alam cokelat yaitu kulit kayu mahoni sebesar dengan bobot 0,277.In the process of batik production using synthetic dyes often poses a problem because it contains hazardous substances that have a negative impact on health or the environment. Therefore, some manufacturers of batik in Indonesia, including the central batik Giriloyo started declare environmentally friendly that uses coloring techniques with natural dyes. But every batik SMEs in this Giriloyo have different considerations in choosing natural dyes because of the lack in choosing models of natural dyes that help SMEs to choose the right material. As a result, the SMEs choose natural dyes subjectivity.This study intends to identify the criteria for the selection of natural dyes that will be taken into consideration in making the selection model using Analytic Network Process (ANP) and the superdecisions software. In order to obtain sub-criteria with the highest importance weight for natural dye brown which subcriteria source of raw materials by weight 0.117. At the end of the priority natural dye obtained the highest priority for natural brown dye is leather mahogany with weight 0.277.

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK DI TK GEMILANG PONTIANAK KOTA

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.638 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, pendekatan, serta evaluasi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan di TK Gemilang Pontianak Kota. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan guru cukup baik, guru menyiapkan RKH satu hari sebelum pembelajaran, menyiapkan kelas dan media sesuai dengan tema yang akan dipelajari. Hal ini terlihat hanya sekali guru mengajak anak untuk mengingat kegiatan belajar pada hari sebelumnya, melakukan apersepsi serta menginformasikan tema pada hari itu. Pelaksanaan pembelajarannya pun guru lebih dominan menggunakan papan tulis dan buku tugas dibanding dengan media lainnya. Guru tidak menggunakan pendekatan yang berpusat pada anak, hanya melakukan rolling/tukar posisi duduk anak dalam 2 minggu sekali. Kemudian pada saat evaluasi, terlihat beberapa kali saja guru melakukan tanya jawab pada anak kegiatan apa yang sudah dilakukan dalam satu hari pembelajaran dan guru tidak pernah menginformasikan kegiatan belajar untuk esok harinya pada anak-anak. Kata Kunci : Strategi guru, Kemampuan Membaca Permulaan, Anak usia dini  Abstract: This study aimed to describe the planning, implementation, approach and evaluation of teacher’s in improving the beginning of reading skills at TK Gemilang Pontianak Kota. This study used a descriptive research method with qualitative approach. Result of data analysis showed that the planning is done well enough by teachers, teachers prepare RKH one day before study, to prepare the classroom  and media according to the themes that will be studied. It is seen that only once the teacher invites the childrens to remember the learning activities on the previous day, did apperception and inform the theme of the day. Even at the implementation of learning the teachers more dominant uses a blackboard and book task than using other media. Teacher does not use centered approach in children, only to exchange the child sitting every two weeks. Then at the time of the evaluation, the teacher only seeb a few times do question and answer on children of what activities is already done in one day learning and teacher never inform the child about next day learning activities. Key words: teacher strategy, beginning reading skills, early childhood

Gerakan Petani Dalam Konteks Masyarakat Sipil Indonesia: Studi Kasus Organisasi Petani Serikat Tani Merdeka (SeTAM)

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2003): Dinamika Negara dan Masyarakat Sipil
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peasant movement take different form from time to time. The recent one have been strongly manifest in their struggle to encounter states policies. In so doing, they equipt themselves with capacity to manage their autonomy, improve their access to government institutions, and making use of public sphere. The case of SeTAM shows that the peasants ara capable of presenting as an element of civil society.

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PR FAJAR BERLIAN TULUNGAGUNG

Jurnal BONOROWO Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.258 KB)

Abstract

Untuk melihat sejauh mana peran manager dalam meningkatkan motivasi pada perusahaan rokok Fajar Berlian Tulungagung,maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh manajer untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan melalui pemberian Gaji, Bonus,dan Promosi.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bentuk penelitian kualitatif dengan.Sumber data yang digunakan terdiri dari informanI, lokasi penelitian, arsip dan dokumen. Teknik dalam penelitian ini adalah penelitian perpustakaan dan hasil pengamatan.Dalam mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan model analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peran manajer dalam memotivasi kerja karyawan dengan memberikan Gaji, Bonus, dan Promosi, akan mempengaruhi Produktivitas kerja karyawan.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (STUDI KASUS DI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI TULUNGAGUNG)

Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.101 KB)

Abstract

AbstrakPendidikan  multikultural bertujuan pada alasan gagasan bahwa sistem pendidikan gagal untuk mengurangi konflik antara kelompok dan masyarakat.Pendidikan antar budaya mengesampingkan nilai-nilai dari minoritas walaupun menyajikan penilaian sosial dan budaya.Pendidikan multikultural diharapkan untuk memperkuat perilaku peduli dan sikap rela untuk memahami atau pengenalan politik dari budaya minoritas.Penelitian ini bertujuan pada pengembangan standar kompetensi minimum yang terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar dimana siswa dapat menerima untuk menghargai dan menghormati perbedayaan budaya.Penelitian ini adalah sebuah analisa dari kebutuhan untuk mendesain dan analisis faktor variable- variable yang diterapkan di Tulungagung, melibatkan tenaga ahli, para siswa dan guru sebagai sampel penelitian.mendesain dan analisis faktor variable- variable yang diterapkan di Tulungagung, melibatkan tenaga ahli, para siswa dan guru sebagai sampel penelitian.Abstract The multicultural education is purposed on the reason of the idea that the intercultural educational failed to reduce conflicts between groups and communities. Intercultural education the cultural neglects the values of minority, even preserving the social and cultural prejudices. Multicultural education, instead , is expected to cultivate an attitude of caring and willing to understand or political recognition of cultural minorities. This study aims at the development of Minimum Competency Standards ( SKM ) consisting of Competency Standards and Basic Competency which allows learners to appreciate and respect the cultural pluralism (cultural diversity ) . The final form of this research is a lattice of multicultural education syllabus in accordance with the needs of the academic and socio - cultural students.This study is an analysis of the need to design and multivariate factor analysis was conducted in Tulungagung, involving expert, students and teachers as the study sample .  

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PELANGGAN DALAM PENENTUAN PILIHAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR PADA LBB TCC DI TULUNGAGUNG (Studi kasus pada Lembaga Bimbingan Belajar LBB Tulungagung)

Jurnal BONOROWO Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.606 KB)

Abstract

                                                AbstrakMengenali tipe perilaku pelanggan merupakan salah satu cara agar pelanggan mau membeli produk atau jasa perusahaan sehingga pemasaran yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi, sikap, motivasi dan pembelajaran berpengaruh baik secara simultan maupun parsial terhadap perilaku pelanggan dalam menentukan pilihan Lembaga Bimbingan Belajar pada LBB “TCC” Tulungagung. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengujian hipotesis-asosiatif, sampel pada penelitian diambil dengan menggunakan teknik sampel probabilitas, dengan menggunakan random sampling, teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian bahwa persepsi, sikap, motivasi, pembelajaran, mempengaruhi penentuan pilihan belajar sebesar 48,6%. Secara parsial terdapat pengaruh persepsi terhadap penentuan pilihan pada Lembaga Bimbingan Belajar “TCC”  di Tulungagung dengan tingkat signifikansi sebesar 0,014. Terdapat pengaruh sikap terhadap penentuan pilihan pada Lembaga Bimbingan Belajar “TCC”  di Tulungagung dengan tingkat signifikansi sebesar 0,033. Terdapat pengaruh motivasi terhadap penentuan pilihan pada Lembaga Bimbingan Belajar “TCC”  di Tulungagung dengan tingkat signifikansi sebesar 0,008. Terdapat pengaruh pembelajaran terhadap penentuan pilihan pada Lembaga Bimbingan Belajar “TCC”  di Tulungagung dengan tingkat signifikansi sebesar 0,033.  Secara simultan besarnya Fhitung sebesar 15,409. Nilai ini lebih besar dari Ftabel 2,53 artinya terdapat pengaruh faktor persepsi, sikap, motivasi dan pembelajaran terhadap penentuan pilihan pada Lembaga Bimbingan Belajar “TCC”  di Tulungagung.Abstract The Factors that Influence consumer behavior in determining the choice of tutoring Agency to LBB TCC In Tulungagung.Identify the type of consumer behavior is one way to makecustomer to buy company’s product or services so that the marketing strategies that is done canrun well.The purpose of this research is to find out that perceptions, attitudes,motivation and learning take effect either simultaneously or parthally to words consumer behavior in determining the choice of tutoring agency to LBB TCC Tulungagung. The methods that is used in this research is hypothesis Associatif Examination, Samples were taken using probability sample technique, by using Random Sampling data collection, technique by interviews with questionnaires. The result of this research that perception, attitudes, motivations and learning influence the determination of tutoring options in the amount of 46,8%. Partially there is perception influence to words determining options to tutoring agency TCC in Tulungagung with a significance level of 0,014. There is attitudes influence to words determining options to Tulungagung agency TCC in Tulungagung with a significance level of 0.033. There is motivations influence to words determining options to tutoring agency TCC in Tulungagung with  significance level of 0.08. There is learning influences to words determining options tutoring agency TCC in Tulungagung with a significance level of0,33, Simultancously, the magnitude of F count at 15,409. This value is biggee than F table 2,53.It mean that there is perception, attitudes, motivation, and learning influence in determining the choice tutoring agency to LBB TCC Tulungagung.

AUTES TECH (AUTOMATIC ELECTRIC SCARECROW TECHNOLOGY)

Telematika Vol 11, No 1: Februari (2018)
Publisher : STMIK Amikom Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.109 KB)

Abstract

Teknologi dibidang pertanian yang semakin berkembang dengan bantuan teknologi yang semakin canggih sangat membantu para petani dalam meningkatkan hasil pertanian yang mereka kelola sehingga tidak menyebabkan kerugian setiap masa penen. Autes Tech yang merupakan sebuah alat yang membantu masyarakat khususnya para petani menjelang musim panen ketika hama burung mulai meyerang ketika musim panen dengan sistem electronic alat ini menggunakan bantuan aki atau accumulator dalam penggunaan daya dan menggunakan sistem peregerakan dengan bantuan timer setiap pergerakan 5 menit sekali. Alat ini dapat digunakan oleh para petani dengan mudah dan efektif sehingga para petani bisa memperoleh hasil yang maksimal ketika musim panen. Alat ini bisa digunakan oleh para petani dengan pemantauan dirumah karena alat ini akan berjalan secara otomatis diarea persawahan para petani.

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA, PENGHARGAAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP EFEKTIVITAS MANAJERIAL KEPALA SMA SWASTA DI JAKARTA TIMUR

Jurnal Ilmiah Educational Management Vol 6, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : PPs UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this causal research was to obtain information concerning the effect of quality of worklife, reward, and self efficacy on managerial effectiveness of the principals of private high school in east Jakarta. The research was conducted by using a survey method with path analysis in testing hypothesis. In this research, principals of private high school has been choosen as a unit analysis and 66 samples of principals were selected in random. The results of the research are as follows; (1) there is a direct positive effect of quality of worklife on managerial effectiveness, (2) there is a direct positive effect of reward on managerial effectiveness, (3) there is a direct positive effect of self efficacy on managerial effectiveness, (4) there is a direct positive effect of quality of worklife on self efficacy, (5) there is a direct positive effect of reward on self efficacy. Therefore, to improve managerial effectiveness, Private school foundations should gives more attention to the fulfillment of the needs of facilities and infrastructure in schools. Principals should more adaptive in response to the changes. School principals should be able to compensate for changes in education that is so dynamic and managing changes to improve the quality of school.