Articles

Found 32 Documents
Search

MENGGUNAKAN ANALISA SPATIAL DALAM MEMBANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PENELITIAN KESEHATAN rahmat, agus; Suriri, M
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi Geografis (SIG) adalah suatu metoda untuk memvisualisasi, memanipulasi, dan menganalisa datadan informasi yang berhubungan dengan ruang atau tempat (spatial data), SIG juga merupakan kombinasi dari data atauinformasi mengenai suatu tempat agar dapat memberikan pengertian yang lebih baik tentang tempat tersebut, Data atau informasiapa yang dikombinasikan sangat tergantung pada kebutuhan Sisten Informasi geografis apa yang diinginkan.
Pengeluaran Limbah Penebangan Hutan Tanaman Industri dengan Sistem Pemikulan Manual (Penilaian Performansi Kualitatif) (Manual Bundling System for Felling Waste Extraction on Industrial Plantation Forest (Qualitatif Performance Assessment)) Budiaman, Ahmad; Rahmat, Agus
JURNAL MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Vol 15, No 3 (2009)
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.203 KB)

Abstract

This paper presented result of the study on extraction of felling waste by manual bundling systems: assessment of qualitative performance The study is carried out at an Industrial Plantation Forest in South Kalimantan. Two bundling methods were apllied in this study, i.e. bundling by the use of net and rope.  The results of the study showed that adaptation level of workers for the systems were good enough. The most mistaked work elements for both methods was compacting the waste for bundling, while the less mistaked work element was unload travel to the waste location.  Keywords: felling waste, plantation forest, extraction, manual bundling
KINERJA HUBUNGAN MASYARAKAT PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA BARAT Rahmat, Agus; Bakti, Iriana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.067 KB)

Abstract

Kebutuhan pemerintah Indonesia atas Humas pemerintah tidak lagi dalam tataran wacana atau sekedar konsep secara keIlmuan, keberadaan Humas pemerintah didorong atas kebutuhan pemerintah untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh pemerintah kepada ,asyarakat guna memperoleh dukungan dan untuk menerangkan apa dan bagaimana yang dilakukan pemerintah sehingga lingkungan masyarakat dalam dan masyarakat luar percaya. sudah sejak lama pemerintah di Indonesia termasuk pemerintah daerah memiliki Humas pemerintah, bahkan khusus di lingkungan pemerintah, profesi ini tergabung dalam wadah BakoHumas. Fakta yang ada dan berkembang mengisyaratkan sekaligus mempertanyakan mengenai kinerja Humas Pemerintah selama ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsi kinerja Humas pemerintah khususnya Humas Pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa: pertama, kinerja Humas pemerintah lebih banyak menerimaan teguran dibanding pujian/penghargaan atas hasil kerja; kedua, pegawai di bagian Humas pemerintah sangat sedikit yang berlatar belakang pendidikan formal komunikasi, terlebih lulusan keHumasan selain itu pegawai juga jarang mendapat pendidikan non formal bidang keHumasan; ketiga, aktivitas Humas pemerintah lebih tertumpu pada kegiatan rutin berupa penyediaan informasi bagi media. Konsekuens dari temuan penelitian ini adalah perlunya pengembangan kompetensi pegawai Humas pemerintah melalui linieritas bidang kerja dan pendidikan bagi pegawai baru dan pelatihan bidang keHumasan bagi petugas yang sudah ada.DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.2
The impact of clean lifestyle health promotion on the attitude, motivation, and behaviour of village health cadres Solehati, Tetti; Rahmat, Agus; Kosasih, Cecep Eli; Hidayati, Nur Oktavia
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol 31, No 3 (2018): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.691 KB)

Abstract

Pangandaran is a popular tourism destination in West Java, which is annually visited by a high number of foreign and domestic tourists. It has set itself the vision of gaining the title ‘Healthy Village’. However, Pangandaran beach is still fighting the problem of waste, which is easily found along the coast. Thus, disease is mushrooming due to the lack of a Clean Lifestyle (Perilaku Hidup Bersih Sehat/PHBS) and the low awareness of PHBS in the Pangandaran local community. The efforts undertaken to overcome the problem of infectious disease due to the lack of PHBS require great support from various parties such as health service centres and via community participation and the role of cadres, who also manage the Community Health Centres (Pos Pelayanan Terpadu/Posyandu). The study aims to determine the effect of the health promotion of PHBS on the attitude, motivation, and behaviour of the health cadres. The study was quasi-experimental, involving a pre-test and post-test design. The study was conducted in Pangandaran Village, Pangandaran Regency. This research involved the health cadres because they are the closest person to the community and they also run a health program. In addition, they are reliable people when it comes to overcoming health problems in the community. The total population of health cadres in Pangandaran Village amounted to 28 people, via total sampling. The instruments used in this study included a questionnaire, observation sheet, and a checklist. The data analysis used univariate and bivariate analysis. The result showed that the mean score of attitude ranged from 65.11 to 74.71 (p = 0,000), the mean score of motivation was 37.39 to 40.71 (p = 0,000), the mean score of genital hygiene behaviour was 67.96 to 80.61 (p = 0,000) and the mean score of the behaviour of CTPS was significant at 32.25 to 35.71 (p = 0,000). This study found there to be significant difference in the mean attitude, motivation and behaviour of the health cadres before and after the intervention period.
Iklim Komunikasi Organisasi PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang Rochmani, Farhad Fadilla; Rahmat, Agus; Budiana, Heru Ryanto
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.427 KB)

Abstract

Farhad Fadilla Rochmani, 210110070346. 2012. Field of study : Science of Public Relations, Faculty of Communication Padjadjaran University. Research tittle Organizational Communication Climate of PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang. This research used quantitative descriptive method under supervision and mentored by Dr. Agus Rakhmat, M.pd as prominent mentor and Heru Ryanto Budiana, S. Ag., M.Si as associate mentor. This research is aimed to give description about organizational of communication climate of PT Pupuk Kalimantan Timur consist of trust, honesty, participative decision making, openness upward communication, listening downward communication, and  emphasis on high performance goals. Frame from Peterson and Pace about Inventory Climate Comunication used for this research.  This research choose 247 people as sample, used proportionate stratified random sampling as a technique, and used ordinal scale for variations of answer. To make the explanation easier, the frequency distribution of data analysis is translated to percentages. The data collection method used for this research are questionnaires, observations, interviews, and literature studies. After analyze, result that some aspect of organization climate communication of PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang not ideal. Researcher suggest that manager should be more active to develop better relationship with subordinate, a better relationship too between management and employee, and also advice to learn non verbal communication for effective communication. Keywords: Organizational Communication Climate
Simbolisasi Logo Maicih „For Icihers With Love Ratranto, F.X Ryan Wahyu; Rahmat, Agus; Setianti, Yanti
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.05 KB)

Abstract

F.X. Ryan Wahyu Ratranto 210110070133, Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjajaran. “Simbolisasi Logo Maicih „For Icihers With Love‟”. Analisis  Semiotika  Charles  Sanders  Peirce  mengenai  Simbolisasi  logo  Sebagai  Corporate Identity Maicih “For Icihers With Love”. Dr.Agus Rahmat, M.Pd sebagai pembimbing utama dan Dr. Yanti Setianti, M.Si Sebagai pembimbing pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Maicih”For Icihers With Love” merepresentasikan corporate identity sebagai keripik pedas melalui simbol-simbol pada logo Maicih”For Icihers With Love”. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis untuk mencari tahu ideologi dibalik simbol-simbol pada logo. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini di dapatkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel dari penelitian ini adalah Rully Rumantra yang bekerja sebagai designer pembuat logo dari Maicih”For Icihers With Love”. Sampel lainnya dari penelitian ini adalah pemilik usaha bisnis ini  beserta  jajaran  nya.  Uji  keabsahan  dari  penelitian  ini  menggunakan  triangulasi  sumber, metode dan teori. Hasil dari penelitian ini adalah, Maicih”For Icihers With Love” memunculkan makna bahwa perusahaan ini adalah produsen keripik pedas pertama kali yang dikemas secara unik, dikelola para anak muda dan merupakan bisnis yang menjanjikan. Hal itu ditunjukkan melalui simbol-simbol yang dibagi menjadi elemen headline logo, logo body, dan tagline logo. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Maicih”For Icihers With Love” memunculkan simbol-simbol yang merepresentasikan bahwa logo Maicih”For Icihers With Love”  memiliki  tanda-tanda  yang  sesuai  dengan  visi  misi  perusahaan  dan  strategi  yang dijalankan. Saran dalam penelitian ini sebaiknya Maicih”For Icihers With Love” menjelaskan lebih dalam mengenai makna-makna yang ada pada logonya melalui program-program yang dimiliki. Kemudian Maicih”For Icihers With Love” sebaiknya menempatkan logo pada media-media yang efektif dan efisien.  Kata Kunci      : Simbol, simbolisasi, logo, maicih.
Hubungan Antara Program Acara Mangkal Sore Di Radio Prambors 98.4 FM Bandung dengan Pengetahuan dan Kepuasan Kawula Muda Mengenai Informasi Hiburan Silaen, Swandi Pratama; Rahmat, Agus; Setiawan, Wawan
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Edisi Perdana eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.343 KB)

Abstract

Title of research is "Relationship between Mangkal Sore Program in Prambors Radio 98.4 FM Bandung with the Knowledge and Satisfaction of Kawula Muda about Information of Entertainment". This study aims to determine how farthe relationship between Mangkal Sore Program in Prambors Radio 98.4 FM Bandung with Kawula Muda’s Knowledge and Satisfaction about Information of Entertainment.The object of this study is kawula muda, followers of @PramborsBandung .The method used in this study is correlational who tries to find relationships between variables through hypothetical test. Data collection techniques that are used through a questionnaire distributed to 67 respondents, interviews, observations in the field and the results of literature study. The data are then analyzed using Spearman Rank correlation coefficient. The theory used in this research is Uses and Gratifications Theory. The conclusion of this research is Mangkal Sore Program in Prambors Radio 98.4 FM Bandung has a significant relationship with the knowledge and satisfaction of kawula muda about information of entertainment. The suggestion that can be given by researcherin general is Mangkal Sore Program in Prambors Radio 98.4 FM Bandung must provide more knowledge according to kawula muda needs. Keyword : radio, followers, uses and gratifications
MENGGUNAKAN ANALISA SPATIAL DALAM MEMBANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PENELITIAN KESEHATAN Rahmat, Agus; Suriri, M.
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Sistem informasi Geografis (SIG) adalah suatu metoda untuk memvisualisasi, memanipulasi, dan menganalisa datadan informasi yang berhubungan dengan ruang atau tempat (spatial data), SIG juga merupakan kombinasi dari data atauinformasi mengenai suatu tempat agar dapat memberikan pengertian yang lebih baik tentang tempat tersebut, Data atau informasiapa yang dikombinasikan sangat tergantung pada kebutuhan Sisten Informasi geografis apa yang diinginkan.SIG juga merupakan Gabungan dari 5 komponen yaitu : orang (user), perangkat keras (hardware), perangkat lunak(software), data, dan prosedur . tanpa adanya 5 komponen tersebut, Sistem Informasi Geografis yang baik tidak akan bisadibangun.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Konflik Sosial Sumartias, Suwandi; Rahmat, Agus
Jurnal Penelitian Komunikasi Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 16 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.805 KB)

Abstract

Konflik sosial yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini, salah satunya disebabkan lemahnya kepastian hukum. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi konflik sosial di desa Manis Lor Kabupaten Kuningan. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif eksplanatoris, dengan uji statistik Analisis Jalur. Populasi penelitian adalah tokoh masyarakat formal dan informal (Kepala desa, ulama, dan pemuda), dan masyarakat yang terlibat konflik sosial di desa Manis Lor Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan: a) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor identitas sosial dengan konflik sosial anarkis. b) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor sosial-ekonomi dengan konflik sosial anarkis. c) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kredibilitas tokoh dengan konflik sosial anarkis. d) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor motif dengan konflik sosial anarkis. e) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kepribadian/keyakinan dengan konflik sosial anarkis. f) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor perilaku komunikasi dengan konflik sosial anarkis.
Implementasi Model Komunikasi Kesehatan melalui Penyebaran Informasi Jaminan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat Rahmat, Agus; Perbawasari, Susi; Zubair, Feliza; Koswara, Aang
Jurnal Penelitian Komunikasi Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 17 No. 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.805 KB)

Abstract

Setiap perilaku berlandas pada pengetahuan, oleh karena itu untuk keberhasilan program Jaminan Kesehatan Masyarakat yang dilakukan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu mempersyaratkan dilakukannya komunikasi atau sosialisasi atas program tersebut, melalui berbagai saluran yang ada. Bagaimana model komunikasi kesehatan yang diimplementasikan pemerintah dalam menyebarkan informasi Jamkesmas khususnya di wilayah Jawa Barat ? Tujuan penelitian ini adalah mengetahui arah aliran informasi yang terjadi dalam sosialisasi program Jaminan Kesehatan Masyarakat, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan multistage cluster sampling, jumlah responden 180 orang. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi yan bersifat antarpribadi dengan para opinion leaders formal sebagai saluran utama masyarakat kurang mampu dalam memeroleh informasi. Ini berarti bahwa publik target untuk penguatan atau keberhasilan sosialisasi Jaminan Kesehatan Masyarakat adalah opinion leaders seperti ketua Rukun Warga ataupun Rukun Tetangga serta kader.