Articles

Found 7 Documents
Search

Minimalisasi Konflik di Daerah: Mewujudkan Pemilu Secara Demokratis dengan Moral Agama Rahman, Rini
Jurnal Demokrasi Vol 7, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Politik Kenegaraan
Publisher : Jurnal Demokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

General election in Indonesia is a facility to emerge the power of Indonesian in order to result in Indonesian government that more democratic based on Pancasila and UUD 1945. Organizing a free, secret, honest, and fair direct general election can be implemented if all of the committees of general election have high integrity, professionalism, and accountability. However, some local conflicts affect on the democratic process getting worse. It is assumed that the conflict is caused by the lack of dependence of local KPUD (Committee for the Local Election). Thus, it needs a kind of action to minimize the local conflicts and to make the dependence of local KPUD as the main consideration to make the implementation of direct general election work well. It is also important to complete moral religious in practicing politics and direct general. Kata Kunci: Pemilu, Pilkada, Pemerintahan, Demokratis, Konflik, Komisi Pemilihan Umum (KPU)
PENDIDIKAN PRA NIKAH DALAM RANGKA MENCAPAI RUMAH TANGGA SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH Murniyetti, Murniyetti; Alfurqan, Alfurqan; Rahman, Rini; Kher, Dinovia Fannil
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i2.412

Abstract

Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam kehidupan umat manusia juga merupakan tonggak utama dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Dari keluarga muncul sebuah ekspresi di mana adanya sebuah keinginan dan tindakan untuk terbentuk dan terjadinya keluarga yang bahagia. Dan terbentuknya keluarga dalam Islam berawal dari teciptanya hubungan suci yang terjalin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan melalui tali perkawinan yang sakral dengan terpenuhi rukun-rukun dan syarat sahnya sebuah perkawinan. Namun pada kenyataannya kondisi keluarga saat ini mulai kehilangan fungsi dan peranannya. Hal tersebut terjadi karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana mencapai keluarga bahagia (sakinah mawaddah wa rahmah) dengan memahami hal-hal yang berkaitan tentang pernikahan dalam Islam. Karenanya penting para calon orang tua, calon ayah ibu perlu mendapatkan pendidikan tentang pernikahan sebelum memasuki jenjang pernikahan. dengan memahami konsep ajaran Islam yang berhubungan dengan pernikahan , seperti rukun dan syarat pernikahan, hukum tujuan dan hikmah pernikahan, tentang perempuan yang boleh dan tidak boleh dinikahi, serta permasalahan yang berhubungan dengan putusnya pernikahan
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM AWAL ABAD 20 (Studi Kasus di Sumatera Barat) Rahman, Rini
HUMANUS Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jh.v14i2.5684

Abstract

The modernisation of Surau is marked by the start of Islamic Education institutions such as Sekolah Adabiyah, Sumatera Thawalib, Madrasah Diniyah, Madrasah Tarbiyah Islamiyah, and Normal Islam. These institutions apply a curriculum which includes both Islamic subjects as well as general subjects.The students graduating from these modern institutions bring positive influences to the development of Islamic education especially in West Sumatera.
PENDIDIKAN ORANG DEWASA YANG DIKEMBANGKAN RASULLULLAH Alfurqan, Alfurqan; Rahman, Rini; Rezi, Muhamad
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v1i1.327

Abstract

Rasulullah, Muhammad SAW, succeeded in changing the uncivilized society into the civilized one as well as the Jahiliyah society into the educated one. The key to the success was his appropriate teaching concept and his sincerity. There were some representative and dominant educational approaches and methods that were developed by Rasulullah, Muhammad SAW, in teaching his Shahabah as adults. One approach that he used was the philosophycal approach. Meanwhile, the methods that he used were the exemplary and affectionate methods. Rasulullah, Muhammad SAW telah berhasil membina masyarakat dari masyarakat yang paling biadab menjadi masyarakat yang paling beradab, dari masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang terdidik. Kunci keberhasilan pendidikan yang beliau lakukan adalah: konsep ajaran yang beliau sampaikan adalah ajaran yang benar dan tepat, kesungguhan dan keikhlasan beliau dalam melaksanakan tugas. Ada beberapa pendekatan dan metode pendidikan yang dipandang representatif dan dominan yang dikembangkan oleh Rasulullah SAW dalam mendidik para sahabat sebagai orang dewasa. Pendekatan yang digunakan salah satunya adalah pendekatan filosofis, sedang metode yang digunakan beliau diantaranya metode keteladanan, metode lemah lembut dan kasih sayang.
PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA (UPAYA PENGUATAN KARAKTER DENGAN PENDEKATAN AGAMA) Rahman, Rini; Kher, Dinovia Fannil; Rani, Yati Aisha
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v1i2.473

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan juga merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Sedangkan pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alam sekitarnya. Proses tersebut dilakukan dengan cara pendidikan dan pengajaran sebagai sesuatu aktivitas asasi dan profesi di antara sekian banyak profesi asasi dalam masyarakat. Remaja sebagai penerus generasi adalah tonggak penerus peradaban. Artikel ini membahas tentang urgensi pendidikan Islam bagi remaja sebagai upaya penguatan karakter.
PENDIDIKAN SEKS DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Analisis Teks Ayat Alquran) Rahman, Rini; Muliati, Indah
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v2i2.751

Abstract

Sex education in Islam is not new. Because when speaking aqidah, worship and morality, there is sex education included in thaharah discussions. Sex education in Islamic perspectives here is an effort to provide knowledge about biological changes in humans, reproductive organs and their functions and how to maintain the reproductive organs they have by instilling moral, ethical and Islamic religious commitments so that they do not occured abuse of reproductive organs. The purpose of sex education in Islam is to maintain the safety and honor and purity of the generation of Islam in the midst of society. Sex education is also given to humanity, so that they do not fall into the abyss of mischief, namely adultery.
ANALISIS PARAMETER HEMATOLOGI DAN BILIRUBIN SERUM PADA PASIEN APENDISITIS AKUT KOMPLIKATA DAN NON KOMPLIKATA Rahman, Rini; Kartini, Ani; Widaningsih, Yuyun; Abdullah, Agus Alim
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v26i2.1536

Abstract

ABSTRAKPendahuluanApendisitis akut adalah peradangan pada apendiks vermiformis akibat obstruksi lumen yang diikuti infeksi bakteri. Apendisitis akut dibagi menjadi dua kelompok, komplikata dan non komplikata. Peradangan akut apendiks memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi sehingga dibutuhkan pemeriksaan pendukung. Tujuan penelitian untuk mengetahui jika parameter hematologi dan bilirubin serum dapat dijadikan prediktor apendisitis akut komplikata. MetodePenelitian restrospektif. Analisis dilakukan pada parameter hematologi (WBC, Neutrofil, NLR, RDW, PLTMPV, PDW) dan bilirubin serum. Uji statistik menggunakan Independent-tdan Mann-Whitney. UnivariateLogistic Regressiondigunakan untuk mengevaluasi hubungan parameter hematologi dan bilirubin serum signifikan dengan diagnosis apendisitis komplikata dan non komplikata. Nilai cut-offdan nilai diagnosis diukur menggunakan analisa kurva receiver operating characteristic(ROC). HasilPasien apendisitis akut sebanyak 173 terdiri 67 komplikata dan 106 non komplikata. WBC dan Neutrofil signifikan lebih tinggi pada apendisitis akut komplikata (p<0,05). NLR dan PLT signifikan lebih tinggi pada apendisitis akut komplikata (p<0,001). RDW-CV, MPV dan PDW didapatkan p>0,05. Nilai bilirubin serum pada pasien apendisitis akut komplikata lebih tinggi dibandingkan non komplikata (p<0,001). Hasil uji korelasi menggunakan Logistic Regressionmenunjukkan parameter PLT signifikan digunakan sebagai prediktor apendisitis akut komplikata, sedang parameter WBC, Neutrofil, NLR, RDW-CV, MPV, PDW dan bilirubin tidak dapat digunakan sebagai prediktor. Hasil AUC pada kurva ROC menunjukkan PLT memiliki nilai 74,4% dengan sensitivitas 97,17% dan spesifisitas 40,29%. Simpulan dan SaranPLT dapat digunakan sebagai prediktor apendisitis komplikata. Bilirubin serum meski didapatkan hasil yang signifikan pada Mann-Whitney Test, pada Logistic Regressiontidak signifikan. Kami menyarankan dilakukan penelitian prospektif  dengan sampel yang lebih banyak.