Articles

Found 37 Documents
Search

Pengolahan Dan Kualitas Limbah Cair Hotel Swiss-Bell Panakukkang Di Kota Makassar Tahun 2017

Celebes Enviromental Science Journal Vol 1 No 1 (2019): Celebes Enviromental Science Journal
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.458 KB)

Abstract

The existing problem at Hotel Swiss-Bel Panakukkang is that the hotel does not have Liquid Waste Disposal Permit (IPLC), has not recorded daily wastewater pH, has not recorded daily wastewater discharge, has not checked periodic wastewater quality parameter standard 1 ) Within 1 (one) month, has not submitted daily waste water discharge report, daily  pH and wastewater parameters at least once in 3 (three) months to BLHD Makassar with copies of BLHD South Sulawesi Province. This study aims to determine the processing and quality of liquid waste Swiss Hotel-Bell Panakukkang Makassar Year 2017 viewed from the parameters of pH, BOD, COD, TSS and ammonia. The type of this research is observasional with descriptive approach. The results showed that there are still parameters that exceed the quality standard because it is not in accordance with the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 on the Standard of Liquid Waste for Hospitality Activities. On average inlet pH 6.8 and average outlet pH level of 6.15. In the mean inlet BOD content of 79.82 mg / L and outlets of 138.78 mg / L. On average inlet COD 120 mg / L and outlet 200 mg / L. In the average inlet TSS content of 45.5 mg / L and outlet of 88 mg / L. In the average inlet and outlet for ammonia <0.01 mg / L. Wastewater treatment is done with five times phase: preliminary treatment, primary treatment, secondary treatment, tertiary treatment and ultimate disposal. It is suggested to the hotel to supervise the operation of WWTP so that the performance of WWTP is more optimal in reducing the pollution material produced.

Simulasi Karakteristik Bubble Sebagai Indikasi Awal Terjadinya Fenomena Kavitasi Dengan Menggunakan Sinyal Vibrasi Pada Pompa Sentrifugal Dengan Menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic)

e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.464 KB)

Abstract

AbstractCavitation is one indication decline in pump performance. Indication of cavitation inpumps is the occurrence of high vibration and noise and damage to the pump impeller. Onecause of the vibration occurs is due to the emergence of bubble. In this research, observationwas done to determine the vibration characteristics and the characteristics of the bubble thatoccurred. After observing the characteristics of bubble that arisc by varying the capacity toobserve the flow patterns that occurred, then performed simulations using Computational FluidDynamics or CFD which aims to simulate the fluid flow in centripugal pumps performed byvarying its flow capacity. From the results of simulation that was done, the lowest pressure ofthe fluid in the impeller region continued to decline, namely, 6084.42 3745.33 Pa Pa, Pa3250.17, 524.53 Pa along with the smaller capacity of fluid flow. Along with the smaller capacityis also accompanied by increasing the top speed of fluid flow, namely, 27,62 m/s, 31,59 m/s,31,95 m/s, 75,76 m/s.Key words: Centrifugal, pump cavitation, suction pipe, pressure distribution, the distribution ofspeeds, the flow pattern.

Sintesis Biosurfaktan Palmitin Etanolamida Menggunakan Biokatalis Lipase Imobil Getah Pepaya

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1 (March 2013)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.617 KB)

Abstract

Biosurfaktan palmitin etanolamida diperoleh dari reaksi antara asam palmitat dan etanolamina dengan menggunakan katalis enzim lipase imobil getah pepaya dan pelarut organik n-heksan. Pengaruh enzim lipase dapat dianalisa dengan menggunakan katalis enzim lipase ekstrak getah pepaya yang telah diimobilisasi dan reaksi tanpa katalis sebagai pembanding. Telah dilakukan tiga variasi untuk mendapatkan kondisi optimum reaksi masing-masing adalah variasi waktu, konsentrasi enzim imobil dan rasio asam palmitat terhadap etanol amida. Dari ketiga variasi tersebut maka waktu 72 jam, 12,5% enzim imobil dan rasio 1 : 7 memberikan hasil yang optimal dan hasil dilihat dari besarnya bilangan ester yang diperoleh

Kerusakan Ekosistem Hutan Mangrove di Desadongko Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli Tahun 2007-2012

GeoTadulako Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GeoTadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.789 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini menggambarkan  kondisi fisik kerusakan ekosistem hutan mangrove oleh penduduk yang bermukim di sekitar kawasan hutan mangrove, jenis-jenis aktivitas sosial-ekonomi penduduk yang berpengaruh terhadap kerusakan ekosistem hutan mangrove, serta merumuskan berbagai upaya pemulihan kerusakan ekosistem hutan mangrove akibat aktivitas sosial-ekonomi penduduk di Desa Dongko Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk yang bermukim di sekitar kawasan ekosistem hutan mangrove yaitu dusun 1 Dongko dan dusun 3 Silumba dengan jumlah 465 KK. Besar sampel penelitian adalah 211 KK yang ditentukan dengan teknik sampling acak sederhana (simple ramdom sampling) dan dihitung menggunakan formulasi Krijcie dan Morgan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei, pengamatan (observasi), wawancara, dan pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan ekosistem hutan mangrove di Desa Dongko dengan Sistem Informasi Geografi (SIG), hasil pemetaan dan analisis peta penggunaan lahan tahun 2007-2012 diketahui luas kerusakan 40,21 Ha (50,36%) dari luas seluruh hutan mangrove seluas 79,83 Ha, yang pada saat ini hanya tinggal tersisa 39,62 Ha, hal ini disebabkan oleh aktivitas sosial ekonomi penduduk seperti pengalih fungsian lahan hutan mangrove menjadi lahan pertambakan, pemukiman, dan fasilitas umum. Berdasarkan hasil analis SWOT  perlu dilakukan pengembangan kawasan hutan mangrove di Desa Dongko sebagai hutan lindung yang berpedoman pada kebijakan pemerintah Kabupaten Tolitoli terkait pengelolaan mangrove, meningkatkan prasarana dan sarana guna menunjang pembangunan dan penanggulangan kerusakan kawasan ekosistem hutan mangrove, meningkatkan sumberdaya manusia, merumuskan kebijakan pengelolaan dan pembangunan yang tepat di sekitar hutan mangrove serta melakukan penaman kembali terhadap ekosistem hutan mangrove yang rusak. Kata kunci: Ekosistem, Kerusakan Ekosistem, Hutan Mangrove, Desa Dongko

Desain Sistem Informasi Harga Pangan Realtime Sebagai Instrumen Kebijakan Pengendalian Inflasi Daerah

Jurnal INSYPRO (Information System and Processing) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Prodi Sistem Informasi UIN Alauddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.028 KB)

Abstract

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan juga masyarakat umum membutuhkan rujukan informasi harga pangan yang terpercaya sekaligus mudah diakses. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah sistem informasi pangan untuk mendukung kerja pengendalian inflasi daerah yang telah menjadi program pemerintah. Sistem dikembangkan dengan mengacu pada standar kebutuhan pemantauan harga pangan oleh Tim Pengendalian Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan. Arsitektur sistem memanfaatkan teknologi Cloud Computing dengan membangun jaringan Sistem Database dan Web Server virtual (virtual server) pada jaringan cloud. Arsitektur server database berbasis cloud berfungsi sebagai pusat data yang bisa diakses dari beragam antarmuka dari platform berbeda. pada tahap awal penelitian, sistem dibangun dengan 3 antarmuka akses ke server pusat data yaitu melalui aplikasi web akses publik (Front-End), akses operator/administrator (Back- End) dan aplikasi Android yang juga bersifat publik. Sistem berjalan baik dalam menampilkan data harga per komoditas, statistik harga bulanan, metadata harga dan akses pengelolaan sistem oleh administrator. Sistem Informasi Harga Pangan sebagai produk penelitian akan memberi kontribusi langsung bagaimana menyelesaikan pemantauan hargadari cara manual menggunakan struktur sistem database server. Arsitektur sistem menggunakan teknologi cloud untuk implementasi sistem data-sentral bertujuan untuk menekan biaya. Model ini dapat menjadi rujukan bagi sistem serupa yang membutuhkan suatu implementasi data sentral yang handal dan berbiaya murah. Kata Kunci: Sistem Informasi, TPID, Cloud Computing, Web Server, Database System, Front-End, Back- End, Virtual Server.

VARIASI GENETIK DAN FAKTOR RISIKO GEN FLAGELLIN SALMONELLA TYPHI PADA DEMAM TIFOID AKUT DAN KARIER DI SULAWESI TENGAH

Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.616 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil gen flagelin Salmonella enterica serovar Typhi pada Karier dan Demam Tifoid Akut (DTA), menganalisis perbandingan profil gen flagelin Salmonella enterica serovar Typhi pada Karier dan DTA, dan menilai seberapa besar risiko profil gen flagelin S.typhi terhadap Karier di Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Molekuler dan Imunologi Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksploratif analitik. Hasil skrining dengan metode Nested PCR dari 847 sampel feses diperoleh 40 (4.7%) positif S.typhi dan dari 83 sampel darah suspek Demam Tifoid diperoleh 40 (47.6%) positif S.typhi. Sampel darah suspek DTA diperoleh dari rumah sakit dan Puskesmas dan sampel feses Karier diambil dari kunjungan rumah berdasarkan data medical record rumah sakit dan Puskesmas. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik melalui tabulasi silang yang kemudian dilanjutkan dengan Uji kai-kuadrat dan odds ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan (p <0.05). Pasien yang terinfeksi dengan varian Hi-d, z66Ind dan Hdz66Ind S.typhi ditemukan berisiko pada Karier 1,7 kali (OR 1.750), 1,6 kali (OR 1.658) dan 1,3 (OR 1.373) kali lebih besar dibandingkan risiko pada DTA. Deteksi alternatif dini terhadap Karier dapat dilakukan dengan pelacakan gen flagelin (Hi-d, z66Ind dan Hdz66Ind). Kata Kunci :. Gen, Demam Tifoid, karier

KARAKTERISTIK BREEDING PLACES DAN PERTUMBUHAN LARVA AEDES Aegypti

Healthy Tadulako Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.954 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Program pencegahan DBD  yang dijalankan pemerintah saat ini dianggap kurang efektif. Hal ini ditandai dengan masih tingginya angka insiden kejadian di masyarakat yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data jumlah kejadian penyakit DBD di kelurahan Tamamaung  sebanyak 16 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik Breeding places, densitas jentik serta pertumbuhan larva Aedes aegypti pada beberapa jenis air antara lain: air hujan, air sumur gali, air selokan dan air PAM. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan observasional dilapangan sedangkan untuk pemeriksaan jenis air dengan metode quasy experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah warga di RW 06 Kelurahan Tamammaung sebanyak 98 rumah.. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji varian (ANOVA). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa Jenis bahan dasar TPA yang disukai  Aedes aegypti yaitu Gentong ditemukan sebanyak 77 (76,7%), Untuk jenis bahan dasar Non TPA yaitu  jenis ban bekas yang berbahan dasar karet yaitu 8 (88,9%), kaleng bekas berbahan dasar logam/seng 5 (12,2%), dan yang paling sedikit pada tempat minum hewan bahan dasar plastik 4 (44,4%)  Kepadatan Jentik Aedes aegypti Di Kelurahan Tamammaung yaitu House Index (HI) 34,7 DF (5=Sedang) Container Indeks (CI) 32,6,%, DF (8=Tinggi) dan Breteau Index (B) 168% DF(8=Tinggi). Larva Aedes aegypti paling banyak mati pada kelompok air PDAM (64%) dan mampu bertahan hidup lebih dari 6 hari pada Air selokan dengan persentase sebesar (82,8%), Total pertumbuhan larva menjadi pupa tertinggi terdapat pada air selokan dengan persentase sebesar (5,33%). Kesimpulan: Sebaiknya masyarakat menggunakan jenis bahan TPA yang permukaannya halus licin dan mudah di bersihkan untuk keperluan sehari-hari, selain kurang disukai oleh nyamuk Aedes aegypti, bahan plastik mudah dibersihkan. Masyarakat dihimbau agar membuang tempat-tempat yang sudah tidak digunakan dan berpotensial menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, seperti kaleng dan ban bekas yang berada di sekitar rumah Kata kunci: Aedes aegypti, Densitas, breeding places, Air selokan, Air PDAM

PEMETAAN PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN DI PULAU SAUGI KABUPATEN PANGKEP

Healthy Tadulako Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.588 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyakit penyakit berbasis lingkungan merupakan penyebab kematian di Indonesia. Pada tahun 2001, kematian yang disebabkan oleh penyakit berbasis lingkungan, diantaranya Infeksi Saluran Pernafasan Akut ISPA menduduki peringkat pertama dengan jumlah 15,7% kematian, penyakit TBC menduduki peringkat kedua dengan jumlah 9,6% kematian. Diare menduduki peringkat ketiga dengan jumlah 7,4% kematian. Secara total penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan 33% atau sepertiga total kematian seluruh kelompok umur. Sedangkan pada kelompok balita, pola penyebab kematian ini lebih tinggi lagi yaitu 30,8% kematian dan menduduki urutan pertama pola penyakit pada balita sebanyak 19,4 per 1000 balita. Tujuan: Pemetaan sebaran geografis penyakit berbasis lingkungan merupakan salah satu bentuk pengendalian yang sangat berguna agar program pengendalian penyakit disuatu daerah tepat sasaran. maka dari itu, dikembangkan system penyebaran penyakit berbasis lingkungan yang berbasis Geographis Informasi Sistem GIS yang digunakan untuk analisis data georeferensi untuk menghasilkan peta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional potong lintang dengan pendekatan Sistem Inforamsi Geografis yng memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan, mengeksplorasi, memilah milah data dan menganalisis data secara spasial. Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi Arc view GIS 3,3 kemudian disajikan dalam bentuk peta. Serta pendataan karakteristik sanitasi lingkungan rumah penderita penyakit berbasis lingkungan dengan menggunakan kuesioner sanitasi dasar lingkungan rumah yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Pendataan karakterisitik sanitasi lingkungan rumah penderita penyakit berbasis lingkungan di Pulau Saugi dalam hal ini penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Sistem Pencernaan Tidak Spesifik, serta Dermatitis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan. Penelitian ini menyarankan agar perlu adanya sosialisasi serta pelaksanaan sanitasi lingkungan rumah yang baik khususnya penggunaan sumber air serta pembuangan air limbah dan pengelolaan sampah. Serta mengingat bahaya penyebaran penyakit berbasis lingkungan maka usaha pengendalian penyakit perlu difokuskan kearah daerah dengan status penderita dengan melihat peta berbasis GIS.   Kata Kunci : Penyakit Berbasis Lingkungan, GIS, Kepulauan

PERENCANAAN LAHAN PARKIR MENGGUNAKAN BETON NORMAL MASJID LAODE AL-MALIM UNIVERSITAS HALU OLEO

MEDIA KONSTRUKSI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : MEDIA KONSTRUKSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parkir adalah tempat pemberhentian kendaraan dalam jangka waktu pendek atau lama, sesuai dengan kebutuhan pengendara. Dari pengamatan selama ini, lahan parkir pada Masjid Laode Al-malim Universitas Haluoleo  tidak efektif dengan adanya genangan air  pada daerah parkir. Oleh karena itu dirasa perlu untuk merencanakan beton untuk lapisan perkerasan pada area parkir.Dengan adanya permasalahan tersebut , salah satu upaya untuk mereduksi jumlah air limpasan adalah dengan mengaplikasikan perkerasan beton yang memiliki efisiensi dalam mengalirkan air ke saluran drainase. Luas  keseluruhan area rencana pada lahan parkir Mesjid Laode Al-Malim Universitas Halu-Oleo adalah 2509,93 m³, dimana terbagi menjadi tiga lahan rencana parkir , Luas Lahan parkir I 920,33 m³, lahan II 876,70 m³ dan luas lahan III 712,90 m³, sedangkan komposisi campuran beton yang digunakan pada perencanaan ini yaitu semen 970815.82 Kg/m3, pasir 1685694.1 Kg/m3, Split 1671545.7 Kg/m3 dan Air 571159.66 Kg/m3. Kata kunci : Lahan Parkir , Beton , Perencanaan

AKTIVITAS PROMOSI DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI PULAU HOGA KABUPATEN WAKATOBI (Studi Pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi)

Business UHO: Jurnal Administrasi Bisnis Vol 1, No 1 (2016): Business UHO: Jurnal Administrasi Bisnis
Publisher : Business UHO: Jurnal Administrasi Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RAHMAN, Nomor Pokok C1A1 12 157 judul, Aktivitas Promosi dalam Meningkatan Kunjungan Wisatawan di Pulau Hoga Kabupaten Wakatobi (Studi pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi). Di bawah bimbingan oleh bapak .H. Mustakim sebagai pembimbing I dan bapak H. Akhyar A. sebagai pembimbing II Penelitian   ini   dilaksanakan   di   Dinas  Pariwisata   dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi.  Untuk mencapai tujuan yang dimaksud, dalam penulisan skripsi ini digunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Dimana penulis memberikan gambaran objek wisata penelitian secara jelas dan sistematis. Analisis ini berdasarkan data yang diperoleh baik dari pustaka maupun observasi, yaitu penelitian langsung dilapangan  dengan melakukan wawancara langsung kepada informan yang dianggap mampu memberikan keterangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti seperti kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Bidang Pemasaran dan Seksi Promosi. Kata kunci; Strategi Saluran Distribusi, Volume Penjualan