Articles

Found 36 Documents
Search

Meningkatkan Pemahaman Konsep Bagian-Bagian Tumbuhan Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievemen Division (STAD) di Kelas IV SDN No.1 Inti Lero Tatari Andriani, Andriani; Rahman, Nurdin; Gonggo, Siang Tandi
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 8 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.194 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah Meningkatkan pemahaman konsep bagian-bagian tumbuhan melalui pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievemen Division (STAD) di kelas IV SDN No.1 Inti Lero Tatari. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman siswa dalam pembelajaran konsep bagian – bagian tumbuhan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD, yang melibatkan 21 orang siswa yang terdiri dari 13 orang siswa  laki – laki dan 8 orang siswa perempuan yang terdaftar pada tahun pelajaran 2013 – 2014. Penelitian ini menggunakan desain penelitian model Kemmis dan Mc Tanggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dikelas  dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 61,90% dan daya serap klasikal 73,33%. pada tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 100% dan daya serap klasikal 86,66%. hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan. pada kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada SDN No.1 Inti Lero Tatari. Kata Kunci: Student Team Achievement Division (STAD), Hasil Belajar IPA
Meningkatkan Kemampuan Siswa Mengelompokan Hewan Berdasarkan Makanannya Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD di Kelas IV SD Negeri 2 Wombo Rosdia, Rosdia; Rahman, Nurdin; Gagaramusu, Yusdin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 8 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.194 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengelompokkan hewan berdasarkan makanannya di kelas IV SD Negeri 2 Wombo melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. Terdiri beberapa aspek perlakuan dan pengamatan utama yaitu  peningkatan kemampuan mengelompokkan hewan berdasarkan makanannya dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus dan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan  di SD Negeri 2 Wombo dengan melibatkan 14 orang siswa terdiri atas 5 orang laki-laki dan 9 orang perempuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 50% dan daya serap klasikal 64,85%. Pada tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 92,85% dan daya serap klasikal 71,14%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai daya serap klasikal minimal 70% dan ketuntasan belajar klasikal minimal 80%. Berdasarkan nilai rata-rata daya serap klasikal dan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, hasil penelitian bahwa perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan mengelompokkan hewan berdasarkan makanannya pada siswa kelas IV pada pembelajaran Sains di SD Negeri 2 Wombo. Kata Kunci: Mengelompokkan Hewan Berdasarkan Makanannya, Kooperatif Tipe STAD
HUBUNGAN ASUPAN KALSIUM DAN AKTIVITAS OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI KELAS XI DI SMA NEGERI 2 PALU Safitri, Riska; Rahman, Nurdin; Hasanah, Hasanah
Healthy Tadulako Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.009 KB)

Abstract

Abstrak Tidak sedikit remaja putri mengalami Dismenore ketika haid. Dismenore merupakan nyeri haid yang biasanya bersifat kram dan berpusat pada  perut bagian bawah yang terasa selama menstruasi, terkadang sampai parah sehingga mengganggu aktivitas Derajat dismenore dipengaruhi oleh asupan kalsium dan aktivitas olahraga. Kalsium merupakan zat yang diperlukan untuk kontraksi otot, termasuk otot pada organ reproduksi. Bila otot kekurangan kalsium, maka otot tidak dapat mengendur setelah kontraksi, sehingga otot menjadi kram. Latihan olahraga mampu meningkatkan produksi endorphin (penghilang rasa sakit alami tubuh) sehingga menghilangkan nyeri ketika haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan kalsium dan aktivitas olahraga dengan kejadian dismenore pada siswi kelas XI di SMA Negeri 2 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 65 sampel yang diambil dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chisquare pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara asupan kalsium dengan kejadian dismenore (ρ=0,000), ada hubungan antara aktivitas olahraga dengan kejadian dismenore (ρ=0,006). Bagi remaja putri diharapkan agar lebih memperhatikan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari agar zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat terpenuhi. Kata Kunci : Asupan Kalsium, Aktivitas Olahraga, Dismenore
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA SMA NEGERI 1 PALU Rahman, Nurdin; Dewi, Nikmah Utami; Armawaty, Fitra
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : akultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.363 KB) | DOI: 10.22487/j25283375.2016.v7.i1.5818

Abstract

ABSTRAK   Perilaku makan adalah suatu keadaan yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap tata krama makan, frekuensi makan, pola makan, kesukaan makan, dan pemilihan makanan. Konsumsi zat gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Bila konsumsi zat gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang, sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih dan obesitas. Konsumsi zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan akan membantu remaja mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan terbagi atas faktor eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada remaja SMA Negeri 1 Palu”. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi berjumlah 921 orang dan jumlah responden sebanyak 91 orang, menggunakan teknik proportional random sampling. Data penelitian ini diuji secara statistik dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan orang tua (ρ= 0,004) dan pengetahuan gizi (ρ = 0,000) dengan perilaku makan. Dengan pendapatan yang diperoleh, keluarga dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti tahu, tempe, ikan, sayur-sayuran yang harganya relatif terjangkau. Melalui pengetahuan gizi, responden menjadi tahu bahwa kesehatan berhubungan erat dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dalam penelitian ini ditemukan pula tidak ada hubungan antara teman sebaya (ρ= 1,000) dengan perilaku makan. Mayoritas responden masih tinggal bersama orang tua sehingga orang tua masih memegang peranan penting dalam membentuk perilaku makan anak. Kata Kunci : Perilaku Makan, Gizi Remaja.
PERBEDAAN TINGKAT KECUKUPAN ENERGI, PROTEIN DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI DAERAH PANTAI DAN DAERAH PEGUNUNGAN KECAMATAN SINDUE Rahman, Nurdin; Hasanah, Hasanah; Nurfadilah, Nurfadilah
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : akultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.604 KB) | DOI: 10.22487/j25283375.2014.v5.i2.5753

Abstract

ABSTRAK   Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor terkait. Lingkungan merupakan salah satu faktor yang berkaitan erat dengan masalah gizi yang ada di Masyarakat, dimana perbedaan daerah pantai dan pegunungan mempunyai lingkungan yang berbeda sehingga menyebabkan perbedaan komoditi, pola produksi dan beragamnya jenis serta jumlah pangan yang dihasilkan sangat mempengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecukupan energi, protein dan status gizi anak Sekolah Dasar Negeri daerah pantai dan daerah pegunungan Kecamatan Sindue. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah populasi yaitu 69 siswa yang semuanya dijadikan responden (total sampling). Hasil uji Independent Sample t test  menunjukkan terdapat perbedaan kecukupan energi anak Sekolah Dasar Negeri daerah pantai dan daerah pegunungan (ρ=0,000). Terdapat perbedaan kecukupan protein anak Sekolah Dasar Negeri daerah pantai dan daerah pegunungan (ρ=0,000), uji Mann-Whitney test terdapat perbedaan status gizi anak Sekolah Dasar Negeri daerah pantai dan daerah pegunungan (ρ=0,017), Diharapkan kepada pemerintah daerah setempat agar memperhatikan pemerataan sumber daya alam yang ada antara daerah pantai dan pegunungan, serta diharapkan juga kepada institusi terkait yaitu Sekolah Dasar Negeri agar memperhatikan konsumsi makanan jajanan anak selama berada di lingkungan sekolah. Kata Kunci : Kecukupan Energi, Protein, Status Gizi, Pantai, Pegunungan
FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN TAIPA KOTA PALU Rahman, Nurdin; Hermiyanty, Hermiyanty; Fauziah, Lilis
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : akultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.759 KB) | DOI: 10.22487/j25283375.2016.v7.i2.8338

Abstract

Gizi kurang merupakan penyebab kematian 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) di dunia. Kelurahan Taipa merupakan salah salah satu kelurahan di Kota Palu yang mempunyai kasus gizi kurang tertinggi dengan prevalensi sebanyak 13,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita usia 24-59 bulan di Kelurahan Taipa Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah case-control study. Sampel dalam penelitian ini yaitu balita yang berada di Kelurahan Taipa Kota Palu yang berjumlah 99 balita yang terdiri dari 33 kasus dan 66 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan FFQ semikuantitatif serta pengukuran berat badan. Analisa data dilakukan dengan uji statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang konsumsi energinya memiliki risiko tinggi berisiko 8,413 kali menderita gizi kurang dibandingkan dengan balita yang konsumsi energinya memiliki risiko rendah (CI: 3,036-23,014), balita yang konsumsi proteinnya memiliki risiko tinggi berisiko 6,091 kali menderita gizi kurang dibandingkan dengan balita yang konsumsi proteinnya memiliki risiko rendah (CI: 2,306-16,094) dan balita dengan pola asuh makan yang memiliki risiko tinggi berisiko 3,200 kali menderita gizi kurang dibandingkan balita dengan pola asuh makan yang berisiko rendah (CI: 1,293-7,922), sedangkan balita yang pernah menderita penyakit infeksi berisiko 2,250 kali menderita gizi kurang dibandingkan balita yang tidak pernah mengalami penyakit infeksi dan tidak bermakna signifikan (CI: 0,810-6,252). Sebaiknya para orangtua lebih memperhatikan asupan makanan balita dan kesehatannya agar zat gizi dapat terpenuhi untuk menunjang aktivitas sehari-hari mereka sehingga dapat terhindar dari gizi kurang.Kata Kunci: Gizi Kurang, Balita, Konsumsi Energi, Konsumsi Protein, Penyakit Infeksi, Pola Asuh  Makan
KEBIASAAN SARAPAN PAGI, ASUPAN ZAT GIZI, DAN STATUS GIZI MURID SDN INPRES 3 TONDO, KOTA PALU Rahman, Nurdin; Dewi, Nikmah Utami; Bohari, Bohari
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : akultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.174 KB) | DOI: 10.22487/j25283375.2017.v8.i1.8342

Abstract

Kekurangan dan kelebihan gizi merupakan masalah gizi kronis dan akut yang mengancam anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebiasaan sarapan pagi, asupan zat gizi, dan status gizi anak usia sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan analitik observasional. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas 4 SDN Inpres 3 Tondo yang berjumlah 40 murid. Teknik sampling adalah total sampling. Besar sampel yang berhasil dikumpulkan adalah 30 murid, dan 10 murid tidak hadir selama penelitian. Variabel penelitian yaitu kebiasaan sarapan pagi, asupan energi dan zat gizi, dan status gizi. Intrumen penelitian adalah form food recall 24 jam, food model, microtoise. Analisis data menggunakan aplikasi Nutrisurvey, WHO Antro Plus, dan SPSS. Hasil penelitian yaitu asupan gizi yang kurang dari AKG yaitu energi (80,0%), karbohidrat (76,6%), lemak (70,0%), dan protein (63,3%). Kebiasaan sarapan pagi sebesar 86,2%. Status gizi (IMT/Umur) kurus (13,3%), gizi lebih (20,0%) dan normal (66,7%). Kesimpulan yaitu murid telah memiliki kebiasaan sarapan pagi namun kualitas asupan gizinya masih kurang dari AKG dan murid memiliki masalah kekurangan dan kelebihan gizi. Kata kunci: kebiasaan sarapan pagi, asupan gizi, status gizi
Analisis Kadar Mineral Natrium dan Kalium Pada Daging Buah Nanas (Ananas comosus (L) Merr) di Kota Palu Sada, Nurjayanti Abdullah; Rahman, Nurdin; Supriadi, Supriadi
Jurnal Akademika Kimia Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.145 KB)

Abstract

Mineral is inorganic component which is in the human body. The needs of mineral for the body can be obtained by consuming fruits. Pineapple (Ananas comosus (L) Merr) is one of fruits contains mineral such as potassium (K) and sodium (Na). the objective of the research was to analysis the mineral level (Na and K) contained in pineapple flesh that spread out in Palu City. The analysis of Na and K mineral level used flame photometry analysis. The research result show that pineapple Cayenne varieties (common pineapple) contains sodium mineral as much 3.71 mg/kg and potassium as much at 376 mg/kg. The pineapple Queen varieties (Bogor pineapple) contains mineral sodium as much as 2.41 mg/kg and potassium as much as 198 mg/kg.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN TAIPA KOTA PALU Fauziah, Lilis; Rahman, Nurdin; Hermiyanti, Hermiyanti
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.394 KB)

Abstract

Underweight is the leading cause of death of 3.5 million children under five years old (toddlers) in the world. Village of Taipa is one of the villages in Palu who have cases with the highest underweight prevalence by 13.5%. The purpose of this study was to determine the risk factors of underweight among children aged 24-59 months in Taipa village of Palu. This research is a case-control study. The sample in this research that toddlers who were in the Taipa Village of Palu totaling 99 toddlers consisting of 33 cases and 66 controls. Data was collected through questionnaires and interviews using a semiquantitative FFQ and weight measurements. Data was analyzed by univariate and bivariate statistical tests. Results showed that energy consumption toddlers who have a high risk of 8.413 times the risk of suffering from underweight compared with toddlers whose energy consumption is low risk (CI: 3.036-23.014), toddlers who consume protein has a high risk of 6.091 times the risk of suffering from underweight compared with toddlers the consumption of protein have a low risk (CI: 2.306-16.094) and toddler parenting eating a high risk 3,200 times the risk of underweight compared with parenting a toddler eating a low risk (CI: 1.293-7.922), whereas toddlers ever an infection risk for underweight 2,250 times compared to toddlers who have never experienced an infectious disease and is not significantly significant (CI: 0.810-6.252). Parents should pay more attention to the food intake of infants and health so that nutrients can be met to support their daily activities so as to avoid underweight. Keyword : Underweight, Toddlers, Energy Intake, Protein Intake, Infection, Eat ParentingGizi kurang merupakan penyebab kematian 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) di dunia. Kelurahan Taipa merupakan salah salah satu kelurahan di Kota Palu yang mempunyai kasus gizi kurang tertinggi dengan prevalensi sebanyak 13,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita usia 24-59 bulan di Kelurahan Taipa Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah case-control study. Sampel dalam penelitian ini yaitu balita yang berada di Kelurahan Taipa Kota Palu yang berjumlah 99 balita yang terdiri dari 33 kasus dan 66 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan FFQ semikuantitatif serta pengukuran berat badan. Analisa data dilakukan dengan uji statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang konsumsi energinya memiliki risiko tinggi berisiko 8,413 kali menderita gizi kurang dibandingkan dengan balita yang konsumsi energinya memiliki risiko rendah (CI: 3,036-23,014), balita yang konsumsi proteinnya memiliki risiko tinggi berisiko 6,091 kali menderita gizi kurang dibandingkan dengan balita yang konsumsi proteinnya memiliki risiko rendah (CI: 2,306-16,094) dan balita dengan pola asuh makan yang memiliki risiko tinggi berisiko 3,200 kali menderita gizi kurang dibandingkan balita dengan pola asuh makan yang berisiko rendah (CI: 1,293-7,922), sedangkan balita yang pernah menderita penyakit infeksi berisiko 2,250 kali menderita gizi kurang dibandingkan balita yang tidak pernah mengalami penyakit infeksi dan tidak bermakna signifikan (CI: 0,810-6,252). Sebaiknya para orangtua lebih memperhatikan asupan makanan balita dan kesehatannya agar zat gizi dapat terpenuhi untuk menunjang aktivitas sehari-hari mereka sehingga dapat terhindar dari gizi kurang. Kata Kunci : Gizi Kurang, Balita, Konsumsi Energi, Konsumsi Protein, Penyakit Infeksi, Pola Asuh Makan
INTAKE OF NUTRIENTS, STUNTING AND ANEMIA IN THE ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN TRADISIONAL GOLD MINING POBOYA, PALU Bohari, Bohari; Rahman, Nurdin; Indriany, Indriany
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : akultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.872 KB) | DOI: 10.22487/j25283375.2017.v8.i2.9404

Abstract

Background & Objective: School-aged children are a group of children who are vulnerable to unbalanced nutritional intake so that the risk of high rates of growth failure in children. To analyze the correlation of protein, essential amino acids, folic acid and iron intake with z-score height according to age and hemoglobin level. Material and Method: A quantitative research using cross-sectional research design. The population is all elementary school students class I - V at SDN Poboya is 220 students. The sample size obtained by Slovin formula calculation is 69 students. Data of protein, amino acids, folic acid and iron intake were measured using SQ-FFQ questionnaire. Stunting is measured using a height measuring instrument and WHO Anthro application, hemoglobin levels using the GCHb EasyTouch tool. Analysis data of univariate and bivariate. Results: Average protein intake (66.3 ± 1.6 g), amino acid (isoleu-cine = 3.1 ± 0.7; leucine = 5.3 ± 1.3; lysine = 4.4 ± 1.2; methio-nine = 1.5 ± 0.4), iron (7.7 ± 2.1), and folic acid (150.6 ± 45.4). The incidence of stunting is 15.9% and anemia is 33.3%. Intake of proteins, amino acids, iron, and folic acid had no significant correlation with the value of Z-Score Height According to Age (p> 0.05) whereas with hemoglobin levels have a significant correlation (p < 0,05). Conclusion: Intake of nutrients that are still less than the AKG in children are amino acids, folic acid and iron. The intake of nutrients that correlated positively with hemoglobin levels were proteins, amino acids, folic acid, and iron