Eka Yudha Rahman
Department of Urology, Faculty of Medicine/Indonesia University, Cipto Mangunkusumo Hospital. Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 13420

Published : 5 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Berkala Kedokteran

Uji Sensitivitas Isolat Bakteri Pasien Urolithiasis di Ruang Perawatan Bedah Rsud Ulin Banjarmasin terhadap Antibiotik Terpilih Pertiwi, Strata; Rahman, Eka Yudha; Budiarti, Lia Yulia
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.929

Abstract

ABSTRACT: Urinary tract infection (UTI) is defined as the presence of microorganisms in urine which is marked with significants bacteriuria. Urinary tract infection is very common condition that occurs in both women and men in all ages. Urinary tract stone (Urolithiasis) can lead to the development of bacteriuria. Bacterial resistance to antibiotics has long recovery from UTI. The aim of this research was to find out bacterial sensitivity urinary tract infection in patients urolithiasis to selected antibiotic in Surgical Treatment Ulin General Hospital Banjarmasin period Juni-Agustus 2013. The selected antibiotics were ceftriaxone, levofloxaxin and gentamicin. The research was a descriptional research. The subject of this research is all patients urolithiasis with complication urinary tract infection in Surgical Treatment Ulin General Hospital Banjarmasin period Juni-Agustus 2013. The sampling technique in this research was consecutive method. The sensitivity test to antibiotic test in the research used Kirby-Bauer method and analyzed according to CLSI 2011 standard. Based of the research can be concluded that bacteria that sensitive to selected antibiotics in succession is levofloxaxin 61,54%, seftriaxone 15,38% and gentamicin 15,38%. Percentage of bacteria that resisten to antibiotic seftriaxone 23,8%. Keywords: bacteriuria, gentamicin, urinary tract infection (UTI), in vitro, levofloxaxin, seftriaxone, urolithiasis ABSTRAK: Infeksi saluran kemih (ISK) didefinisikan sebagai adanya mikroorganisme dalam urin yang ditandai dengan bakteriuria bermakna. Infeksi saluran kemih merupakan kondisi yang sangat umum terjadi baik pada wanita maupun pria pada semua usia. Batu saluran kemih (urolithiasis) dapat menyebabkan perkembangan bakteriuria. Resistensi bakteri terhadap antibiotik menyebabkan lamanya penyembuhan dari ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis terhadap antibiotik terpilih di Bagian Perawatan Bedah RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Antibiotik terpilih yaitu seftriakson, levofloksasin dan gentamisin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif murni sensitivitas isolat bakteri Escheriachia coli, pseudomonas sp., dan proteus sp. dari pasien urolithiasis dengan ISK terhadap antibiotik uji terpilih. Subjek penelitian ini adalah seluruh pasien urolithiasis dengan komplikasi infeksi saluran kemih di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive method. Uji sensitivitas antibiotik pada penelitian ini menggunakan metode Kirby-Bauer dan dianalisa sesuai dengan standar CLSI 2011. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bakteri yang sensitif terhadap antibiotik terpilih secara berturut-turut adalah levofloksasin 61,54%, seftriakson 15,38%, dan gentamisin 15,38%. Persentase bakteri yang resisten terhadap antibiotik seftriakson 23,8%. Kata-kata kunci: bakteriuria, infeksi saluran kemih (ISK), in vitro, levofloksasin, gentamisin, seftriakson, urolithiasis
Jumlah Bakteriuri Pada Pasien Dengan Kateterisasi Uretra: Di Bagian Bedah Rsud Ulin Banjarmasin Periode Mei-Agustus 2012 Tinjauan Terhadap Jumlah Bakteriuri Sebelum Dan Dengan Pemasangan Kateter Uretra Menetap Selama 1 X 24 Jam Dan 2 X 24 Jam Syella, Nafilah; Rahman, Eka Yudha; Budiarti, Lia Yulia
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.925

Abstract

ABSTRACT: Procedure of urethral catheterization caused damage of mucosal lining that disturbed normal barrier and caused colonization of bacteria. The aim is to determine the ratio of bacteriuria before and during indwelling urethral catheter in Department of Surgery RSUD Ulin Banjarmasin. The method uses an observational analytic cross-sectional approach with 30 people as sample. The population of this study were all hospitalized patients with catheterization in Department of Surgery RSUD Ulin Banjarmasin. Sample of this study was urine of patient before and during indwelling urethral catheter which has been selected in the culture media in Microbiology Laboratory of UNLAM Medical Faculty Banjarbaru. The instruments used include data obtained from urine cultures of patients with urethral catheterization. The collected data were analyzed using a Wilcoxon test then compared with a 95% confidence interval. The results of Wilcoxon test showed that there were significant difference in the number of bacteriuria. This study proved that there was a change of bacteriuria number before and during indwelling urethral catheter.Listen                                          Read phoneticallyKeywords: urinary tract infection, urethral catheter,surgery patientABSTRAK: Pemasangan kateter bisa menyebabkan kerusakan lapisan mukosa yang mengganggu barier alami dan menyebabkan kolonisasi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteriuri sebelum dan dengan pemasangan kateter uretra pada pasien di Bagian Bedah RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Populasi dari penelitian adalah seluruh pasien dengan kateterisasi di Bagian Bedah RSUD Ulin Banjarmasin. Sampel penelitian adalah urin pasien sebelum dan dengan pemasangan kateter urin di Bagian Bedah RSUD Ulin Banjarmasin yang telah dikultur pada media terpilih di Laboratorium Mikrobiologi FK UNLAM Banjarbaru. Instrument yang digunakan meliputi data yang diperoleh dari kultur urin pasien dengan kateterisasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon kemudian dibandingkan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji Wolcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah bakteriuri yang bermakna. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perubahan gambaran jumlah bakteriuri sebelum dan dengan pemasangan kateter menetap. Kata-kata kunci: bakteriuri, kateter urin, pasien bedah
Identifikasi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Urolithiasis di Ruang Perawatan Bedah RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 Nufaliana, Sri Hayati; Rahman, Eka Yudha; Budiarti, Lia Yulia
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.960

Abstract

ABSTRACT: Urinary tract stone or urolithiasis is a pathological condition which is presented by the existence of the stone in the urinary tract. The existence of this stone may make the normal imunity of urinary tract decrease, so that the bacteria can enter, stay and grow until make urinary tract infection (UTI). Urinary tract infection is diagnosed by finding cases of positive urine culture (>105cfu/ml). The aim of this research was to figure out the type of bacteria in urolithiasis patients with UTI at surgical treatment room of RSUD Ulin Banjarmasin during June-August 2013. This study was a descriptive research with cross sectional approach. The samples were taken with totally sampling methode who fullfilled  inclusion criteria. There were 19 urolithiasis patients at surgical treatment room of RSUD Ulin Banjarmasin. From urine examination, there were 13 patients with UTI. Bacterial identification showed there were 3 types of bacteria, Escherechia coli (53,84%), Pseudomonas aeruginosa (38,46%), and Proteus sp. (7,69%). Keywords: urinary tract infection, urinary tract infection’s bacteria, urolithiasis ABSTRAK: Batu saluran kemih atau urolithiasis adalah suatu kondisi patologis yang ditandai dengan keberadaan batu di sepanjang traktus urinarius. Kehadiran batu ini dapat membuat pertahanan saluran kemih yang normal berkurang, sehingga bakteri dapat masuk, menetap dan berkembang biak yang akhirnya menimbulkan infeksi saluran kemih (ISK). ISK dapat didiagnosis jika ditemukan koloni bakteri (>105cfu/ml). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin selama periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan totally sampling method menurut kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini adalah 19 pasien urolithiasis di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin. Hasil pemeriksaan urine dari 19 pasien urolithiasis diperoleh 13 pasien urolithiasis dengan ISK. Hasil identifikasi bakteri pada 13 pasien urolithiasis dengan ISK didapatkan bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis yaitu Escherechia coli (53,84%), Pseudomonas aeruginosa (38,46%), dan Proteus sp. (7,69%). Kata-kata kunci: bakteri penyebab ISK, infeksi saluran kemih, urolithiasis