Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMANFAATAN KUNYIT DALAM PENINGKATAN STATUS KESEHATAN DAN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN KAHURIPAN KOTA TASIKMALAYA Rahman, Asep Abdul; Yulia, Nunung; Kosasih, Eva Dania
JCES | FKIP UMMat Vol 1, No 1 (2018): Januari
Publisher : JCES | FKIP UMMat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.673 KB)

Abstract

Abstrak: Kemandirian masyarakat secara ekonomi diperlukan dalam megentaskan rantai kemiskinan dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH). PKH yang menjadi program Pemerintah diharapkan menjadi program transisi dalam memutus mata rantai kemiskinan. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang merupakan bagian dari Kota Tasikmalaya melalui perannya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan warga dan meningkatkan kemandirian warga secara ekonomi melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) khusunya Kunyit yang memiliki khasiat pengobatan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan transfer ilmu melaui penyuluhan dan pelatihan dari tim Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes serta demonstrasi pengolahan kunyit untuk meningkatkan nilai jual secara ekonomi. Hasil yang diperoleh kader kelurahan kahuripan kecamatan tawang sudah mampu memanfaatkan kunyit sebagai minuman kesehatan dan bisa memproduksinya sendiri dan sudah siap dilakukan izin P-IRT sehingga bisa dipasarkan dan bernilai ekonomi.Kata Kunci: Pengabdian masyarakat, Tanaman Obat Keluarga, Kunyit instan Abstract: Economic independence of the community is needed in poverty alleviation chain with the Family Hope Program (PKH). PKH which is a Government program is expected to be a transitional program in breaking the poverty chain. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya which is part of Tasikmalaya City through its role in Tri Dharma Perguruan Tinggi especially in Community Service Program aims to improve citizen health status and improve economic independence of citizens through utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) especially Turmeric that have medicinal properties. The method used is to transfer knowledge through counseling and training from the team of Lecturer Department of Pharmacy Poltekkes Kemenkes and demonstration of turmeric processing to increase the selling point economically. Results obtained people in Kahuripan, Tawang district has been able to take advantage of turmeric as healthly drink and can produce it and getting PIRT so it can be marketed and economic value.Keywords: Community Service Program, Family Medicinal Plants, Turmeric instan drink
Ekstrak Daun Binahong Mencegah Kenaikan Kolesterol Darah pada Tikus yang Diberi Pakan Lemak Tinggi Rahman, Asep Abdul; Kurniati, Neng Fisheri; Sukandar, Elin Yulinah
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) v. Steenis) leaves empirically have been used to lower cholesterol levels. In this study, preventive activity of ethanol extracts will be tested on the animals fed with a high-cholesterol chow. Hypercholesterolemic animal model established by orally administering high-cholesterol chow, pure cholesterol, cholic acid, and propiltiourasil. The test animals were divided into 5 groups, including the positive control group, ethanol extract of binahong leaves at doses of 50 mg/kg bw, 100 mg/kg bw, and 200 mg/kg bw; and simvastatin at dose of 36 mg/kg bw. Extract was given at the same time as hypercholesterol induction. Lipid profiles were measured at the time before the induction, 15 days and 29 days after induction. Index of atherogenic was also calculated. The results showed that level of cholesterol and LDL of extract binahong at dose of 50 mg/kg (109.17±26.60 mg/dL and 55.78±23.92 mg/dL, respectively) had significant difference compared to a positive control group (p < 0.05). Furthermore, binahong extract at dose of 50 mg/kg bb had the lowest atherogenic index (0,68±0,27) and aorta thickening (150.60±41.72 μm) compared to other extracts at day 15 of induction. In conclusion, extract binahong at dose of 50 mg/kg bw rat gives the best effect to prevent the increase of cholesterol and LDL level on wistar male rats fed with a high-cholesterol chow.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Wulandari, Gelisa; Rahman, Asep Abdul; Rubiyanti, Rani
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman obat yang dikenal berkhasiat sebagai antibakteri karena kandungan senyawa antibakteri seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid pada buah, biji dan daunnya. Namun, kegunaan kulit alpukat sebagai antibakteri pada Staphylococcus aureus belum diketahui secara pasti. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi terbanyak di dunia. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah alpukat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Ekstrak kulit buah alpukat diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan metode maserasi yang dilakukan selama tiga kali 24 jam dalam maserator dengan 3 kali pergantian pelarut. Kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah alpukat terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan menggunakan variasi konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, serta kontrol positif menggunakan kloramfenikol 5 µg/µL dan kontrol negatif menggunakan etanol 70%. Pengujian ini dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah alpukat dengan nilai rendemen 17,04% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Konsentrasi 20% memiliki rata-rata diameter daya hambat (5,26 ± 0,63) mm, konsentrasi 40% (6,1 ± 0,48) mm, konsentrasi 60% (6,68 ± 0,29) mm, dan konsentrasi 80% (8,05 ± 0,23) mm.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DADAP SEREP (Erythrina lithosperma Miq.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli Rahman, Asep Abdul; Firmansyah, Ridwan; Setyabudi, Lulu
Pharmacoscript Vol 1, No 1 (2018): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1i1.105

Abstract

Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq.) is one of the plants containing secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids and tannins. Empirically dadap serep can be used to treat fever, abdominal pain, breast milk, prevent miscarriage, inflammation and cough. The aim of this research is to know the activity of ethanol extract in dadap serep (Erythrina lithosperma Miq.) in inhibiting growth of Escherichia coli ATCC 8939. The dadap serep leaves were extracted by maceration method using 96% ethanol solvent. The leaf thickness extract of dadap serep with concentration of 20%, 40%, 60% and 80% tested its antibacterial activity against growth of Escherichia coli ATCC 8939 using paper disc diffusion method. The result of concentration of leaf extract of dadap serep, obtained rendemen as much as 23,53%. Then the result of antibacterial activity test showed that leaf extract of dadap serep with concentration of 20% had no inhibition to growth of Escherichia coli ATCC 8939, while at concentration extract 40%, 60%, and 80% had inhibitory to growth of Escherichia coli ATCC 8939 with category weak resistor response.Keywords: Dadap serep (Erythrina lithosperma Miq.), Antibacterial activity, Escherichia coli ATCC 8939
TERAPI AWAL PADA PASIEN GERD (GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE) DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD dr. SOEKARDJO TAHUN 2018 Rahman, Asep Abdul; Maulidina, Widya; Kosasih, Eva Dania
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 6, No 2 (2018): JKP Desember 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v6i2.81

Abstract

Gastroesophageal Refluks Disease (GERD) adalah aliran balik (refluks) isi lambung secara berulang sehingga menimbulkan gejala yang mengganggu dan menurunkan kualitas hidup penderita. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui gambaran pengobatan pasien GERD diPoliklinik Penyakit Dalam RSUD dr.Soekardjo Tasikmalaya tahun 2018.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan metode purposive sampling dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif terhadap 86 sampel data rekam medik pasien GERD rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien GERD banyak ditemukan pada perempuan sebanyak 66,3%, rata-rata berusia 41-60 tahun sebanyak 44,2% dan 82,6% pasien tidak memiliki riwayat penyakit berisiko. Obat GERD terbanyak diberikan adalah lansoprazol sebanyak 37,9% dengan dosis 30mg/harisebanyak37,9%,berdasarkan aturan pakai, terapi farmakologi GERD banyak diberikan sebelum makan dan lama pemberian pada terapi awal rata-rata selama 1-14 hari sebanyak 62,6%.
Ekstrak Daun Binahong Mencegah Kenaikan Kolesterol Darah pada Tikus yang Diberi Pakan Lemak Tinggi Rahman, Asep Abdul; Kurniati, Neng Fisheri; Sukandar, Elin Yulinah
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.021 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i2.516

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) v. Steenis) leaves empirically have been used to lower cholesterol levels. In this study, preventive activity of ethanol extracts will be tested on the animals fed with a high-cholesterol chow. Hypercholesterolemic animal model established by orally administering high-cholesterol chow, pure cholesterol, cholic acid, and propiltiourasil. The test animals were divided into 5 groups, including the positive control group, ethanol extract of binahong leaves at doses of 50 mg/kg bw, 100 mg/kg bw, and 200 mg/kg bw; and simvastatin at dose of 36 mg/kg bw. Extract was given at the same time as hypercholesterol induction. Lipid profiles were measured at the time before the induction, 15 days and 29 days after induction. Index of atherogenic was also calculated. The results showed that level of cholesterol and LDL of extract binahong at dose of 50 mg/kg (109.17±26.60 mg/dL and 55.78±23.92 mg/dL, respectively) had significant difference compared to a positive control group (p < 0.05). Furthermore, binahong extract at dose of 50 mg/kg bb had the lowest atherogenic index (0,68±0,27) and aorta thickening (150.60±41.72 μm) compared to other extracts at day 15 of induction. In conclusion, extract binahong at dose of 50 mg/kg bw rat gives the best effect to prevent the increase of cholesterol and LDL level on wistar male rats fed with a high-cholesterol chow.
Pembuatan Masker Peel-Off Kunyit Upaya Kemandirian Ekonomi Keluarga Di Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Kuswandi, Asep; Rahman, Asep Abdul; Yulia, Nunung
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera Volume 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v1i1.184

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek penting yang harus dilakukan pada saat ini karena ketidakberdayaan masyarakat menjadi salah satu sumber dari permasalahan nasional yang sedang dihadapi saat ini. Poltekkes Kemenkes Tasikmalayater letak di Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Kelurahan Kahuripan dipilih sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat karena lokasi ini merupakan salah satu kelurahan  yang banyak mendapatkan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan). Banyaknya jumlah masyarakat yang penerima PKH ini menjadi salah satu indikator belum adanya kemandirian ekonomi keluarga yang dapat menanggulangi kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sehingga kami berharap dengan adanya kegiatan Progran Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dapat menurunkan angka penerima PKH secara khusus dan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kelurahan Kahuripan pada umumnya. Berdasarkan permasalahan tersebut didapatkan pertanyaan, yaitu bagaimanakah menumbuhkan jiwa kewirausahaan, komitmen, pengetahuan dan keterampilan kader untuk membuat produk kunyit yang memiliki nilai jual tinggi secara ekonomi  Target luaran yang diharapkan adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan, adanya produk yang dihasilkan, dan adanya informasi pinjaman modal usaha. Metode yang digunakan yaitu pembentukkan kelompok kader, placement test untuk pemahaman materi yang akan disampaikan (50% peserta belum tahun pemanfaatan kunyit), workshop 5 jam (tentang tanaman obat keluarga, motivasi, pengolahan kunyit sebagai masker peel off, pendampingan produksi dan monitoring evaluasi untuk keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memproduksi masker peel off sebagai bahan kosmetik yang memiliki nilai ekonomis.