Articles

Found 7 Documents
Search

KUALITAS BIOLOGI PERAIRAN SITU CILEUNCA KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT BERDASARKAN BIOINDIKATOR PLANKTON

Jurnal Akuatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.53 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di perairan Situ Cileunca Kabupaten Bandung Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali yaitu pada bulan Juni 2010, Agustus 2010 dan Oktober 2010 dengan menetapkan tiga stasiun pengambilan sampel, yaitu: Stasiun 1 Cileunca, Stasiun 2 Cipanunjang dan Stasiun 3 Cipanyisikan. Data yang diperoleh dihitung dengan menggunakan rumus kelimpahan plankton, indeks Dominansi Simpson, indeks Keanekaragaman Simpson dan Koefisien Saprobik. Hasil identifikasi ditemukan 5 kelas fitoplankton yang terdiri dari 51 genus dan 5 kelas zooplankton yang terdiri dari 18 genus. Kelimpahan fitoplankton terbanyak adalah dari kelas Dinophyceae 329521 sel/L dengan genus yang paling banyak ditemukan adalah Peridinium sp., sedangkan kelimpahan terbanyak zooplankton adalah kelas Copepoda 10172 ind/L dengan genus yang paling banyak ditemukan Cyclops sp. Di perairan Situ Cileunca tidak terjadi dominansi baik fitoplankton maupun zooplankton. Indeks dominansi fitoplankton dan zooplankton berturut-turut 0,14-0,37 (<0,5), 0,23-0,40 (<0,5) menandakan tidak terjadi dominansi sehingga keanekaragaman fitoplankton dan zooplanktonnya tinggi. Indeks keanekaragaman fitoplankton dan zooplankton berturut-turut 0,63-0,86 (>0,5), 0,60-0,77 (>0,5). Dilihat dari indeks keanekaragaman fitoplankton dan zooplankton, kondisi ekosistem perairan Situ Cileunca menunjukan kondisi perairan yang masih stabil dan dilihat dari nilai koefisien saprobik (X) (0,6), tingkat pencemaran perairan Situ Cileunca termasuk perairan yang tercemar ringan (β-mesosaprobik).

Kajian Awal Kemunculan Hiu Paus (Rhyncodon typus, Smith 1828) di Teluk Tomini Dihubungkan dengan Faktor Fisik dan Biologi Perairan

Jurnal Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan hiu paus di Desa Botubarani Teluk Tomini Gorontalo menjadi fenomena langka bagi masyarakat setempat. Kegiatan pengamatan kemunculan hiu paus (Rhincodon typus) dilakukan pada bulan April dan Mei 2016 di Teluk Tomini Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan bawah air untuk mengidentifikasi hiu paus dan tingkah lakunya. Pengukuran kualitas air dan pengambilan sampel plankton dan larva dilakukan disekitar lokasi kemunculan hiu paus. Selama pengamatan ditemukan lima ekor hiu paus dengan ukuran berkisar 3-8 m. Tingkah laku hiu paus yang teramati oleh penyelam, hiu paus muncul dari kedalaman >100 m kemudian berenang berputar-putar pada kedalaman 15-20 m sesekali membuka mulutnya untuk menyaring makanan. Hasil pengamatan kualitas air disekitar lokasi kemunculan hiu paus, nilai salinitas berkisar antara 31,96-33,23 0/00, nilai oksigen terlarut berkisar 6,02-7,48 mg.l-1. Kelimpahan zooplankton tertinggi diperoleh pada pengamatan bulan April yaitu Acartia sp. dari kelas Crustaceae dengan kelimpahan 12385 ind.l-1. Kelimpahan larva disekitar lokasi kemunculan hiu paus didominasi oleh copepod dan larva ikan. Faktor makanan diduga menjadi salah satu faktor munculnya hiu paus di Teluk Tomini.

Pemetaan Sebaran Dan Kelimpahan Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) Di Teluk Maumere, Kepulauan Sembilan Dan Takabonerate

Jurnal Akuatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 1/Maret 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.035 KB)

Abstract

Kegiatan survey pemetaan ikan napoleon dilaksanakan pada tahun 2012 dan 2013 di tiga lokasi yaitu Kepulauan Sembilan Kab. Sinjai, Teluk Maumere Kab. Sikka dan Takabonerate Kab. Kepulauan Selayar. Penelitian bertujuan untuk memetakan sebaran dan kepadatan populasi ikan napoleon di setiap lokasi penelitian. Ikan napoleon (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu ikan yang terancam punah (endangered species) dan masuk dalam Appendiks II CITES. Penelitian dilakukan dengan metode survey yang menggabungkan citra satelit landsat sebagai peta dasar dengan hasil underwater visual census (UVC). Berdasarkan hasil UVC, kepadatan ikan napoleon di beberapa lokasi di Kepulauan Sembilan berkisar antara 0-6,3 ind/ha, di Takabonerate berkisar antara 0-4,17 ind/ha dan di Teluk Maumere tidak ditemukan ikan napoleon. Kondisi tutupan karang hidup di lokasi tempat diketemukannya ikan napoleon berkisar antara 15-60% dengan kedalaman berkisar antara 5-20. Gabungan antara hasil analisis peta dan hasil UVC menghasilkan peta lokasi sebaran ikan napoleon. Kata Kunci: Ikan napoleon, spesies terancam punah, kelimpahan, UVC, pemetaan.  

KESEHATAN TERUMBU KARANG DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI PERAIRAN PANTAI PANGANDARAN, JAWA BARAT

BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 1 (2016): (April 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.959 KB)

Abstract

Keanekaragaman jenis ikan karang merupakan suatu indikator penting yang dapat menggambarkan perubahan lingkungan perairan karang. Perubahan habitat karang adalah resiko yang mungkin dihadapi sebagai akibat pembangunan.  Penelitian dilakukan di perairan pantai Pangandaran dengan tujuan mengkaji kesehatan terumbu karang dan indeks ekologis komunitas ikan karang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line intercept transect untuk menentukan persen tutupan karang dan metode sensus visual untuk menentukan keanekaragaman ikan karang pada area seluas 250m2. Hasil penelitian menunjukkan kesehatan terumbu karang pada kondisi buruk, tutupan karang hidup 11,4 -20,74%. Teridentifikasi 66 jenis ikan karang dengan kriteria kepadatan sangat jarang (0,59 – 0,91) ind/m2. Indeks kekayaan ikan karang pada kategori baik (4,60-8,68), keanekaragaman jenis ikan karang termasuk dalam kategori sedang (2,57-3,36). Tidak terjadi dominasi jenis ikan karang tertentu (0,05-0,120) dan kemerataan populasi di lokasi penelitian termasuk tinggi (0,81-0,87). Reef fish diversity is a major indicator to expose a current environmental state of coral reefs. Economic developments probably lead to habitat alteration risks. The research was conducted in Pangandaran Beach Waters, Batu Karas, Pananjung Barat, Pananjung Timur. The research objective was,  to assess the reef health, and to fine out several diversity indices of reef fish communities. Methods used for those are a line intercept transect and census visual technique within area of 250 m2. The results showed that all of the area had a poor reef health category(11,4-20,74%), reef fish densities were grouped in very rare areas, especially < 1-5 ind/m2. Richnes indices had a good category(4,60-8,68), shannon diversity indices of reef fish felt in the fair category(2,57-3,36), dominance indices of reef fish felt in the low category(0,05-0,120) and evenness indices were felt in a high category(0,81-0,87).

KELIMPAHAN STOK IKAN ARWANAPAPUA(Scleropages jardinii Saville-Kent, 1892) DI SUNGAI KUMBE, KABUPATEN MERAUKE, PAPUA

Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kumbe merupakan salah satu habitat utama ikan arwana Papua (Scleropages jardinii Saville-Kent, 1892) di Kabupaten Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelimpahan ikan arwana Papua di Sungai Kumbe, Merauke. Pengambilan data dilakukan pada Februari–Maret dan November-Desember 2013 dengan metode survei melalui percobaan penangkapan serta wawancara langsung dengan nelayan dan pengumpul anakan arwana. Kelimpahan dihitung dengan membagi jumlah induk atau anakan arwana dengan luas area tercakup. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kelimpahan induk dan anakan ikan arwana Papua di Sungai Kumbe adalah sebanyak 1 ekor induk/ha dan 58 ekor anakan/ha. Total anakan yang dapat dimanfaatkan dari perairan Sungai Kumbe agar populasi ikan arwana Papua terjaga kelestariannya adalah sebanyak 321 – 6.419 ekor anakan.Kumbe River is one of the major habitats of saratoga (Scleropages jardinii Saville-Kent, 1892) in Merauke Regency. This research aims to determine saratoga abundance in Kumbe River, Merauke. The data were collected in February–March and November-December 2013 by survey methods through experimental fishing and direct inverview with fishermen and fries saratoga collectors. The abundance was calculated by the total catch of brood and fries per area. Results show that the abundance of the saratoga broodstocks and fries was estimated about 1 individual/ ha and 58 individual/ha respectively. Total fries saratoga that can be harvested for sustainable saratoga fisheries in Kumbe River ranged of 321–6,419 fries.

Sebaran ukuran dan kondisi ikan zebra Amatitlania nigrofasciata (Gunther, 1867) di Danau Beratan, Bali [Size distribution and condition of Zebra Cichlid, Amatitlania nigrofasciata (Gunther, 1867) in Lake Beratan, Bali]

Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.044 KB)

Abstract

Lake Beratan situated at Bali which indicated happening accidental introduction of the zebra fish (Amatitlania nigrofas-ciata). Zebra fish is a species of fish of the family Cichlidae according to IUCN Red List including the status of potential pest. Research location represents the area of the lake Beratan in the West, North, East and South. The purpose of this study was to determine the distribution and condition of zebra fish in Lake Beratan. The experiment was conducted in May, July and October 2011 using the survey and determining the location of a purposive sampling. Fish samples obtained using experimental gill nets. The composition of the zebra fish catch in Lake Beratan reached 42.68%. Zebra fish were caught, sizes ranging from 2.5 to 10.5 cm (TL) and body weight ranged from 0.254 to 22.79 g. Distribution of zebra fish in Lake Beratan was evenly at each location. Environmental conditions did not affect the life of the zebra fish. This was due to the good adaptability of the zebra fish. AbstrakDanau Beratan terletak di Bali dan terindikasi terjadi introduksi ikan zebra (Amatitlania nigrofasciata) tanpa disengaja. Ikan zebra termasuk spesies ikan dari famili Cichlidae yang menurut IUCN Red List Status termasuk spesies penggang-gu. Tujuan penelitian adalah untuk memprediksi sebaran ukuran dan kondisi ikan zebra di Danau Beratan. Penelitian di-laksanakan pada bulan Mei, Juli dan Oktober 2011 dengan menggunakan metode survei. Penentuan lokasi penelitian mewakili daerah danau Beratan yaitu di bagian barat, utara, timur, dan selatan. Sampel ikan diperoleh dengan menggu-nakan jaring insang percobaan. Komposisi tangkapan ikan zebra di Danau Beratan mencapai 42,68%. Ukuran panjang total ikan zebra yang tertangkap berkisar 2,5-10,5 cm dengan bobot tubuh berkisar antara 0,254-22,79 g. Keberadaan ikan zebra di Danau Beratan hampir merata di setiap lokasi. Kondisi lingkungan tidak berpengaruh terhadap kehidupan ikan zebra, karena kemampuan adaptasi ikan zebra yang cukup baik.

EFFECT OF HARIRING KABAYAN INSTRUMENTAL MUSIC THERAPY ON PAIN AND ANXIETY LEVEL IN PATIENTS WITH ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION

Belitung Nursing Journal Vol 4, No 1 (2018): January-February 2018
Publisher : Belitung Nursing Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.446 KB)

Abstract

Background: Death due to acute myocardial infarction (AMI) continues to increase every year. Efforts to prevent AMI complications through the control of pain and anxiety with the approach of classical music therapy have been widely practiced, but the approach through local music has not been much done when Transcultural Nursing theory emphasizes the importance of cultural approaches in nursing care, while Indonesia has a lot of local music that is a cultural potential which needs to be developed.Objective: This study aims to know the effect of Hariring Kabayan Instrumental music therapy in reducing pain and anxiety of AMI patients after 24 hours of CICU admission.Methods: This was a quasi-experimental study with pretest-posttest control group design.  There were 32 participants selected using concecutive sampling, which 16 assigned in the experiment and control group. Hariring Kabayan therapy was played at 60 BPM using headphones  connected to the MP3 player for 30 minutes. Numerical Pain Rating Scale (NPRS) was used to measure pain and Numerical Rating Scale Anxiety (NRS-A) was used to measure anxiety. Data were analyzed using paited t-test and Independent t-test.Result: Hariring Kabayan instrumental music therapy given for 30 minutes gave a significant change on pain in the respondents (p = 0.005) but did not give significant change on anxiety (p = 0.053) with significant value of 0.05.Conclusion: Hariring Kabayan instrumental music therapy is effective in reducing pain in AMI patients but ineffective in anxiety reduction.