Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pengembangan Strategi Pembelajaran Dalam Pendidikan Matematika Rahmah, Nur
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2014): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.625 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v2i2.118

Abstract

Strategi pembelajaran menggambarkan komponen umum materi pembelajaran dan prosedur yang digunakan dalam mencapai hasil belajar. Konsep strategi pembelajaran tergambar dalam peristiwa pembelajaran sebagaimana yang dijelaskan secara perinci dalam bukunya Gagne yang berjudul The Condition of Learning and Theory of Instruction (1985). Peristiwa pembelajaran adalah gambaran sederhana tentang paradigma aktivitas peserta didik dan pendidik yang terjadi secara komplementer (saling isi-mengisi) dan saling ketergantungan dalam situasi belajar. Peristiwa belajar menggambarkan aktivitas peserta didik dalam menerima, mempraktikkan, menciptakan, dan lain-lain. Peristiwa pembelajaran menggambarkan aktivitas pendidik dalam memindahkan ilmu, membina, memberikan kenyamanan belajar, dan lain-lain
Kemampuan Baca Tulis Al-Quran dan Korelasinya terhadap Kemampuan Matematika Mahasiswa Prodi Tadris Matematika IAIN Palopo Hasri, Hasri; Rahmah, Nur
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2016): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.462 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v4i2.260

Abstract

This research is quantitative correlations designed ex-post facto. The population is all students of mathematics department from 2012/2013 until 2014/2015 IAIN Palopo totaling 291 people. The sampling technique used was proportional random sampling with a sample of 73 students. The collection data using by documentation and test. The result showed that: (1). The overview of the literacy al - Quran is 53 students from 73 have a very high ability (72,5%). This means that the literacy Quran students in terms of known/recognize letters hijaiyah, able to read the Quran and write some verses in the Quran have been classified as very good. (2). The mathematical ability is 50 students from 73 have a very high ability (68,5%). Thin means that that the ability of students in terms of reasoning, inductive reasoning, comprehension, problem solving, connections, communication, analytical thinking and creative thinking as well as a very good analogy are included, and (3). The ability to read and write Quran student has a significant correlation with math skills. This is based on the results of hypothesis testing inferential analysis that showed a correlation coefficient r = 0608 and the coefficient of determination r2 = 0.3697 or 36.97%. Interpretation of results is quite or moderate
Strategi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Bagi Mahasiswa yang Mengalami Problema Belajar di STAIN Palopo (Studi Tentang Aplikasi Teori Belajar Polya) Rahmah, Nur; Aswad A, Muhammad Hajarul
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 1 (2015): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.908 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v3i1.219

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pembelajaran pemecahan masalah Polya kaitannya dengan mahasiswa yang mengalami problema belajar, desain didaktis teori belajar Polya dalam pembelajaran geometri khususnya konsep luas segitiga dan segiempat, serta respon mahasiswa terhadap strategi pembelajaran yang diberikan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif naturalistik. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa matematika semester II STAIN Palopo Tahun Akademik 2013-2014 yang mengalami problema belajar pada mata kuliah geometri yang tersebar ke dalam 3 kelas (A, B, dan C) berjumlah 18 orang.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan angket, dan observasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah terkait dengan konsep luas segitiga dan segiempat pada dasarnya sudah bagus. Akan tetapi masih ada beberapa langkah yang belum sistematis. Pada saat observasi pertama dilakukan terlihat bahwa kemampuan mahasiswa dalam memahami masalah yang diberikan berbeda-beda berdasarkan kerangka kerja Polya. Selanjutnya pada tahap membuat rencana pemecahan masalah kemampuan mahasiswa juga berbeda berdasarkan tingkatan kerja dalam rencana pemecahan masalah yang diberikan. Pada pembelajaran berikutnya telah dikemukakan kepada mahasiswa bentuk kerangka kerja pemecahan masalah Polya sehingga ketika diberikan masalah terkait dengan konsep luas segitiga dan segiempat, kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah berangsur-angsur lebih sistematis berdasarkan kerangka kerja yang telah diberikan. Hal ini dimaksudkan untuk mengarahkan mahasiswa yang mengalami problema belajar bahwa memecahkan masalah harus dengan langkah-langkah yang sistematis.
Belajar Bermakna Ausubel Rahmah, Nur
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2013): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.539 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v1i1.54

Abstract

Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang Struktur kognitif meliputi fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi belajar bermakna menurut Ausubel adalah struktur kognitif yang ada, stabilitas dan kejelasan pengetahuan dalam suatu bidang studi tertentu dan pada waktu tertentu. Pembelajaran bermakna terjadi apabila seseorang belajar dengan mengasosiasikan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Dalam proses belajar seseorang mengkonstruksi apa yang telah ia pelajari dan mengasosiasikan pengalaman, fenomena, dan fakta-fakta baru ke dalam struktur pengetahuan mereka.
Pendekatan Dan Model Pembelajaran Yang Mengaktifkan Siswa Rahmah, Nur
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2014): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.641 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v2i1.105

Abstract

Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Untuk itu penggunaan pendekatan dan model pembelajaran harus mampu mengaktifkan siswa agar terdapat perubahan pada diri siswa dalam kegiatan belajar, untuk itu pendekatan dan model pembelajaran harus dirancang dengan baik agar kegiatan pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal.
Peranan Lembaga Pendidikan dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Matematika Rahmah, Nur
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 2 (2015): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.825 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v3i2.226

Abstract

Pembangunan karakter (character building) di dunia kampus, terutama di perguruan tinggi (PT), dilatarbelakangi oleh maraknya penyimpangan yang terjadi di ranah publik. Disorientasi nilai maupun disharmonisasi pada tataran kehidupan masyarakat kerap ditemukan. Selain itu, di tataran elite, ragam tindakan nirketeladanan dipertontonkan seperti perilaku koruptif. Dari perspektif sosial, budaya malu perlahan-lahan mulai hilang. Belum lagi sikap tak menghargai orang lain hingga timbulnya kekerasan di tengah kehidupan masyarakat. Dalam konteks kemahasiswaan, semua pemangku kebijakan terkait dihadapkan pada persoalan untuk mengembalikan nilai-nilai luhur kepada setiap mahasiswa.PT harus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang berkarakter dan berintegritas agar mampu berkiprah dan bersaing di level global. Dengan pendidikan pembangunan karakter, diharapkan setiap lulusan kelak lebih memiliki sikap empati. Sikap empati, merupakan salah satu kualitas karakter yang dapat mengubah dunia dunia.
Hakikat Pendidikan Matematika Rahmah, Nur
Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2013): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.501 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v1i2.88

Abstract

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang dijarkan di Sekolah. Baik Sekolah dasar, Sekolah Mengengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum. Seorang guru yang akan mengajarkan matematika kepada siswanya, hendaklah mengetahui dan memahami objek yang akan diajarkannya, yaitu matematika. Matematika yang diajarkan di jenjang persekolahan yaitu Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum disebut Matematika Sekolah. Sering juga dikatakan bahwa Matematika Sekolah adalah unsur-unsur atau bagian-bagian dari Matematika yang dipilih berdasarkan atau berorientasi pada kepentingan kependidikan dan perkembangan IPTEK. Matematika manakah yang dipilih? Matematika yang dipilih adalah matematika yang dapat menata nalar, membentuk kepribadian, menanamkan nilai-nilai, memecahkan masalah, dan melakukan tugas tertentu.