Wiranti Sri Rahayu
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Puwokerto, Jl. Raya Dukuhwaluh, PO BOX 202, Purwokerto 53182

Published : 48 Documents
Articles

PELAYANAN INFORMASI OBAT PADA PASIEN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT DI KOTA PURWOKERTO Rahayu, Wiranti Sri; Wulandari, Revi
PHARMACY Vol 2, No 1 (2005)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui profil pelayanan informasi obat (konseling) pada pasien atau keluarga pasien di rumah sakit di kota Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan informasi obat di rumah sakit dan mengevaluasi respon pasien/keluarganya dalam memahami informasi serta apa saja harapan dan kebutuhan pasien tentang informasi obat. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan secara kualitatif, yaitu menggunakan data verbal atau tertulis dari obyek penelitian, dalam hal ini melalui kuisioner dan interview secara langsung. Sample/responden yang digunakan adalahpasien atau keluarga pasien rawat jalan yang mengambil resep di instalasi farmasi rumah sakit. Dari 8 rumah sakit diambil 4 rumah sakit secara acak, kemudian diambil 40 responden secara proporsional acak. Data yang diperoleh kemudian ditabulasikan dan disajikan dalamtable dan diolah secara rasional dengan mendasarkan beberap teori yang berlaku umum. Dari 40 responden, 21,3% mendapat informasi tentang cara pemakaian , sementara informasi yang paling banyak mereka harapkan adalah cara pemakaian ( 15,5%), 97,5 % respondenmenyatakan bahwa informasi obat sangat bermanfaat bagi mereka.Kata kunci: informasi obat, pasien, rumah sakit
PENETAPAN KADAR KAPLET AMOKSISILIN (GENERIK) DAN KAPLET AMOKSISILIN (MERK®) DENGAN METODE KCKT (KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI) Rahayu, Wiranti Sri; Soemardi, Eddy; ., Indriyani
PHARMACY Vol 4, No 1 (2006)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penetapan kadar amoksisilin dalam kaplet generik dan merk® dengan menggunakan metode KCKT fase terbalik. Penelitian menggunakan kolom ODS-CLC sebagai fase diam, asetonitril:air (98:2) sebagai fase gerak, laju alir 0,1 mL/menit, sensitivitas 1,000 AUFS dan detektor UV pada panjang gelombang 254 nm. Waktu retensi amoksisilin pada kondisi tersebut adalah 27 menit.Didapatkan regresi linear dari amoksisilin standar yaitu y = 1,06 x + 6346,68 dengan koefisien regresi 0,994 dan perolehan kembali 105,32 %<m<111.58%. Kadar rata-rata amoksisilin dalam kaplet generik (R1) = 113,52%, kaplet merk® 1 (R2) = 93,41% dan kaplet merk® 2 (R3) = 82,83%. Koefisien variasi dari penelitian ini sebesar1,16%.Kata kunci: HPLC, amoksisilin, penetapan kadar
VALIDASI PENETAPAN KADAR BESI DALAM SEDIAAN TABLET MULTIVITAMIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; ., Fauziah
PHARMACY Vol 5, No 1 (2007)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan kadar Fe2+ secara spektrofotometri visibel didasarkan pada reaksi pembentukan komplek dengan 1,10 fenantrolin membentuk kompleks berwarna merah. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 511 nm, waktu reaksi optimumnya pada menit ke-15. Hasil regresi linear kurva baku adalah y = 0,1526 x + 0,0301 dengan nilai r = 0,9963 dan a sebesar 8,68°. Nilai LOD yang diperoleh 0,4069 ppm nilai recovery 100% dan CV yang dihasilkan 1,70%.Kata kunci: Fe, Spektrofotometri UV-Vis
VALIDITAS PENETAPAN KADAR TEMBAGA DALAM SEDIAAN TABLET MULTIVITAMIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRA VIOLET VISIBEL Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Ratnawati, Devi
PHARMACY Vol 5, No 2 (2007)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan kadar tembaga dengan metode spektrofotometri ultraviolet-visibel didasarkan pada efek katalitik dari Cu dalam reaksi redoks antara biru metilen dan asam askorbat, dimana absorbansinya dimonitor pada panjang gelombang 666 nm. Kurva kalibrasi dengan rentang konsentrasi antara 0,5-1,3 ppm dengan kondisi optimum mempunyai nilai regresi linear -0,9739, limit deteksi 0,385 ppm dan recovery 100%. Koefisien variasi adalah 1,91% (<2%)Kata kunci: spektrofotometri Ultraviolet-Visibel, Cu
VALIDASI PENETAPAN KADAR KALSIUM DALAM SEDIAAN TABLET MULTIVITAMIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRA VIOLET VISIBEL Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Damayanti, Esti
PHARMACY Vol 5, No 3 (2007)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan kadar Ca2+ dengan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan reaksi komplek dengan mureksid, yang dimonitor pada panjang gelombang 509 nm. Kurva kalibrasi mempunyai rentang 0,2-1 ppm dengan kondisi optimum. Koefisien regresi linear mempunyai nilai 0,9963, limit deteksi 0,009 ppm dan nilai recovery 112,63%.Kata kunci: spektrofotometri UV-Vis, Ca
VALIDASI METODE ANALISIS TABLET LOSARTAN MERK® B YANG DITAMBAH PLASMA MANUSIA DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI FASE TERBALIK Astuti, Ika Yuni; Rahayu, Wiranti Sri; Pratiwi, Dian
PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losartan merupakan obat antihipertensi yang diwajibkan oleh BPOM untukditeliti bioekivalensinya. Metode analisis yang valid dibutuhkan untuk pengujian bioekivalensi. Sebagai langkah awal dilakukan penelitian metode analisis losartan dengan menggunakan plasma darah secara in vitro. Metode yang dipilih adalah kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) sistem isokratik dengan fase terbalik dengan detektor multiplayerchip sumber cahaya ultra violet pada panjang gelombang 220 nm dengan menggunakan metode adisi. Pemisahan dengan menggunakan kolom C-18 fase terbalik dan fase gerak menggunakan asetonitril 60 % dan dapar fosfat 0,015 M 40 % (sampai pH 2,4 dengan ditambah asam ortho fosfat). Hasil penelitian menunjukkan metode tersebut linear (r = 0,998 pada konsentrasi antara 5-30 μg/mL). Batas kuantitasi = 6,082 μg/mL, batas deteksi = 1,825 μg/mL. Uji presisi menunjukkan koevisien variasi2,244 dan uji akurasi menunjukkan % perolehan kembali masing-masing = 85,639 %; 94,569 %; dan 103,278 %. Sedangkan % perolehan kembali kadar losartan dalam tablet B masing-masing adalah 95,479 %; 96,038 %; dan 99,783 %.Kata kunci: losartan; validasi metode; KCKT
VALIDITAS PENETAPAN KADAR KALSIUM DALAM SEDIAAN TABLET MULTIVITAMIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Rahayu, Wiranti Sri; Utami, Pri iswati; Kurniawati, Anis
PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapkan kadar Ca secara spektrofotometri ultraviolet-visibel didasarkanpada pembentukan kompleks Ca dengan mureksid [Ca2+(Mu-)2]. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 515 nm, waktu reaksi optimumnya pada menit ke-1 sampai ke-3. Hasil regresi linear kurva baku y = 0,387 x + 0,2836 dengan nilai r = 0,9833. Nilai LOD yang diperoleh 0,144 ppm, nilai recovery 116,567 % dan koefisien variasi 1,604 %.Kata kunci : Ca, Spektrofotometri UV-Vis.
PENGARUH BEBERAPA METODE PENGERINGAN TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL HERBA SAMBILOTO ( Andrographis paniculata) Utomo, Arif Dwi; Rahayu, Wiranti Sri; Dhiani, Binar Asrining
PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambiloto merupakan tanaman yang sejak dahulu digunakan sebagai obat tradisional karena khasiatnya yang sangat banyak diantaranya adalah perangsang daya kekebalan tubuh. Telah dilakukan pengeringan terhadap tanaman sambiloto dengan beberapa metode. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah metode atau cara pengeringan dapat mempengaruhi kadar flavonoid total pada ekstrak herba sambiloto (Andrographis paniculata). Ekstraksi herba sambiloto menggunakan metode sokletasi dan uji kadar flavonoid total ekstrak herba sambiloto dilakukan dengan menggunakan metode KLT Densitometri. Hasil data KLT Densitometri menunjukkan bahwa kadar flavonoid total herba sambiloto dengan pengeringan sinar matahari langsung sebesar 24%, pengeringan dengan kain hitam 33,3% dan pengeringan dengan oven sebesar 29%. Kata Kunci: Andrographis paniculata, Flavonoid, KLT Densitometri.
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT PADA SIMPLISIA TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Rahayu, Wiranti Sri; Hartanti, Dwi; ,, Handoyo
PHARMACY Vol 6, No 3 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman obat yang mempunyai  prospek cerah untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiada tidaknya residu pestisida organofosfat pada simplisia temulawak dan melakukan validasi metode analisis residu organofosfat dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode destruksi basah, sampel yang diambil adalah simplisia temulawak yang diambil dari pasar Wage. Sampel kemudian ditambah asam nitrat pekat. Pengujian kadar organofosfat pada simplisia temulawak dilakukan dengan alat Spektofotometer UV-Vis Merk Shimadzu pada panjang gelombang 722 nm. Berdsarkan hasil penelitian pada simplisia temulawak terdeteksi adanya pencemaran organofosfat dengan kadar (72,678 mg/g) dan hasil validasi analisis yang dilakukan didapat harga standard deviation (SD), relativestandard deviation (RSD), dan ketelitian alat pada uji presisi alat pada sampel sebesar 1,4219 x 10-6; 0,2440% dan 99,997%. Nilai persen perolehan kembali (Recovery) rata-rata dan kesalahan sistemik pada uji akurasi sampel sebesar 87,72% dan 12,28% Uji linieritas didapatkan harga intersep sebesar 9,325.10-4, slope sebasar 0,020,koefisien korelasi (r) sebesar 0,9907 sehingga didapatkan persamaan regresi linier kurva baku y = 0,0429x + 0,0105 dengan  limit deteksi dan limit kuantitasi 2,1468 ppm dan 7,1142 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada metode analisis identifikasi residu organofosfat pada simplisia temulawak menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis adalah valid.   Kata kunci: Organofosfat, Spektrofotometri, Simplisia Temulawak, Pasar Wage.  
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA RIMPANGKUNYIT(Curcuma domestica)SECARA M SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET VISIBEL Rahayu, Wiranti Sri; Mulyono, Agus
PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk menetapkan kadar organoklorin dalam rimpang kunyit. Metode ini dididasarkan pada pembentukan kompleks antara merkuri ion (II) tiosianat dan besi (III) dan diamati absorbansinya pada panjang gelombang 455,5 nm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan kadar organoklorin dalam rimpang kunyit dan validasi metode analisis spektrofotometri UV-Vis. Dari hasil penelitian didapatkan kadar rata-rata organoklorin sebesar 461,3 ppm. Hasil validasi metode analisis yang dilakukan didapatkan harga standar deviasi (SD), koefisien variasi, dan ketelitian alat pada uji presisi alat masing-masing sebesar 2,4835.10-3, 0,778% dan 99,922%. Harga persen perolehan kembali (recovery) rata-rata dan kesalahan sistematik masing-masing sebesar 109,662% dan 9,662%. Sedangkan pada uji linearitas didapatkan persamaan kurva baku y= 0,00345x + 0,127 dengan nilai r adalah 0,9855. Limit deteksi dan kuantitasi diperoleh harga sebesar 21,565 ppm dan 71,884 ppm.   Kata kunci: organoklorin, rimpang kunyit, spektrofotometri UV-Vis