Articles

Found 7 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2013): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran penjumlahan bilangan bulat melalui media kartu bergambar pada siswa kelas IV SDN Wonokusumo I/40 Surabaya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan  untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bilangan bulat. Berdasarkan hasil  penelitian, dapat disimpulkan bahwa selama pembelajaran berlangsung  aktivitas guru meningkat pada siklus kedua sebesar 12, yaitu dari nilai 35 pada siklus pertama menjadi 47 pada siklus kedua. Aktivitas siswa secara klasikal dapat dikatakan bahwa siswa sangat aktif dalam mengikuti pembelajaran Matematika khususnya tentang penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan media kartu bergambar ini dikarenakan aktivitas siswa dalam  pembelajaran memiliki prosentase 97,9% pada siklus kedua dibanding dengan prosentase aktivitas siswa pada siklus pertama yaitu 68,8%. Ini berarti terdapat peningkatan di banding dengan siklus pertama, yaitu sebesar 29,1%. Disamping itu kemampuan siswa juga meningkat signifikan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya ketuntasan belajar klasikal sebesar 20%, dari 70%  pada siklus pertama menjadi 90% pada siklus kedua. Dapat dikatakan bahwa pada siklus kedua, target ketuntasan kelas 85% tercapai. Selain penggunaan media kartu bergambar pada pembelajaran Matematika khususnya tentang penjumlahan bilangan bulat dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran, serta dapat memotivasi siswa dalam belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya Kata Kunci : Penjumlahan Bilangan Bulat dan Media Kartu Bergambar.     Abstract: The purpose of this research is to increase the activity of teachers and students in learning sum of integers through flash card to grade IV students of SDN Wonokusumo I/40 Surabaya. In addition, this research also aims to improve student learning result in learning integers. Based on these results, we can conclude that during the learning teacher activities increased at the second cycle by 12, the value of 35 in the first cycle to become 47 in the second cycle. Activity in the classical student can be said that the students are very active in following the teaching of Mathematics in particular about the sum of integers using flash card is because learning activities of students has a percentage 97.9% in the second cycle compared in the first cycle is 68.8%. This means there is an increased than the first cycle, it is 29.1%. Besides, the ability of the students also increased significantly. This is evidenced by the increasing mastery learning classical by 20%, from 70% in the first cycle to become 90% in the second cycle. It can be said that in the second cycle, 85% of targets achieved. Besides student response was very positive for use flash card especially the sum of integer can be help students understanding, and also can motivate students to learn in order to increase result learning. Keywoard : Sum of integers and flash car

PENATALAKSANAAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO)

PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 8: Februari - September 2012
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam. Luka bakar yang luas mempengaruhi metabolisme dan fungsi setiap sel tubuh, semua sistem dapat terganggu, terutama sistem kardiovaskuler. Luka bakar dibedakan menjadi: derajat pertama, kedua superfisial, kedua dalam, dan derajat ketiga. Luka bakar derajat satu hanya mengenai epidermis yang disertai eritema dan nyeri. Luka bakar derajat kedua superfisial meluas ke epidermis dan sebagian lapisan dermis yang disertai lepuh dan sangat nyeri. Luka bakar derajat kedua dalam meluas ke seluruh dermis. Luka bakar derajat ketiga meluas ke epidermis, dermis, dan jaringan subkutis, seringkali kapiler dan vena hangus dan darah ke jaringan tersebut berkurang. Penanganan dalam penyembuhan luka bakar antara lain mencegah infeksi dan memberi kesempatan sisa-sisa sel epitel untuk berproliferasi dan menutup permukaan luka. Kata Kunci : Luka Bakar, Klasifikasi Luka Bakar, Manajemen Penatalaksanaan

THE RELATION BETWEEN PROTEIN AND FERRUM CONSUMPTION WITH HAEMOGLOBIN CONCENTRATION OF YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY (UNY) STUDENTS

Jurnal Sains Dasar Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Sains Dasar
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the protein and ferrum consumption with the requirement nutrition and to study their relation with haemoglobin (Hb) concentration  of UNY students, through cross sectional model with applying point time approach. The samples are UNY students taken from incidental technic. The food consumption pattern measured by food frequency instrument while the consumption level was measured by recall diet method. Hb concentration was determined using sahli method. The height and body weight were also collected to complete the data. The descriptive analysis and product moment correlation of the data resulted 95% significancy level. The 91,4% respondents showed the low protein consumption and all samples (100%) indicated low ferrum consumption. The correlation between protein and ferrum with Hb concentration provided a 95% significancy level. Keywords: protein, ferrum, haemoglobin

Penerapan Inquiry Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Tulungrejo Tulungagung

BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2, Mei 2018
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.741 KB)

Abstract

Agar dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Operasi pecahan desimal serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Inquiry Based Learning untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Operasi pecahan desimal siswa Kelas VI SD Negeri 2 Tulungrejo Kecamatan Karangrejo Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 66,7% dan pada siklus II 90,0%.

Efektifitas endorphin massage terhadap fungsi seksual perempuan pada masa menopause

Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to identify the effectiveness ofendorphine massage on female sexual function during menopause inNgampel District of Kendal Regency. Sampling was done by samplingcriteria acsidental aged less than 60 years old, have a husband, in a healthycondition. Data processing was performed using the Wilcoxon test todetermine differences in sexual function before and after the interventionwhile endorphine effectiveness of massage performed by using MannWhitney.Hasil research: Wilcoxon test showed that there are significantdifferences in sexual function before and after being given endorphineMassage with p value 0.00. While Mann Whitney test showed p value of0.13 and the value of z score of -2.828, which means there is a stronginfluence among endorphine Massage to increased sexual function soendorphine Massage is effective for improving sexual function.

STUDI EKSPLORASI PADA WANITA PEKERJA SEKS

Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.911 KB)

Abstract

AbstrakFenomena wanita bekerja bukan merupakan hal baru, dengan peran ganda yang dimilikinya wanita mampu menjalankan perannya sebagai wanita pekerja. Wanita pekerja mempunyai berbagai macam alasan untuk bekerja, salah satu pekerjaan yang riskan terpilih adalah sebagai pekerja seks. Penelitian memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alasan perempuan dalam memilih pekerjaan sebagai pekerja seks di wilayah kota Semarang. Penelitian ini merupakan qualitative study dengan pendekatan fenomenologi dan pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dan menggunakan pertanyaan semi terstruktur. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah menurut langkah-langkah dari Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan 4 alasan yang mengakibatkan wanita bekerja sebagai pekerja seks, antara lain karena himpitan ekonomi, masalah dalam keluarga, korban perdagangan manusia, dan korban pelecehan seksual. Beberapa partisipan menyampaikan bahwa alasan yang memicu sehingga mereka memilih bekerja sebagai pekerja seks adalah karena adanya himpitan ekonomi, terjebak dalam perdagangan manusia serta pernah memiliki pengalaman pelecehan seksualitas. Kata Kunci: wanita, pekerja seks, studi eksplorasi AbstractExploration study in women sex workers. The phenomenon of women working is not a new thing, with the dual role she has in being able to carry out her role as a woman worker. Women workers have various reasons for work, one of the risky jobs chosen is as a sex worker. The study gained a deep understanding of the reasons for women in choosing jobs as sex workers in the city of Semarang. This research is a qualitative study with phenomenological approach and participant taking using purposive sampling technique. The number of participants in this study was 8 people. Data collection uses in-depth interview techniques and uses semi-structured questions. Data analysis carried out in this study was according to the steps of Colaizzi. This study resulted in 4 reasons that resulted in women working as sex workers, among others due to economic crush, problems in families, victims of trafficking in persons, and victims of sexual abuse. Some participants said that the reason that triggered them to choose to work as sex workers was due to economic crush, trapped in human trafficking and had experience of sexuality abuse. Keywords: women, sex workers, exploration studies.

Model Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Abortus Inkomplet Menggunakan Pendekatan Need for Help Wiedenbach dan Self Care Orem

Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.527 KB)

Abstract

Abortus merupakan salah satu bentuk komplikasi dalam kehamilan. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan abortus inkomplet menggunakan   Teori “Need for help “  . Menurut Wiedenbach keperawatan klinik (clinical nursing) mempunyai empat komponen, yaitu filsafat (philosophy), kemanfaatan/kegunaan (purpose), praktik, dan kiat (art). Pada klien yang mengalami abortus inkomplet, klien datang ke rumah sakit dengan keluhan diantarnya adanya perdarahan. Perdarahan cenderung lebih banyak dari darah menstruasi dan kadang berlebihan yang dapat menyebabkan syok. Klien Kondisi pada klien tersebut tentu harus segera mendapatkan pertolongan agar klien dapat selamat dan terhindar dari komplikasi dan kematian, sehingga “Need for help “ tepat digunakan pada klien yang mengalami abortus inkomplet. Selain menggunakan konsep teori need for help  pada klien dengan abortus inkomplit juga menggunakan teori self care yang dikembangkan oleh Orem. self care merupakan  kemampuan individu untuk memprakarsai dirinya dalam melakukan perawatan diri sendiri dalam rangka mempertahankan kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan. Self care yang dilakukan secara efektif dapat membantu menjaga fungsi tubuh serta berkontribusi seperti pada perkembangan individu. Supportif educatif yang diberikan pada klien dengan abortus inkomplet dapat meningkatkan pengetahuan klien tentang kesehatan reproduksi seperti mempersiapkan kondisi baik fisik dan mental pada kehamilan yang akan datang.