Articles

Found 23 Documents
Search

Pengawetan Daging Segar dengan Ekstrak Metabolik Bakteri Asam Laktat dari Buah Tomat Hadiwiyoto, Suwedo; Rahayu, Endang Sutriswati; Bawono, Irawan Yudha
Buletin Peternakan Vol 29, No 1 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (1) Februari 2005
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1160

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
Molecular Identification of Lactic Acid Bacteria Producing Antimicrobial Agents from Bakasang, An Indonesian Traditional Fermented Fish Product Lawalata, Helen Joan; Sembiring, Langkah; Rahayu, Endang Sutriswati
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTwenty seven strains of lactic acid bacteria (LAB) were isolated from bakasang, Indonesian traditional fermented fish product. In general, LAB have inhibitory activity againts pathogenic bacteria and spoilage bacteria. Screening for antimicrobia activity of isolates were performed with well-diffusion method. One isolate that was designed as Pediococcus BksC24 was the strongest against bacteria pathogenic and spoilage bacteria. This strain was further identified by 16S rRNA gen sequence comparison. Isolates LAB producing antimicrobial agents from bakasang were identified as Pediococcus acidilactici.Keywords : Bakasang, LAB, antimicrobial, phenotypic characteristics, 16S rRNA gene
Karakteristik Fermentatif Medium deMann Rogosa Sharpe (MRS) Antosianin Beras Ketan Hitam (Oryza sativa var. glutinosa) Menggunakan Pediococcus pentosaceus N11.16 Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria; Cahyanto, Muhammad Nur; Raharjo, Sri; Rahayu, Endang Sutriswati
Agritech Vol 34, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9457

Abstract

Anthocyanin was a bioactive compound which has an anti-infl ammatory effect, anticancer, antimutagen, antioxidant, anticholesterol, and also acts as therapheutic agent for artherioschlerosis. Initial step for anthocyanin metabolism was hydrolyzed to anthocyanidin (aglikon) by β-D-glucosidase. Pediococcus pentosaceus N11.16 is known to be one of bacteria which has a capability to hydrolyze black glutinous rice anthocyanin extract. The aims of this research were to study the fermentative characteristics of MRS containing black glutinous rice anthocyanin medium (MRSm+Anthocyanin) using lactic acid bacteria P. pentosaceus N11.16. The results showed that P. pentosaceus N11.16 could grew well in this medium. Total acid producing bacteria increased untill 2 log cycle with antioxidant activity (%RSA) 75% and the Fe 3+ ion reducing capacity 36.75%. Phenolic compound in the MRSm+ anthocyanin was 584.05 mg asam galat/100 mL after being fermented for 16 hours. Phenolic compound in MRSm+anthocyanin medium were higher than MRSm or control medium (MRS). Beta glucosidase activities of the bacterial cell tend to be higher in the MRS anthocyanin medium than MRS without sugar and control medium.ABSTRAKLangkah awal dalam metabolisme antosianin, komponen bioaktif utama yang terdapat dalam beras ketan hitam, adalah hidrolisis menjadi antosianidin (aglikon) dengan memanfaatkan enzim β,D-glukosidase. Pediococcus pentosaceus N11.16 merupakan salah satu bakteri yang telah diisolasi dan teruji kemampuannya untuk menghidrolisis antosianin beras ketan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik fermentatif medium fermentasi yang mengandung antosianin beras ketan hitam menggunakan bakteri asam laktat P. pentosaceus N11.16. Penelitian dilakukan dengan cara menguji kemampuan tumbuh isolat dalam medium MRS yang dimodifi kasi (MRSm) dengan penambahan antosianin beras ketan hitam. Hasil menunjukkan bahwa bakteri P. pentosaceus N11.16 mampu tumbuh dengan baik dalam medium MRS yang mengandung antosianin beras ketan hitam. Kenaikan mencapai 2 log cycle dengan aktivitas antioksidan (%RSA) mencapai 75% dan kemampuan menangkap logam mencapai 36,75%. Total fenol medium MRSm+antosianin mencapai 584,05 mg asam galat/100 mL medium setelah 16 jam fermentasi. Total fenol medium MRSm+antosianin cenderung lebih tinggi daripada MRSm atau kontrol (MRS). Aktivitas enzim β glukosidase sel bakteri cenderung lebih tinggi pada medium MRSm+antosianin daripada MRSm atau kontrol (MRS).
Fermentasi Asam Asetat dengan Sel Amobil Acetobacter pasteurianus INT-7 dengan Variasi Ph Awal dan Kadar Etanol Luwihana, Sri; Kuswanto, Kapti Rahayu; Rahayu, Endang Sutriswati; Sudarmadji, Slamet
Agritech Vol 30, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9683

Abstract

The objective of this study was the optimation condition of acetic acid fermentation by Acetobacter pasteurianus INT-7 immobilized cells. In this study cells immobilized with initiate cell numbers 107 CFU/mL and in 3 % alginate solution, ratio of cells number and  alginate was 1:3 (v/v) and  immobilized cells were conditioned  in PGY growth medium supplemented with 2 % ethanol on shaker incubator 150 rpm 30 oC for 1 day and then washed twice with sterile aquad- est. Fermentation was done in YEPM (Yeast extract pepton malt) on  variation of initial pH (5,5; 6,0 and 6,5) and ethanol concentration (5,0; 7,5 and 10 % w/v)  on shaker incubator 150 rpm, 30 oC for 10 days long. The acetic acid production and the cell numbers were monitoring for 1, 3, 5, 7, 8, 9 and 10 days fermentation. The result showed that the optimum condition for acetic acid production by immobilized cells of A. pasteurianus  INT-7 were initial pH 6,0; ethanol concentration 7,5 % w/v for 7 days fermentation. The immobilization cells could be increase  the resistency of ethanol and  prolong to achieve of the  optimal fermentation time. The acetic acid production of the fermentation by immobilized cell was 35,81 g/L and 16,29 g/L by free cell, the theoritical efficiency of immobilized  cell and free cell were (36,73 %) and (16,17 %) respectively.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendapatkan kondisi optimum fermentasi dengan sel amobil dan hasilnya dibandingkan dengan sel bebas. Penelitian ini diawali dengan pembuatan sel amobil dengan jumlah sel awal 107  CFU/mL, larutan alginat 3 %, ratio jumlah sel dan alginat 1:3 (v/v) dan pengkondisian sel amobil pada media pertumbuhan PGY-2 % etanol (pepton glucose yeast extract) pada inkubator goyang 150 rpm, 30 oC selama 1 hari. Sel amobil yang sudah dikondisikan dicuci 2 kali dengan akuades steril dan siap digunakan untuk  fermentasi menggunakan media YEPM (yeast extract pepton malt) dengan variasi pH awal (5,5;6,0 dan 6,5), kadar etanol (5,0; 7,5 dan 10 % b/v) dan waktu fermentasi pada inkubator goyang 150 rpm, 30 oC selama 10 hari. Pengukuran produksi asam asetat dan jumlah sel dilakukan pada hari 1, 3, 5, 7, 8, 9 dan 10 hari. Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  kondisi  optimum fermentasi dengan  sel amobil adalah pH awal media 6,0; kadar etanol 7,5 % suhu 30 oC selama 7 hari. Penggunaan sel amobil dalam fermentasi asam asetat dapat meningkatkan resistensi  etanol  dan  waktu  optimum fermentasi dicapai lebih lama. Fermentasi dengan sel amobil Acetobacter pasteurianus INT-7 pada kondisi optimum menghasilkan asam asetat sebesar 35,81 g/L dan 16,29 g/L pada fermentasi dengan sel bebas. Efisiensi fermentasi dengan sel amobil (36,73 %) lebih besar daripada sel bebas (16,17 %).
PEMANFAATAN HASIL FERMENTASI WHEY TAHU MENGGUNAKAN ISOLAT PEDIOCOCCUS ACIDILACTICI F11 SEBAGAI ALTERNATIF KOAGULAN PADA PEMBUATAN TAHU K. Sya’di, Yunan; Rahayu, Endang Sutriswati; Cahyanto, Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 1, No 1/November (2015): JITek
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknosains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan tahu di Indonesia banyak menggunakan kecutan sebagai penggumpal. Kecutan ini memiliki kelemahan karenajenis dan jumlah mikrobia yang berperan dalam fermentasi dapat berbeda dari satu fermentasi dengan fermentasi lainnya.Akibatnya mutu tahu yang dihasilkan dari proses penggumpalannya juga kurang stabil. Penelitian ini bertujuan menggunakanhasil fermentasi whey tahu dengan bakteri asam laktat, Pediococcus acidilactici F11 sebagai alternatif penggumpal pada skalaindustri. Fermentasi dilakukan pada fermentor 125 L selama 5 hari produksi (5 batch) pada skala industri. Populasi akhirbakteri asam laktat dari 5 batch fermentasi kecutan menggunakan Pediococcus acidilactici F11 pada fermentor 125 liter selama16 jam memiliki rata-rata 1,19 x 109 CFU/mL, sedangkan bakteri non BAL dan coliform memiliki rata-rata 1,8 x 102 CFU/mLdan 8,23 CFU/mL. Keasaman dan pH pada akhir fermentasi kecutan sudah memenuhi persyaratan sebagai penggumpaldengan memiliki rata-rata 3,54 g/L dan pH rata-rata 3,94. Berat tahu yang dihasilkan dari koagulan hasil fermentasi whey tahumenggunakan Pediococcus acidilactici F11 lebih tinggi 5,9% dibanding menggunakan koagulan dari kecutan.
Molecular Identifcation of Lactic Acid Bacteria Producing Antimicrobial Agents from Bakasang, An Indonesian Traditional Fermented Fish Product Lawalata, Helen Joan; Sembiring, Langkah; Rahayu, Endang Sutriswati
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijbiotech.16368

Abstract

Twenty seven strains of lactic acid bacteria (LAB) were isolated from bakasang, Indonesian traditionalfermented fsh product. In general, LAB have inhibitory activity againts pathogenic bacteria and spoilagebacteria. Screening for antimicrobia activity of isolates were performed with well-diffusion method. Oneisolate that was designed as Pediococcus BksC24 was the strongest against bacteria pathogenic and spoilagebacteria. This strain was further identifed by 16S rRNA gen sequence comparison. Isolates LAB producingantimicrobial agents from bakasang were identifed as Pediococcus acidilactici.
PEMANFAATAN HASIL FERMENTASI WHEY TAHU MENGGUNAKAN ISOLAT PEDIOCOCCUS ACIDILACTICI F11 SEBAGAI ALTERNATIF KOAGULAN PADA PEMBUATAN TAHU Rahayu, Endang Sutriswati; Cahyanto, Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 1, No 1/November (2015): JITek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.434 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v1i1/November.832

Abstract

Pembuatan tahu di Indonesia banyak menggunakan kecutan sebagai penggumpal. Kecutan ini memiliki kelemahan karenajenis dan jumlah mikrobia yang berperan dalam fermentasi dapat berbeda dari satu fermentasi dengan fermentasi lainnya.Akibatnya mutu tahu yang dihasilkan dari proses penggumpalannya juga kurang stabil. Penelitian ini bertujuan menggunakanhasil fermentasi whey tahu dengan bakteri asam laktat, Pediococcus acidilactici F11 sebagai alternatif penggumpal pada skalaindustri. Fermentasi dilakukan pada fermentor 125 L selama 5 hari produksi (5 batch) pada skala industri. Populasi akhirbakteri asam laktat dari 5 batch fermentasi kecutan menggunakan Pediococcus acidilactici F11 pada fermentor 125 liter selama16 jam memiliki rata-rata 1,19 x 109 CFU/mL, sedangkan bakteri non BAL dan coliform memiliki rata-rata 1,8 x 102 CFU/mLdan 8,23 CFU/mL. Keasaman dan pH pada akhir fermentasi kecutan sudah memenuhi persyaratan sebagai penggumpaldengan memiliki rata-rata 3,54 g/L dan pH rata-rata 3,94. Berat tahu yang dihasilkan dari koagulan hasil fermentasi whey tahumenggunakan Pediococcus acidilactici F11 lebih tinggi 5,9% dibanding menggunakan koagulan dari kecutan.
The Effect of Addition of Lactobacillus plantarum S4512 on The Microbiological and Chemical Characteristics during Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) Fermentation Utami, Tyas; Nurhayati, Rifa; Rahayu, Endang Sutriswati
Agritech Vol 35, No 4 (2015)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9329

Abstract

The aim of this study was to investigate the population of selected bacteria and some chemical characteristics during sorghum fermentation with the addition of Lactobacillus plantarum S4512. Proteolytic L. plantarum S4512 isolated from natural sorghum fermentation was added into sorghum fermentation. Sorghum flour was mixed with sterile water (1:2 w/v) and then was inoculated with 1% v/v (about 109 CFU/ml) culture of L. plantarum S4512. Fermentation was carried out at 37°C for 24 hours. As a control, natural sorghum fermentation without addition of a starter culture was carried out at 30°C for 24 hours. During fermentation time, the amount of bacteria, acid producing bacteria, coliform and proteolytic bacteria were monitored. The titratable acidity, pH, soluble protein, and proteolytic activity were also measured. Addition of L. plantarum S4512 increased significantly the initial population of total bacteria, lactic acid bacteria and proteolytic bacteria to 107 CFU/ml and suppressed the growth of coliforms indicated by siginificantly decline of coliforms population after 6 h fermentation. The production of acid was doubled of that in the natural fermentation resulted in the lower pH to 3.14. Both natural sorghum fermentation and that with addition of proteolytic L. plantarum S4512 showed some proteolytic activities during fermentation.
Potensi Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi Dari Bekasam sebagai Penghasil Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor pada Fermentasi “Bekasam-Like” Product Wikandari, Prima Retno; Suparmo, Suparmo; Marsono, Yustinus; Rahayu, Endang Sutriswati
Agritech Vol 32, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9616

Abstract

Bekasam, an traditional fermented fi sh is perceived to have antihypertensive activity, which was estimated to bethe activity of ACE inhibitory peptides, the product of proteolytic degradation of fi sh protein during the bekasamfermentation. Lactic acid bacteria was possibly to give a role on proteolytic degradation to produce ACE inhibitorpeptides in bekasam fermentation. Six strains of the selected strains of proteolytic lactid acid bacteria from bekasam,namely Lactobacillus plantarum B1765, L. plantarum T2565, L. plantarum N2352, L. plantarum B1465, Lactobacilluspentosus B2555, and Pediococcus pentosaseus B1661, were assessed for growth characteristics. The amount of peptidesas result of proteolitic degradation, and the inhibitory activities of ACE inhibitor which is released in fermentationof “bekasam-like” product. All selected strains grew well, exhibited proteolytic activity which was showed by theincreasing of peptides. The extent of proteolysis varied among strains and appeared to be time dependant. The highestpeptides (8.55 ± 0.05 mg/g sample) was found on L. plantarum B1765 and the smallest one (4.45±0.10 mg/g sample)on P. pentosaceus B1661. L. plantarum B1765 exhibited the highest ACE inhibitor activity (68.17±1.32%), followed by L. plantarum T2565 (62.54±2.11%), L. plantarum N2352 (61.56±1.32%), L. plantarum B1465 (59.85±1.58%), and L. pentosus B2555 (56.61±4.28%), whereas P. pentosaceus B1661 (18.66±3.91%) showed the smallest one.ABSTRAKBekasam adalah salah satu produk ikan fermentasi tradisional. Produk ini diduga mempunyai aktivitas antihipertensiyang disebabkan oleh aktivitas peptida Angiotensin Converting Enzyme (ACE) inhibitor yang dihasilkan dari degradasiproteolitik selama proses fermentasi bekasam. Bakteri asam laktat diduga berperan dalam degradasi proteolitikmenghasilkan peptida ACE inhibitor pada fermentasi bekasam. Sebanyak 6 strain bakteri asam laktat terpilih yangdiisolasi dari bekasam yaitu Lactobacillus plantarum B1765, L. plantarum T2565, L. plantarum N2352, L. plantarumB1465, Lactobacillus pentosus B2555, Pediococcus pentosaseus B1661 telah dikaji pertumbuhan, jumlah peptidayang terbentuk dari hasil degradasi proteolitik dan presentase penghambatannya terhadap aktivitas ACE selamafermentasi “bekasam-like” product. Semua strain dapat tumbuh dengan baik dan menunjukkan peningkatan jumlahpeptida dan peningkatan aktivitas penghambatan selama proses fermentasi yang bervariasi antar strain. Jumlah peptidatertinggi pada akhir proses fermentasi (8,55 ± 0,05 mg/g) dihasilkan L. plantarum B1765 dan terkecil (4,45±0,10mg/g) dihasilkan oleh P. pentosaceus B1661. L. plantarum B1765 juga menghasilkan aktivitas penghambatantertinggi (68,17±1,32%), diikuti oleh L. plantarum T2565 (62,54±2,11%), L. plantarum N2352 (61,56±1,32%), L.plantarum B1465 (59,85±1,58%), L. pentosus B2555 (56,61±4,28%), aktivitas penghambatan terkecil dihasilkan olehP. pentosaceus B1661 (18,66±3,91%).
Suplementasi Lactobacillus Acidiphilus SNP-2 pada Pembuatan Tape Biji Teratai (Nhymphaea pubescen Wild) Khairina, Rita; Khotimah, Iin Khusnul; Rahayu, Endang Sutriswati
Agritech Vol 28, No 4 (2008)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9792

Abstract

The purpose of this research are develop to usage of lotus seed as base medium tape and study of functionally lotusseed as probiotik agentia. The potency of lotus seed tape as probiotic agentia was done tape suplemented by Lactoba- cillus acidophillus SNP-2. Observation of product belong one month for volunter that consumption. Result of research show that lactic acid bakteria, Lactobacillus, and Enterobacter on feses volunter that consumption lotus seed tape belong observation not significancy. There is no difference values of microflora on feses volunter for before and after consumption of lotus seed tape with suplemented biomass. Range of means LAB between log 8.73 CFU/g – Log 10.12CFU/g, Lactobacillus Log 7.37 CFU/g – Log 10.38 CFU/g end Enterobacter Log 9.19 CFU/g – Log 10.49 CFU/g. ThepH values of feces volunter during observation is significant different with range on 6.11–6.68.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemanfaatan biji teratai sebagai bahan dasar pembuatan tape danmempelajari fungsionaliti tape biji teratai sebagai agensia probiotik. Potensi tape biji teratai sebagai agensia pro- biotik dilakukan dengan suplementasi tape dengan Laobacillus acidophilus SNP-2 dan diamati pada relawan yang mengonsumsi tape biji teratai selama 1 bulan. Hasilnya menunjukkan Total Bakteri Asam Laktat, Lactobacillus dan Enterobacter pada feses relawan yang mengonsumsi tape biji teratai selama pengamatan tidak menunjukkan pen- garuh yang nyata. Tidak terdapat perbedaan nilai mikroflora feses relawan sebelum dan sesudah mengonsumsi tape biji teratai yang disuplementasi biomassa. Rata-rata kisaran BAL adalah Log 8,73 CFU/g – Log 10,12 CFU/g, Lacto- bacillus Log 7,37 CFU/g – 10,38 CFU/g dan Enterobacter Log 9,19 CFU/g- Log 10,49 CFU/g. Nilai pH feses relawan selama pengamatan berbeda nyata dengan kisaran berada pada nilai 6,11–6,68.