This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geodesi Undip
Mashita Rahati
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH KAITANNYA DENGAN BANJIR DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Rahati, Mashita; Kahar, Sutomo; Subiyanto, Sawitri
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.503 KB)

Abstract

ABSTRAKNilai tanah merupakan suatu kondisi ketersediaan dan kebutuhan tanah (supply and demand) di dalam kekuatan pasar tanah. Nilai biasanya diwujudkan dengan nilai jual pasar dalam situasi yang kompetitif antara penjual dan pembeli. Sedangkan Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. Zona Nilai Tanah di Kecamatan Pedurungan sendiri berbeda dengan daerah lain yang dipengaruhi oleh faktor penentu nilai dan harga tanah, tapi berkaitan dengan daerah banjir juga.Banjir merupakan genangan pada daerah datar yang biasanya tidak tergenang. Banjir dibagi menjadi 3 yaitu Banjir Rob, Banjir Lokal, dan Banjir Musiman. Banjir yang terjadi di Kecamatan Pedurungan disebabkan oleh banjir musiman, yaitu banjir yang terjadi saat musim penghujan tiba saja.Dalam penelitian dibentuk peta Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan nilai tanah dengan penilaian massal menggunakan pendekatan perbandingan harga pasar yang dioverlay dengan Peta Tata Guna Lahan, Peta Jaringan Jalan, Peta Daerah Genangan Banjir, Peta Administrasi Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang tahun 2010 dan dibandingkan dengan zona nilai tanah pada zona banjir. Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan software aplikasi pengolahan data spasial (ArcView) versi BPN, software SIG, dan Microsoft Office 2007.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 49 Zona Nilai Tanah berdasarkan Survei Transaksi Harga Tanah dan 70 Zona Nilai Tanah berdasarkan zona banjir di Kecamatan Pedurungan. Sedangkan dari analisis perubahan nilai tanah kaitannya dengan banjir perubahan nilai tanah tertinggi terletak pada zona 64 tepatnya di Kelurahan Gemah yaitu sebesar 203%.  Sedangkan zona yang mengalami perubahan nilai tanah terendah terletak pada zona 67 di Kelurahan Pedurungan Kidul yaitu sebesar 14%.Kata Kunci : Nilai Tanah, Zona Nilai Tanah, Banjir, Metode Penelitian Tanah. ABSTRACTThe value of land is a land supply and demand conditions ( supply and demand ) in the market strength of the land . Value is usually realized by selling the market value in a competitive situation between the seller and the buyer . While the Land Value Zone ( ZNT ) is an area that illustrates the value of the land is relatively the same . Land Value Zone in District Pedurungan itself different from other regions that are affected by factors determining the value and price of land , but also related to the flooded areas .Flooding is a puddle on a flat area which is usually not flooded . Flood divided into 3 : Rob Flood , Local Flood and Seasonal Flood . Floods that occurred in District Pedurungan caused by seasonal flooding , its flooding that occurred during the rainy season arrives alone .In the study formed the map Zone Land Value ( ZNT ) based on the value of the land with a mass appraisal using the market price comparison approach overlay the Land Use Map , Map of the road network , Flood Inundation Map of Regions , Map Pedurungan Subdistrict Administration  Semarang in 2010 and compared with zone land values in the flood zone . In this study, data processing using spatial data processing application software ( ArcView ) version of BPN , GIS software , and Microsoft Office 2007 .The results showed there are 49 zones based on the Land Value Survey Transaction Price Land and Land Value 70 zones based on the flood zones in the District Pedurungan. While the analysis of changes in land value changes in relation to flood the highest land value lies in the zone 64 to be exact in the village Gemah that is equal to 203 %. While the zone change the value of the lowest land is located in zone 67 in the Village of the South Pedurungan at 14 % .Keywords : Land alteration, soil’s value