Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Sesar di Wilayah Gorontalo dengan Analisis Mekanisme Bola Fokus ., Nurfitriani; Pasau, Guntur; Raharjo, Slamet Suyitno
JURNAL MIPA UNSRAT ONLINE Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gorontalo menjadi salah satu daerah rawan bencana gempa bumi dan ecara tektonik berada di wilayah pertemuan 2 lempeng besar, yakni lempeng Pasifik dan Eurasia serta lempeng-lempeng mikro. Peta Geologi Gorontalo menunjukkan adanya struktur sesar yang memotong wilayah kota Gorontalo. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan struktur sesar di wilayah Gorontalo dengan menggunakan metode mekanisme bola fokus kejadian gempa bumi di wilayah daratan Gorontalo periode 1963-2013 dengan sumber data dari katalog gempa bumi USGS, Global Centroid Momen Tensor, dan BMKG. Analisis bola fokus menunjukkan adanya 3 daerah dugaan sesar aktif, dengan tipe sesar cenderung oblique, dengan panjang 24,54 km sampai 27,54 km dan lebar rupture 8,51 km sampai 9,22 km. Hasil analisis ini juga mendeteksi adanya satu daerah dugaan sesar aktif yang tidak teridentifikasi pada peta geologi.Gorontalo is one of the earthquake prone areas and is tectonically located at the junction of two major plates and some microplates. Geological map indicated the presence of fault structures across Gorontalo. This study was aimed to identify the presence of fault structures in the Gorontalo area using focal mechanism of earthquakes in the mainland region of Gorontalo at the period of 1963-2013 with data sourced from the USGS earthquake catalog, the Global Centroid Moment Tensor, and BMKG. The analysis showed that there were 3 suspected active fault area having oblique-type fault with length of 24,54 to 27,54 km and rupture width of 8,51 to 9,22 km. The analysis also detected the presence of a suspected active fault area which was not identified on the geological map.
Analisis Intensitas Radiasi Matahari di Manado dan Maros Rifai, Listya Dewi; Tongkukut, Seni H. J.; Raharjo, Slamet Suyitno
JURNAL MIPA UNSRAT ONLINE Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan analisis intensitas radiasi matahari di Manado dan Maros dengan menganalisis pola grafik intensitas radiasi matahari terhadap sudut deklinasi matahari. Faktor pengaruh atmosfer dianalisis dari pola intensitas radiasi matahari terhadap curah hujan dengan metode regresi linear sederhana pada kedua daerah penelitian. Hasil yang diperoleh berupa nilai intensitas radiasi matahari di Maros lebih tinggi dibandingkan Manado sepanjang tahun, dengan Maros 133.121 gram.cal/cm², dan Manado 117.289 gram.cal/cm². Penerimaan intensitas radiasi matahari di Manado dan Maros dipengaruhi oleh intensitas curah hujan di kedua daerah, yaitu kenaikan curah hujan menurunkan intensitas radiasi matahari, disamping dipengaruhi oleh kondisi geografi lokal dan faktor tutupan awan.An analysis of solar radiation intensity in Manado and Maros had been performed by analyzing the chart pattern of the solar radiation intensity against angle of solar declination. The effect of atmosphere was analyzed using a simple linear regression method from the solar radiation intensity pattern against the precipitation at the two areas. The results showed that the solar radiation intensity value ​​in Maros was higher than that in Manado throughout the year, which were 133.121 gram.cal/cm² in Maros and 117.289 gram.cal/cm² in Manado. The solar radiation intensity in Manado and Maros was influenced by precipitation intensity in both regions, that was the increasing precipitation intensity decreased the solar radiation intensity, and by local geography and cloud factor.
Analisis Daerah Dugaan Seismic Gap di Sulawesi Utara dan sekitarnya Wibowo, Sandy Nur Eko; Raharjo, Slamet Suyitno
JURNAL MIPA UNSRAT ONLINE Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seismic gap adalah kawasan yang aktif secara tektonik namun sangat jarang mengalami gempabumi dalam jangka waktu yang lama. Terdapat dua daerah dugaan seismic gap yang terdapat di daerah Sulawesi Utara antara lain daerah Laut Maluku dan Laut Sulawesi. Pada penelitian ini akan dianalisis sejauh mana potensi bahaya dua daerah dugaan seismic gap tersebut didasarkan pada profil perubahan parameter seismotektonik nilai b, analisis mekanisme fokus, perubahan nilai rasio vp/vs, periode ulang gempabumi dan prediksi parameter patahan di dua daerah penelitian. Diperoleh bahwa hanya daerah dugaan seismic gap di Laut Maluku yang dapat dikategorikan sebagai daerah seismic gap yang berpotensi menimbulkan gempabumi dengan energi besar dan tsunami sebagai efek terusan gempabumi.Seismic gap is a tectonically active region, but very rarely experienced earthquakes in the long term. There are two alleged seismic gap area of the North Sulawesi region, that are Maluku Sea and the Sulawesi Sea areas. This research analyzed potential danger of the two alleged seismic gap area in North Sulawesi based on b value seismotectonic profile parameter changes, the analysis of the focal mechanism, changes in the value of the ratio vp/vs, earthquake recurrence period, and fault parameters prediction at the two areas. It was found that the alleged area of Maluku Sea could be categorized as a seismic gap area with a potentially earthquake and tsunami energy which was the after effects of the earthquake.
RANCANG BANGUN INSTRUMEN PENGUKUR SUHU DAN KELEMBAPAN UDARA MENGGUNAKAN DT-SENSE SHT11 Hidayat, Imam; Kolibu, Hesky Stevy; Raharjo, Slamet Suyitno
JURNAL ILMIAH SAINS Vol 14, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pembuatan instumen pengukur suhu dan kelembapan udara menggunakan sensor DT-Sense SHT11 dan modul mikrokontroler DT-AVR Low Cost Micro System. Kemudian instrumen diuji dengan alat ukur standar. Pengujian dilakukan mulai bulan Juni 2013 dan berakhir bulan Oktober 2013di Laboratorium Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi Manado dan pengujian lapangan dilakukan di Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung. Hasil pengujian dianalisis dengan metode grafik, analisis Korelasi dan Uji t sampel berpasangan. Hasilnya berhasil dibuat dengan ketelitian pengukuran hingga 0,01oC untuk pengukuran suhu udara dan 0,0001% untuk pengukuran kelembapan udara. Terdapat selisih antara instrumen yang dibuat dengan alat ukur standar. Rata-rata 1,4 oC untuk suhu udara dan 3% untuk kelembapan relatif. Kata kunci: sensor, mokrokontroler, SHT11   DESIGN AND BUILD OF AIR TEMPERATURE AND HUMIDITY MEASUREMENT INSTRUMENT USING DT-SENSE SHT11 ABSTRACT Have been made a temperature and humidity measurement instrument using DT-Sense sensor SHT11 and microcontroller modules DT-AVR Low Cost Micro System.‎ Then the instrument was tested with standard measurement tools. The tests were conducted starting in June 2013 and ended in October 2013 at the Laboratory of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University and field trials conducted in Class II Meteorological Station Maritime Bitung. The test results were analyzed by graphical method, correlation analysis and paired sample t test.The result of measurement accuracy up to 0,01oC for measuring air temperature and up to 0,0001% for air humidity measuring. The difference between the instruments are made with standard measurement tools. An average of 1.4 ° C for temperature and 3% for relative humidity. Keywords: sensor, microcontroller, SHT11