Anna Ulfah Rahajoe
University of Indonesia/ Harapan Kita National Cardiovascular Center

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Total Anomalous Pulmonary Venous Drainage Raharjo, Sunu Budhi; Roebiono, Poppy S; Wahidji, Vikry; Rahajoe, Anna Ulfah
Jurnal Kardiologi Indonesia VOL. 28 NO. 6 Desember 2007
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Anomalous Pulmonary Venous Drainage(TAPVD) pertama kali dilaporkan oleh Friedkowskypada tahun 1868, namun baru pada tahun 1942TAPVD dikenal sebagai sebuah entitas penyakit.Penyakit ini jarang terjadi, insidensinya sekitar 1-3%dari semua penyakit jantung bawaan (PJB) atau sekitar0,008% dari seluruh bayi lahir hidup. Di PusatJantung Nasional Harapan Kita (PJN-HK), selamatahun 2006 terdapat 8 kasus (5 laki-laki dan 3perempuan) atau sekitar 0,7% dari total kasus PJB.
Tatalaksana Medis Protein-Losing Enteropathy Pasca Bedah Total Cavo Pulmonary Connection Hidayat, Syarief; Rahajoe, Anna Ulfah; Iskandarsyah, Kurniawan
Jurnal Kardiologi Indonesia VOL. 28 NO. 4 September 2007
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum bedah Fontan diperkenalkan, penyakitjantung bawaan (PJB) kompleks yang tidak idealuntuk reparasi biventrikular dilakukan bedahpaliatif pulmonary artery banding (PAB) atausystemic-to-pulmonary shunt. PAB adalah upayauntuk memperkecil lumen arteri pulmonalsehingga alirannya berkurang, dengan memasangikatan melingkari arteri pulmonal cabang utama.Sedangkan bedah systemic-to-pulmonary shuntadalah memasang saluran penghubung antaracabang cranial aorta ke arteri pulmonal. Tetapiharapan hidup pasen-pasen ini hanya berlangsungdua hingga tiga dekade saja.
Bedah Fontan dan Permasalahannya Rahajoe, Anna Ulfah
Jurnal Kardiologi Indonesia VOL. 28 NO. 4 September 2007
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika bedah Fontan baru diperkenalkan pada tahun1970, para ahli menaruh harapan besar. Merekaberanggapan sirkulasi Fontan merupakan ide besar, yang mampu mengatasi berbagai variasi penyakit jantung bawaan (PJB) dengan fisiologi ventrikel tunggal. Tetapi 20 tahun kemudian, mulailah Fontan dkk mengenali kelemahan prosedur yang ia inisiasi. Dari evaluasi jangka panjang yang ia lakukan terbukti bahwa, meskipun pada bedah Fontan yang sempurna, dalam jangka panjang kapasitas fungsional pasen menurun, dan ini tak berkaitan dengan masalah lain kecuali sirkulasi Fontan. Beberapa penelitian jangka menengah dan jangka panjang lainnya juga menemukan berbagai masalah, misalnya disfungsi hati, gangguan koagulopati yang berakibat tromboemboli, protein loosing enteropathy (PLE)yang menimbulkan hipoalbuminemia dengan segalaakibatnya, aritmia, obstruksi pada jalur Fontan, fistulaarteriovenous pulmonal dan lain-lain. Semua masalahini tentu saja mengakibatkan berkurangnya kesintasanpasen-pasen tersebut.
Penyakit Jantung Pada Perempuan Rahajoe, Anna Ulfah
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol.28 No.3 Mei 2007
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular diklaim sebagai penyebabkematian nomor satu bagi perempuan diatas usia 65tahun di benua Europa, masalah ini dikemukakan secaralengkap oleh Angela H.E.M. Maas, MD, PhD dan HarrySuryapranata, MD, PhD dari Isala Klinieken, Zwolle -The Netherlands, dalam jurnal edisi ketiga ini. Menurutsurvai di negeri kincir angin itu, perempuan kurangmemahami ancaman penyakit kardiovaskular, umumnyamereka lebih jarang menjalani uji latih jantung, apalagiangiografi diagnostik dan intervensi.
Minuman Yang Bermanfaat Untuk Kardiovaskular Rahajoe, Anna Ulfah
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol.28 No.2 Mar 2007
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 1921 penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Amerika Serikat (USA), sedangkan stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga mulai tahun 1938; kedua penyakit ini menduduki proporsi 40% dari seluruh penyebab kematian. Namun, pada tahun 1950 angka kematian akibat penyakit kardiovaskular turun 60%; keberhasilan yang luar biasa dari program kesehatan masyarakat USA di abad 20. Keberhasilan initercapai berkat pemahaman masyarakat yang lebihmendalam tentang faktor risiko penyakit kardiovaskular, intervensi prevensi yang dikembangkan untuk menurunkan faktor risiko tersebut, dan tentunya juga berkat teknologi pengobatan yang semakin maju. Masyarakatdi negara-negara maju kini banyak berpaling padamakanan dan minuman yang telah dibuktikan bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular. Para ahlisemakin faham bahwa disfungsi endotel dan aktivasiplatelet, merupakan patogenesis utama aterotrombosis, yang mendorong terjadinya vasokonstriksi, pembentukan trombus dan inflamasi.
Dampak Pasar Bebas ASEAN Terhadap Praktek Kardiologi di Negara – Negara ASEAN Rahajoe, Anna Ulfah
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol 29 No 1, Jan-April 2008
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanggal 19 Oktober 2008 yang lalu Dr. Dar-Ching Wu, Ahli Bedah Senior dari Singapura telah menyampaikan Sukaman Lecture, segera setelah The 17th Asean Congress of Cardiology dibuka. Acara Ilmiah Kardiologi yang diselenggarakan di kota Hanoi, Vietnam ini sangat meriah, sejalan dengan tumbuhnya perekonomian negara tersebut.Menurut dokter yang sudah banyak makan garam ini, kedokteran adalah praktek dari pengobatan dan pencegahan suatu penyakit. Dokter disanjung sebagai profesi yang sangat terhormat, karena dengan segala kemampuan yang ia miliki dapat menolong orang sakit yang seringkali sangat parah kondisinya. Terdapat hubungan langsung antara dokter dengan pasien, dan pasien sangat menghargai pertolongan dokternya. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi kedokteran, karakter layanan kesehatan pun berubah. Banyak pelaku lain yang ikut berperan, yakni tenaga kesehatan selain dokter, manajemen rumah sakit, dan penyandang dana. Kedokteran akhirnya berubah menjadi industri jasa pelayanan kesehatan
Rasio Tinggi Titik J /Gelombang R Sebagai Prediktor Kejadian Kardiovaskular Pasca IMA Inferior Rahajoe, Anna Ulfah
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol 30, No 2 (2009): Mei-Agustus 2009
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektrokardiografi (EKG) merupakan alat yang paling sering digunakan untuk menegakkan diagnosis dini dan stratifikasi risiko pada pasien infark miokard akut (IMA). Iskemia derajat I digambarkan sebagai gelombang T yang tinggi disertai elevasi segmen ST < 0.1 mV. Pada iskemia derajat II terlihat elevasi segmen ST dengan gelombang T yang positif tanpa distorsi terminal QRS. Sedangkan pada derajat III tampak elevasi segmen ST, dengan gelombang T yang positif disertai distorsi bagian akhir kompleks QRS, yang berakhir dengan infark miokard lebih luas dan ancaman kematian yang lebih besar.