Murni Rachmawati
Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh November

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

PELESTARIAN ALAM DALAM ARSITEKTUR : MASALAH DAN USULAN PEMECAHANNYA Rachmawati, Murni; Prijotomo, JosefThis study concern to discuss about
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 10, No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

As a built environment, architecture had faced the challenges that must be answered in 21st century. The most ever whelmingly urgent crisis facing mankind is the degradation of the natural environment. The fragility of the natural environment comes to the fore as a compelling principle for the revitalization of architecture. This study intended to formulate theory or principle that leads architecture to faced the challenge. This is a library research, with logical argumentation & critical methods and Jurgen Habermas strategy. The result hope to be a theoretical alternative in architecture, especially for revitalization in nature and architecture.
Tema Elektrik Pada Pusat Apresiasi Musik dan Tari Kontemporer Sari, Yeptadian; Rachmawati, Murni
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.439 KB)

Abstract

Pengajuan tema sebagai awal perancangan adalah salah satu kemungkinan dari sekian banyak kemungkinan pendekatan perancangan. Pada dasarnya suatu hasil perancangan dengan sendirinya akan mengandung tema. Menentukan tema pada awal proses perancangan sama halnya dengan menentukan arahan, pedoman serta batasan bagi seorang perancang dalam menentukan dan menetapkan hasil rancangan yang akan ditampilkan, yang tentu saja sesuai dengan fungsi bangunan yang hendak dirancang. Tema ‘Elektrik’ dipilih karena dilatarbelakangi oleh objek bangunan itu sendiri. Objek bangunan adalah pusat apresiasi musik dan tari kontemporer yang berarti musik dan tari yang kekinian, salah satu genre musik dan tari yang kekinian ditambah kecanggihan teknologi adalah electric, yang kemudian menjadi dasar transformasi tema elektrik pada pusat apresiasi musik dan tari kontemporer dan akan dibahas secara detil
Trilogi Simbiosis: Seni Rupa, Arsitektur dan Ruang Publik Bislissin, Nehemia; Rachmawati, Murni
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.021 KB)

Abstract

Apresiasi merupakan hal yang penting dalam dunia seni khususnya seni rupa karena merupakan bentuk komunikasi dua arah antara pelaku seni dan penikmat seni. Minimnya apresiasi akan berdampak negatif pada kelestarian seni rupa itu sendiri. Ruang publik adalah suatu tempat yang memiliki potensi yang besar untuk menciptakan komunikasi tersebut.Oleh karena itu perlu adanya suatu rancangan yang dapatmelihat hubungan antara seni rupa dengan kualitas ruang publik kota, sehingga masyarakat dapat menikmati karya seni atau bahkan mengapresiasikannya dalam suasana kebersamaan dalam ruang publik kota. Perancangan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan interaksi masyarakat terhadap perkembangan seni rupa dan sebagai sarana komunikasi dalam sosialita masyarakat serta meningkatkan kualitas ruang publik kota. “Reciprocity” yang digunakan sebagai tema dalam merancang memiliki pengertian bahwa semua aspek dalam rancangan akan terkait dan dapat diterapkan kedalam perancangan yang adaptif, harmonis dengan lingkungan, proses berkelanjutan, kekhasan solusi yang kontekstual dan mempengaruhi lingkungan. Hasil perancangan ini adalah simbiosis antara seni rupa, arsitektur dan ruang publik dalam rancangan ini menunjukkan ruang interaksi yang saling terkait, rekreatif-edukatif dan memiliki keselarasan sebagai sesuatu yang saling terkait dan terhubung secara timbal-balik.
Multifungsi Graha Remaja dengan Representasi Tema Pelangi Fisabila, Rizkya; Rachmawati, Murni
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.503 KB)

Abstract

Remaja sebagai generasi penerus perjuangan Bangsa, harus mendapat fasilitas pendidikan yang layak. Tidak hanya pendidikan formal di sekolah dan kampus, namun juga pendidikan informal. Tindak kriminal, kekerasan, bahkan seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang hanya sebagian kecil permasalahan remaja yang kita temukan di negara Indonesia. Graha Remaja Surabaya, adalah salah satu jawaban dari berbagai macam permasalahan tersebut. Obyek rancang ini mengangkat tema pelangi sebagai konsep rancangan. Bangunan multifungsi ini diharapkan mampu memfasilitasi kegiatan edukasi dan juga rekreasi, khususnya fasilitas olahraga dan seni bagi para pengguna di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.
Kesinambungan pada Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur Ilhamullah, Muhammad; Rachmawati, Murni
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4409.857 KB)

Abstract

Budaya  kesenian wayang kulit merupakan salah satu warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah mendapat pengakuan secara internasional oleh UNESCO sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 7 November 2003. Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur merupakan objek rancang yang menghadirkan kembali budaya wayang kulit Jawa Timuran di tengah-tengah kehidupan masyarakat sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Objek ini dikembangkan menggunakan tema “Kesinambungan” yang bermakna suatu media penyambung yang susah diputus. Dihadirkan dengan kesan yang dinamis namun tetap mempertahankan sisi tradisional agar masyarakat dapat lebih mudah mengenal serta melestarikan budaya ini[5]. Simbol gunungan merupakan ciri khas dari kesenian wayang kulit, proses rancang menggunakan metode metafora dalam menyelesaikan isu-isu yang terdapat dalam objek rancangan[1]. Objek ini diharapkan dapat menghidupkan dan mengembangkan kebudayaan wayang kulit jawa timuran dengan ilmu dan teknologi yang berkembang, tanpa melupakan aturannya, sehingga tercipta sesuatu yang baru dengan bentuk, arti, dan fungsi yang sama[8]. Penerapan konsep dan tema terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan struktur yang diterapkan pada galeri kesenian wayang kulit jawa timur.
Pendekatan Tema Jelajah dalam Konsep dan Rancangan Perpustakaan sebagai Ruang Publik Sakinah, Rahma; Rachmawati, Murni; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5800.051 KB)

Abstract

Tema merupakan salah satu pendekatan perancangan yang umum dilakukan. Tema merupakan panduan, pedoman, dan arahan yang dapat menuntun perancang untuk membuat konsep yang dapat memecahkan permasalah dalam suatu obyek rancangan. Tema untuk obyek rancang perpustakaan dipilih dengan mempertimbangkan permasalahan utama obyek, yaitu belum mampunya perpustakaan menjadi ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kesan perpustakaan di mata masyarakat yang cenderung kaku dan tidak ramah. Tema “Jelajah” memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan kaku. Pendekatan tema pada obyek rancang dilakukan secara metafora dengan mengaplikasikan karakteristik-karakteristik “Jelajah” pada berbagai macam aspek rancang. Dengan pendekatan tema “Jelajah” tersebut dihasilkan rancangan perpustakaan yang menarik dan jauh dari kesan kaku dan tidak ramah
Pendekatan Tema Koneksi pada Rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta Mardisiwi, Adiar Ersti; Rachmawati, Murni; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5212.442 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mencanangkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau “Perpustakaan Masyarakat” berbasis Rukun Warga (RW). Sejak tahun 2007, kini 237 TBM telah berdiri diantara 615 RW. Kebijakan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Namun, desain perpustakaan dewasa ini cenderung menjenuhkan. Perpustakaan Kota Yogyakarta yang sudah ada pun belum mencerminkan budaya Yogyakarta. Kapasitas Perpustakaan Kota Yogyakarta juga masih terlalu kecil untuk disebut perpustakaan kota. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah taman baca yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Yogyakarta, mencerminkan budaya lokal, serta dapat menjadi ruang publik yang menyenangkan. Tema ‘koneksi’ diaplikasikan pada rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta dengan metode studi kasus, survei lapangan, serta pembagian acak kuesioner preferensi pengujung Perpustakaan Kota Yogyakarta. Lokasi terpilih ialah di bantaran Kali Code karena atmosfernya yang tenang dan memenuhi kriteria untuk didirikan taman baca. Rancangan ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai fungsi perpustakaan umum sehingga dapat berperan sebagai ruang publik untuk menggali informasi melalui media apapun, tanpa batas waktu dan batas apapun
Penerapan Tema Atraktif dalam Rancangan Taman Wisata Brawijaya Malang Ad’ha, Pridany Widya; Rachmawati, Murni; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.69 KB)

Abstract

Dalam merancang arsitektur seorang arsitek dapat menggunakan tema sebagai alat untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Tema dalam arsitektur adalah ide yang harus dieksplor dan memasukkannya ke dalam desain untuk menciptakan karakteristik atau makna pada bangunan tersebut. Selanjutnya, eksplorasi tema tersebut dapat diterapkan ke dalam konsep perancangan. Konsep perancangan akan menentukan berbagai elemen rancangan seperti bentuk, ruang luar, material, dan sebagainya. Objek rancang adalah taman wisata dengan wahana permainan 4 dimensi sebagai hiburan utamanya. Tema atraktif diangkat karena mampu mewakili esensi objek sebagai bangunan wisata. Pendekatan metafora digunakan untuk menerapkan tema atraktif ke dalam objek rancang. Karakteristik atraktif yang digunakan adalah kontras, dinamis, dan mengejutkan. Hasil rancangan berupa penerapan karakteristik atraktif ke dalam bentuk massa, fasad, sirkulasi antar massa, komposisi massa, serta penerapan atraksi dalam rancangan.
PROSPECTS OF PROPERTY IN CHINATOWN SURABAYA CASE STUDY: KEMBANG JEPUN STREET SURABAYA Saraswati, Ni Wayan Anantasia; Setijanti, Purwanita; Rachmawati, Murni
Journal of architecture&ENVIRONMENT Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.992 KB) | DOI: 10.12962/j2355262x.v13i2.a882

Abstract

Kembang Jepun area was once the biggest trade center in its time. However, its ambience is quiet and crime-prone today, especially at night. This is caused by the decrease of service value of the areal facilities and infrastructures, so that it in turn decreases the areal economic productivity. This condition requires a research about the most suitable property which can be developed according to the desire of the society in the corridor of Kembang Jepun Street and can revive the ‘dead’ areal spirit.This research applies interview method along with market analysis. The type of analysis is Descriptive Statistics, namely by the media of graphics, diagrams and tables.From the interview result, retails are found to be prospective property for the society in the Corridor of Kembang Jepun Street. The next analysis conducted as the comparator to the survey result is Market Analysis on five property buildings, namely retails, hotels, museums, restaurants and residences. Having the market analysis done, a conclusion is found that Hotels property is more prospective than retails, museums, restaurants and residences property with the consideration of dominant supply of hotels in Central Surabaya, East Surabaya and West Surabaya, as well as that hotels have lesser competitors with quite high demands.
AKULTURASI RUANG PADA RUMAH TINGGAL DI PERMUKIMAN SEKITAR KERATON SUMENEP, MADURA (Space Acculturation of Dwelling in a Settlement around Sumenep Palace, Madura) Nailufar, Mehdia Iffah; Faqih, Muhammad; Rachmawati, Murni
Tesa Arsitektur Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.148 KB)

Abstract

Atas Taman village is a settlement located at the Sumenep palace nearby. It has been acculturated by the Chinese culture, one of the significant influence that affect the architecture of Sumenep since 18th century including the houses. Most of Chinese who came to Sumenep work as the artisan and the craftman at that periode. The aim of this study is to identify the space characteristic of houses of Atas Taman village which is influenced by the style of Chinese houses. Interpretation history and qualitative method were used to complete the data by observing and unstructured interview on house owner and the stakeholders who related to the object of research. The data were analyzed by comparing among the space of houses in Atas Taman and Madura traditional houses to include the space of Chinese houses. This study showed that people in Atas Taman Village still maintain the culture of Madura at their home, especially in the aspect of space, even though the culture has been acculturated to the Chinese culture. They integrated tanean lanjang and Chinese houses. Each of them has a meaning behind it but the people in Atas Taman change the house plan consider to the function of the space and their activities.