Didy Rachmadi
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Produksi dan Penjualan Dendeng pada Beberapa Perusahaan di Kota Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian tentang hasil kajian produksi dan penjualan dendeng pada beberapa perusahaan di Kota Banda Acehini telah di lakukan dibeberapa perusahaan dendeng yang ada di kota Banda Aceh dari tanggal 28 September 2015 sampai dengan tanggal 28 Oktober 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengolahan manajemen usaha dendeng, juga untuk mengetahui berapa jumlah produk dendeng yang terjual perbulannya, dan bagaimana penentuan harga jual dendeng pada beberapa perusahaan dendeng  di Kota Banda Aceh,  Materi yang digunakan dalam penelitian terdiri 3 perusahaan dendeng yaitu: perusahaan dendeng Bungong Jaroe (setui), perusahaan dendeng Gunung Seulawah (Simpang Surabaya) dan perusahaan dendeng Blang Rakal (Kampung baru). Metode yang dilakukan penelitian ini adalah metode survei dengan analisis deskriptif. Parameter yang diamati dalam penelitian ini, yaitu pengolahan manajemen usaha dendeng  sapi pada beberapa perusahaan dendeng di Kota Banda Aceh. Jumlah dendeng terjual perbulannya di Kota Banda Aceh.Harga jual sapi dendeng dibeberapa perusahan di Kota Banda Aceh dibandingkan dendeng luar Banda Aceh.Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah dendeng terjual setiap bulannya, dapat dirincikan sekitar 1000 kilogram. Sedangkan mengenai penentuan harga dendeng sapi di Kota Banda Aceh mempunnyai 3 variasiharga, yaitu dendeng berkualitas tinggi, menengah dan  kualitas tengah A Study on the Production and Selling of Dendeng At Various Corporations in Banda AcehAbstract: a study on the production and selling of dendeng(beef jerky)at various corporations in Banda Aceh has been conducted at several dendengproducers in Banda Aceh from September 28, 2015 to October 28, 2015. The purposes of this study were to observe the business management of dendengventures, to know the amount of products sold monthly, and to observe how selling price were determined at several dendeng producers in Banda Aceh. The objects of this research were 3 dendeng outlets in Banda Aceh, which were: Bungong Jaroe (Seutui), Gunung Seulawah (Batoh), and Blang Rakal (Kampung Baru). Furthermore, survey method was used in this research and the data were analyzed descriptively. Meanwhile, the parameters observed were the business management, selling rate, and price. The results of the study elucidated that approximately 1000 kilograms dendengwere sold each month. The research findings also indicated that the price of dendengvaried based on their quality; super, medium, and low quality

Kecernaan In Vivo Bahan Kering Sapi Lokal Jantan yang Diberikan Pakan Fermentasi Kulit Coklat dan Ampas Tebu

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.88 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang  kecernaan  In Vivo sapi lokal jantan yang diberikan pakan fermentasi kulit coklat dan ampas tebu telah dilakukan di Gampong Cot Teube, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, dari tanggal 6 Oktober 2015 sampai dengan 3 Januari 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecernaan bahan kering sapi lokal jantan yang diberikan pakan berbasis kulit coklat dan ampas tebu.Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi lokal.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari 3 (tiga) kelompok dan 4 (empat) perlakuan. Sapi dikelompokkan berdasarkan bobot badan. Perlakuan terdiri dari pelakuan A (Ransum kontrol tanpa ampas tebu dan kulit coklat), perlakuan B (Ransum dengan penambahan kulit coklat fermentasi 25%), perlakuan C (Ransum dengan penambahan ampas tebu fermentasi 25%),dan pelakuan D (Ransum pakan kombinasi ampas tebu fermentasi 12,5% dan kulit coklat fermentasi 12,5%). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Bila terjadi perbedaan antar perlakuan maka akan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diamati adalah  konsumsiransum, kecernaanIn Vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, kecernaan In vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan. Pakan fermentasi kulit coklat dan ampas tebu tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, kecernaanin vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan.  In VIvo Dry Matter Digestibility of Local Bulls that Giving Fermentation Fod Cacao and BagasseAbstract.This research about In Vivo digestibility local bull that given fermentation pod cacao and bagasse have done in the Cot TeubeVillage, Gandapura Subdistrict, Bireuen in Aceh Province, on October 6, 2015 until January 3, 2016. The purpose of this study was to determine dry matter digestibility of local  bull that given pod based cacao  and bagasse. This study used 12 local bulls. The design of the research was a Random Block Design (RBD), and it ed Consist of three (3) groups and four (4) treatments. Bulls were grouped based on body weight. The treatment consists of the carrying  A (Rations control without bagasse and pod cacao ), treatment B (Rations with addition of fermented  pod cacao 25%), treatment C (rations with addition of bagasse fermented 25%), and treatment D (rations of feed combinations 12.5% fermented bagasse and 12.5% fermented pod cacao ).  Data were analyzed by using (Analysis of Variance ANOVA). The parameters measured were feed intake, In Vivo digestibility of dry matter and weight gain. The results showed that no significant differences (P> 0.05) on feed consumption, In vivo digestibility of dry matter and weight gain. Fermentation feed of  pod cacao  and bagasse have no effect on rations intake, in vivo digestibility of dry matter and weight gain.

Analisis Ekonomi Penggemukan Sapi Aceh Jantan yang diberikan Substitusi Rumput Gajah dengan Eceng Gondok Fermentasi

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang analisis ekonomi penggemukan sapi Aceh jantan yang diberi pakan substitusi rumput gajah dengan enceng gondok fermentasi telah dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini berlangsung selama 112  hari dari tanggal 24 Januari 2016 – 08 Mei 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan substitusi rumput gajah dengan eceng gondok fermentasi terhadap efesiensi ekonomi pemeliharaan ternak sapi lokal Aceh. Materi penelitian ini adalah 4 ekor sapi Aceh jantan dan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing perlakuan adalah pelakuan A (60% rumput gajah dan 0% eceng gondok fermentasi) perlakuan B (50% rumput gajah dan 10% eceng gondok fermentasi), perlakuan C (40% rumput gajah dan 20% eceng gondok fermentasi), dan pelakuan D (30% rumput gajah dan 30% eceng gondok fermentasi). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Parameter yang diamati adalah : Pertambahan Berat badan, Konsumsi Pakan, Biaya produksi, Hasil Produksi, Penerimaan dan Pendapatan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan perbedaan yang sangat nyata terhadap konsumsi pakan (p<0,01), sedangkan pertambahan berat badan menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05). Biaya produksi pada perlakuan A (13.720.409), perlakuan B (13.642.484), perlakuan C (13.589.069) dan perlakuan D  (13.514.270). Hasil produksi pada perlakuan A (287,25), perlakuan B (281,25), perlakuan C (278,25) dan perlakuan D (270,25). Penerimaan pada perlakuan A (14.362.500), perlakuan B (14.062.500), perlakuan C (13.912.500) dan perlakuan D (13.512.500). Pendapatan pada perlakuan A ( 642.091), perlakuan B (420.016), perlakuan C (323.431) dan perlakuan D ( -1.770). B/C Ratio perlakuan A (0,05), perlakuan B (0,3), perlakuan C (0,02) dan perlakuan D (-0,00001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat substitusi yang masih layak digunakan yaitu perlakuan B (10 % eceng gondok) dan perlakuan C (20 % eceng gondok), sedangkan tingkat substitusi 30 % eceng gondok hasilnya negatif.           Economic Analysis of  Aceh Bulls That Using Elephant Grass  as Substitution of Water Hyacinth Abstract. The research studied abaut on economic analysis of fattening the Aceh bull using the substitution of elephant grass with the fermentation of water hyacinth had been done in the Laboratory of Animal Husbandry, Study Program of Agriculture Faculty Syiah Kuala University. This research had been done for 112 days, from January 24 to May 8 2016. The purpose of this research is to know the influence of giving pasture grass for cattle feed substitution of elephant grass with fermentation of water hyacinth to the efficiency of caring Aceh bull. The material of this research was taken from four Aceh bulls and using Latin Square design (LSD) which consists of 4 characteristics and 4 repetitions. Each of its characteristic A (60% elephant grass and 0% is fermentation of water hyacinth), the characteristic B (50% elephant grass and 10% is fermentation of water hyacinth), the character C (40% elephant grass and 20% is fermentation of water hyacinth), and character D (30% elephant grass and 30% water hyacinth fermentation). The research data gained was analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The parameter were which observed is the increase of weigh, pasture grass for cattle consumption, production cost, production result, receiving and income. The result of analysis variance showed the real difference on pasture grass for cattle consumption (p<0,01), while the increasing of body weigh shows the real difference (p<0,5). Production cost on character A (Rp.13.720.409), character B (Rp.13.642.484), character C (Rp.13.589.069), and character D (Rp.13.514.270). The result production on character A (287,25kg), character B (281,25kg), character C (278,25kg) and character D (270,25kg). The receiving on character A (Rp.14.362.500), character B (Rp.14.062.500) character C (Rp.13.912.500) and character D (Rp.13.512.500). The income on character A (Rp.642.091), character B (Rp.420.016, character C (Rp.323.431) and character D (Rp.-1.770). B/C Character Ratio A (0,05), character B (0,3), character C (0,02) and character D (-0,00001). The result of this research shows that the rate of substitution which still can be used is character B (10% water hyacinth) and character C (20% water hyacinth), while the rate of substitution is 30% water hyacinth with negative result

judul Analisa Kecernaan in vivo Pakan Fermentasi Kulit Kacang Tanah pada Sapi Aceh Jantan

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.146 KB)

Abstract

Abstrak.Suatu penelitian tentang analisa kecernaan in vivo pakan fermentasi kulit kacang tanah pada sapi aceh jantan telah dilakukan di Gampong Cot Teube kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen dan di Gampong Data Gaseeh Kecamatan Jantho Kabupaten Aceh Besar di mulai dari bulan Maret2017 hingga May 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecernaan in vivo sapi Aceh jantan yang diberi kulit kacang tanah fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kelompok. P0 adalah perlakuan kontrol/ransum tanpa penambahan kulit kacang tanah fermentasi, P1 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 5%, P2 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 10%, P3 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 15%, sedangkan P4 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 20%. Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, konversi ransum, kecernaan in vivo, dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ransum perlakuan kulit kacang tanah yang difermentasi dengan Enzimax tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, koversi ransum, dan  kecernaan in vivo bahan kering, namun berpengaruh nyata terhadap kelompok berat sapi yang berdeda .Enzimax yang digunakan sebagai perlakuan pada penelitian mampu mempengaruhi kualitas kulit kacang tanah.In vivo digestibility analysis of peanut peel fermentation on male aceh cattleAbstract. A research on in vivo digestibility analysis of peanut shell fodder in male aceh cattle has been done in Gampong Cot Teube sub district Gandapura Bireuen district and Gampong Data Gaseeh sub district jantho big district of Aceh starting from March 2017 until May 2017. research aims to know the digestibility of cattle in vivo Aceh male with peanut peel of fermentation. This study used Randomized Block Design (RBD) consisting of 5 treatments with 4 groups. P0 is a ration with the addition of peanut peel fermentation 5%, P2 is ration with the addition of peanut peel fermentation 10%, P3 is ration with the addition of peanut peel fermentation 15%, while P4 is a ration with the addition of peanut peel fermentation 20%. The parameters measured were feed intake, ration conversion, in vivo digestibility, and body weight gain. The results of study showed that ration treatments of fermented peanut peel with enzimax fermentor were not significant effect (P>0,05) on feed ration consumption, daily weight gain, feed ration conversion and in vivo digestibility of dry matter. However, it has significant effect on cattle weight block. Enzimax as treatment in this experiment has the ability to affect the quality of peanut peel. 

Evaluasi Cara Penyembelihan Sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah dan Lambaro

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi cara penyembelihan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah dan Lambaro sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah dan Lambaro pada tanggal 10 – 29 Juni 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei. Variabel yang diamati adalah persyaratan peralatan pemotongan, prosedur pemotongan sapi dan higienis pekerja RPH Keudah dan Lambaro. teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah memiliki persyaratan peralatan sebanyak 60% berada pada kategori cukup dan RPH Lambaro sebanyak 55% berada pada kategori kurang. Prosedur pemotongan sapi di RPH Keudah dan Lambaro sama-sama mendapat persentase 81,81% dan berada pada kategori baik. Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Keudah memilik higienis pekerja sebanyak 45,24% berada pada kategori kurang dan RPH Lambaro 59,26% berada pada kategori kurang. Dari hasil penelitian  ini dapat disimpulkan bahwa persyaratan peralatan RPH Keudah lebih baik dari RPH lambaro, prosedur pemotongan RPH Keudah dan Lambaro sama-sama dalam kategori baik dan higienis pekerja RPH Lambaro lebih baik dari RPH Keudah.Evaluation Method Cattle Slaughtering at Slaughterhouse (RPH) Keudah and LambaroAbstract.   This study aims to evaluate the method of slaughtering cows at the House of Animal Slaughter (RPH) Keudah and Lambaro in accordance with procedures established by the government. This research was conducted at the House of Animal Slaughtering (RPH) Keudah and Lambaro on 10 - 29 June 2017. This research used survey method. The variables observed were the requirements of cutting equipment, cow cutting procedures and the hygiene of RPH Keudah and Lambaro workers. Research sampling technique using Purposive Sampling method. The results showed that the House of Animal Slaughterhouse (RPH) Keudah has 60% of equipment requirements are in enough category and 55% LP RPH is in the less category. Cattle slaughtering procedures in RPH Keudah and Lambaro both got 81.81% percentage and are in good category. Animal Slaughterhouse (RPH) Keudah has 45.24% worker hygiene is in the less category and RPH Lambaro 59.26% is in the less category. From the results of this study it can be concluded that the RPH Keudah equipment requirements are better than RPH lambaro, the cutting procedure of RPH Keudah and Lambaro are both in good category and the hygienic of RPH Lambaro workers is better than RPH Keudah.       

Penggunaan Konsentrat Komersial (683) untuk Memacu Pertambahan Berat Badan Kambing Kacang yang Diberi Pakan Dasar Hijauan Campuran

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penggunaan konsentrat komersial (683) untuk memacu pertambahan berat badan kambing kacang yang diberi pakan dasar hijauan campuran telah dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Ternak Potong Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertambahan berat badan harian pada kambing kacang jantan yang diberikan kosentrat komersial (683) dan hijauan campuran. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) yaitu dengan menggunakan empat perlakuan dan empat periode (ulangan). Masing-masing perlakuan adalah pelakuan A (0% pellet 683) perlakuan B (20% pellet 683), perlakuan C (40% pellet 683), dan pelakuan D (60% pellet 683). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Parameter yang diamati adalah : Pertambahan berat badan, Konsumsi pakan, Konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P>0.01) terhadap konsumsi ransum. Namun terjadi perbedaan yang tidak nyata (P<0,05) pada parameter pertambahan berat badan dan efesiensi ransum. Use of Commercial Concentrates (683) to Stimulate Weight Loss of Goat kacang Provided with Basic Mixed Forage FeedAbstract. The use of commercial concentrate 683 to accelerate the growth of kacang goat fed with mixed forage has been conducted at the Laboratory of Technology and Livestock Production, the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University of Banda Aceh. from August to October 2017. The objective of this study was to determine the daily weight gain in kacang goat given commercial concentrate (683) and mixed green. The design used in this study was Latin Square Design (RBSL) wash four treatments and four periods (replication). The treatment ware A (0% pellet 683) B (20% pellet 683), C (40% pellet 683), and D (60% pellet 683). The data obtained were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance). Parameters observed were: Weight gain, Feed consumption, Feed conversion. The results showed a significant difference on (P> 0.01) to the consumption of rations. However, the difference was not significant (P <0.05) on the parameter of weight gain and ration efficiency.