Articles

Found 8 Documents
Search

PENCEGAHAN PENYAKIT KEKURANGAN VITAMIN A DENGAN PEMBERIAN "ORAL MASSIVE DOSE VITAMIN A EMULSION", DUA KALI SETAHUN Karyadi, Darwin; Djokosusanto, Ignatius; Soetedjo, S. Hasnah; Husaini, Jajah K.; Samsudin, Samsudin; Supardi, Supardi; Rachmad, Rachmad
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 2 (1972)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/2016

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap pemberian 200.000 Kesatuan Internasional (KI) vitamin A dicampur dengan 40 KI vitamin E dalam emulsi melalui mulut (oral) dua kali setahun kepada anak-anak pra sekolah, dengan tujuan mencegah xerophthalmia.Hasil penelitian terhadap anak-anak yang diikuti selama satu tahun, menunjukkan penyembuhan dan pengaruh pencegahan. Tanda dan gejala xerophthalmia pada mata menyembuh dan kadar serum vitamin A meninggi. Dosis yang lebih tinggi disarankan untuk dapat memenuhi kebutuhan tambahan pada xerophthalmia yang juga menderita tuberkulosa.
IMPLEMENTASI PROGRAM DAERAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LOLU SELATAN KECAMATAN PALU TIMUR KOTA PALU Rachmad, Rachmad
Katalogis Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Katalogis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine or find out now far implementation of Community Empowerment Program Policy Implementation in the Village of South Lolu District of South Palu Palu City. The method used in this research is a type of qualitative descriptive method. Determination of informants with purposive sampling technique type of data is primary data and secondary data, the technique of collecting data through observation/observation interviews/interviews, documentation and triaangulasi Based on the research that the implementation of the Program for Community Empowerment in South Lolu village of Palu, has not been fully implemented properly and not in accordance with Palu Major Regulation Number 27 Year 2013 on Guidelines for the Implementation of the Regional Program for Community Empowerment if it is associated with the theory of Van meters and Van Horn that of 6 variables that influence a policy implementation is communication between the relevant parties (stakeholders) in implematation policy experience ineffectiveness and Resources financially inadequate, Disposition program implementers and Structure Bureaucracy implementing becoming more important in application of Palu City Mayor Regulation No. 27 of 2013, which in accordance with the procedures, strategies, principles and approach to the implementation of programs and activities.
PEMBERDAYAAN ANAK PUTUS SEKOLAH DALAM PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA Linda, Monika; Rifaldy, Muhammad; Rachmad, Rachmad; Mustarin, Amira
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.833 KB) | DOI: 10.26858/jptp.v4i2.6608

Abstract

Lembang Mesakada village is the most potential village in the plantation sector, especially coffee cultivation. Every year, the coffee farming community in Lembang Mesakada village is able to produce hundreds of tons of coffee beans. The high coffee harvest is what affects the amount of waste of coffee peel produced in coffee processing. The village of Lembang Mesakada itself has a total population of about 4,523. In this village the unemployment rate of out-of-school children is still very high due to uneven economic factors as well as the lack of motivation factors, as well as the lack of employment in the village that can change their lifestyle. The purpose of this activity is to provide employment to drop out children by utilizing waste from coffee skin so as to reduce environmental pollution and processed products can improve the welfare of the community, especially breeders, especially for ruminant livestock. The method used is the initial stage of preparation of tools and materials, Implementation Phase includes the stage of giving the material, the stage of making local microorganism (MOL), the mixing stage of the material, the fermentation stage, the feed drying stage, the feeding stage for livestock and the final stage of monitoring and evaluation. The result of the impact of activities for drop out children to ruminants produced is calculated based on responses in the form of questionnaires distributed with the number of respondents 20 people showed 68% are in very high category, 32% are in high category, and 0% are categorized as moderate and category low and very low 0%.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN RETRIBUSI PARKIR PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA PALU Rachmad, Rachmad
ASPIRASI Vol 9 No 2 (2019): Aspirasi
Publisher : Unwir Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.075 KB)

Abstract

Penelitian ini terkait efektivitas pengelolaan retribusi parkir pada Dinas Perhubungan Kota Palu. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan informan penelitian 7 orang yang dipilih secara sengaja. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Tekhnik pengumpulan data melalui observasi/pengamatan, wawancara/interview, dokumentasi dan triangulasi. Tekhnik analisis data menggunakan Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, tahap reduksi data, penyajian data, dan tahap verifikasi serta penarikan kesimpulan. Menggunakan teori Steers yang terdiri dari 5 aspek yakni Produktivitas, Kemampuan Adaptasi Kerja, Kepuasan Kerja, Kemampuan Berlaba, Pencarian Sumber Daya. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas pengelolaan retribusi parkir pada Dinas Perhubungan Kota Palu belum optimal. Aspek yang terlaksana baik, yakni kemampuan adaptasi kerja dan kepuasan kerja. Elemen produktivitas, kemampuan berlaba, pencarian sumber daya masih sangat rendah dilihat dari tingkat pendidikan. Hal ini menunjukkan belum efektifnya pengelolaan retribusi, sehingga Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perhubungan hendaknya dapat mengoptimalkan berbagai elemen tersebut dan bersinergi untuk mengelola retribusi parkir secara efektif.
Perbedaan Tarif INA – CBG’s Dengan Tarif Riil Rumah Sakit Pada Pasien BPJS Kasus Stroke Iskemik Rawat Inap Kelas I Di RS PON Tahun 2018 munawaroh, siti; Sulistiadi, wahyu; Rachmad, Rachmad
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.071 KB)

Abstract

Rumah Sakit sebagai sistem rujukan dan implementasi pelaksanaan asuransi kesehatan nasional. BPJS Kesehatan membayar rumah sakit dengan sistem INA ? CBG?s. Sistem pembayaran ini berpotensi menyebabkan defisit atau surplus rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selisih Tarif INA ? CBG?s dan Tarif Riil Rumah Sakit pada Pasien BPJS Kasus Stroke Iskemik di Rawat Inap Kelas I.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional retrospective pada periode Juli ? Desember 2018. Total sampel yakni 110 yang dipilih secara purposive sampling. Data diuji menggunakan Kruskal Wallis, Korelasi, dan Regresi Linear.Selisih total pendapatan berdasarkan tarif INA ? CBG?s dengan tarif riil rumah sakit adalah Rp. ? 116.374.330,- . Terdapat hubungan yang signifikan lama rawat dan tingkat keparahan terhadap tarif. Selisih tarif berdasarkan lama rawat sebesar Rp. -125.844.628 sedangkan berdasarkan tingkat keparahan sebesar Rp. -21.786.653,-.Tarif INA ? CBG?s masih belum mencukupi untuk membiayai perawatan stroke iskemik. Rumah sakit harus mampu meningkatkan pelaksanaan audit medik, utilization review, clinical pathway, dan pedoman praktik klinik secara berkala dan berkelanjutan. Kata Kunci: Stroke Iskemik, Tarif INA ? CBG?s, Tarif Riil
Pengaruh Karakteristik Individu Dan Bauran Pemasaran Terhadap Memilih Tempat Persalinan Di Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok Reni, Fajriah Suliestyo; Rahayu, Sri; Rachmad, Rachmad
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.936 KB)

Abstract

Strategi Pemasaran Rumah Sakit telah menjadi faktor penting dalam menentukan kepentingan publik dalam pelayanan Rumah Sakit. Faktanya rumah sakit Grha Permata Ibu memiliki banyak pasien di Antenatal Care tetapi kesabaran terhadap persalinan rendah. Ini adalah penelitian observasional dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Responden adalah pasien non BPJS di rumah sakit Grha Permata Ibu. Penelitian ini menggunakan Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini dapat diterima. Penelitian membuktikan bahwa usia dengan nilai-P 0,001 <0,05 dan Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Proses dan bukti fisik) dengan nilai P- 0,001 <0,05, yang berarti memiliki dampak positif dan signifikan terhadap minat Pilih pengiriman rumah Ibu Di Rumah Sakit Grha permata. Bauran pemasaran merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan tempat minat tenaga kerja di Permata Rumah Sakit Grha dengan nilai korelasi 0, 987, dan Place adalah faktor yang paling berpengaruh dari komponen bauran pemasaran dengan nilai beta 0,379. Semakin baik bauran pemasarannya, semakin tinggi minat masyarakat terhadap rumah sakit dan dapat dilihat melalui banyak rumah sakit dipilih sebagai sarana pengiriman mereka. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah manajemen rumah sakit perlu lebih memperhatikan anggota evaluasi Fasilitas, Infrastruktur dan Kualitas Layanan. Manajemen rumah sakit perlu menilai biaya layanan yang efisien dan terjangkau. Serta biaya yang dikeluarkan sesuai dengan layanan yang diperoleh. Kata kunci: karakteristik individu, bauran pemasaran, minat
Analisis Pengelolaan Piutang Pasien BPJS Dalam Rangka Mengoptimalkan Kinerja Keuwangan Di Direktorat Keuangan RSAB Harapan Kita Jakarta Wijayanti, Irna Sri; Rahayu, Sri; Rachmad, Rachmad
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.678 KB)

Abstract

Pentingnya pengelolaan  piutang di rumah sakit merupakan tantangan di masa datang. Di Instalasi Piutang RSAB Harapan Kita, penagihan piutang (klaim) kepada BPJS seringkali mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan jumlah yang ditagihkan. Tujuan penelitian ini untuk membuat rancangan upaya perbaikan optimalisasi kinerja keuangan di Direktorat Keuangan khususnya pengelolaan piutang pasien BPJS di RSAB Harapan Kita.  Rancangan penelitian kualitatif. Informan pada penelitian ini terdiri dari Kepala Instalasi Piutang, Pengelola urusan Piutang Perusahaan dan Asuransi, Kepala Subbagian Mobilisasi Dana, Pengelola urusan Mobilisasi Dana, Staf  Mobilisasi Dana, dan staf coding infokes RSAB Harapan Kita Jakarta. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview). Analisis data melalui analisis isi (content analysis).  Hasil penelitian, dari hasil wawancara mengenai SDM cenderung masih kurang, khususnya di Bagian koding, sarana pada dasarnya telah memadai dan mendukung pelaksanaan pekerjaan, terkait metode khususnya SPO tentang pengelolaan piutang pasien BPJS, sampai saat ini belum tersusun secara baku. Budaya kerja berupa slogan CANTIK dinilai cukup tepat dan sesuai dengan kondisi pegawai serta pekerjaannya. Pengelolaan piutang BPJS, alurnya adalah berasal dari pengajuan berkas dan rincian biaya dari Subbagian Mobilisasi Dana, berkas dikirim ke Instalasi Formasi Kesehatan (Infokes) untuk dilakukan pengkodean sesuai diagnosa penyakit pasien yang ditulis oleh dokter,  selanjutnya berkas dikirim kembali ke Subbagian Mobilisasi Dana dengan rincian biaya yang sudah ada coding, kemudian berkas tersebut akan dikirimkan ke Instalasi Piutang untuk proses penagihan selanjutnya. Mengenai output BPJS, terkait penagihan piutang, jumlah tagihan yang masuk rekening penerimaaan pendapatan belum tepat waktunya. Monitoring dan evaluasi, dilakukan dalam bentuk supervisi oleh atasan langsung, secara rutin minimal 2 kali seminggu, adanya koordinasi dalam bentuk rapat dan breefing. Kata Kunci           : Analisis, Piutang Pasien, BPJS, Kinerja Keuangan 
Pengaruh Sikap Kerja Tenaga Farmasi Dan Aksesibilitas Terhadap Kualitas Pelayanan Farmasi Berdasarkan Persepsi Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok Padang, Ineke; Trigono, Ahdun; Widodo, Teguh; Rahayu, Sri; Rachmad, Rachmad
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.063 KB)

Abstract

Kualitas Layanan Farmasi untuk pasien Rumah Sakit Grha Permata Ibu, Depok, belum memenuhi harapan karena resep yang masuk tidak dilayani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Sikap Kerja Tenaga Farmasi dan Aksesibilitas terhadap Kualitas Layanan Farmasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik kuantitatif berdasarkan waktu cross section. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap kerja dalam indikator dimensi afektif memiliki skor terendah 68,10 persen dan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas dengan p-value = 0,000 <0,05. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aksesibilitas variabel dalam indikator waktu tunggu memiliki skor terendah 69,40 persen dan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas dengan p-value = 0,000 <0,05. Saran untuk Manajemen GPI untuk meningkatkan pekerjaan Sikap pekerja Farmasi termasuk meningkatkan Dimensi Afektif (Perasaan) dengan membuat daftar keluhan pasien di kotak saran untuk ditindaklanjuti. Disarankan juga untuk meningkatkan aksesibilitas layanan selama waktu tunggu dengan menyediakan depo farmasi di poliklinik yang lebih sering dikunjungi oleh pasien. Terakhir, disarankan untuk meningkatkan kualitas layanan dalam memastikan ketersediaan obat dengan meninjau distributor obat yang memiliki beberapa masalah atau yang terlambat menyediakan obat-obatan.             Kata kunci: Sikap Kerja, Aksesibilitas, dan Kualitas Layanan