Rimbawan r
Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Bogor

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEK BUBUK TEMPE INSTAN TERHADAP KADAR MALONALDEHID (MDA) SERUM TIKUS HIPERGLIKEMIK

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 2 (2012): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.163 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bubuk tempe instan terhadap kadar malonaldehid (MDA) pada serum tikus hiperglikemik. Sebanyak 25 tikus jantan Spraque Dawley umur dua bulan digunakan dalam penelitian ini. Tikus dibagi atas lima kelompok perlakuan yaitu A (normal + diet standar), B (hiperglikemik + diet standar), C (hiperglikemik + 20% bubuk tempe segar), D (hiperglikemik + 20% bubuk tempe instan), dan E (hiperglikemik + 35% bubuk tempe instan). Tikus dikondisikan menjadi hiperglikemik dengan induksi streptozotocin dosis tunggal 45 mg/kg bb intraperitoneum. Diet tempe diberikan selama 8 minggu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata kadar MDA kelompok A; B; C; D; dan E masing-masing adalah 2,16; 3,67; 3,13; 3,08; dan 2,98. Substitusi 35% bubuk tempe instan pada diet standar dapat menurunkan kadar MDA serum tikus hiperglikemik yang paling tinggi.

RESPONS SEL EPITEL USUS (CMT-93) TERHADAP NUTRASETIKAL GALOHGOR

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.665 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh nutrasetikal galohgor dalam bentuk serbuk (GS) dan ekstrak (GE) terhadap proliferasi, morfologi, dan ekspresi gen Aldh1a2 pada sel epitel usus (CMT-93). Galohgor serbuk (GS) dibuat dengan menghancurkan semua bahan dandikeringkan menggunakan drum-dryer sedangkan GE dibuat dengan mengeringkan semua bahan dengan oven, digiling, dan dimaserasi dengan etanol selama 3x24 jam. Perlakuan didasarkan pada konsentrasi akhir β-karoten yang berasal dari GS dan GE masing-masing sebesar 0,5; 1,5; dan 5,0 µM dalam larutan medium Dulbeccos Modified Eagles medium (DMEM) yang dilengkapi serum (10%). Analisis proliferasimenggunakan asai 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide (MTT), dan ekspresi gen dianalisis dengan reverse transcriptasepolymerase chain reaction (RT-PCR). Hasil penelitian meunjukkan bahwa GE pada konsentrasi tinggi (5,0 μM) secara signifikan (P<0,05) dapatmenekan proliferasi dan memengaruhi morfologi sel CMT-93. Beta-karoten dalam GE dan GS memengaruhi ekspresi gen Aldh1a2 pada sel epitel usus CMT-93