Qomariyah Qomariyah
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma. Jl. KH Noer Ali, Kalimalang, Bekasi – Jawa Barat 17144.

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENYEBARAN DAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI PULAU JAWA BERBASIS WEB

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan air tawar merupakan komoditas yang selama ini menjadi andalan di bidang pangan. Budidaya ikan air tawar semakin hari semakin menggiurkan. Menurut laporan Badan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Dari sisi produksi, pada tahun 2011 produksi perikanan nasional mencapai 12,39 juta ton. Dari jumlah itu, produksi perikanan tangkap sebanyak 5,41 juta ton dan produksi perikanan budidaya 6,98 juta ton. Dari total produksi perikanan budidaya, jumlah budidaya ikan dalam kolam air tawar menyumbangkan angka hingga 1,1 juta ton. Kecilnya jumlah yang disumbangkan oleh budidaya ikan air tawar adalah karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai budidaya ikan air tawar tersebut, dari mulai jenis ikan air tawar yang ada, cara budidaya dan pangsa pasar yang akan dituju. Tujuan dari penulisan ini adalah pembuatan website untuk memberikan informasi mengenai jenis ikan air tawar yang ada di pulau jawa, cara budidaya yang mudah dengan menggunakan video dan cara budidaya dengan memanfaatkan lahan yang sempit sesuai dengan ketersediaan lahan yang ada. Aplikasi berbasis Web informasi penyebaran dan budidaya ikan air tawar yang akan dibuat menggunakan dreamweaver, appserv dan phpmyadmin. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan studi pustaka dan observasi ke tempat budidaya mengenai budidaya ikan air tawar. Kata Kunci : Aplikasi berbasis Web,budidaya, ikan air tawar, informasi, pulau jawa

Efektifitas Pemberian Cairan Kristaloid dan Koloid pada pasien SC dengan Regional Anestesi terhadap Mean Arterial Pressure

Journals of Ners Community Vol 9, No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipotensi atau penurunan Mean Arterial Pressure (MAP) pada wanita hamil adalah masalah anestesi pasca-regional yang paling umum dalam sectio caarea. Untuk mengurangi kejadian hipotensi dapat diberikan cairan intravena seperti kristaloid atau koloid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efek penggunaan cairan kristaloid dan koloidal pada Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional.Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen (pretest - post test group design). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah pemberian cairan kristaloid dan koloida, sedangkan variabel terikatnya adalah Mean Arterial Pressure (MAP). Sampel penelitian ini sebanyak 20 orang dengan menggunakan puprosive sampling. Analisis data menggunaka paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek yang signifikan antara pemberian cairan kristaloid dan koloid pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional. Dalam uji statistik, nilai Mean Arterial Pressure (MAP) cairan kristaloid menurun 8,7 mmHg (t hitung = 5,894, α = 0,002) sedangkan Mean Arterial Pressure (MAP) dalam cairan koloid menurun 4,4 mmHg t hitung = 6,410, α count = 0,000). Ini berarti cairan koloid lebih efektif dalam mempertahankan Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional.Pemberian cairan koloid lebih efektif daripada kristaloid karena dapat mengisi ruang intravaskular yang lebih panjang, berat molekul yang lebih besar, sehingga akan memberikan efek pada ekspansi volume intravaskular yang lebih besar.Kata kunci: tekanan darah, anestesi regional, sectio caesar, kristaloid, koloid.Hypotension or decreased Mean Arterial Pressure (MAP) in pregnant women is the most common post-regional anesthetic problem in sectio cesarea. To reduce the incidence of hypotension can be given intravenous fluids such as crystalloids or colloids. The aim of this study was to compare the effect of crystalloid and colloidal fluid utilization on Mean Arterial Pressure (MAP) in patients sectio cesarea with regional anesthesia. This research used pra-experimental (pretest - post test group design) method. Data collected by using questioner and observation sheet, in this study the independent variable was the administration of crystalloid and colloidal fluids, while the dependent variable was Mean Arterial Pressure (MAP). Large sample of 20 people by using puprosive sampling. Analysis of data with paired t-test.Results showed that there was a significant effect between the administration of crystalloid and colloidal fluids in patients sectio cesarea with regional anesthesia. In the statistical test, the Mean Arterial Pressure (MAP) value of crystalloid liquid decreased by 8.7 mmHg (t count = 5.894, α = 0.002) while the Mean Arterial Pressure (MAP) in colloid fluid decreased by 4.4 mmHg t arithmetic = 6.410, α count = 0,000). This means that colloid fluid was more effective in maintaining Mean Arterial Pressure (MAP) in patients sectio cesarea with regional anesthesia.Colloid fluid administration is more effective than crystalloid because it can fill the longer intravascular space, larger molecular weight, so it will give effect to the greater expansion of intravascular volume as well.Keywords: blood pressure, regional anesthesia, cesarean sectio, crystalloid, colloids.DOI: 10.5281/zenodo.1404640

Keefektifan Pendidikan Kesehatan Oleh Tenaga Kesehatan dan ODHA Terhadap Pengetahuan HIV/AIDS Siswa SMA

Public Health Perspective Journal Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Public Health Perspective Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para penderita AIDS dari tahun ke tahun semakin bertambah. SMA Semarang terletak sangat dekat dengan tempat lokalisasi Sunan Kuning Semarang sehingga memungkinkan timbulnya perilaku yang mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar, serta belum adanya upaya yang maksimal untuk peningkatan mengetahuan HIV/AIDS di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan ODHA terhadap pengetahuan HIV/AIDS siswa SMA.  Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Pretest-Postest with Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA yang berjumlah 206. Sampel sejumlah 66 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan tidak lebih berpengaruh dibandingkan dengan metode pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh ODHA. Saran yang diberikan kepada pihak sekolah adalah diharapkan dapat meningkatkan konseling, informasi dan edukasi pada remaja tentang kesehatan reproduksi khususnya mengenai HIV/AIDS.AIDS patients have increased year on year. SMA Semarang is located near the localization of Sunan Kuning Semarang thus enables to emergence   behaviors that are easily affected by the surrounding environment, and there isn’t maximum efforts to increase knowledge of HIV / AIDS among adolescents yet. The purpose of this study is to determine the effectiveness of health knowledge by health professional and people living with HIV toward high school student’s  knowledge of HIV / AIDS. This study was a Quasi Experiment which the design of study was Pretest-Posttest with Control Group. The population in this study were all high school students that were 206 student. The samples were  66 students. The result of this study indicated that health education by health professional are not more influential than the health education method performed by people living with HIV. Advice given to the school is the school should  increase counseling, information and education about reproductive health, especially concerning HIV / AIDS on adolescent.

Persentase Distribusi Penyakit Genetik dan Penyakit Yang Dapat Disebabkan Oleh Faktor Genetik Di RSUD Serang

Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): JULI - DESEMBER 2011
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.34 KB)

Abstract

Kelainan genetik dapat disebabkan oleh kelainan kromosom maupun mutasi gen dominan maupun gen resesif pada autosom maupun kromosom seks. Kelainan kromosom dapat berupa kelainan  jumlah maupun struktur , seperti sindrom Down atau trisomi 21sindrom Patau atau trisomi 13, sindrom tangis kucing atau sindrom de Groucy. Beberapa kelainan dapat juga dipengaruhi oleh faktor genetik seperti asma, hipertensi, schizophrenia, obesitas , dan penyakit Parkinson. Telah dilakukan penelitian  tentang persentase distribusi  kelainan  genetik dan kelainan yang dapat dipengaruhi pleh faktor genetik di RSUD Serang, Jawa Barat. Sampel penelitian diperoleh dari data sekunder dari Rumah Sakit Umum Daerah Serang dan jenis sampel adalah penderita kelainan genetik dan kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik mulai tahun 2007 sampai dengan 2010. Data yang diperoleh berupa pesrsentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kelainan genetik yang ditemukan adalah sindrom Down yaitu ditemukan 2 sampai 4 kasus setiap tahun. Kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang ditemukan antara lain asma, diabetes mellitus, hipertensi primer, schizophrenia, spina bifida, penyakit Parkinson. Diantara kelainan tersebut yang kasusnya banyak  ditemukan di setiap tahunnya adalah schizophrenia, asma dan hipertensi primer. Sedangkan untuk kasus penyakit Parkinson di tahun 2007  ditemukan 19 kasus dan di periode 3 tahun berikutnya ditemukan kurang dari sepuluh kasus. Spina bifida ditemukan kurang dari 10 kasus di tahun 2007 dan 2010, sedangkan tahun 2008 dan 2009 ditemukan lebih dari 10 kasus. Penyakit Alzheimer mulai tahun 2007 – 2010 tidak ditemukan kasusnya. Disimpulkan bahwa kelainan genetik murni yang ditemukan di RSUD Serang adalah sindrom Down. Kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang kasusnya banyak ditemukan adalah hipertensi, asma dan schizophrenia. Frekuensi kelainan /penyakit tersebut selama kurun waktu 2007-2010 adalah sebesar 2,6 %, khusus untuk sindrom Down sebesar 0,0056 %

Hubungan Menarche Dengan Tinggi Badan Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2013 dan 2014

Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 9, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.916 KB)

Abstract

Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita. Usiamenarche dapat bervariasi pada setiap individu dan wilayah. Beberapa penelitian menunjukan perempuan yang mengalami menarche lebih awal mempunyai tinggi badan yang rendah dibandingkan dengan perempuan yang mengalami menarche lambat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan menarche dengan tinggi badan pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2013-2014. Jumlah sampel penelitian sebanyak 83 mahasiswi. Rentang usia responden yaitu 20-23 tahun. Data akan dianalisa menggunakan metoda Chi Square. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata usia menarche yaitu 12.24±1.16 tahun dan rata-rata tinggi badan yaitu 157,76±5.44 cm. Pada uji statistic menggunakan metoda Chi Square didapatkan P = 0.426 (p>0.05) maka secara statistic tidak terdapat hubungan yang signifikan antara menarche dengan tinggi badan.