Articles

Found 7 Documents
Search

PROFIL PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK PARU RSUP PROF. Dr. R.D. KANDOU MANADO

e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : e-CliniC

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.868 KB)

Abstract

Abstract: Pulmonary tuberculosis in Indonesia is a global health problem and including the third leading cause of death after India and China. In 1992, the WHO has declared TB as a global emergency. The high prevalence of pulmonary tuberculosis caused by a variety of reasons, namely: low socioeconomic, health protection is not sufficient, the lack of public knowledge about pulmonary tuberculosis, treatment cost and the lack of control of tuberculosis cases, the presence of the HIV epidemic, especially in developing countries. Tuberculosis is currently common in productive age and increased mortality, especially in developing countries. This study aims to determine the profile of  pulmonary tuberculosis patients in Polyclinics of Pulmonary RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado using descriptive observational method. Total sample of 52 patients. Most are between the age range 41 – 50 years. Most clinical symptoms of tuberculosis patients was cough on 51 patients. Hemoptysis was found in 17 patients, 12 patients fever and weight loss obtained in 23 patients. Based on work status and patient education obtained samples with the highest education is high school with 23 patients and self-employed with a number of 19 patients. Only 3 patients had a BMI <18.5 (underweight) and 35 patients with normal level of albumin. Based on the classification of the highest tuberculosis patient is an overview of category I and laboratory sputum results obtained for 34 patients with smear positive. Keywords: tuberculosis, clinical symptoms, nutritional status, laboratory sputum results.    Abstrak: Tuberkulosis paru di Indonesia merupakan suatu masalah kesehatan dunia dan termasuk penyebab kematian ketiga setelah India dan China. Pada tahun 1992,WHO telah mencanangkan TB sebagai kedaruratan global. Tingginya prevalensi tuberkulosis paru disebabkan oleh berbagai alasan yaitu: sosioekonomi rendah, perlindungan kesehatan yang tidak mencukupi, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis paru, kurangnya biaya pengobatan dan pengawasan kasus tuberkulosis, adanya epidemi HIV terutama di negara berkembang. Tuberkulosis saat ini banyak menyerang usia produktif dan meningkatkan angka kematian terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien tuberkulosis paru di poliklinik paru RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dengan menggunakan metode deskriptif observasional. Jumlah sampel 52 orang pasien. Pasien laki-laki lebih banyak dibanding dengan pasien perempuan. Rentang usia terbanyak adalah antara 41-50 tahun. Gejala klinis pasien tuberkulosis terbanyak adalah batuk yaitu pada 51 pasien. Hemoptisis didapatkan pada 17 pasien, dispneu terdapat pada 16 pasien, keringat malam 24 pasien, demam 12 pasien dan penurunan berat badan didapat pada 23 pasien. Berdasarkan status pekerjaan dan pendidikan pasien didapatkan sampel dengan pendidikan terakhir terbanyak yaitu SMA dengan jumlah 23 orang pasien dan pekerjaan terbanyak yaitu wiraswasta dengan jumlah 19 orang pasien. Hanya 3 orang pasien yang memiliki IMT <18,5 (underweight) dan 35 orang pasien dengankadar albumin normal. Berdasarkan klasifikasi pasien tuberkulosis terbanyak adalah kategori I dan hasil gambaran laboratorium sputum didapatkan sebanyak 34 orang pasien dengan BTA positif. Kata kunci: tuberkulosis, gejala klinis, status gizi, gambaran laboratorium sputum.

Studi Ekstrak Metanol Biji Mahoni terhadap MDA Serum Tikus Putih Pasca Induksi MLD-STZ

Biotropika Vol 1, No 6 (2013): Biotropika
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal atau hiperglikemia. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan  masyarakat untuk pengobatan DM adalah  tanaman mahoni (Swietenia mahagoni). Bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan penyakit ini adalah bijinya. Namun potensi dari  ekstrak metanol biji mahoni belum banyak diketahui. Pada penelitian ini menggunakan tikus model DM dengan induksi MLD-STZ (Multiple Low Dose-Streptozotocin). Tikus dikelompokkan dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan  kelompok  terapi 100, 250 dan 400 mg/KgBB yang sebelumnya telah diinduksi MLD-STZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan tikus DM dengan injeksi MLD-STZ secara intraperitonial, pamberian terapi ekstrak metanol biji mahoni secara oral, uji kadar MDA serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA (Malonialdehide) serum yang didapatkan berdasarkan kelompok, yaitu 3,126; 10,245; 9,245; 7,203; 4,677 µg/ml. Dosis optimum untuk menurunkan kadar MDA adalah 400 mg/KgBB. Pemberian terapi ekstrak metanol biji mahoni mampu menurunkan kadar MDA serum tikus putih pasca induksi MLD-STZ. Kata Kunci: diabetes mellitus, MDA, MLD-STZ, pankreas

MODIFYING DEBATE AS A TECHNIQUE TO IMPROVE THE STUDENTS’ SPEAKING SKILL

U-JET Vol 5, No 1 (2016): U-JET
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.661 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa menerapkan setiap langkah kegiatan menggunakan modified and non-modified debat. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif. Peneliti menggunakan dua kelas, yakni eksperimental dan kontrol di mana kelas eksperimental menggunakan modified debate dan kelas kontrol menggunakan non-modified debate. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan observasi yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga tahap di mana siswa mempunyai masalah di kelas modified debate, dalam proses belajar mengajar, memperkenalkan topic, dan durasi waktu, dan ada dua tahap di mana siswa mempunyai masalah di kelas non-modified debate, proses belajar mengajar dan durasi waktu. Dapat disarankan bahwa siswa harus diberikan kesempatan berbicara untuk mencapai suatu tujuan. Dengan latihan, siswa dapat mengembangkan kemampuan berbicara karena tujuan berbicara adalah untuk berkomunikasi.This study aimed to find out how the students applied every step of modified and non-modified debate activities. In this research, the method was qualitative design. The research was conducted at the senior high school. The researcher used two classes, experimental and control groups in which experimental group used modified debate and control group used non-modified debate. To get the data, the researcher used observation sheet related to students’ need. The findings revealed that, in modified debate, there were three steps in which the students had a problem in modified debate and there were two steps in which the students had a problem in non-modified debate. They were in teaching learning process, introducing the topic, and keep track of time. It is suggested that to reach a goal in speaking, the students have to be given opportunity to speak. With practicing, the learners can explore their speaking skill since the goal of speaking is to communicate.Key words: modified debate, non-modified debate, speaking skill

Pemodelan dan Evaluasi Proses Bisnis Menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus : Radjawali Sport)

Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 11 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.889 KB)

Abstract

Radjawali Sport adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang produksi pakaian. Radjawali Sport memiliki konsumen yang tersebar diseluruh Indonesia. Banyaknya konsumen yang ada pada perusahaan menuntut Radjawali Sport untuk dapat memberikan layanan terbaik pada pelanggan. Namun pada kenyataannya layanan yang diberikan mengalami berbagai kendala sehingga tidak maksimal. Terlambatnya proses produksi dan komplain yang diterima menjadi masalah serius bagi perusahaan. Berdasarkan masalah tersebut dilakukan evaluasi untuk memperbaiki layanan. Evaluasi yang dilakukan menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF). Tahap identifikasi aktivitas di perusahaan menggunakan metode value chain. Setelah melalui tahap value chain maka dilakukan dekomposisi untuk selanjutnya dilakukan pemodelan menggunakan Business Process Model and Nation (BPMN). Penentuan quality factor dilakukan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil kalkulasi dengan target. Hasil perhitungan quality factor yang tidak sesuai akan dianalisis menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Pada RCA terdapat metode fishbone diagram yang digunakan untuk mencari tahu akar permasalah. Hasil identifikasi menggunakan QEF didapatkan 7 quality factor yang tidak sesuai yaitu pada waktu pengiriman bahan baku, waktu pengecekan produk pada bagian penjahitan, proses penjahitan, waktu pengecekan produk pada bagian bordir, pengemasan, perbaikan produk, dan produksi ulang. Pada analisis akar permasalahan ditemukan 7 akar masalah yang terdapat pada keterbatasan pegawai, tidak terdapat pengecekan rutin oleh pemilik perusahaan, tidak terdapat aturan yang baku, metode yang digunakan pada penerimaan pesanan masih manual, tidak terdapat tenaga ahli, metode pendukung proses produksi masih manual, dan tidak terdapat pengecekan berkala.

Stability of Silver Nanoparticles as Imaging Materials

The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determining the stability of silver nanoparticles is a very important process. It was associated with unwanted metal charge and materials properties. Therefore, we studied to synthesis and stability of silver nanoparticles (AgNPs). The synthesis was performed by reduction method used sodium borohydride (NaBH4). Silver nitrate solution 0.0005 M in 1 mL was reduced using 1 mL 0.002 M of NaBH4. Then a 40.0 mL of polyvinylpyrrolidone 0.3% and 20 mL of 1.5 N NaCl was added to the mixture. Characterization of silver nanoparticles is undertaken using spectrophotometer UV-Vis, transmission electron microscopy, particle size analyzer and zeta potential. The stability of products is observed for 5 times using spectrophotometer UV-Vis. The product was characterized by determining its surface plasmon resonance (SPR) of AgNPs and the result was obtained at 403 nm. The size of AgNPs was 20 nm using tomography emission microscopy analysis and the particle size distribution give 5.8 nm. The dielectric charge was 53 mV. The stable AgNPs showed no significant SPR shift at 402±0.89 nm wavelength during 5 days observation. Based on the size and stability, it was suitable for imaging materials.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUALY (SAVI) BERBANTU MEDIA PHOTO STORY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 13 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

Educitizen Vol 2, No 1 (2017): JURNAL EDUCITIZEN
Publisher : Prodi PPKn FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.404 KB)

Abstract

The aim of this research is to determine the influenced or not of using Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI)learning model assisted Photo Story media concern in critical thinking skills on seven grade students of SMP N 13 Surakarta In Academic Year 2015/2016 (Study on basic competenciesexplaining the nature of freedom of expression). This research applied experimental method by true experimental design as a research design which postest-only control design form. The population of this research was seven grade students of SMP N 13 Surakarta in academic year 2015/2016 which numbers are 255 students. Annexation sample of this research used cluster random sampling technique.The data collection technique used is the test, observation and documentation.The technique of data collecting used normality test and homogenity test. The hypothesis test in this reseache used T.test. The result of this research indicate that the SAVI learning model assisted photo story media concern in critical thinking skills on seven grade students of SMP N 13 Surakarta In Academic Year 2015/2016 (Study on basic competenciesexplaining the nature of freedom of expression)has influences. It can be approved by the defferences of obtained average value which the experimental group class is 85,27 and the average value for the control group class is 79,8. Beside that, based on result of T.test obtained thitung value is 2,981 meanwhile the value of ttabel is 1.999 (interpolation), so the result is thitung (2,981) > ttabel (1.999) by the significant level is 5% therefore H0 rejected and Hɑ accepted. It was concluded that there is a difference between critical thinking skills of students using SAVI learning model assisted photo story media with those not using SAVI learning model assisted photo story media to the basic competencies to explaining the nature of freedom of expression in class VII in SMP N 13 Surakarta. Keyword : Learning Model, Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI), Photo Story Media, Critical Thinking Skills

Model Optimasi Pola Suplai Premium Impor Ke Terminal BBM Area Barat (West Cluster) PT Pertamina Persero

Warta Penelitian Perhubungan Vol 28, No 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.689 KB)

Abstract

Transportasi merupakan komponen penting dalam supply chain dan berkontribusi tidak kurang dari 60% dari total biaya logistik. PT Pertamina Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkewajiban menjamin ketahanan dan ketersediaan produk premium nasional dan tetap dapat bersaing untuk memperoleh profit, maka diperlukan efisiensi pada pendistribusian produk salah satunya dengan melakukan optimasi pola suplai.Tujuan dari kajian ini yaitu untuk merancang dan menganalisis model optimasi pola suplai premium impor di Terminal BBM (TBBM) Area Barat dengan meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari dokumentasi history perusahaan tahun 2015 dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus.Metode optimasi menggunakanInteger Linear Programming dengan bantuan software POM for Windows dan analisis branch and bound untuk memperoleh pola suplai dengan biaya minimum.Hasil dari kajian ini memberikan beberapa alternatif pola suplai,alternatif terpilih yang memberikan biaya transportasi paling rendah yaitu kombinasi pola direct supply dengan sistem transshipment. Pola suplai hasil optimasinya yaitu distribusi premiumsecara langsung dari terminal muat di Singapore ke TBBM Medan dan TBBM Tanjung Uban, dan sistem transshipment di TBBM Merak untuk suplai Premium ke TBBM Teluk Kabung, TBBM Tanjung Gerem, TBBM Panjang, dan TBBM Semarang. Dengan pola tersebut, biaya transportasi yang dikeluarkan yaitu US$3,782,151/ bulan atau mengalami penurunan biaya sebesar ±17% dibandingkan dengan pola suplai saat ini yaitu US$4,545,572/ bulan.Selain itu, pola suplai ini juga meningkatkan utilisasi fasilitas jetty dan tangki TBBM Merak yaitu utilisasi tangki menjadi 88% dari sebelumnya 37% dan utilisasi jetty menjadi 66,4% dari sebelumnya 35%.