Articles

Found 10 Documents
Search

AKTIFITAS HIPOKOLESTEROL AIR REBUSAN JAMUR KUPING HITAM (Auricularia polytricha (Month.) Sacc.) PADA TIKUS YANG DIBERI DIET LEMAK TINGGI Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol 7 No 2
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to know the effects and dosage of Jamur Kuping Hitam (Auricularia polytricha (Month.) Sacc. ) water extract as hipocholesterol. The research was done with post test only randomized control group design. Animal trials Wistar male rats as much as 25 divided by 5 groups. Group I (negative control) were given aquadest, II (positive control) were given Simvastatin 1,26 mg/kg, groups III, IV and V were given Jamur Kuping Hitam water extract 6,3; 12,6 and 25,2 ml/kg. All groups were given a high fat diet (DLT) which is mixtures standard feed and oil pigs (90:10) for 7 days. All treatment was done by oral. Measurement of total cholesterol concentration done on days 7 and 14 after treatment. Therefore, total cholesterol concentration was analyzed statistically with the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney using SPSS release 16. The results obtained Jamur Kuping Hitam (Auricularia polytricha (Month.) Sacc.) water extract have effect hipocholesterol with dosage is 25,2 ml/kg. Key words: water extract, jamur kuping hitam, hipocholesterol, total cholesterol
UJI ANTI DIARE INFUSA DAUN MIMBA (Azadirachta indica Juss) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS Puspitaningrum, Ika; Nugrahani, Arsa Wahyu; Suwarmi, STIFAR
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the efficacy of neem leaf infusion antidiarrheal (Azadirachta indica Juss.) against male mice strain Swiss, and to determine the effective dose infusion of neem as antidiarrheal. Object of this study was the time of the occurrence, duration of diarrhea, and stool consistency and number of male mice strains Swiss. Samples of fresh neem leaves is used in the preparations made ​​by the infusion technique is random sampling . A 25 of mice was divided into 5 groups consisting of groups I- III were given neem leaf infusion dose of 68.12 mg/kgbw; 204.36 mg/kgbw and 613.08 mg/kgbw, group IV as a positive control group that were given loperamide HCl dose of 0.73 mg/kgbw, and group V as a negative control group that were given 0.75 ml of oleum ricini. All administration is done orally. Observations include the time of occurrence of diarrhea , duration of the course of diarrhea, stool consistency and number of each were evaluated statistically by Anova method and post- ANOVA test . The results showed that Infuse leaves of neem has antidiarrheal efficacy of male mice strain Swiss. Neem leaf infusion at a dose of 204.36 mg/kgbw and 613.08 mg/kgbw have antidiarrheal effects comparable to loperamide HCl dose of 0.73 mg / kgbw.   Keyword: infusa, Mimba leaves, diarhea
PEMBUATAN TEPUNG UMBI KIMPUL (Xanthosoma violaceum Schott.) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI ANTIDIABETES MELITUS TIPE 2 Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Mutmainah, Mutmainah
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) tipe 2 atau diabetes mellitus tidak tergantung insulin (DMTTI) merupakan tipe DM yang terjadi karena menurunnya kepekaan jaringan pada insulin. Umbi kimpul biasa digunakan untuk penderita DM karena rendah karbohidrat, lemak sehingga rendah pula kandungan glukosanya serta mengandung flavonoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas umbi kimpul terhadap kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 30 ekor dibagi 6 kelompok. Kelompok I (kontrol normal) aquadest tanpa induksi. Kelompok II (kontrol negatif) Na CMC 0,1%, kelompok III (kontrol positif) Metformin 63mg/kgBB 2x sehari, serta kelompok IV, V dan VI suspensi umbi kimpul 270; 540 dan 1080 mg/kgBB tikus. DM tipe 2 pada tikus dibuat dengan cara diberi pakan tinggi lemak yaitu campuran pakan standar, minyak babi dan kuning telur bebek (16:3:1) serta larutan fruktosa 1,8 g/kgBB secara oral selama 50 hari. Perlakuan senyawa uji diberikan selama 7 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 0, 51, dan 58 dengan metode uji toleransi glukosa oral (UTGO). Kadar glukosa darah yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan umbi kimpul dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa dengan dosis efektif sebesar 270 mg/ kgBB.   Kata kunci: DM tipe 2, kimpul, UTGO
UJI EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ALFAFA (Medicago sativa) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENIN Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning; Puspitaningrum, Ika
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Inflamasi (radang) adalah reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (cidera atau jejas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa (Medicago sativa) terhadap salah satu parameter inflamasi yaitu pembengkakan pada kaki tikus dengan induksi karagenin 1%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dari fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa sebagai antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 25 ekor dibagi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) Na CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) natrium diklofenak 6,3 mg/kgBB tikus, serta kelompok III, IV dan V suspensi fraksi etil asetat ekstrak alfafa 6,3; 12,6 dan 25,2 mg/kgBB tikus. Inflamasi (radang) pada tikus dengan cara diinduksi karagenin 1% sebanyak 0,10 ml. Volume udema setiap jam diketahui dari selisih volume telapak kaki pada jam-jam tertentu dengan volume kaki normal. Nilai AUC volume udema dihitung dengan metode trapezoid tiap satu jam dan dihitung % daya anti inflamasi (DAI). Nilai AUC volume udema yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak alfafa dapat menurunkan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin dengan dosis efektif sebesar 6,3 mg/ kgBB tikus dan daya antiinflamasi sebesar 20,95%.   Kata kunci: alfafa, antiinflamasi, fraksi etil asetat
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGG1S (Garcinia mangostana L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN GEL Mutmainah, Mutmainah; Kusmita, Lia; Puspitaningrum, Ika
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut dengan limbah hasil pertanian. Salah satu senyawa utama yang terkandung dalam kulit buah manggis adalah xanton, yang ternyata turut bertanggungjawab atas beberapa aktivitas farmakologi dari kulit manggis. Penggunaan kulit manggis untuk menyembuhkan luka bakar dapat dipermudah dengan membuat dalam bentuk sediaan gel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit buah manggis dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10% yang diformulasi dalam gel terhadap karakteristik fisik dari gel. Ekstraksi kulit buah manggis dengan metode maserasi selama 5 hari menggunakan pelarut etanol 96% dengan pergantian pelarut dilakukan setiap 24 jam. Formulasi ekstrak etanol kulit buah manggis dalam sediaan gel menggunakan formula dengan basis carbophol. Pengujian karakteristik fisik gel meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Data karakteristik fisik dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kulit buah manggis berturut-turut dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10%  mampu meningkatkan viskositas, pH, daya lekat dan menurunkan daya sebar.   Kata kunci : gel, kulit buah manggis, karakteristik fisik.
EFEK ANALGETIK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Antipyretic analgesic is a compound that can relieve pain and can reduce fever. One of the plants that has potential as antipyretic analgesic is mangosteen (Garcinia mangostana L.). Mangosteen peel contains flavonoids and alkaloids that may have an effect as an analgesic. In addition, flavonoids could inhibit prostaglandin that has antipyretic effect. This study aims to determine the antipyretic analgesic effect of ethanol extract of mangosteen peel and the effective dose.             Analgesic and antipyretic test using 25 male Wistar rats were divided 5 groups , I (negative control) CMC Na 0,5 % , II (positive control) paracetamol 50 mg/kg body weight, and III, IV and V suspension of the ethanol extract of the skin manggis 50; 100 and 200 mg/kg body weight. Pain stimuli by dipping a rat tail in the water temperature of 40° C for 10 seconds. Rat response to a painful stimulus done prior to treatment (normal response), and 30 minutes after treatment. While excitatory fever in rat by injection of 0.2 ml vaccine DPT are intramuscular. Rectal temperature of rat were measured before treatment (initial temperature), 60 minutes after the vaccine, as well as 30 minutes after treatment . Rat response to a painful stimulus and a rectal temperature of rat was analyzed using SPSS statistical release 16 .            The results showed that the ethanol extract of mangosteen peel can improve the rat response to pain stimulation and lower the temperature of the mice vaccinated fever DPT. The effective dose of ethanol extract of mangosteen peel as antipyretic analgesic is 50 mg / kg body weight.Keywords: mangosteen skin, analgesics, antipyretics
EFEK IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS Wulansari, Rina; Palupi, Dwi Hadi Setya; Puspitaningrum, Ika
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 11 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI Daun som jawa memiliki beberapa senyawa bioaktif diantaranya flavonoid. Flavonoid dapat mempengaruhi sistem imunitas melalui aktivitasnya pada makrofag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator dan dosis efektif dari ekstrak etanol daun som jawa (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) terhadap respon imun non spesifik dan respon imun spesifik pada mencit jantan galur Swiss. Hasil pengujian aktivitas fagositik hewan uji berturut-turut pada ekstrak etanol daun som jawa dosis 50, 100, dan 150 mg/kgBB sebesar 1,15124; 1,14982; 1,38195. Aktivitas ekstrak etanol daun som jawa juga dapat meningkatkan berat organ limfoid (hati, limpa, timus) secara bermakna (p< 0,05) dibanding kontrol negatif dan tidak berbeda bermakna dibanding kontrol positif (p> 0,05). Ekstrak etanol daun som jawa mampu mempengaruhi respon imun seluler secara bermakna (p< 0,05) dibanding kontrol negatif dan tidak berbeda bermakna dibanding kontrol positif (p> 0,05) pada dosis 100, dan 150 mg/kgBB. Ekstrak etanol daun som jawa ketiga dosis mampu meningkatkan nilai titer antibodi primer dan sekunder. Ekstrak etanol daun som jawa mempunyai efek imunostimulan terhadap respon imun non spesifik dan respon imun spesifik. Dosis efektif dari ekstrak etanol daun som jawa ditetapkan sebesar 100 mg/kgBB.   Kata Kunci : Ekstrak Etanol, Daun Som Jawa (Talinum triangulare (Jacq.) Willd), Imunomodulator. t-family: "Times New Roman","serif";mso-ansi-language:IN;mso-bidi-font-weight:bold>dengan perbandingan konsentrasi emulgid dan parafin cair sebesar 24,848%:5,152%. Hasil pengujian formula optimal didapatkan rerata diameter zona hambat bakteri 11,50 mm, daya sebar 6,49 cm, viskositas 4480 cps, dan pH 5,46 dimana hasil tersebut berbeda tidak signifikan terhadap hasil prediksi Design Expert 9.0.6.2 Trial.  Kata kunci : Ekstrak etanol daun kawista, emulgid, karakteristik fisik, parafin cair, Staphylococcus aureus.
EFEK ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK ETANOL HERBA ALFAFA (Medicago sativa) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jurnal Farmasi Indonesia Vol.13 No.1 Tahun 2016
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hiperkolesterolemia adalah kelainan yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi kolesterol dalam darah. Alfafa (Medicago sativa) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya dapat mengendalikan kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperkolesterolemia ekstrak etanol herba Alfafa dan dosis efektifnya. Uji antihiperkolesterolemia ekstrak etanol herba Alfafa menggunakan tikus putih jantan galur Wistar sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok 1 (kontrol normal) diberikan pakan standart. Kelompok 2 (kontrol negatif) diberikan CMC Na 0,5%. Kelompok 3 (kontrol positif) diberikan Simvastatin. Kelompok 4, 5 dan 6 diberikan ekstrak etanol herba Alfafa 270, 540 dan 1080 mg/kg BB. Semua perlakuan diberikan 7 hari secara oral. Induksi hiperkolesterol dengan pakan tinggi lemak yaitu campuran makanan standar tikus dengan 15% lemak babi dan 5% kuning telur bebek, serta fruktosa 1,8 g/kgBB tikus. Induksi diberikan kepada semua kelompok selama 50 hari, kecuali kontrol normal. Pengukuran kadar kolesterol total darah dilakukan pada hari ke 0, 51 dan 58. Kadar kolesterol yang diperoleh dihitung % penurunan yang selanjutnya diuji statistika dengan SPSS release 16. Hasil uji statistika menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan ekstrak etanol herba Alfafa ketiga dosis. Sedangkan perbandingan antara kontrol positif dengan ekstrak etanol herba Alfafa ketiga dosis menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak etanol herba Alfafa dapat berefek antihiperkolesterolemia, namun belum sebanding dengan Simvastatin. Dosis optimal ekstrak etanol herba Alfafa sebagai antihiperkolesterolemia  sebesar 1080 mg/kgBB tikus.   Kata kunci: ekstrak etanol, herba Alfafa, kolesterol
PEMBUATAN TABLET DARI EKSTRAK ETANOL BUAH API-API (Avicennia marina) SEBAGAI ANTIDIABETES MELLITUS Munisih, Siti; Advistasari, Yustisia Dian; Puspitaningrum, Ika
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 2
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanaman api-api (Avicennia marina) merupakan salah satu jenis vegetasi mangrove.Masyarakat biasa mengkonsumsi buah api-api sebagai obat anti diabetes mellitus. Ekstraketanol buah Api-api telah terbukti secara ilmiah sebagai antidiabetes mellitus. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan tablet ekstrak etanol buah Api-api.Tablet tersebut dibuat sesuai dengan dosis efektif dari hasil penelitian antidiabetes mellitusyang sudah dilakukan yakni sebesar 1,26 mg/kgBB tikus atau setara 10 mg/50 kg BBmanusia.Pembuatan tablet diawali dengan mengeringkan ekstrak etanol buah Api-api denganAvicel, Sodium Starch Glukolat, dan laktosa hingga homogen. Masa granul dibuat denganmengunakan PVP 5% lalu diayak dengan ayakan nomer mesh 18 dan 30.Granul yang lolosayakan 18 dikeringkan dalam almari pengering selama 10 menit. Tablet dicetak denganpenambahan Mg stearat dengan bobot rata-rata tablet 150 mg. Tablet yang diperoleh diujisifat fisik tablet meliputi uji keseragaam bobot, kekerasan, kerapuhan, dan uji waktu hancur.Data yang diperoleh dianalisis kemudian disimpulkan.Hasiluji tablet menunjukkan formula tablet ekstrak etanol buah Api-api mampumemenuhi syarat keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur.Kata kunci:Api-api, tablet, antidiabetes mellitus, ekstraketanol
Efek Antihiperkolesterolemia Ekstrak Etanol Herba Alfafa (Medicago sativa) Pada Tikus Putih Jantan Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13 No 1 (2016): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.39 KB)

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah kelainan yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi kolesterol dalam darah. Alfafa (Medicago sativa) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya dapat mengendalikan kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperkolesterolemia ekstrak etanol herba Alfafa dan dosis efektifnya. Uji antihiperkolesterolemia ekstrak etanol herba Alfafa menggunakan tikus putih jantan galur Wistar sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok 1 (kontrol normal) diberikan pakan standart. Kelompok 2 (kontrol negatif) diberikan CMC Na 0,5%. Kelompok 3 (kontrol positif) diberikan Simvastatin. Kelompok 4, 5 dan 6 diberikan ekstrak etanol herba Alfafa 270, 540 dan 1080 mg/kg BB. Semua perlakuan diberikan 7 hari secara oral. Induksi hiperkolesterol dengan pakan tinggi lemak yaitu campuran makanan standar tikus dengan 15% lemak babi dan 5% kuning telur bebek, serta fruktosa 1,8 g/kgBB tikus. Induksi diberikan kepada semua kelompok selama 50 hari, kecuali kontrol normal. Pengukuran kadar kolesterol total darah dilakukan pada hari ke 0, 51 dan 58. Kadar kolesterol yang diperoleh dihitung % penurunan yang selanjutnya diuji statistika dengan SPSS release 16. Hasil uji statistika menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok kontrol negative, dengan ekstrak etanol herba Alfafa ketiga dosis. Dan terdapat perbedaan yang signifikan juga dengan kontrol positif dengan ekstrak etanol herba Alfafa ketiga dosis. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak etanol herba Alfafa dapat berefek antihiperkolesterolemia, namun belum sebanding dengan Simvastatin. Dosis ekstrak etanol herba Alfafa yang memberikan efek tertinggi sebagai antihiperkolesterolemia adalah 270 mg/kgBB tikus.