Ratna Wahyu Pusari
Unknown Affiliation

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI PENDEKATAN IN HOUSE TRAINING BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif di Pos PAUD berbasis kearifan budaya lokal. Penelitian ini difokuskan pada Pos PAUD Binaan KKN IKIP PGRI Semarang di Kota Semarang. Pengembangan model pembelajaran inovatif di Pos PAUD ini diawali dari studi penelitian pendahuluan yang dilakukan selama program KKN berlangsung bahwa banyak permasalahan yang dihadapi oleh para kader/tutor Pos PAUD terkait dengan kualitas pembelajaran, kurangnya dana dan sarana prasarana (alat permainan edukatif). Melalui pendekatan in house training (IHT) pada pos-pos PAUD se Kota Semarang khususnya pos PAUD binaan KKN IKIP PGRI Semarang diharapkan ada keberlanjutan program antara Pos PAUD yang dirintis dengan IKIP PGRI Semarang selaku penggagas rintisan Pos PAUD tersebut. Hal ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab atau konstribusi IKIP PGRI Semarang untuk mencerdaskan masyarakat.Sebagai tindak lanjut program pasca KKN untuk memberikan layanan edukasi pada para kader/tutor pos paud tentang pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis kearifan budaya lokal. Adanya penerapan layanan IHT diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pedagogis para tutor yang nantinya akan mengarah pada kompetensi profesionalnya sehingga terwujud layanan PAUD yang paling murah, mudah & berkualias. Metode Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D) research) yang menggunakan prosedur kerja dari model Kemmis dan Taggart (1988).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya meningkatkan kompetensi tutor/pendidik paud dalam merancang model pembelajaran yang inovatif berbasis kearifan budaya lokal, yaitu jika pada siklus I (asesmen awal) mempunyai nilai rata-rata antara 1 s.d 1,9 sedangkan pada siklus II mempunyai nilai rata-rata antara 2,7 s.d 3,6. Hasil nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang model pembelajaran inovatif berbasis kearifan budaya lokal melalui pendekatan in house training.Peningkatan kemampuan pendidik tersebut secara kualitatif dapat dideskripsikan sebagai berikut: a). Pendidik sudah menentukan tema pembelajaran yang sesuai potensi lokal; b). Tema-tema yang dipilih sudah berbasis kearifan budaya lokal; c) Adanya kesesuaian antara indikator dengan materi pembelajaran; d) Adanya kesesuaian antara tema dengan kegiatan pembelajaran; e) Adanya keterpaduan antara materi pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan anak; f) Media pembelajaran (APE) sudah memanfaatkan potensi budaya lokal.Keyword: model pembelajaran inovatif, IHT, kearifan budaya lokal.

PENGARUH BERMAIN BONGKAR PASANG (ORANG-ORANGAN KERTAS )TERHADAP KEMAMPUAN BICARA ANAK KELOMPOK A TK PERTIWI WANACALA BREBES TAHUN AJARAN 2017/2018

PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.971 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kemampuan bicara anak di kelompok A TK Pertiwi Wanacala Brebes. Anak-anak juga belum dapat berbicara secara lancar, ada juga yang masih malu ketika berbicara. Hal ini terlihat ketika guru meminta anak-anak untuk menceritakan tentang keadaan rumah masing-masing anak, anak-anak terlihat bingung dengan kata-kata yang hendak diucapkannya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar anak-anak masih rendah motivasinya untuk menjawab pertanyaan. Peneliti membatasi penelitian ini tentang masalah pengaruh bermain bongkar pasang (orang-orangan kertas)  terhadap kemampuan bicara anak kelompok A TK Pertiwi Wanacala Brebes tahun ajaran 2017-2018.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bermain bongkar pasang(orang-orangan kertas)  terhadap kemampuan bicara anak kelompok A TK Pertiwi Wanacala  Brebes tahun ajaran 2017/2018.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre Experimental Designdengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok A TK Pertiwi Wanacala Brebes tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 17 anak. Sampel yang diambil hanya 10 anak dengan menggunakan teknik sampling purpose. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan dokumentasi.Hasil prettest menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bicara anak masih rendah yakni 40,9. Sedangkan saat posttest rata-rata nilai kemampuan bicara anak naik menjadi 81,3.Analisis uji t mendapat hasi thitung (16,642) >ttabel (1,81), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Jadi,terdapat pengaruh bermain bongkar pasang (orang-orangan kertas) terhadap kemampuan bicara anak kelompok A TK Pertiwi Wanacala  Brebes tahun ajaran 2017/2018.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang disampaikan oleh peneliti khususnya bagi guru adalah permainan bongkar pasang dapat digunakan sebagai cara guru untuk membuat keaktifan anak meningkat karena anak memainkan peran dalam permainan bongkar pasang.Disarankan pula untuk memadukan permainan bongkar pasang dengan permainan lain atau dengan media lain agar hasil lebih maksimal.Keterbatasan penelitian ini salah satunya  melibatkan sampel yang terbatas, yakni hanya 10 anak, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan pada sampel yang besar, kemudian hanya tertuju pada satu kemampuan anak,sehingga belum diketahui apakah penelitian ini juga memberikan pengaruh terhadapkemampuan yang lain. ABSTRACT The encouraging background of this study is the low level of speech impairment of children in the A TK Pertiwi Wanacala Brebes group. Children also can not speak fluently, some are still embarrassed when talking. This is seen when the teacher asks the children to tell about the circumstances of each child's house, the children look confused with the words he was about to pronounce. This is because most children are still low motivated to answer questions. Researchers restricted this study to the problem of the influence of playing pairs of unloading (the puppets of paper) on the ability to talk children A group TK Pertiwi Wanacala Brebes academic year 2017-2018.The purpose of this research is to know the influence of playing pairs of unloading (the puppets of paper) on speech ability of children group A TK Pertiwi Wanacala Brebes academic year 2017/2018.This type of research is quantitative research in the form of Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design design. The population of this study is the children of group A Kindergarten Pertiwi Wanacala Brebes academic year 2017/2018 which amounted to 17 children. Samples taken only 10 children by using purposive sampling technique. The data in this research is obtained through observation and documentation.The prettest result shows that the average of speech ability of children is still low that is 40,9. While the average posttest value of speech ability of children rose to 81.3. The t test analysis received a t test (16,642)> ttable (1.81), thus it can be concluded that there is a difference between the pretest and posttest values. Thus, there is the influence of playing pairs of unloading (the puppets of paper) on the ability to talk children A group TK Pertiwi Wanacala Brebes academic year 2017/2018.Based on the results of this study, the suggestions submitted by researchers, especially for teachers is a game unloading pairs can be used as a way of teachers to make the child's activity increased because the child plays a role in the game unloading pairs. It is also advisable to combine the game unloading with other games or with other media for maximum results. The limitation of this study involves only a limited sample of only 10 children, so the results can not be generalized to large samples, then only on one child's ability, so it is not known whether this study also has an effect on other capabilities

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI PENDEKATAN IN HOUSE TRAINING BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif di Pos PAUD berbasis kearifan budaya lokal. Penelitian ini difokuskan pada Pos PAUD Binaan KKN IKIP PGRI Semarang di Kota Semarang. Pengembangan model pembelajaran inovatif di Pos PAUD ini diawali dari studi penelitian pendahuluan yang dilakukan selama program KKN berlangsung bahwa banyak permasalahan yang dihadapi oleh para kader/tutor Pos PAUD terkait dengan kualitas pembelajaran, kurangnya dana dan sarana prasarana (alat permainan edukatif). Melalui pendekatan in house training (IHT) pada pos-pos PAUD se Kota Semarang khususnya pos PAUD binaan KKN IKIP PGRI Semarang diharapkan ada keberlanjutan program antara Pos PAUD yang dirintis dengan IKIP PGRI Semarang selaku penggagas rintisan Pos PAUD tersebut. Hal ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab atau konstribusi IKIP PGRI Semarang untuk mencerdaskan masyarakat.Sebagai tindak lanjut program pasca KKN untuk memberikan layanan edukasi pada para kader/tutor pos paud tentang pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis kearifan budaya lokal. Adanya penerapan layanan IHT diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pedagogis para tutor yang nantinya akan mengarah pada kompetensi profesionalnya sehingga terwujud layanan PAUD yang paling murah, mudah & berkualias. Metode Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D) research) yang menggunakan prosedur kerja dari model Kemmis dan Taggart (1988).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya meningkatkan kompetensi tutor/pendidik paud dalam merancang model pembelajaran yang inovatif berbasis kearifan budaya lokal, yaitu jika pada siklus I (asesmen awal) mempunyai nilai rata-rata antara 1 s.d 1,9 sedangkan pada siklus II mempunyai nilai rata-rata antara 2,7 s.d 3,6. Hasil nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang model pembelajaran inovatif berbasis kearifan budaya lokal melalui pendekatan in house training.Peningkatan kemampuan pendidik tersebut secara kualitatif dapat dideskripsikan sebagai berikut: a). Pendidik sudah menentukan tema pembelajaran yang sesuai potensi lokal; b). Tema-tema yang dipilih sudah berbasis kearifan budaya lokal; c) Adanya kesesuaian antara indikator dengan materi pembelajaran; d) Adanya kesesuaian antara tema dengan kegiatan pembelajaran; e) Adanya keterpaduan antara materi pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan anak; f) Media pembelajaran (APE) sudah memanfaatkan potensi budaya lokal.Keyword: model pembelajaran inovatif, IHT, kearifan budaya lokal.

UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN MAKANAN SEHAT MELALUI PENERAPAN SENTRA COOKING PADA KELOMPOK BERMAIN B DI PAUD BAITUS SHIBYAAN KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2014/2015

PAUDIA Vol 3, No 1 Oktober (2014)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan realita lapangan menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD Baitusshibyaan khususnya melalui kegiatan atau permainan akan membantu pengetahuan anak tentang makanan sehat. Kegiatan tersebut salah satunya melalui penerapan sentra cooking yang memberikan kesempatan kepada anak untuk meningkatkan pengetahuannya tentang makanan sehat. Tujuan umum penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang makanan sehat anak, sedangkan tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang makanan sehat anak di PAUD Baitusshibyaan melalui penerapan sentra cooking. Metode penelitian ini menggunakan metode demonstrasi. Obyek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik KB B PAUD Baitusshibyaan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang berjumlah 10 anak. Pengambilan data melalui wawancara, obsevasi dan dokumentasi. Untuk memudahkan menghitung indikator kinerja, peneliti membuat skoring Baik (75% - 100%), Cukup (60% - 74%), dan Kurang (<60%). Data diolah untuk mengetahui indikator keberhasilan kinerja jika mencapai 75% ke atas menunjukkan bahwa pengetahuan anak meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan sentra cooking dapat meningkatkan pengetahuan tentang makanan sehat pada anak usia dini yaitu adanya peningkatan dalam ketercapaian indikator kinerja pada siklus I mencapai 0% dan pada siklus II mencapai 80%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan, “Penerapan sentra cooking dapat meningkatkan pengetahuan makanan sehat pada anak KB B PAUD Baitusshibyaan Kecamatan Bergas Tahun Ajaran 2014/2015”Kata Kunci : Knowledge,Cooking.

MENCIPTAKAN PERAN TUTOR PAUD BERBASIS NATURAL SAINS DALAM MENCIPTAKAN KOTA LAYAK ANAK

E-DIMAS Vol 2, No 2 maret (2012): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this community service is to provide training to early childhood tutor at Muktiharjo Lor Village, District Genuk of Natural Science through natural science experiments that are safe for children. The method used in this training are: (1). Method of approach from the approach used in this program is a lecture and practice in science learning and involve participants directly, (2). Methods of practice, the training is done directly by the tutor early childhood through the experiment-Experiment on Natural Science. The results of this training are: (1) Tutor early childhood is more skilled in providing materials to the students of science, (2) early childhood Tutors are able to do simple science experiments for children, (3) early childhood tutor capable of learning science in a fun package.Key Words: Tutor Early Childhood, Science, Simple Science Experiments for KidsAbstrakTujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada tutor PAUD di Kelurahan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk tentang Natural Sains melalui percobaan-percobaan natural sains yang aman bagi anak. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah: (1) metode pendekatan ceramah dan praktik dalam pembelajaran sains dan melibat peserta secara langsung; (2) metode praktik langsung oleh Tutor PAUD melalui percobaan-percobaan tentang natural sains. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (1) tutor PAUD lebih terampil dalam memberikan materi sains kepada anak didik; (2) tutor PAUD mampu melakukan percobaan-percobaan sains sederhana bagi anak; (3) tutor PAUD mampu mengemas pembelajaran sains secara menyenangkan.Kata Kunci: Tutor PAUD, Sains, Kota, Layak Anak

MENCIPTAKAN PERAN TUTOR PAUD BERBASIS NATURAL SAINS DALAM MENCIPTAKAN KOTA LAYAK ANAK

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.126 KB)

Abstract

AbstractThe purpose of this community service is to provide training to early childhood tutor at Muktiharjo Lor Village, District Genuk of Natural Science through natural science experiments that are safe for children. The method used in this training are: (1). Method of approach from the approach used in this program is a lecture and practice in science learning and involve participants directly, (2). Methods of practice, the training is done directly by the tutor early childhood through the experiment-Experiment on Natural Science. The results of this training are: (1) Tutor early childhood is more skilled in providing materials to the students of science, (2) early childhood Tutors are able to do simple science experiments for children, (3) early childhood tutor capable of learning science in a fun package.Key Words: Tutor Early Childhood, Science, Simple Science Experiments for KidsAbstrakTujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada tutor PAUD di Kelurahan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk tentang Natural Sains melalui percobaan-percobaan natural sains yang aman bagi anak. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah: (1) metode pendekatan ceramah dan praktik dalam pembelajaran sains dan melibat peserta secara langsung; (2) metode praktik langsung oleh Tutor PAUD melalui percobaan-percobaan tentang natural sains. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (1) tutor PAUD lebih terampil dalam memberikan materi sains kepada anak didik; (2) tutor PAUD mampu melakukan percobaan-percobaan sains sederhana bagi anak; (3) tutor PAUD mampu mengemas pembelajaran sains secara menyenangkan.Kata Kunci: Tutor PAUD, Sains, Kota, Layak Anak

Increasing Creativity on Early Childhood Education Teachers through Educational Toys

Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.152 KB)

Abstract

Research on “Increasing Creativity On Early Childhood Education Teachers Through Educational Toys” aims to know the pedagogical competencies on the teachers of Early Childhood Education (ECE) in Ungaran; determine the level of creativity on ECE teachers; and know what the efforts is being done by ECE teachers to improve their pedagogic competence. The research procedure uses descriptive data in the form of words derived from a variety of data collection techniques used in this research is by using the method of observation, questionnaires and interviews. This research was conducted in four phases: Phase I: Preface/initial field observations carried out with; Phase II: Initial development, design to identify the level of creativity of ECE teachers in Ungaran; Phase III: Conducting interviews, filling the questionnaire about creativity in educational toys; and Phase IV: analyzing the creativity level of ECE teachers. The conclusions of this study are 1.The level of creativity ECE teachers in Ungaran is low; 2. The low of creativity in ECE teachers in Ungaran is due to (a) low of innovations  in learning; (b) teachers is not able to use the materials around as an aid to learning; (c) the assumption of the teachers that the success of learning is determined by using expensive and luxurious media; (d) openness to new information in the world of education, particularly in ECE; and 4. According to the motto of learning in early childhood “Learning while Playing” the media which is used for Educational Games is made from used/recycled materials.How to citePusari, R., & DH, D. (2014). Increasing Creativity on Early Childhood Education Teachers through Educational Toys. Indonesian Journal Of Early Childhood Education Studies, 3(2), 108-113. doi:10.15294/ijeces.v3i2.9483

PENINGKATAN KOMPETENSI BERCERITA BAGI PENDIDIK PAUD SE-KECAMATAN TEMBALANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7348.242 KB)

Abstract

PENINGKATAN KOMPETENSI BERCERITA BAGI PENDIDIK PAUD SE-KECAMATAN TEMBALANG

PEMBERDAYAAN PENGELOLAAhI PAUD NON.FORMAL SECARA MANDIRI DI KELURAHAN BULUSAN KECAMATAN TEMBALANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3165.094 KB)

Abstract

PEMBERDAYAAN PENGELOLAAhI PAUD NON.FORMAL SECARA MANDIRI DI KELURAHAN BULUSAN KECAMATAN TEMBALANG

ANALISIS PEMANFAATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN BAHASA DI TK TUNAS RIMBA II KOTA SEMARANG

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.608 KB)

Abstract

Pembelajaran bahasa sangat penting ditanamkan sejak usia dini, karena bahasa merupakan alat komunikasi yang penting. Untuk mendukung perkembangan bahasa maka diperlukan alat permainan guna mendukung terstimulasinya perkembangan bahasa anak usia dini. Tidak semua sekolah memiliki APE yang sesuai dengan rasio anak, usia anak, perkembangan anak; sehingga pembelajaran menjadi menjemukan, anak menjadi bosan dan saling menggangu satu sama lain. Selain APE, pusat pembelajaran yang masih berpusat pada guru juga menambah tingkat kejenuhan anak dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuliatatif untuk menggambarkan bagaimana pemanfaatan APE dalam menciptakan pembelajaran bahasa di TK Tunas Rimba II Kota Semarang. Berdasarkan hasil observasi, TK Tunas Rimba II Kota Semarang masih menggunakan pusat pembelajaran yang berpusat pada guru, model pembelajaran kelompok, dan kurang dalam pemanfaatan APE dalam pembelajaran bahasa.