Articles

Found 33 Documents
Search

PREDIKSI GENOTIPE TETUA JAGUNG BERBULIR UNGU BERDASARKAN KESESUAIAN NISBAH HARAPAN PADA BULIR S1 DAN S2 Pamandungan, Yefta; Purwantoro, Aziz; Basunanda, Panjisakti
EUGENIA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : EUGENIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.979 KB)

Abstract

ABSTRACT   The research was aimed to determine the parent genotypes of purple corn by the similarity of expected ratio on kernels S1 and S2 using four locus models, Pr/pr, C/c, R/r and Y/y genes. The study was conducted in two phases, namely, 1) Making the individuals of selfing to-1 (S1), and 2) Making the individuals of selfing to-2 (S2). Observed data in the form of kernel per ear of corn was separated by the characters of purple, yellow and white color then analyzed by using the Chi-square Test. The results showed that the offspring genotype from selfing on the base population can be predicted by looking at the suitability between the offspring and parental genotypes based on the ratio of expectation. Parent genotypes prediction on the base population of selfing were PrPrCcRrYy, PrPrCcRryy, PrPrCcRrYY, PrPrCcRRYY and PrPrCCRrYY. Keywords: parent genotypes, purple kernel, corn ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui genotipe tetua jagung berbulir ungu berdasarkan kesesuaian dengan nisbah harapan pada bulir S1 dan S2 menggunakan model empat lokus yaitu gen Pr/pr, C/c, R/r dan Y/y. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu, 1) pembuatan individu hasil selfing ke-1 (S1), dan 2) pembuatan individu hasil selfing ke-2 (S2). Data hasil pengamatan berupa bulir jagung per tongkol yang dipisahkan berdasarkan karakter warna ungu, kuning dan putih selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji khi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe keturunan hasil selfing pada populasi dasar dapat diprediksi dengan melihat kesesuaian antara genotipe keturunan dan tetua berdasarkan nisbah harapan. Prediksi genotipe tetua pada populasi dasar selfing adalah PrPrCcRrYy, PrPrCcRryy, PrPrCcRrYY, PrPrCcRRYY dan PrPrCCRrYY. Kata kunci: genotipe tetua, berbulir ungu, jagung
PHENOTYPIC AND MOLECULAR CHARACTERIZATION OF MULTISHOOTS DEVELOPMENT IN TRANSGENIC Phalaenopsis amabilis (L.) BLUME HARBORING 35S::KNAT1 (KNOTTED-LIKE Arabidopsis thaliana 1) Saputro, Triono Bagus; Semiarti, Endang; Purwantoro, Aziz
BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2018.25.1.615

Abstract

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume is one of Indonesian natural orchid which has an aesthetic flower and possesses high economic value. The low multiplication rate and long periods of life cycle are the main obstacles to conventionally propagate this orchid. The aims of this research were to analyze the stability of transgenic plant P. amabilis harboring 35S::KNAT1 based on morpho-genomic characterization. KNAT1 gene is reported as a gene that involved in the shoot formation, and it  had been successfully introduced into Phalaenopsis amabilis (L.) Blume genome. After seven times regeneration, the confirmation of the transgene existence in the genom is needed to ensure whether the plant could consistently maintain the transgene in its genome and to characterize the shoot development. The experiment was carried out in 3 steps:  1) Co-integration analysis of 35S::KNAT1 into P. amabilis genom; 2) Phenotypic analysis on the multiplication rate, morphological variation and venation pattern; and 3) Protein profile analysis of transgenic plants. The results showed that the survival rate of putative transgenic was 58.7% on NP0 medium and 62.5% on NP SIM medium. PCR analysis confirmed that 82.5% transgenic growth on NP0 and 93.33% on NP SIM contained DNA fragment of KNAT1 gene, NPTII gene and trnL-F intergenic spacer, indicating that those plants are positive transgenic. The 35S::KNAT1 transgenes and phytohormone were independently involved in multishoots formation of P. amabilis transgenic plants. The phenotypic of plantlets were classified into six main criteria, i.e. normal shape, lobed leaves, rosette, elongated stem, cup shoot and widened leaves. The normal type was the most abundant type of variation (± 29%) in both medium. Protein profile showed that all transgenic plants produced 45,8 kDa protein and that was equivalent with molecular weight of KNAT1 protein. Taken together, all those data indicated that 35S::KNAT1 transgene were consistently integrated into the transgenic plant genome.
Kariotip Kromosom Salak Parjanto, ,; Moeljopawiro, Sukarti; Artama, W. T.; Purwantoro, Aziz
Zuriat Vol 14, No 2 (2003)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian sitogenetika tanaman salak (Salacca zalacca [Gaertner] Voss) merupakan aspek penting dalam analisis genetika tanaman salak dan menunjang program pemuliaan untuk merakit kultivar salak unggul. Analisis kariotip kromosom salak telah dilakukan dengan metode squash dan pewarnaan acetoorcein. Dengan metode ini, pengamatan morfologi kromosom, yakni panjang dan bentuk kromosom, dapat dilakukan dengan hasil baik pada stadia prometafase. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang kromosom salak berkisar 1.15 µm–2.38 µm. Rumus kariotip salak adalah 2n = 28 = 11 m + 1 m (SAT) + 2 sm, yakni terdiri atas 11 pasang kromosom metasentris, 1 pasang kromosom metasentris dengan satelit kromosom, dan 2 pasang kromosom submetasentris. Indeks asimetri kariotip intrakromosomal adalah 0.3 ± 0.03, indeks asimetri inter kromosomal adalah 0.2 ± 0.02. Beberapa pasangan kromosom salak mempunyai bentuk dan ukuran yang mirip sehingga sulit dibedakan. Identifikasi kromosom salak dengan teknik chromosome banding perlu dilakukan untuk mendukung hasil yang telah dicapai.
Variabilitas Karakter Fenotipe Dua Populasi Jagung Manis (Zea mays L. Kelompok Saccharata) Dewanti, Dinda; Basunanda, Panjisakti; Purwantoro, Aziz
Vegetalika Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Vegetalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu jenis jagung yang saat ini mulai berkembang dan mempunyai prospek penting di Indonesia. Pemuliaan jagung manis secara umum bertujuan untuk mendapatkan varietas-varietas yang mempunyai kuantitas dan kualitas hasil tinggi serta resisten terhadap hama dan penyakit penting (penyakit bulai). Sifat unggul dari suatu tanaman dapat diamati berdasarkan karakter fenotipenya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabilitas karakter fenotipe tanaman jagung manis kuning dan jagung manis ungu, mendapatkan korelasi atau hubungan antarkarakter kuantitatif jagung manis kuning dan jagung manis ungu, mencirikan jagung manis kuning dan jagung manis ungu yang berpengaruh langsung terhadap hasil, dan membandingkan kandungan gula jagung manis kuning dan jagung manis ungu. Penelitian menggunakan dua populasi jagung manis yaitu jagung manis kuning dan jagung manis ungu koleksi Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, UGM. Karakter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan variabilitas karakter kuantitatif yang tinggi pada jagung manis kuning dan jagung manis ungu ditunjukkan oleh karakter jumlah biji per tongkol dan bobot biji per tongkol. Nilai korelasi tertinggi yang nyata positif pada jagung manis kuning dan jagung ungu ditunjukkan pada karakter bobot biji per tongkol dengan jumlah biji per tongkol. Karakter kuantitatif jagung manis kuning dan jagung manis ungu yang berpengaruh langsung terhadap hasil yaitu karakter jumlah biji per tongkol dan bobot 100 butir. Nilai kandungan gula tanaman jagung manis kuning tergolong sedang (10,63 ºBrix) dan kandungan gula tanaman jagung manis ungu tergolong sangat tinggi (25,16 ºBrix).
EVALUASI KARAKTER KUALITATIF DAN KUANTITATIF GENERASI F1 HASIL PERSILANGAN CABAI HIAS FISH PEPPER (Capsicum annuum L.) DENGAN CABAI RAWIT (C. frutescens L.) Sirojuddin, Achmad Syarif; Purwantoro, Aziz; Basunanda, Panjisakti
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Vegetalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa karakter kualitatif dan kuantitatif generasi F1 hasil persilangan cabai hias fish pepper (C. annuum L.) dengan cabai rawit (C. frutescens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tridarma Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dan greenhouse di desa Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta dari bulan September 2014 sampai Maret 2015. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini meliputi benih cabai rawit (C. frutescens L.) dan cabai hias fish pepper (C. annuum L.) sebagai tetua, serta F1 dan F1R sebagai hasil persilangan keduanya. Pada karakter kualitatif, F1 menampilkan beberapa sifat dominan tetua FP, yaitu bentuk segitiga pada buah dan adanya antosianin pada buku batang, daun, bunga, dan buah. Adapun sifat dominan pada tetua A yang terekspresi pada F1 adalah warna hijau pada daun. Selain itu, beberapa karakter pada F1 merupakan sifat kodominan, di antaranya bentuk oval pada daun serta orientasi mendatar pada bunga dan buah. Tidak ditemukan maternal inheritance pada karakter-karakter kualitatif antara F1 dan F1R. Pada karakter kuantitatif, F1 memiliki nilai yang lebih tinggi atas rerata kedua tetuanya, yaitu terlihat dalam nilai heterosis pada karakter umur mulai berbunga, umur mulai berbuah, panjang dan lebar daun, panjang buah, diameter buah, bobot buah, serta jumlah buah per tanamann. Beberapa karakter harapan yang terekspresi pada cabai hias F1 yaitu warna  putih-ungu  pada  mahkota  bunga,  bentuk segitiga  pada  buah,  umur berbunga yang cepat, dan jumlah buah per tanaman yang banyak.
KERAGAMAN MOLEKULER PURING (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. ex A. Juss) DENGAN PENANDA RAPD Kusumaningrum, Monika Andreastuti; Purwantoro, Aziz; Murti, Rudi Hari
Vegetalika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Vegetalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tanaman puring (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. ex A. Juss) adalah tanaman hias yang memiliki nilai jual tinggi. Tanaman puring juga memiliki manfaat sebagai tanaman berkhasiat obat dan dapat menyerap unsur timah hitam yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor (2,05 mg/lt). Bentuk, warna, dan corak daun tanaman puring sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman genetik, menghitung jarak genetik, dan menduga adanya alel spesifik pada tanaman puring. Sampel DNA diektraksi dari daun 20 kultivar tanaman puring. Metode PCR menggunakan 10 primer yaitu OPA-02, OPA-03, OPA-14, OPA-16, OPA-18, OPA-20, OPB-08, OPB-19, OPD-05, dan OPH-18. Hasil amplifikasi menunjukkan tingkat polimorfisme yang cukup tinggi. Persentase lokus polimorfik dan nilai heterosigositas harapan (He) paling tinggi ditunjukkan oleh kultivar tanaman puring dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-merah yaitu 56,60% dan 0,190. Kultivar yang berlabel H1 dengan HK1 memiliki hubungan kekerabatan paling dekat diantara kultivar lain, sedangkan kultivar  yang  berlabel HK3 dengan HKM5 dan kultivar berlabel HK5 dengan HKM4 memiliki hubungan kekerabatan paling jauh diantara kultivar lain. Hasil dari dendogram UPGMA dan PCoA (Principal Coordinates Analysis) menempatkan 20 kultivar kedalam 2 klaster dan salah satu klaster ditempati oleh kultivar dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-kuning-merah. Dari seluruh kelompok warna pada sampel, alel spesifik yang dapat terdeteksi pada satu kelompok/populasi warna hanya terdapat pada kelompok HKM yaitu pada OPD 05-1400 dan OPH 18-300.
ARTEMISININ PRODUCTION BY SHOOT CULTURE OF ARTEMISIA CINA BERG. EX POLJAKOV Marina, Maria; Purwantoro, Aziz; Soegihardjo, C. J.
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 14 No 2, 2003
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.881 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp322-325

Abstract

Artemisinin is a secondary metabolite has a potential effect as an antimalaria. Research in artemisinin content in A. cina from shoot culture have not been reported. The aim of this research were:(i) to know the ability of A. cina shoot culture to produce artemisinin, (ii) to asses the effect of concentration of yeast extract, sucrose and their combination in promoting the production of artemisinin, (iii) to determine the highest artemisinin concentration produced by shoot culture in the medium containing different concentration of yeast extract, sucrose and their combination. The factorial of randomised complex block design (RCBD) was used in this experimental design. The first factor was concentration of sucrose ( 1%, 3%, 5%, 7%) and the second factor was concentration of yeast extract (0 mg/l, 100 mg/l, 200 mg/l, 300 mg/l). HPLC was used. To analyse quantitatively the artemisinin production, analysis of variance (ANOVA) and DMRT were used to analyse the data. The results showed that the addition of yeast extract and sucrose increased the concentration of artemisinin from the A. cina shoot culture. The highest artemisinin content produced was 14.035 mg/g dry weights which was produced by combination of 3 % sucrose concentration and 200 mg/l yeast extract. This result suggest that A. cina shoot culture could be used as a method to producing artemisinin.Key words : Artemisinin, shoot culture, Artemia cina Berg. Ex Poljakov
HOMOLOGI FUNGSI GEN KNAT1 ( Knotted 1– like Arabidopsis thaliana) PADA ANGGREK BULAN Phalaenopsis amabilis (L.) Bl. DENGAN MEDIATOR Agrobacterium tumefaciens Isminingsih, Sulastri; Semiarti, Endang; Purwantoro, Aziz
Jurnal Agroekoteknologi Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.491 KB)

Abstract

ABSTRACTTo understand the function of KNAT1 gene Arabidopsis in the forming and developing of Indonesian origin orchid shoot Phalaenopsis amabilis through transform p35S::KNAT1 and pGreen to protocorm like bodies (plb) of the orchid mediated by Agrobacterium tumafaciens LBA4404. The plb transformants were grown on New Phalaenopsis selection medium containing 5 mg/l BAP, 0.15 mg/l NAA, 15 mg.l Kanamycin and addition of 300 mg/l Cefotaxim to eliminate the overgrowth of Agrobacterium. The analysis of positive transformant use Polimerase Chain Reaction (PCR) with the specific oligonucleotide primers for KNAT1 gene: KNAT1F1R1 and universal primers for pGreen: 35SO and Tnos. The result shows that 3 shoots of 1850 transformants positively carry out the 35S::KNAT1 construct (frequency of transformation was 0.16 %) while 5 shoot of 1850 transformants also positively carry out the pGreen vector, with the frequency of transformation was 0.27 %. The phenotype analysis of 35S::KNAT1 transformants show multiplication on forming of the leaf from a plb to + 10 shoots and forming of the leaf shape which has terompet like shapes and rectangular shape.Key words: Arabidopsis, KNAT1 gene, Phalaenopsis amabilis, shoot
Variasi Genetik Anggrek Alam Phalaenopsis amabilis (L.) Blume Hasil Iradiasi Sinar Gamma Sulistianingsih, Rahayu; Purwantoro, Aziz; Mangoendidjojo, Woerjono; Semiarti, Endang
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.758 KB) | DOI: 10.17146/jair.2012.8.1.488

Abstract

Untuk mendapatkan kultivar baru anggrek alam Phalaenopsis amabilis (L.)Blume telah dilaksanakan iradiasi sinar gamma Co-60. Hasil iradiasi menunjukkan keragamanfenotip, sehingga perlu dilakukan penelitian secara biologi molekuler untuk mengetahuiapakah keragaman fenotip tersebut memang disebabkan karena adanya perbedaan genotippada tanaman-tanaman hasil iradiasi tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisiskeragaman genetic antar individu dalam populasi tanaman hasil iradiasi dengan menggunakanteknik RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Bahan tanaman berupa hasil iradiasi sinargamma 0, 15, 20, 25, 20+20 dan 40 Gray. Masing-masing diisolasi DNA genom dari tanamantersebut dan diamplifikasi dengan 22 primer yang ditentukan secara random. Hasil PCR(Polymease Chain Reaction) dianalisis dengan elektrophoresis dengan 1.5 % agarose. AnalisisDNA dilakukan dengan teknik RAPD menggunakan 8 primer terseleksi dari 22 primer yangdigunakan analisis polimorfis dan keragaman molekuler dianalisis dengan metode Nei’s genediversity dengan program GenAlEx 6.1. Hasil penelitian menunjukkan Keragaman geneticdapat dianalisis pada awal pertumbuhan tanaman anggrek bulan alam Phalaenopsis amabilis(L.) Blume hasil iradiasi sinar gamma Co-60 dengan menggunakan teknik RAPD dan dosisiradiasi 15 dan 40 Gy memberikan variabilitas genetik tinggi dibandingkan tanpa perlakuan
Keragaman Morfologi dan Molekuler Empat Kelompok Kultivar Jagung (Zea mays L.) Fatmawati, Yeni; Purwantoro, Aziz; Basunanda, Panjisakti
Vegetalika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Vegetalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Plasma nutfah jagung memiliki berbagai jenis. Jenis jagung yang sering dibudidayakandan dikonsumsi adalah jagung hibrida, jagung manis, dan jagung berondong. Setiap jeniskelompok jagung memiliki sifat yang beragam. Keragaman pada beberapa kelompokjagung dapat diketahui berdasarkan karakterisasi morfologi dan molekuler. Penelitian inibertujuan untuk menentukan jarak kemiripan empat kelompok jagung berdasarkankarakter morfologi, menghitung nilai keragaman antar dan dalam populasi jagung, danmenghitung koefisien kemiripan pada empat kelompok jagung berdasarkan penandaRAPD, serta menentukan adanya perbedaan gen-gen pembentuk senyawa antosianin dansukrosa-pati. Empat kelompok jagung yang yaitu jagung hibrida (kelompok Indurata),jagung manis (kelompokSaccharata), jagung berondong stroberi dan berondong kuning(kelompok Everta) dikarakterisasi pada 15 sifat kuantitatif morfologi dan genotipenyamenggunakan delapan primer RAPD (OPA3, OPA5, OPA9, OPC8, OPC10, OPC3, OPC5,OPC8), serta menggunakan gen antosianin (Chs, Chi dan Pr1) dan gen sukrosa-pati(Sh1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakter morfologi, populasijagung berondong stroberi dan jagung berondong kuning memiliki kemiripan yang dekat.Hasil pengujian RAPD menghasilkan nilai keragaman dalam populasi sebesar 47 % danantar populasi sebesar 53 %. Nilai koefisien kemiripan berdasarkan RAPD sebesar 0,34–0,98. Keberadaan gen Chs, Chi dan Pr1 tidak dapat mengindikasikan adanya perbedaanpada keempat kelompok jagung, begitu juga dengan gen Sh1 tidak mengindikasikanadanya perbedaan diantara keempat kelompok jagung.