Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP REGANGAN KISI DAN KONDUKTIVITAS PADUAN ZIRKONIUM Purwanto, P.
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.627 KB)

Abstract

PENGARUH  WAKTU  PEMANASAN TERHADAP REGANGAN KISI DAN KONDUKTIVITAS PADUAN ZIRKONIUM. Paduan zirkonium atau zirkaloy-4 diperoleh dari Pusat Elemen Bahan Nuklir. Zirkaloy-4 dilakukan perlakuan panas pada temperatur 300 oC dan  500 oC dengan lamanya pemanasan mulai   0 sampai 8 jam, kemudian di dinginkan secara cepat pada air bebas mineral. Selanjutnya  dilakukan pengujian  struktur kristal paduan zirkonium dengan difraksi sinar-x dan konduktivitas listrik dengan  teknik LCR. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa lama waktu perlakuan panas terhadap zirkaloy-4  dapat mempengaruhi  konduktivitas listrik dan kapasitansinya. Konduktivitas listrik zirkaloy-4  naik dan kapasitansi berkurang  seiring dengan lama waktu perlakuan panas. Struktur kristal zirkaloy-4 mempunyai struktur heksagonal tumpukan padat (HCP).   Ukuran butiran zirkaloy-4 naik seiring dengan lamanya perlakuan panas. Regangan kisi zirkaloy-4 menurun seiring  dengan lamanya waktu pemanasan. Kata kunci:Zirkaloy, termal, difraksi sinar-x, konduktivitas. INFLUENCE OF HEATING TIME ON THE ZIRCALLOY AGAINTS LATTICE STRAIN AND CONDUCTIVITY OF ZIRCALLOY. Zirconium alloy or zircalloy-4 was gotten from Nuclear Material Element Centre.  The  zircalloy-4 had been done heat threatment at the temperature 300 oC and 500 oC with it long heating at begin 0 to 8 hours, then  quenching in the demineral water.  The observation of zircalloy-4 had  been done with  x-ray diffraction and conductivity of electric test by XRD and LCR. The result of experiment to showed that time of heat treathment on zircalloy-4 can be influence electric conductivity  and it capacitance. Electirc conductivity of zircalloy-4 was increasing  with increasing in time heating. Capasitance of zircalloy-4 was decreased with increasing in time heating  The profile by diffraction of zircalloy-4 show the crystall structure was hexagonal closed packet (HCP). The size grain of zircalloy-4 was increased with increasing  of time heat threatment. The  strain of zircalloy-4 was decreased with increasing of time heat threatment. Key words: Zircalloy, themal,x-ray diffraction, conductivity.
PEMANFAATAN TEKNIK HEM UNTUK PENUMBUHAN CNT DARI GRAFIT MENGGUNAKAN Ni SEBAGAI KATALIS = UTILIZATION OF HEM TECHNIQUE FOR GROWTH OF CNT FROM GRAPHITE POWDERS BY USING Ni AS CATALYST ., Yunasfi; Purwanto, P.; ., Mashadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.101

Abstract

Utilization of HEM (high energy milling) technique for growth of CNT (carbon nanotube) from graphite powders by using Ni as catalyst was carried out. Milling process performed on a mixture of graphite powder and nickel powder (Ni-C powders) with the ratio of weight percent of 98%: 2%, with a variation of milling time between 25 up to 75 hours. Characterization using PSA (Powder Size Analyzer), SAA (Surface Area Analyzer), TEM (Transmission Electron Microscope) and Raman Spectroscopy performed to obtain information about particle size, surface area, morphology and the structure bonding of the milled powder respectively. The analysis results of Ni-C powders using PSA and SAA showed the smallest particle size and biggest surface area obtained after milling process for 50 hours, i.e. 80 nm and 705 m2/g, respectively. TEM observations revealed formation of flat fibers which quantity increased with increasing milling time. This flattened fiber behave as an initiator for the growth of CNTs. Ni-C powder milling for 50 hours results more clearly show the growth of CNTs. Analysis by Raman Spectroscopy showed two bands at 1582 cm−1 as a peak of G band and at 1350 cm-1 as a peak of D band. These spectra are typical for sp2 structure. The position of G band peak is close to 1600 cm-1 as the evidence of a change to nano-crystalline graphite. The highest intensity of D band shown in the milling process for 50 hours, which indicates that this milling time produces more graphite-like structure compared to other conditions, and is predicted good for growing CNTs. AbstrakPemanfaatan teknik HEM (High Energy Milling) untuk penumbuhan CNT (carbon nanotube) dari serbuk grafit dengan menggunakan Ni sebagai katalis. Proses milling dilakukan terhadap campuran serbuk grafit dan serbuk nikel (serbuk Ni-C) dengan perbandingan berat 98% : 2%, dengan variasi waktu milling antara 25-75 jam. Karakterisasi menggunakan fasilitas PSA (Particle Size Analyzer), SAA (Surface Area Analyzer), dan TEM (Transmission Electron Microscope) serta Raman Spektroscopy yang masing-masingnya untuk mendapatkan informasi tentang ukuran partikel, luas permukaan dan morfologi serta struktur ikatan serbuk hasil milling. Hasil analisis serbuk Ni-C dengan PSA dan SAA menunjukkan ukuran partikel paling kecil dan luas permukaan paling besar diperoleh setelah proses milling selama 50 jam, masing-masing 80 nm dan 705 m2/g. Pengamatan TEM menunjukkan serbuk-serbuk berbentuk serat pipih dengan kuantitas yang meningkat dengan bertambahnya waktu milling. Serat pipih ini perupakan cikal bakal penumbuhan CNT. Serbuk Ni-C hasil milling menunjukkan penumbuhan CNT terlihat lebih jelas setelah milling selama 50 jam. Hasil analisis dengan Raman Spectroscopy memperlihatkan puncak G band pada bilangan gelombang 1582 cm−1 yang merupakan spektrum untuk struktur sp2 dari grafit dan puncak D band pada bilangan gelombang 1350 cm-1 yang mungkin merupakan deformasi struktur grafit. Posisi puncak G band mendekati 1600 cm-1 menjadi bukti perubahan ke grafit nano kristal. Intensitas D band tertinggi ditunjukkan oleh sistem komposit Ni-C hasil proses milling selama 50 jam dan hal ini sebagai indikasi bahwa proses milling selama 50 jam terhadap sistem komposit Ni-C lebih berstruktur mirip grafit (graphitic-like material) dibanding kondisi lainnya dan diprediksi bagus untuk menumbuhkan CNT. Dengan demikian, waktu milling yang optimal untuk penumbuhan CNT dari serbuk grafit dengan menggunakan Ni sebagai katalis adalah adalah 50 jam.  
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN ENERGI AKTIVASI KOMPOSIT (LiI)x(Al2O3)1-x Purwanto, P.; Purnama, S.; Winatapura, D.S.
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 18, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.992 KB)

Abstract

PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN ENERGI AKTIVASI KOMPOSIT (LiI)X(AL2O3)1-X. Komposit (LiI)x(Al2O3)1-x dibuat dengan cara dicampur dua padatan LiI dengan Al2O3. Proses mencampur dua padatan dengan memvariasi konsentarsi LiI dari 0,6 hingga 0,9. Selanjutnya komposit (LiI)x(Al2O3)1-x dibuat berbentuk pelet dengan diameter 1,5 cm dan ditekan pada tekanan 4000 psi, kemudian dipanaskan dengan variasi suhu mulai 300 °K hingga 570 ◦K. Difraksi sinar-x pada komposit (LiI)x(Al2O3)1-x menunjukkan bahwa puncak-puncak yang nampak adalah LiI dan Al2O3. Ukuran kristal komposit (LiI)x(Al2O3)1-x naik dengan naiknya konsentrasi LiI, kecuali pada fraksi berat x = 0,9. Pengukuran konduktivitas komposit (LiI)x(Al2O3)1-x dilakukan dengan alat LCR-meter pada kisaran frekuensi 0,1 Hz hingga 100 kHz. Konduktivitas komposit (LiI)x(Al2O3)1-x turun dengan naiknya suhu, energi aktivasi komposit (LiI)x(Al2O3)1-x naik dan turun tidak teratur dengan naiknya suhu pemanasan dan konsentrasi LiI. Kata kunci: bahan komposit padat, panas, difraksi sinar-x, konduktivitas. INFLUENCE OF HEAT TREATHMENT TO CONDUCTIVITY AND ACTIVATION ENERGY IN COMPOSITE OF (LiI)X(AL2O3)1-X. The composite (LiI)x(Al2O3)1-x has been prepared by mixing of LiI with Al2O3 powders. Process mixture both powder with various concentration LiI begin 0.6 to 0.9. Then composit of (LiI)x(Al2O3)1-x was compacted with diameter 1.5 cm and pressure 4000 psi, then the composite had been done heated with heating to begin 300 ◦K to 570 ◦K. The x-ray diffraction of (LiI)x(Al2O3)1-x show that peaks of LiI and Al2O3. The composite crystall size of (LiI)x(Al2O3)1-x increase with increasing concentration of LiI, except at weight fraction x = 0.9. The composite conductivity of (LiI)x(Al2O3)1-x is measured by LCR-meter method at the frequence between 0.1 Hz to 100 kHz. The result show that the composite conductivities of (LiI)x(Al2O3)1-x decreased with increasing temperature, but activation energy the composite of (LiI)x(Al2O3)1-x increased and decreased disorder with increasing of heating temperature and concentration of LiI. Keywords: solid state electrolyte, thermal, x-ray diffraction, conductivity.
KARAKTERISASI SIFAT LISTRIK DAN MAGNET LAPISAN TIPIS Fe-C/Si SETELAH IRADIASI IONAr+ Yunasfi, Yunasfi; Purwanto, P.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 4: JULI 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.811 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.4.4218

Abstract

KARAKTERISASI SIFAT LISTRIK DAN MAGNET LAPISAN TIPIS Fe-C/Si SETELAH IRADIASI IONAr+. Telah dilakukan karakterisasi sifat listrik dan magnet lapisan tipis Fe-C/Si setelah iradiasi ion Ar+. Lapisan tipis Fe-C/Si diiradiasi dengan ion Ar+ pada dosis antara 1 × 1016 sampai 5 × 1017 ion/cm2. Hasil pengamatan morfologi permukaan lapisan tipis dengan Scanning ElectronMicroscope (SEM) memperlihatkan permukaan yang halus dan rata dengan terdeposisikan secara homogen di atas substrat Si (100). Pengamatan penampang lintang dengan SEM menunjukkan terbentuknya lapisan tipis Fe-C di atas permukaan substrat Si(100). Hasil pengukuran sifat listrik dan sifat magnet lapisan tipis Fe-C/Si menunjukkan bahwa nilai konduktansi (G), kapasitansi (C) dan nisbah magnetoresistance (MR) meningkat akibat pengaruh iradiasi ion Ar+ dan nilai nilai ini semakinmeningkat seiring dengan penambahan dosis radiasi.Dengan demikian, radiasi ionAr+berpotensi diaplikasikan di bidang elektromagnetik karena dapat meningkatkan sifat listrik dan magnet bahan.
EFFECT OF Ag2S CONCENTRATION ON CONDUCTIVITY OF (Ag2S)x(α-Al2O3)1-x (x = 0.1 to 0.5) COMPOSITE MATERIALS Purwanto, P.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.825 KB)

Abstract

The composite of (Ag2S)x(α-Al2O3)1-x (x = 0.1 to 0.5) were prepared by mixing Ag2S and α-Al2O3 with appropriate ratio ofmole fraction. Mixture of materials was formed as 1.5 cm pellet using 48.26 x 106 N/m2 pressure, then heating at temperature from 30 °C to 300 °C for 5 hours. Phase characterization using x-ray diffraction showed only Ag2S and α-Al2O3 phase. With increasing the mole fraction of Ag2S in composite of (Ag2S)x(α-Al2O3)1-x the crystal size and conductivity increased while the activation energy decreased.Keywords: Composite, X-ray diffraction, Conductivity, Activation energy.
Innovative Green Technology for Sustainable Industrial Estate Development Hadiwijoyo, R.; Purwanto, P.; Hadi, Sudharto P.
International Journal of Renewable Energy Development Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.763 KB) | DOI: 10.14710/ijred.2.1.53-58

Abstract

Sustainable industrial development requires a balance between economic growth,equity and environment. Two major components of industrial development are energy and rawmaterials. To minimize the environmental impacts of energy and raw materials, important stepsare required to deal with the green economy and global warming issues. The use of innovationtechnology to industrial gas emission is a preventive solution facing global warming. A research hasbeen done in Industrial Estate in Cilegon (IEC) Banten province, Indonesia, to see how to reduceenergy demand and encourage uses of more environmentally-friendly energy in the estate. Fossilenergy needs in the industrial estate were analyzed to see the opportunities of energy saving andrenewable energy development. The target to be achieved is to reduce the greenhouse gasemissions and improve the energy efficiency in the industrial park.
Analisis Penambahan Fe Terhadap Sifat Listrik Dan Magnet Komposit Mwcnt-Fe Purwanto, P.; Mustofa, Salim
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.923 KB)

Abstract

Bahan komposit MWCNT-Fe dibuat dengan mencampurkan serbuk MWCNT dan Fe dengan variasi kandungan Fe mulai dari 1% sampai 5%. Selanjutnya bahan komposit diproses milling selama 3 jam memakai teknik High Energy Milling (HEM). Hasil pola difraksi sinar- x komposit MWCNT-Fe menunjukkan adanya puncak MWCNT dan Fe dengan pola yang sama. Spektroskopi Raman menunjukkan puncak D band muncul pada 1310- 1320 cm-1, puncak harmonik kedua G band (G’ band) muncul pada Raman shift 1605 cm-1 sampai dengan 1615 cm-1, dan puncak tangensial G band muncul pada 1580 cm-1 sampai dengan 1595 cm-1. Hasil pengukuran konduktivitas MWCNT-Fe dengan alat ukur LCR, menunjukkan bahwa nilai konduktivitas mengalami kenaikan sebanding dengan kenaikan berat Fe. Hasil parameter magnetik dengan metode VSM (Vibrating Sample Magnetometer) menunjukkan Magnetik Rimanen (Mr), Magnetik Jenuh (Ms) mengalami kenaikan, sedangkan Medan Koersif (Hc) mengalami penurunan sebanding dengan kenaikan berat Fe. 
PENGARUH IRADIASI-γ TERHADAP REGANGAN KISI DAN KONDUKTIVITAS IONIK PADA KOMPOSIT PADAT (LiI)0,5(Al2O3.4SiO2)0,5 Purwanto, P.; Purnama, S.; Winataputra, D.S.; ., Alfian
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 16, No 3 (2010): Juli 2010
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.028 KB)

Abstract

ABSTRAK PENGARUH IRADIASI-γ TERHADAP REGANGAN KISI DAN KONDUKTIVITAS IONIK PADA KOMPOSIT PADAT (LiI)0,5(Al2O3.4SiO2)0,5. Komposit padat (LiI)0,5(Al2O3.4SiO2)0,5 telah dapat dibuat dengan pencampuran antara  LiI dengan Al2O3.4SiO2. Komposit padat di pelet dengan ukuran diameter 1,5 cm dan tekanan 5000 psi. Kemudian komposit padat tersebut dilakukan iradiasi dengan dosis 100 kGy, 200 kGy, 300 kGy dan 400 kGy. Pengukuran struktur kristal dilakukan dengan teknik difraksi sinar-x. Dari pola difraksi sinar-x pada komposit (LiI)0,5(Al2O3.4SiO2)0,5 menunjukkan bahwa struktur yang terbentuk adalah campuran struktur LiI dan Al2O3.4SiO2.  Regangan kisi komposit (LiI)0,5(Al2O3.4SiO2)0,5 menurun seiring dengan naiknya dosis radiasi.  Pengukuran konduktivitas dilakukan dengan alat LCR pada kisaran frekuensi 0,1 Hz-100 kHz. Konduktivitas komposit (LiI)0,5(Al2O3.4SiO2)0,5 menurun seiring dengan naiknya dosis radiasi. Kata kunci: Elektrolit padat, iradiasi,  difraksi sinar-x , konduktivitas.   ABSTRACT EFFECT γ-RAY IRRADIATION  IN THE LATTICE STRAIN AND IONIC CONDUCTIVITY AT SOLID COMPOSITE OF (LiI)0.5(Al2O3.4SiO2)0.5. The solid composite (LiI)0.5(Al2O3.4SiO2)0.5 has been prepared by solid  reaction, by mixing  of LiI with  Al2O3.4SiO2 powders. The mixture was  compacted with diameter 1.5 cm and pressure 5000 psi.  The solid composite was irradiated with irradiation dosis  100 kGy, 200 kGy,  300 kGy and 400 kGy.  The measurement of crystal structure was done by x-ray diffraction. Result  from x-ray diffraction shows that the structure of (LiI)0.5(Al2O3.4SiO2)0.5 was a mixture structure of   LiI and  Al2O3.4SiO2. The lattice strain of composite (LiI)0.5(Al2O3.4SiO2)0.5 was decrease with increasing radiation doses. The conductivity of composite of (LiI)0.5(Al2O3.4SiO2)0.5 was measured by LCR at  frequency between 0.1 Hz to 100 kHz. The result show that the conductivities of composite decrease with increasing radiation doses. Key word: Solid electrolyte, irradiation,   x-ray diffraction, conductivity.
PENGARUH SUHU TERHADAP KONDUKTIVITAS BAHAN KOMPOSIT (AgI)0,3(p-Al203)0,7 DAN (AgI)0,5(B-Al203)0,5 Purwanto, P.; Purnama, Safei
MESIN Vol 9, No 1 (2007): Bahan Bakar Alternatif
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The composite materials of (Agl)„rffi-AliOj),,? and (Agl)„5(p-Al20})ll5 have been madebysolid state reaction mixing between Agl with /3-AI20j. The results show that the conductivity valuesof (AgOoJp-AliOj),,- were 5.98xW5 to 9.47xIO3 S/m, and the conductivity values of (Agl),l5(p-Al?Os),)j were 0.33x/04 to 4.47x/03 S/m asfunction of temperature. The conductivity of materialscompositedecreased at transition temperature, but the conductivity ofAgl increased with temperature.The activation energy of (Agl)o.}(/3-A/20})„- and (Agl)„5(P-Al203),,5 relative stable with value ofactivation energy between 0.74xl02" J to 2.80x102" J. The diffraction peaks of (Agl),, /fi-Al:Oj)„. -and(AgQojffi-dljOjJoj have thepeak ofAgl.
AKUMULASI CADMIUM (CD) PADA IKAN WADER MERAH (PUNTIUS BRAMOIDES C.V), DI SUNGAI KALIGARANG Prabowo, R.; Purwanto, P.; Sunoko, H. R.
Jurnal MIPA Vol 39, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium merupakan bahan beracun yang menyebabkan keracunan kronik pada manusia, maka tingkat maksimun yang diperbolehkan di perairan adalah 0,01 mg/L (PP No 82 Th 2001 Tentang Kualitas Air). Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi gambaran umum kualitas air Sungai Kaligarang, (2) Mengidentifikasi konsentrasi logam berat Kadmium (Cd) di Sungai Kaligarang, serta (3) mengidentifikasi akumulasi logam berat Cd pada ikan wader merah (Puntius bramoides C.V) yang hidup di Sungai Kaligarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kandungan logam berat Cd pada air dan ikan wader merah di Sungai Kaligarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan berupa Suhu, pH, BOD, DO di Sungai Kaligarang tidak melebihi baku mutu berdasarkan mutu air penggolongan kelas I. Parameter logam berat Cd dalam air tidak melebihi aturan yang ditetapkan PP Nomor 82 Th 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kadar logam berat yang terkandung pada ikan wader merah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan baik dari FDR New Zealand, FAO, Serta SNI. 7387.2009, Tentang Batas Maksimum Cemaran logam Berat Dalam Pangan.Cadmium is a toxic substance that causes chronic poisoning in humans and the maximum permissible level in the water is 0.01 mg / L. (Th Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality). This study aimes to (1) identify general description of Kaligarang water quality, (2) heavy metalconcentrations of Cadmium (Cd ) in Kaligarang river and (3) identifying Cd accumulation of heavy metal in red Wader fish. This research is an observational exploration with a quantitative approach that aims to describe the level of heavy metal Cd in water and wader in Kaligarang. The location is determined by sampling study with purposive sampling. The result shows that the environmental parameters such as temperature, pH, BOD, DO of Kaligarang does not exceed the quality standard as applied by the classification of water quality class I. Parameter of heavy metals Cd in the water does not exceed the rules as set by the PP . No. 82 Th 2001 on management of water quality and red water pollution control. Heavy metal levelcontained in red wader is still below the quality standard as set by both FDR New Zealand, FAO, and SNI.7387.2009 about maximum level of heavy metal pollution in food.