Andik Purwanto
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Data Suhu, Konduktifitas, Dan Aliran Panas Untuk Menafsir Struktur Bawah Permukaan Daerah Air Putih Lebong Utara Purwanto, Andik
GRADIEN Vol 3, No 2 (2007): (Juli 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The measurement had been conducted at 50cm depth on Air Putih’s area, which is used needle probe. Thetransient heating of needle probe is used to measure the thermal conductivity and shallow depth temperature. Thetemperatures that have been measured are 17.42-52.930 C and the highest value of heat flow that have been measuredis 0.55 W/ m. K. Temperature measurements at shallow depths contain useful information about features of thegeological structures in Air Putih area. Essentials similarity between thermal and magnetic prospecting make itpossible to apply to thermal prospecting modification of the rapid method characteristic point developed for magneticprospecting. The interpretation result, which is used characteristic points, is the upper edge location of anomaly at 12.13 m below the surface   
PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA DI SMAN 1 KEPAHIANG Avico, Indra; Purwanto, Andik; Putri, Desy Hanisa
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.441 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.1.17-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui perbedaan pembelajaran Cooperative Problem Solving dengan Pembelajaran Konvensional terhadap hasil belajar fisika siswa dan menjelaskan ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran Cooperative Problem Solving  terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMA Negeri 1 Kepahiang. Jenis penelitian ini adalah experiment research dengan desain posttest-only control design untuk mengukur hasil belajar siswa dan desain penelitian one group pretest postest design untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah fisika siswa. Sampel penelitian diambil menggunakan purposive sampling yang diperoleh kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X 1PA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil analisis data menggunakan Uji-t dua sampel independen menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan Pembelajaaran Cooperative Problem Solving dan Pembelajaran Konvensional terhadap hasil belajar siswa dengan thitung = 0.9138<ttabel =1.9983. Sedangkan penggunaan pembelajaran Cooperative Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMAN 1 Kepahiang berpengaruh kuat dengan perhitungan effect size yaitu 5.779.Kata Kunci: Pembelajaran Cooperative Problem Solving, Kemampuan Pemecahan Masalah, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar. 
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA ULAR TANGGA FISIKA TERHADAP MINAT, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 10 KOTA BENGKULU Sundari, Titin; Purwanto, Andik; Risdianto, Eko
Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Kumparan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to examine the effect of cooperative learning model TGT using physics ladder snake media to enthusiasm, motivation and student learning outcomes. The method used is a quasi experimental design with nonequivalent control group design  conducted in class VIII SMPN 10 Cities 2016/2017 academic year. The sampling technique usedmethod.  perposive sampling  Collecting data using a questionnaire to students interest and motivation to the application of the model and test for learning outcomes. Based on the analysis of data obtained an average  N-sciencegain process skillsof 0.49 to 0.35 for the experimental class and control class. The average  N-gain interest in learning of 0.61 to 0.36 for the experimental class and control class. The average  N-gain motivation to learn of 0.67 to 0.48 for the experimental class and control class. The average  N-gain learning outcomes of 0.74 to 0.62 for the experimental class and control class. As for the two independent samples t-test is thitung greater than ttabel  that of 4.14> 2.01 for the interest in learning, 3.95> 2.01 for students motivation and 3.28> 2.01 for student learning outcomes at significant level ( ? = 0.05). So we can conclude: there is the effect of the application of cooperative learning model TGT using physics ladder snake media to enthusiasm, motivation and learning outcomes of students of SMPN 10 Bengkulu City.Keywords: Cooperative Team Games Tournament (TGT), snake ladder media, learning interest, learning motivation.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA MODEL PEMBELAJARAN CLIS (CHILDREN’S LEARNING IN SCIENCE) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KIT IPA DI SMP NEGERI 21 KOTA BENGKULU Suryani, Novi Ade; Sakti, Indra; Purwanto, Andik
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 1 (2018): February
Publisher : PendIPA Journal of Science Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui hasil belajar dengan model pembelajaran  CLIS (Children’s  Learning in Science) menggunakan Media Kit IPA di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. (2). Mengetahui hasil belajar dengan model pembelajaran  CLIS (Children’s  Learning in Science) tanpa menggunakan Media Kit IPA di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. (3). Untuk mengetahui  seberapa besar perbedaan hasil belajar fisika antara model pembelajaran CLIS (Children’s  Learning in Science) yang menggunakan media kit IPA dan tidak menggunakan Media Kit IPA di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan sampel terdiri dari dua kelas. Instrumen penelitian ini berupa 10 butir soal berbentuk pilihan ganda yang dibagi dalam tiga tahapan pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis uji-t. Hasil dari penelitian ini bahwa hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan model pembelajaran CLIS  (Children’s Learning In Science) menggunakan media kit IPA diperoleh rata-rata sebesar 65,26, sedangkan hasil belajar yang dicapai siswa dengan model pembelajaran (Children’s Learning In Science) tanpa menggunakan media kit IPA sebesar 61,67, dengan hasil perhitungan thitung sebesar 2,813.Kata kunci: Model Pembelajaran CLIS (Children’s  Learning in Science), Media Kit IPA, hasil belajar.
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Usaha dan Energi Kelas X IPA SMAN 3 Bengkulu Tengah Anggraini, Novita Darma; Purwanto, Andik; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.1.3.20-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains siswa yang diajar menggunakan model inkuiri terbimbing dengan siswa yang menggunakan pendekatan sainstifik dan menentukan pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan dua desain yaitu Quasi Eksperimen design dan pre-experimental design. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument berupa tes keterampilan proses sains. Data kemuadian dianalisis dengan analisis statstik kuantitatif dengan mencari nilai rata-rata, standar deviasi, varians, homogenitas, dan normalitas data serta dengan menggunakan uji-t dua sampel indpenden. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampling purposive yang diperoleh kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan  pendekatan sainstifik dengan model inkuiri terbimbing dengan siswa yang menggunakan pendekatan sainstifik terhadap keterampilan proses sains siswa yaitu thitung 3,69 > ttabel 2,00, maka terdapat pengaruh penggunaan inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa. Besar pengaruh yaitu sebesar 7,00 dengan interpretasi kuat. Sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang diaajar dengan model inkuiri terbimbing dengan siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan sainstifik dan terdapat pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa pada usaha dan energi kelas X IPA SMAN 3 Bengkulu Tengah.
Pengaruh Project Based Learning (PJBL) Model Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kota Bengkulu Monika, Yulia; Mayub, Afrizal; Purwanto, Andik
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.25 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.2.25-30

Abstract

Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pembelajaran PJBL (Project Based Learning)  terhadap penguasaan konsep fisika peserta didik dan mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran PJBL (Project Based Learning ).Penelitian Eksperimen ini dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas X IPA 5 yang berjumlah 26 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada pertemuan pertama nilai rata-rata hasil tes awal siswa sebesar 38,84 dan nilai tes akhir siswa sebesar 85.  Terdapat peningkatan nilai siswa dari rata-rata nilai tes awal siswa semula 38,84 menjadi rata-ratanya sebesar 85 pada nilai tes akhirnya. Pada pertemuan kedua kedua didapatkan nilai rata-rata tes awal siswa sebesar 38,84 dan nilai rata-rata tes akhir sebesar 83,84 disini terlihat peningkatan nilai siswa dari rata-rata nilai tes awal siswa semula 38,84 menjadi rata-ratanya sebesar 83,84 pada nilai tes akhirnya. Pada pertemuan ketiga dan didapatkan nilai rata-rata tes awal siswa yaitu sebesar 42,30 Setelah melakukan pembelajaran berbasis proyek maka siswa diberikan tes akhir dan didapatkan nilai tes akhir siswa yaitu sebesar 85,38. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berpengaruh terhadap penguasaan konsep fisika dan respon siswa di kelas X SMA  Negeri 1 Kota Bengkulu. Kata kunci :  Model Pembelajaran Project Based Learning, Lembar Kerja Peserta Didik, Penguasaan Konsep  Fisika Siswa dan Respon Siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN MOFIN (MONOPOLI FISIKA SAINS) PADA SISWA SMA KELAS X Peranti, Peranti; Purwanto, Andik; Risdianto, Eko
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.872 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.1.41-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran melalui pengembangan media pembelajaran permainan Mofin (Monopoli Fisika-Sains) kelas X IPA pada materi Dinamika Partikel. Model pengembangan yang digunakan dalam pembuatan media pembelajaran Mofin menggunakan Pengembangan 4D, yaitu Define, Design, Develop dan Dissemination yang disesuaikan karena tidak melalui tahap Dissemination. Data diperoleh melalui wawancara tak terstruktur dan angket yang berasal dari ahli media, ahli materi, guru fisika sebagai reviewer dan siswa sebagai responden. Hasil produk penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek desain media memiliki kriteria yang baik (81%), aspek penyajian materi memiliki kriteria baik (74%), dan aspek kelayakan media pembelajaran Mofin dalam pembelajaran memiliki kategori baik (88%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran permainan Mofin dalam bentuk papan permainan pada materi Dinamika Partikel untuk siswa SMA Kelas X secara keseluruhan memiliki kriteria  baik dan layak digunakan dalam pembelajaran.Kata  kunci:  Media Pembelajaran, Model Pengembangan 4D yang direvisi, Monopoli Fisika, Dinamika Partikel
Penerapan Creative Problem Solving Model untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa Kelas XI MIA 4 MAN 2 Kota Bengkulu Sagita, Intan; Medriati, Rosane; Purwanto, Andik
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.479 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.3.1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI MIA 4 MAN 2 Kota Bengkulu sebanyak 35 orang. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, obsevasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu lembar observasi aktivitas guru dan siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk melihat peningkatan aktivitas belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor sebesa 24 (kategori baik), siklus II sebesar 26,5 (kategori baik), dan siklus III sebesar 28 (kategori baik). Kemampuan pemecahan masalah pada siklus I sebesar 71,69 dengan kategori sedang dan ketuntasan belajar secara klasikal 60% (belum tuntas secara klasikal), pada siklus II kemampuan pemecahan masalah sebesar 78,71 dengan kategori sedang dan ketuntasan belajar klasikal 77,14 (belum tuntas secara klasikal), dan pada siklus III kemampuan pemecahan masalah sebesar 86,94 dengan kategori tinggi dan ketuntasan belajar secara klasikal 88,57 (tuntas secara klasikal). Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model creative problem solving dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa.Kata kunci: Model Creative Problem Solving, Aktivitas Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah.
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkat Sikap Ilmiah Dan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Alat-Alat Optik Kelas XI SMAN 1 Mukomuko Fadilah, Siti; Purwanto, Andik; Risdianto, Eko
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.955 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.2.8-14

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengukur peningkatan sikap ilmiah, hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada konsep Alat-Alat Optik yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA 4 yang berjumlah 35 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap ilmiah pada siklus I sebanyak 8 siswa pada kategori baik, pada siklus II 23 siswa, dan meningkat pada siklus III 28 siswa. Hasil belajar siswa aspek pengetahuan pada siklus I diperoleh ketuntasan belajar sebesar 60% (belum tuntas), meningkat pada siklus II diperoleh ketuntasan belajar sebesar 80% (belum tuntas), dan meningkat pada siklus III diperoleh ketuntasan belajar sebesar 88,6% (tuntas). Hasil belajar aspek keterampilan pada siklus I diperoleh sebesar 72,26, pada siklus II sebesar 77,8, siklus III sebesar 84, pada predikat terampil. Aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor sebesar 38 pada kategori aktif, siklus II sebesar 42 pada kategori aktif dan siklus III sebesar 46,5 pada kategori aktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan sikap ilmiah, hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas XI IPA 4 SMAN 1 Mukomuko pada konsep Alat-Alat Optik. Kata  Kunci:  Model  Inkuiri Terbimbing, Sikap ilmiah siswa,  Hasil belajar, Aktivitas  belajar siswa
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dengan Menerapkan Model Pembelajaran Penemuan Berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik di SMAN 3 Kota Bengkulu Savittriani, Savittriani; Purwanto, Andik; Swistoro, Eko
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.489 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.1.56-61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar  dan kemampuan pemecahan masalah (KPM) peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA 5 yang berjumlah 35 orang. Instrumen peneltian menggunakan lembar observasi dan lembar tes kemampuan pemecahan masalah.  Data diolah dengan menggunakan perhitungan statistik dengan mencari nilai rata-rata dan standar deviasi (SD).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar peserta didik siklus I rata-rata skor sebesar 34 (kategori cukup), siklus II sebesar 41 (kategori baik), dan siklus III sebesar 45 (kategori baik). Hasil rata- rata nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik siklus I sebesar 72,8 (kategori sedang), meningkat pada siklus II sebesar 79,14 (kategori tinggi), meningkat pada siklus III sebesar 90,11 (kategori tinggi). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan  berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Penemuan, Lembar Kerja Peserta Didik, Kemampuan Pemecahan Masalah.